
"Tuan.. mengapa anda membiarkannya?"
Tanya King yuwen setelah jarak mereka telah jauh dari pria barusan.
"Aku mengistimewakan keluarga Jia, ingat ini dan sampaikan kepada yang lainnya. Aku akan membunuh siapapun diantara kalian yang menyentuh mereka"
Perkataan Lan wu sontak mengejutkan kelompoknya, terlebih lagi aura membunuh yang begitu pekat terasa seirama dengan perkataan Lan wu.
"Aku sendiri yang akan menjadi Yama untuk mereka.."
Sambung Lan wu dengan seringai membuat King zuwun dan lainya bergidik ngeri seraya mengejar Lan wu yang sudah berada tiga langkah didepan mereka.
Sesampainya di gunung mistis, Lan wu dan lainya mendapatkan sambutan dari anak buahnya yang menjaga kediamannya.
"Silahkan lanjutkan latihan kalian, bagi kalian yang sudah mencapai ranah pelepasan awal ikutilah King zuwun untuk mengikuti seleksi menjadi elit Diyuze"
Ujar Lan wu yang di dengar oleh seluruh orang-orang ditempat tersebut.
King zuwun menyuruh orang-orang yang dimaksud Lan wu untuk mengikutinya sementara yang tidak memenuhi persyaratan diminta untuk kembali berlatih.
"Hais... Rasanya sudah sangat lama aku tidak duduk ditempat ini.."
Gumam Lan wu sembari tersenyum kecil dan duduk di kursi yang terletak dibawah sebuah pohon besar di sisi kanan dari kediamannya.
"Tuan Lan... Anda ingin minum apa?"
Tanya Yuali dengan nada sopan disamping Lan wu.
"Buatlah teh hangat untuk ku, dan ambilkan sebuah kotak kecil yang terletak di atas meja kamar ku"
Yuali tanpa bicara lagi segera melaksanakan kemauan Lan wu.
Setelah Yuali pergi, Lan wu nampak termenung memikirkan bagaimana dirinya akan menyikapi kedatangan Yiyi dan kaisar An ke dinasti dewa pedang nanti.
Selain itu informasi dari Bingxue mengenai Wu Jia yang diduga sebagai reinkarnasi dari Shen zuan berdasarkan kriteria yang pernah dikatakan oleh Shen zuan dulu pada Bingxue.
Lan wu menjadi semakin yakin bahwa alasan mengapa keluarga dewa ingin mengikat Yiyi ada keterkaitannya dengan Wu Jia. Namun Lan wu masih memerlukan informasi lebih jelas mengenai hal tersebut sebelum memulai tindakan.
"Hampir setahun aku berada disini... Aku tidak tau bagaimana kabar Xuya dan Wu Jia.."
Lan wu memejamkan matanya membiarkan rambutnya teracak-acak oleh angin yang mendadak berhembus.
Perlahan-lahan muncul tekanan kuat bersamaan dengan munculnya proyeksi wajah yang tercipta dari kumpulan awan di langit.
Mata sosok tersebut menatap tajam kearah kediaman Lan wu dengan niat membunuh yang terpancar kuat darinya.
"Dewa...! Itu dewa...?!"
Teriak orang-orang Lan wu yang terdiam serentak menyaksikan kearah langit.
"Siapa diantara kalian yang bernama Diyuze..!"
Teriak sosok tersebut yang mampu mengguncangkan gunung mistis beberapa saat.
"Dia mencari tuan Diyuze..?! Apakah dia merupakan dewa dari keluarga kaisar?"
Gumam Yuali yang kini telah berada di samping Lan wu yang mulai membuka matanya.
"Tuan... Hanya ada satu orang yang bisa menciptakan kejadian seperti ini.. dan orang itu adalah.. orang itu... Pasti tetua tertinggi keluarga dewa... Yeng Gongzu!"
__ADS_1
Ujar Yuali dengan nada penuh kekhawatiran.
Ia terlihat gemetaran dan hampir tidak mampu berdiri akibat tekanan yang berasal dari proyeksi awan tersebut.
"Hampir melompati gerbang ilahi dan memasuki tingkat dunia ilahi tahap awal.
Satu-satunya orang yang memiliki kekuatan besar di alam ini akhirnya memunculkan dirinya.."
Ujar Lan wu yang menatap serius kearah langit.
"Siapa orang ini..? Bisa menggunakan jurus setingkat dewa... Mengapa muncul disini..?"
King turang yang berada di sisi lain gunung mistis juga menyaksikan kejadian diatas langit. Ia sontak menyuruh beberapa orang yang mengikutinya untuk bergerak kembali menuju kediaman Lan wu.
"Hanya seekor tikus dan kau berani mengganggu ketenangan dinasti ku. Kau harusnya tau apa hukuman yang pantas kau terima..!"
Nampak sebuah sinar kuning melesat cepat kearah bawah dengan tekanan kuat yang dapat menghancurkan gunung mistis berkeping-keping.
"Kau mungkin adalah orang terkuat yang kutemui di alam ini... Namun, bahkan seorang kaisar dewa akan berpikir puluhan kali jika dia dihidupkan untuk melawan ku..."
Lan wu menggerakkan satu pilar langitnya kearah atas kemudian menerobos hancur sinar kuning tanpa hambatan.
Pemandangan serta aura tombak Lan wu yang sulit dijelaskan dengan kata membuat orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut kehilangan kesadarannya.
Separuh wajah diatas yang muncul di atas gunung mistis kini hancur separuh usai terkena pancaran aura tombak Lan wu dari jarak 6 meter.
"Kau..!?"
"Aku adalah wujud dari amarah alam yang akan mengirim mu naik menuju alam atas agar kau belajar untuk menjadi manusia yang rendah hati.."
Dalam sekejap mata Lan wu berpindah kehadapan proyeksi wajah tersebut kemudian mencengkram sebagian kecil proyeksi tersebut dengan tangannya.
Sosok tersebut nampak begitu geram seraya menatap kearah Lan wu dengan pandangan benci.
"Kau..? Hanya sampah dari alam atas yang kehilangan muka dan datang kemari untuk menjadi nomor 1. Aku ingatkan kepada mu untuk tidak ikut campur dalam urusan ku, jika tidak maka aku akan menghancurkan seluruh keluarga dan dinasti tercinta mu ini.."
Tegas Lan wu yang menambah kebencian dari sosok tersebut.
"Bajingan..! Aku akan datang dan mencari mu saat pelatihan ku selesai..!"
Mendadak proyeksi tersebut meledak dan menghempaskan Lan wu hingga ketanah. Namun dengan tenangnya Lan wu mendarat kembali dengan kedua kakinya seraya membersihkan darah yang mengalir dari goresan kecil di pipinya.
"Menarik.. rasanya sudah begitu lama darah ku tidak menetes akibat luka.."
Gumam Lan wu kini menatap kearah langit yang telah kembali seperti sedia kala.
Satu-persatu orang-orang di gunung iblis tersadar dan saling melemparkan pertanyaan mengenai kejadian tersebut.
"Uuhh..."
Yuali memegang kepalanya yang masih terasa sakit seraya menutup kembali matanya untuk memperjelas pandangan.
"Ahh..! Anu tuan...maaf.."
Yuali sontak melompat mundur usai tersadar bahwa dirinya tengah bersandar dibahu Lan wu.
"Kesalahan apa yang kau perbuat..?"
Balas Lan wu dengan wajah heran.
__ADS_1
"Ah.. itu..aku.."
"Tak masalah, aku ingin meminta bantuan mu saat ini. Tapi melihat wajah mu yang merah aku rasa kau butuh istirahat"
Potong Lan wu dengan nada tenang seraya meneguk minumannya.
Yuali sontak menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Apa tuan tidak menyadarinya..?"
Gumam Yuali memasang wajah kesal bercampur malu.
"Ehem.. apa yang ingin tuan minta aku lakukan?"
Pandangan Lan wu kini menjadi serius.
"Berikan kotak yang ku minta sebelumnya"
Dengan cepat Yuali memunggut kotak tersebut yang sebelumnya terjatuh kemudian memberikannya kepada Lan wu.
Lan wu membuka kotak tersebut kemudian mengeluarkan isinya.
"Aku ingin kau menyerap habis giok langit ini dan meningkatkan kemampuan mu.."
"Giok langit..?!"
Heran Yuali seraya menatap kearah giok biru ditangan Lan wu.
"Ya. Aku mendapatkannya sebagai hadiah dari kenalan lama beberapa tahun lalu. Ini akan membantu mu untuk menerobos tingakat pelepasan akhir dan membersihkan semua kotoran di tubuh mu"
Yuali tertegun sejenak seraya memikirkan alasan Lan wu memberikan barang berharga tersebut kepadanya.
"Tuan.. itu terlalu berharga, aku tidak bisa menerimanya"
"Aku hanya ingin memastikan semua pengikut ku adalah orang-orang yang kuat.
Yuali, kau tidak akan tau situasi apa yang nanti ku hadapkan dengan organisasi ini kedepannya"
Balas Lan wu dengan wajah yang begitu tenang. Sesekali ia menatap Yuali yang masih termenung memikirkan perkataan barusan.
"Memangnya... Apa yang akan anda lakukan?"
Yuali dihantui oleh rasa penasaran yang membuatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
Lan wu menghela nafasnya kemudian memperbaiki posisi duduknya.
"Aku akan meruntuhkan era kekaisran Qin dan Ning, lalu menjadikan kekaisran Yon sebagai satu-satunya negara diwilayah barat.
Kita akan menghadapi banyak orang kuat dengan jurus unik dan mematikan, apa kau bisa menghadapi mereka dengan kemampuan mu yang sekarang?"
Ujar Lan wu menatap wajah Yuali yang hanyut dalam pikirannya.
"Tidak akan ada kebaikan di medan perang, baik kau atau musuh mu akan sama-sama membunuh untuk bertahan hidup.."
"Tapi tuan.. apakah tidak ada cara lain untuk mengatasi hal ini..? Perang adalah kejahatan besar yang akan merugikan banyak orang yang tidak bersalah.
Aku tidak mengetahui masalah apa yang membuat anda dendam dengan kekaisran Qin, namun hal seperti tidak perlu menjadi langkah terakhir anda..
Perang diplomasi bisa digunakan dan kedu pihak tidak perlu menumpahkan darah diatas tanah air mereka.."
__ADS_1