Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
gejolak kota banteng


__ADS_3

Semenjak pertaruangan tersebut, Lan wu menjadi begitu terkenal di kota banteng. Ia ikut bergabung dalam pasukan kota mengusir pasukan iblis yang beberapa kali kembali menyerang.


Pada setiap pertempuran melawan ras iblis, Lan wu selalu menggunakan kekuatan api iblis hingga membuat dirinya mendapat julukan "sang api hitam".


Hal yang membuat Lan wu begitu menarik adalah sikap diamnya dan mudah menerima usulan orang lain dan menjadikan dirinya sebagai salah seorang yang di hormati di kota banteng.


Sebulan lamanya Lan wu telah berada di dunia yang sekarang dan telah mengalami sekitar 4 kali penerobosan. Hal tersebut membuat Shang Chen berkeyakinan bahwa Lan wu adalah sosok besar yang nantinya akan mempengaruhi peperangan tersebut.


**


"Apa kau tidak ingin ikut dengan kami?"


Tanya Shang Chen dengan ekspresi biasanya seraya berjalan kearah gerbang keluar kota banteng.


"Ya.. aku rasa untuk saat ini aku akan menetap disini, lagian aku sudah berjanji untuk membunuh jenderal iblis sebelum pergi meninggalkan kota"


Jawab Lan wu mengiringi Shang Chen dan lainya menuju luar gerbang.


Mendengar ucapan Lan wu, Shang Chen tersenyum kemudian mengucapkan perpisahan pada Lan wu.


Lan wu berjalan masuk menuju kota dan memikirkan rencana kedepannya untuk menjelajahi dunia besar tersebut seraya mencari jawaban atas pertanyaan besar di hatinya.


Lan wu yang berjalan tenang tersebut kini dihampiri oleh seorang pemuda dari keluarga Kang yang meminta dirinya untuk menghadiri undangan dari patriark nya.


Lan wu tanpa ragu menerima tawaran tersebut. ia berpikir bahwa keluarga Kang memiliki tujuan tertentu yang mungkin berhubungan dengan perebutan kekuasaan kota banteng.


terdapat 4 kekuatan besar yang mendominasi kota banteng, kekuatan tersebut selama ini berkontribusi besar terhadap keberlangsungan hidup kota banteng.


namun saat ini kekuatan yang paling mendominasi adalah keluarga We yang saat ini berperan penting dalam kota.


Selain itu hampir semua masyarakat kota banteng menyukai kepemimpinan walikota dan memberikan dukungan penuh, hal tersebutlah yang membuat beberapa kekuatan lainya iri hingga berniat untuk menyingkirkan walikota.


"Tuan muda Lan, pemimpin keluarga ku mengundang anda untuk makan siang di tempatnya. Apakah anda memiliki waktu luang?"


Lan wu kini dihampiri oleh seorang pemuda dari keluarga Kang yang menyampaikan pesan dari kepala keluarga nya.


"Tentu saja tuan muda Kang, aku merasa terhormat bisa menemui patriark keluarga Kang"


Balas Lan wu dengan nada ramah.


Pemuda tersebut kemudian mengajak Lan wu menuju kediaman keluarga Kang melewati kerumunan orang-orang di kota tersebut yang terus menatap Lan wu dengan pandangan sinis.


"Hais.. reputasi ku akan buruk nantinya jika berurusan dengan keluarga Kang.."


Gumam Lan wu sesaat tersenyum tipis.


Keluarga Kang adalah satu dari 4 kekuatan kota dan merupakan kekuatan terendah.


Menurut informasi yang didapat Lan wu, dahulunya keluarga Kang adalah kekuatan besar yang setara dengan walikota sebelum pemimpin keluarga sebelumnya wafat.


Hal tersebut berubah tepat saat keluarga Kang melakukan upacara penghormatan kepada patriark mereka yang wafat. Mendadak anggota keluarga Kang menjadi liar dan berusaha menghabisi keluarga Chu serta walikota. Berkat gabungan 3 kekuatan lainya pihak keluarga Kang berhasil di kalahkan dan kehilangan setengah dari anggotanya.


Reputasi keluarga Kang menjadi buruk dimata rakyat kota banteng yang menganggap mereka sebagai penghianat hingga sekarang.


"Ada bagusnya bila melihat-lihat dulu"


Pikir Lan wu yang menghela nafasnya dengan pelan.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Lan wu sampai di kediaman keluarga Kang.


"Pantas disebut salah satu kekuatan kota"


Kagum Lan wu melihat kediaman keluarga Kang yang begitu luas.


Di halaman depan Lan wu disuguhi pemandangan dari murid-murid keluarga Kang yang sedang berlatih dengan keras.


Ia melangkah melewati murid-murid tersebut kemudian memasuki ruang tamu.


Di ruang tamu terdapat beberapa orang yang memiliki kepentingan dengan keluarga Kang dan terlihat sedang melakukan perjamuan.

__ADS_1


"Tuan muda Lan, mengapa ada berhenti?"


Tanya pemuda yang membawa Lan wu dengan nada heran.


Lan wu tersenyum canggung seraya melanjutkan langkahnya.


"Hehehe.. mana mungkin patriark hendak berbicara dengan ku dalam kondisi ramai kan..?"


Ujar Lan wu setengah memaki dirinya yang tampak bodoh dihadapan tuan muda Kang.


Setelah menaiki tangga, akhirnya Lan wu dibawa masuk kedalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh aura kuat dari dalamnya.


"Kakek, aku datang bersama tuan muda Lan"


Pemuda tersebut tampak membungkuk dihadapan pintu yang tertutup rapat.


Dari balik pintu tersebut terdengar suara paruh baya yang menyuruh keduanya untuk masuk kedalam.


Lan wu kembali tercengang dengan suasana didalam ruangan tersebut.


"Apa ini formasi ruang?"


Tanya Lan wu yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


Mereka seperti berada di sebuah taman indah dengan sungai jernih yang mengalir diiringi suara kicauan burung.


Aura didalamnya juga begitu Bagus bagi seorang kultivator untuk melakukan pelatihan.


"Tidak heran bahwa tuan muda Lan begitu dihormati walikota We, silahkan duduk jangan sungkan"


Ujar pria tua tersebut yang mempersilahkan Lan wu untuk duduk.


Setelah duduk, seorang pelayan wanita menuangkan teh berwarna hijau kemudian kembali ke posisi semula.


"Melihat cara anda menyambut ku, aku rasa ini bukan undangan makan siang biasa kan?"


Tanya Lan wu tersenyum menyadari ekspresi wajah pria tua itu yang tidak terkejut.


Aku mengundang tuan muda Lan kesini sebenarnya ingin mengajak anda untuk bergabung dengan keluarga Kang ku"


"Bagaimana menurut mu?"


Tanya Kang fucang dengan ekspresi wajah yang terlihat serius.


Berbeda dengan Lan wu yang justru tampak begitu tenang.


"Apa keuntungan yang aku dapat dari ini?"


Lan wu tersenyum menatap Kang fucang dihadapannya.


"Bahan-bahan kultivasi, beberapa aset di kota benteng, dan tentunya kami akan melindungi mu dari tangan musuh-musuh mu. Kota ini tidak sesederhana kelihatannya, ada beberapa ancaman serius selain dari pihak iblis"


Aku yakin tawaran tersebut akan menggiurkan..


Gumam Kang fucang yang begitu yakin dengan dirinya.


"Aku sungguh menghargai kebaikan patriark Kang.. tapi untuk saat ini aku tidak memiliki musuh selain ras iblis dan takutnya setelah aku keluar dari ruangan ini aku akan mendapatkan musuh yang baru.."


Balas Lan wu seraya tersenyum tipis.


Ekspresi wajah Kang fucang terlihat berubah namun Lan wu tidak memikirkan hal tersebut.


"Apa maksud dari perkataan anda tuan muda Lan..? Apa kau menganggap keluarga ku begitu buruk.?!"


Nada Kang fucang terdengar tidak setenang sebelumnya.


Aura di ruangan tersebut juga berubah menjadi tidak nyaman.


"Anda salah paham patriark Kang, yang ku maksud adalah aku tidak ingin berurusan dengan 4 kekuatan utama dalam hal perselisihan atau perebutan kekuasaan.

__ADS_1


Kalian semua adalah teman ku meskipun aku tidak dianggap begitu, lagian nasib dari kota ini belum jelas untuk apa memikirkan hal lain?"


"Ras iblis beberapa hari lagi akan menyerang sementara kita malah sibuk mengurusi urusan pribadi, apa anda tidak merasa bahwa sifat manusia sama dengan iblis?"


Ujar Lan wu yang beranjak dari duduknya.


Ia kemudian berjalan dengan santai kearah pintu keluar.


"Baiklah.. keputusan mu aku hargai, hanya saja jika kelak aku menemukan ikut campur mu dalam urusan kami.."


Lan wu yang mendengar perkataan Kang fucang sedikit melambatkan lajunya menunggu pria tersebut menyelesaikan ucapannya.


"Aku akan membunuhmu.!"


Teriak Kang fucang yang tampak mempengaruhi aliran energi di tempat tersebut.


Disisi lain Lan wu ikut merasakan kuatnya hasrat membunuh serta tekana aura dari pria tersebut.


"Orang-orang di dunia ini memang tidak mudah diatasi.."


Gumam Lan wu dengan mimik wajah yang tidak nyaman akan tekanan tersebut.


"Tentu saja patriark Kang, anda boleh memegang kata-kata ku"


Lan wu menghela nafasnya serya ikut melepaskan seluruh aura nerakanya dan berhasil menghilangkan tekanan tersebut.


Ia berjalan kembali meninggalkan ruangan tersebut dengan penuh kewaspadaan.


Di dalam ruangan tampak Kang yuan mempertanyakan alasan kakeknya membiarkan Lan wu pergi dari tempat tersebut.


Ia berpendapat bahwa sosok seperti Lan wu kelak akan mengancam rencana mereka.


"Jika tidak bisa menariknya ke pihak kita, maka satu-satunya cara terbaik adalah melenyapkannya.."


"Yuan'er, kau pikir pemikiran anak itu sederhana?"


Tanya Kang fucang yang berbalik membuat pemuda tersebut kebingungan.


Melihat ekspresi ketidaktahuannya, Kang fucang sontak menarik nafas panjang sebelum menjelaskan hal tersebut pada Kang yuan.


"Sejak awal dia sudah mengetahui tujuan ku, sebenarnya aku hanya ingin memastikan dirinya tidak mendukung pihak manapun di kota ini.. dan tujuan tersebut sudah tercapai dengan mulus.."


"Jadi.. kakek menawari dirinya untuk bergabung dengan kita hanyalah rencana dadakan?"


Tanya Kang yuan yang membuat pria tua tersebut tersenyum tipis.


"Ya.. aku terpikir untuk hal tersebut dan mencoba mencari keuntungan lebih di saat bersamaan. Tidak disangka bahwa anak itu menolak ku. Akan tetapi hal tersebut tidak perlu dipikirkan, selama dia tidak terlibat maka peluang kemenangan kita akan bertambah"


Jelas Kang fucang melanjutkan perkataannya.


Sementara itu Lan wu yang tengah dalam perjalanan menuju tempat tinggal sementara nya, tampak dihalangi oleh beberapa orang yang tidak dikenal.


Mereka mengaku disuruh oleh seseorang untuk menghabiskan Lan wu dan membuangnya jauh-jauh dari kota banteng.


"Jangan impulsif tuan-tuan, aku akan meninggalkan kota ini saat janji ku terpenuhi.."


Ujar Lan wu yang berdiri tenang dihadapan 5 orang yang menghadangnya.


Tanpa basa-basi kelima orang tersebut menyerang Lan wu bersamaan.


Lan wu yang saat itu menyadari kekuatan kelima orang tersebut tidaklah rendah, kini memutuskan untuk sedikit serius meladeni situasi tersebut.


Tangkisan demi tangkisan berhasil menahan serangan tangan kosong dari jarak yang begitu dekat secara bersamaan.


"Memang pantas disebut salah satu keberadaan kuat di kota ini.. sayangnya, kau akan mati di tangan kami berlima.!"


Dari belakang Lan wu mendadak muncul seorang pria yang langsung memukul Lan wu dengan keras.


Pukulan tersebut berhasil mengenai Lan wu yang terlambat merespon serangan cepat yang di lepaskan salah satu dari lima orang tersebut di belakangnya.

__ADS_1


Sulit sih iya...!


__ADS_2