
Lan wu melompat menghindari pukulan dari arah samping kemudian menggunakan api iblis untuk menahan serangan 4 orang lainnya.
Api iblis terlihat menyebar disekitar area tersebut kemudian perlahan-lahan merambat naik.
"Jangan lengah..!"
Teriak salah satu dari kelima orang tersebut memperingati anggotanya.
Cih.. hampir saja..
Kesal Lan wu melihat kelima orang tersebut berhasil meloloskan diri dari pusaran api yang dikeluarkan Lan wu.
Mereka menyebar ke beberapa sisi menempatkan Lan wu di tengah mereka.
"Tehnik pembunuh gabungan.!"
Gawat.. aura ini..?!.
Kelima orang tersebut terlihat memusatkan energinya pada kedua telapak tangannya yang saling bersentuhan.
Secara serempak mereka mengarahkan tapaknya pada Lan wu dan menciptakan tekanan angin luar biasa.
Disisi lain Lan wu menggunakan api iblis untuk menutupi dirinya sesaat sebelum serangan tersebut menghantamkan dirinya.
Tempat tersebut tampak rusak parah terkena imbas dari ledakan energi barusan, kobaran api iblis terlihat berceran membakar beberapa tempat disekitar lubag besar yang semula merupakan tempat dimana Lan wu berada.
"Aku rasa dia sudah mati.."
"Tentu saja, mustahil bagi dirinya untuk selamat dari jurus gabungan milik kita."
Duar..!!
Kelimanya dikejutkan dengan ledakan yang terjadi di arah lubang besar.
Di udara samar-samar terlihat puluhan tombak api yang menganga kearah mereka.
Melihat hal tersebut seketika eskpresi mereka berubah drastis.
Tampak Lan wu yang berada di udara saraya berdiri diatas gelombang api iblis.
"Ini..?"
Kelimanya terkejut bercampur ketakutan melihat gelombang api iblis yang berdiri bagaikan sebuah tirai raksasa.
__ADS_1
Dengan cepat salah satu dari mereka menghancurkan sebuah batu berwarna hijau kemudian menghilang dari tempat tersebut.
"Huh.. lain kali kau tidak akan ku biarkan lolos"
Ujar Lan wu yang menetralkan api iblis seraya mendarat kembali di tanah.
Ia melangkah dengan tenang menuju kediamanya setelah memastikan tidak ada lagi musuh yang bersembunyi ditempat tersebut.
Dilain tempat. Walikota yang telah menduga hal tersebut akan terjadi kepada Lan wu, segera menyuruh orang-orang nya untuk menyelidiki hal tersebut.
Ia berasumsi bahwa perbuatan itu pasti direncanakan oleh salah satu dari 4 kekuatan kota yang tidak ingin jika Lan wu bersatu dengan dirinya.
..
"Sepertinya aku tidak bisa menahan diri untuk tidak terlibat dalam rencana orang-orang ini.. beruntung hari ini hanya dua orang pembunuh amatir yang menghadang ku.
Bagaimana jika lain harinya aku dihadapkan dengan orang-orang merepotkan..?"
Pikir Lan wu sembari duduk diruang tamu kediamanya.
Akhir-akhir ini Lan wu telah mendapatkan beberapa informasi yang berkaitan dengan dunia besar tersebut.
Sejatinya dunia besar terbagi menjadi 4 wilayah yang ditempati oleh beberapa ras berbeda.
Wilayah tengah dikuasai oleh ras manusia dan merupakan wilayah terkecil dari 3 wilayah lainnya.
Wilayah barat dihuni oleh ras monster dan dominan lebih tertutup.
Yang terakhir adalah ras elf yang tinggal jauh di kedalaman hutan wilayah Utara. Sama seperti ras monster, ras elf tidak suka terlibat dalam urusan luar dan cenderung netral terhadap ras lainya.
Lan wu yang tersadar dari lamunannya kini beranjak dari duduknya dan berjalan perlahan menuju pintu.
Diluar telah berdiri seorang gadis yang tampak bimbang untuk mengetuk pintu kediaman Lan wu.
Klak..!
"Sa.. salam tuan Lan.."
Gadis tersebut terkejut melihat Lan wu yang telah berada tepat setengah langkah darinya.
Sembari menelan ludah, gadis tersebut menyembunyikan ekspresi gugupnya dan melanjutkan pembicaraan nya.
"Aku disuruh oleh ayah ku untuk bertemu dengannya, ada sesuatu yang mendesak sehingga dia meminta anda untuk menemuinya"
__ADS_1
Sambung gadis tersebut dengan nada tenang.
Lan wu berpikir sejenak menerka bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan 2 pembunuh yang tadi menyerangnya.
"Baiklah nona We.."
Jawba Lan wu singkat.
Keduanya berjalan sedikit cepat menuju kediaman walikota dan sesekali saling tanya jawab untuk mencairkan suasana.
Selam beberapa menit, akhirnya keduanya sampai di kediaman walikota. Kediaman yang begitu megah di hiasi oleh beberapa patung di halaman depannya.
Lan wu berjalan lurus mengikuti putri walikota dan sesekali bergumam kagum akan keindahan halaman depan kediaman tersebut.
"Salam ayah, paman Buo.."
Ujar We lian seraya melirik singkat kearah Lan wu.
Dengan senyum tenang, Lan wu memberi salam yang kemudian dipersilahkan duduk oleh walikota We.
Beberapa saat situasi di ruangan tersebut sedikit sunyi.
Lan wu yang merasa sedikit kaku akhirnya memutuskan untuk membuka pembicaraan mengenai tujuan walikota mengundangnya.
"Melihat dari raut wajah anda, aku menebak bahwa tuan We memiliki hal penting yang ingin dibicarakan.."
Lan wu tersenyum tipis seraya memperbaiki posisi duduknya.
Walikota We tampak mengangguk dengan lesu kemudian meraih gelas teh di mejanya.
"Kau benar saudara Lan, seperti yang kau tau bahwasanya akhir-akhir ini keluarga kang mulai bergerak mengincar anggota dari 3 kekuatan besar kota.."
"Aku khawatir bahwa hal ini akan mempengaruhi kekuatan kita saat menghadapi pasukan iblis nanti.."
Walikota menghela nafasnya dengan ekspresi yang seakan-akan meminta pendapat Lan wu.
"Entahlah tuan We, yang jelas aku tidak tertarik untuk ikut campur dalam urusan kalian..
Hal yang paling penting sekarang adalah menyiapkan diri untuk menghadapi situasi buruk yang akan datang"
"Aku sependapat dengan tuan Lan, menurut ku ras iblis yang saat ini perlu diperhitungkan. Menurut informasi mata-mata kita di wilayah musuh, kali ini salah satu dari raja iblis akan terlibat dalam pertempuran nanti.."
Potong We lian menyatakan pendapatnya dengan tenang.
__ADS_1
Perkataan We lian membuat ayah dan pamannya terdiam sejenak, tampak jelas raut wajah penuh kekhawatiran terpampang dari keduanya.
Sekuat apa raja iblis ini..?