
Lan wu kini telah berada di kediamannya sembari mempersiapkan diri untuk berangkat menuju istana kaisar an.
Meskipun ia tidak yakin bahwa Kun berada di sana, namun akan lebih mudah baginya mencari tau beberapa informasi mengenai Kun dari kaisar an sendiri sekalian ia membersihkan beberapa mata-mata yang berada di sekitar kaisar an.
Dari arah pintu masuk nampak tetua Feng menghampiri lan wu dengan wajah di penuhi kekhawatiran. Dengan nafas ngos-ngosan ia menyampaikan sesuatu yang berhasil membuat lan wu tercengang. Tetua Feng mengatakan bahwa yiyi telah meninggalkan pedang dewa untuk mencari keberadaan wu Jia, selain itu xuya juga terlihat mengikuti yiyi secara diam-diam.
"Hais... Mengapa dia begitu ceroboh?" Ujar lan wu dengan nada gusar.
"Apakah paman Feng mengetahui arah perginya mereka?" Sambung lan wu berharap tetua Feng mengetahuinya.
"Sebentar.. oh..! Yiyi dan xuya terlihat mengarah ke ibukota Tao" jawab Feng bersamaan dengan lan wu yang melompat ke arah luar.
Sekejap mata lan wu telah menghilang dari pandangan tetua Feng. Di sisi lain tetua Feng sedikit tercengang melihat kecepat lan wu yang tidak masuk akal.
"Hais.. bagaiamanapun juga dia berasal dari alam atas" gumam tetua Feng sembari tersenyum.
Status pedang dewa telah di ubah menjadi mode siaga usai 4 hari hilangnya wu Jia. Yuan mengutus para murid dan tetua secara bergiliran untuk menelusuri setiap daerah yang berdekatan dengan pedang dewa, berharap mereka dapat menemukan jejak petunjuk mengenai keberadaan Kun dan xuliy. Tidak lupa juga ia mengabarkan kepada Jan mengenai kepulangan lan wu dan hilangnya wu Jia beberapa hari yang lalu.
Nampak di suatu daerah terlihat 2 orang pria dan wanita tengah menggendong seorang anak laki-laki berusia sekitar 1 tahun. Mereka mengenakan topi jerami dan jubah putih tengah duduk di sebuah restoran dekat pelabuhan.
"Ayah apa benar anak ini dapat mengendalikan paman an?" Tanya xuliy seraya menatap sekelilingnya.
"Tentu saja, anak ini merupakan putra dari seorang pendekar besar dan merupakan cucuk yang paling di sayang olehnya. Aku yakin waktu untuk kita menguasai kekaisaran QIN akan segera terwujud" jawab Kun dengan wajah penuh keyakinan.
"Namun aku takut jika lan wu akan menemukan kita sebelum sampai di wilayah barat" sambung xuliy dengan nada cemas.
__ADS_1
"Tenanglah, aku sudah menyiapkan rencana kecil untuk menahan pergerakannya" jelas Kun tersenyum.
**
"Apa..?! Mengapa ayah mertua membiarkan yiyi dan xuya untuk berangkat ke kekaisaran biru.?!" Tanya lan wu dengan nada kesal.
"Hais.. nak, apakah kau tidak mengenali sifat keras kepala dari istri mu? Terlebih lagi ia telah mengetahui kebenaran masalah sejara Kun dan xuliy" jelas kaisar an dengan wajah murung.
"Sejarah? Apa maksud dari perkataan ayah mertua?" Tanya lan wu seketika berubah penasaran.
Terlihat kaisar an menghela nafasnya sesaat sebelum memulai pembicaraannya. " Ketika aku masih berusia seperti xuya, aku merupakan seorang murid di salah satu perguruan yang terletak di wilayah timur. Saat itu aku tidak mengetahui alasan mengapa Kun dan orang tuanya memanggil ku dengan sebutan tuan muda, padahal status kita saat itu sama. Rupanya Kun merupakan keluarga inti yang di usir oleh mendiang ayah ku. Ibu ku ketahuan menjalin hubungan terlarang dengan ayah kun. Ayah ku yang mengetahui hal tersebut murka dan sontak menceraikan ibu ku. Ayah ku kemudian mengusir ayah kun beserta ibu ku yang saat itu tengah mengandung anak dari hasil perselingkuhan ibu ku dan ayahnya kun. Itulah mengapa mereka memanggil ku dengan sebutan tuan muda di sana" jelas kaisar an menghela nafasnya sejenak.
"Beberapa tahun telah berlalu, dan akhirnya ayah ku jatuh sakit. Aku yang saat itu telah berusia seperti mu memutuskan untuk kembali ke negara Qin untuk menggantikan posisi ayah ku. Di saat terakhirnya ia menceritakan semua kebenaran itu kepada ku dan meminta agar aku menyampaikan permintaan maaf darinya kepada ibu ku. Ia juga meminta ku agar tidak mendendam dan membiarkan Kun dan lainya kembali ke kekaisaran QIN. Aku saat itu hanya mengangguk untuk menenangkan ayah ku, namun sedikitpun tidak terfikirkan oleh ku untuk menuruti permintaannya. Aku tau itu adalah kesalahan terbesarku dan akhirnya menimbulkan situasi seperti ini" jelas kaisar an dengan wajah menyesal.
"Kun mungkin berniat menggunakan wu Jia untuk merebut kekaisaran QIN dari tangan ku, dan mungkin juga ia berniat membalaskan dendam dari ayahnya" sambung kaisar an.
"Aku paham ayah mertua, bagaiamanapun sebagai seorang anak yang pernah memiliki dendam. Aku paham betul bagaimana perasaan mu dan Kun, namun aku sangat meminta maaf kepada mu karena tidak bisa berjanji untuk membiarkan penculik anak ku bisa berjalan di dunia ini" ujar lan wu dengan wajah serius.
"Aku yakin mereka memiliki pilihan yang cukup banyak untuk tidak mengusik keluarga ku, namun mereka mengabaikan hal tersebut. Biar aku yang nantinya akan menjelaskan situasi ini kepada kakek mertua di akhirat nanti" ujar lan wu sembari beranjak berdiri.
"Lan wu... Aku sebagai ayah mertua mu ingin meminta satu hal kepada mu" ucap kaisar an membuat langkah lan wu tertahan.
Lan wu hanya diam sembari menatap lurus ke arah pintu keluar. Ia terlihat menunggu perkataan dari kaisar an yang hendak di sampaikan olehnya.
"Kau boleh menghabisi siapapun dari keluarga Jia yang berada di wilayah timur, namun berjanjilah bahwa kau tidak akan membunuh anak-cucu dari Kun. Biarkan mereka memilih kesempatan untuk hidup sebagai mana mestinya" ucap kaisar an dengan nada sedikit memohon.
__ADS_1
Nampak lan wu tersenyum tipis. Ia terlihat sedikit senang mendengar ucapan dari kaisar an. " Baiklah ayah, aku akan memberikan Kun dan lainya kesempatan, jika mereka bersedia menyerahkan wu Jia dengan selamat maka aku akan menganggap masalah ini tidak pernah terjadi, dan aku berjanji akan membawa Kun dan lainya ke hadapan anda dalam keadaan hidup. Selanjutnya tinggal anda sendiri yang memutuskannya" ucap lan wu seraya tersenyum berbalik menghadap kaisar an.
"Aku pamit ayah mertua" ucap lan wu sesaat sebelum menghilang dari hadapan kaisar an.
Kaisar an hanya tersenyum tenang sembari menatap foto mendiang ayahnya yang berada di dinding.
Sebelum lan wu meninggalkan area istana. Ia terlebih dahulu menghabisi beberapa orang yang mengintai dari atas pohon. Lan wu memerintahkan beberap prajurit untuk memeriksa setiap sudut istana dan meningkatkan kewaspadaan. Usai memastikan tidak ada lagi pendekar kuat yang bersembunyi di sekitar istana, akhirnya lan wu meninggalkan kota Yon menuju kekaisran emas biru.
Lan wu terbang dengan kecepatan sedang sembari mengawasi sekitarnya untuk menentukan yiyi. Ia sangat yakin bahwa dengan tingkat pelatihan yiyi yang masih tertahan di tahap dewa awal, tidak mungkin untuk yiyi dapat sampai di kota Ten dalam waktu 2 hari perjalanan. Lan wu memang tertahan 1 hari di istana kaisar untuk membereskan beberapa mata-mata Kun sebelum akhirnya ia menampakan dirinya di hadapan kaisar an.
" Apa jangan-jangan yiyi menggunakan hewan gaib?" Pikir lan wu usai tak melihat tanda-tanda keberadaan yiyi dan xuya.
Lan wu akhirnya memutuskan untuk mempercepat lajunya agar bisa segera sampai di kota Ten. Ia sedikit terburu-buru sehingga tidak sempat memberitahukan elang muda mengenai perjalanannya, selain itu ia juga tidak ingin mengganggu pelatihan dari elang muda.
Tidak beberapa lama setelah ia menambah kecepatannya. Lan wu kini melihat sebuah tempat yang sepertinya menjadi medan pertarungan oleh beberapa orang. Lan wu akhirnya memutuskan untuk turun dan melihat area tersebut yang masih menyisakan beberapa debu menandakan bahwa pertarungan tersebut baru selesai.
Lan wu nampak memejamkan matanya sembari menelusuri keberadaan energi di sekelilingnya.
"Dapat" ucap lan wu seraya berlari cepat ke arah depan.
Tidak jauh dari arah lan wu, nampak seorang wanita tengah berjalan tertatih sembari mengucurkan darah dari tubuhnya. Wanita itu nampak menggunakan jubah merah sembari memegang sebuah pedang yang ia jadikan sebagai penopang tubuhnya.
"Yiyi..? Apakah itu kamu?!" Teriak lan wu dengan wajah khawatir.
Sesaat sebelum lan wu sampai di tempat wanita tersebut. Mendadak wanita itu jatuh ke tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Ko.. kondisinya mengapa seperti ini?" Ucap lan wu begitu terkejut melihat tubuh wanita tersebut di penuhi oleh tusukan kecil yang berwarna biru.
Lan wu segera menggendong wanita tersebut sembari memcari tempat untuk mengobati wanita tersebut. Dan tidak lama akhirnya ia sampai di sebuah penginapan kecil yang terletak tidak jauh di depannya.