Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Perang penentu II


__ADS_3

"kemampuan mereka tidak mengecewakan.." gumam jio usai membentengi serangan dari yiyi dan lainya


Ming yu nampak masih di sibukkan dengan salah satu lawanya, sementara yiyi dan Zhen kini bersiap menghadapi jio yang kini berdiri tepat di depan mereka.


"Kak yiyi. Aku akan menahan nya sementara waktu, aku berharap kakak dapat meminta pertolongan dari tetua 13 ataupun ketua istana langit. Kemampuan pria ini begitu mengerikan.." ucap Zhen seraya berlari kearah jio


Jio tersenyum tipis usai melihat pergerakan dari Zhen, menurutnya seluruh langkah dan ayunan pedang milik Zhen sangatlah sempurna." Gurunya pasti bukanlah orang bisa" ujar jio sembari menghindari serangan pedang dari Zhen


Jio terus menganalisa pergerakan dari Zhen dan sesekali melancarkan serangan jika ia merasa sedikit terdesak. Jika bukan karena tingkatan mereka, ataupun umur yang berbeda. Tentu saja pergerakan serta jurus dari Zhen akan sangat menyulitkan nya.


"Tebasan sunyi " terdengar lue yang kini ikut menyerang jio


Jio mengaktifkan energinya seraya menahan jurus lue dengan tangan nya yang kini terselimuti oleh energi berwarna kuning.tanpa di duga Zhen juga melompat kearah jio sembari mengeluarkan jurus pedangnya " tusukan sunyi" energi besar mengalir di pedang Zhen bersamaan dengan retakan yang terlihat di pelindung jio


"Hmm .." jio mengayunkan pukulan nya dan sontak membuat Zhen beserta lue terpukul mundur kearah bawah


"Masih bisa bertahan ya?" Gumam jio sedikit kagum usai melihat Zhen dan lue yang kembali menerjang kearah nya


...


tak disangka ,Peperangan yang baru berlangsung sebentar, telah memakan banyak korban nyawa dari pasukan kedua belah pihak. Sementara korban nyawa dari pihak pendekar hanya bisa di hitung dengan jari.


Seluruh area pertempuran menjadi begitu berantakan usai terjadi ledakan hebat dari jurus yang saling berbenturan dari para pendekar.


"Para pemanah lepaskan panah kalian kearah pasukan musuh di baris ke2, sementara pasukan pedang dan tombak. Ikuti aku dan terobos pertahanan musuh !!" Teriak laksamana sembari menerjang kearah depan


Tidak jauh dari situ, nampak putri sui tengah bertarung menghadapi beberapa prajurit musuh di temani oleh Kasim won. Sui melompat mundur usai menebas salah satu dari musuh di depanya. Ia segera mengarah ke beberapa prajurit kekaisaran Yon yang terlihat sedikit terdesak akibat di kepung oleh hampir 20 pasukan musuh.


"Tuan putri, jangan kesana!!" Seru Kasim won seraya melompat kearah musuh yang hendak menyerang sui dari belakang


"Tidak..!! Aku akan terlambat.!!" Keluh won usai melihat pedang musuh yang hanya berjarak beberapa senti dari tubuh sui.


"Jleb..!!" Terlihat Yuan yang kini mencabut pedangnya usai menikam musuh yang hendak menyerang sui dari arah belakang


"Tetua Yuan.." kaget sui bercampur lega usai menyadari situasi buruk yang hampir menimpanya


"Tuan putri, tetaplah berhati-hati.." ujar Yuan bersamaan dengan melompat nya ia kearah salah satu pendekar dari ras harimau yang tengah di hadapi oleh beberapa pendekar dari sakte bambu emas


"Argh..., Tetap pertahankan formasi cahaya ilahi" ujar ko sembari mengalirkan energinya usai merasakan efek dari jurus yang di keluarkan oleh salah satu anggota naga putih


"Hmm...bajing*n ini..!!" Geram seorang pria yang kini terjebak dalam formasi cahaya ilahi


"Wong segera bantulah tuan xunxi, jika ia gugur dalam perang ini , maka kita akan kehilangan kekutan utama dalam pertempuran ini" ujar sanyu sembari menatap wong yang hanya berdiri sembari tanpa melakukan apa-apa.


Xunxi merupakan pemimpin dari istana naga putih,dan merupakan salah satu dari 3 kekuatan utama dalam perang tersebut. Tentu saja jika xunxi berhasil di kalahkan, secara tidak langsung akan mempengaruhi keseimbangan dalam pertahanan mereka. Terlebih lagi jumblah mereka setara dengan pasukan dari kekaisaran Yon.


"Aku hanya menunggu lawan ku, dan tidak memperdulikan hasil dari perang ini" ujar wong tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun


"Terlebih lagi, sebaiknya kau berhati-hati dengan kakek berjanggut putih itu.. dia tidaklah lebih lemah dari ku" ujar wong seraya menatap tetua 13 yang kini mengerutkan dahinya


"Cih..!!" Kesal sanyu sembari mengambil jarak usai merasakan tekanan hebat dari tongkat yang di keluarkan oleh tetua 13.


"Tongkat langit?!.. tak disangka ia memiliki senjata kuat dari ras naga.." ujar sanyu mengamati tongkat yang di pegang oleh tetua 13


"Lalu kenapa jika ia memiliki senjata tersebut...aku merupakan pemimpin dari ras harimau petir, salah satu ras yang begitu di hormati oleh ras di alam atas.." teriak sanyu bersamaan dengan munculnya tekanan kuat bersamaan dengan perubahan sanyu yang kini berada di wujud kedua nya.


"Aku begitu penasaran akan kemampuan dari ras legenda seperti mu..mari kita lihat apakah kau pantas menjadi keturunan dari ras harimau petir.." tetua 13 mengarah dengan cepat serta mengayunkan tongkat langit


Ledakan kecil terjadi begitu cepat di beberapa tempat, alir pertarungan dari keduanya hampir tidak bisa di lihat oleh mata orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Hanya terlihat seperti 2 cahaya dengan warna berbeda yang saling mengejar dan berbenturan dengan cepat.


..


di sisis lain Ning tengah menghadapi salah satu dari pendekar naga putih. ia sontak melompat mundur usai merasakan energi kuat dari tetua 13 yang sepertinya tengah menghadapi lawan yang kuat


"Guru...?!" Kaget ning usai merasakan aura yang begitu besar dari arah lain.


"Nona, bagaiaman jika kau menyerah saja ? Aku akan membawamu ke wilayah timur dan menjadikanmu salahsatu dari wanitaku di sana.." ujar seorang pemuda yang tengah mengamati perubahan ekspresi dari Ning


Sontak aura Ning menjadi begitu pesat bersamaan dengan sepasang sayap berwarna emas yang kini berada di belakang Ning. Perubahan tersebut berhasil membuat pemuda yang sedari tadi sombong kini menjadi diam.

__ADS_1


"Kemarilah dan akan ku buat kau kehilangan ******** mu..dasar bejat" Ning mengeluarkan energinya dan menciptakan tekanan angin yang begitu kuat .


Tekanan tersebut berhasil menghempaskan seluruh orang yang berada di dekatnya. Perlahan-lahan nampak sebuah pelindung berwarna emas yang perlahan menutupi Ning beserta lawanya. Melihat hal tersebut, sontak tetua 6 langsung melompat masuk kearah pelindung tersebut, disusul oleh seorang pria berusia 40 tahun yang mengamati kejadian tersebut dari jauh


"Hmm..tetua ran? Apakah kau meremehkan kemampuan ku?'" ujar pria di depan Ning sembari menatap tetua dari ras harimau yang berada di samping nya


"Mana mungkin aku meremehkan kemampuan dari anak naga putih,namun kemampuan tuan belumlah matang. Masih harus melewati beberapa proses agar dapat menyempurnakan seluruh kemampuan dari naga putih " ujar ran entah mengapa membuat Ning terlihat begitu waspada


"Selain itu, sayap dari nona ini merupakan sayap salah satu ras tertinggi yang telah hilang begitu lama. Jika sesuai yang ku ketahui, maka kemampuanya di pastikan tidak akan mampu di hentikan oleh tiga kekuatan utama dalam perang ini.." ujar ran sedikit memelankan suaranya bersaman dengan pelindung yang telah menutup dengan sempurna.


"Nona ning..kau begitu mengkhawatirkan orang di sekeliling mu.." ujar ketua istana langit sembari menatap pelindung emas di depannya .


**


di tengah arena , nampak ko yang terus menekan pergerakan dari xunxi dengan formasi cahaya ilahi, namun ia sedikit kesulitan usai xunxi mendadak mengeluarkan tekanan aura yang begitu kuat.


"Sial kondisi ini begitu buruk..!!" Ujar ko usai merasakan tekanan kuat dari xunxi


Ko memerintahkan untuk kembali menggunakan cahaya ilahi dengan seluruh energi mereka yang tersisa.


Para tetua pun setuju dan kini mengalirkan energi mereka bersamaan dengan terciptanya 2 cahaya ilahi


Ko mengambil nafas seraya menelan sebuah pil energi sebelum akhirnya melompat ke atas .


"Aku mengakui formasi kalian memang sangat menekan ku, namun itu bukanlah masalah besar bagi ku" xunxi mengeluarkan aura nya yang membentuk seekor naga besar yang melingkar di sekitarnya


Dari mulut naga tersebut nampak terkumpul energi kuat yang mampu menggetarkan seluruh arena pertarungan


Disisi lain nampak ko yang kini mengarahkan tombaknya keatas dan terlihat seakan menopang kedua cahaya ilahi tersebut di tombaknya


"Para tetua sekalian, kalian pergilah dan bantu saudara-saudara kita di tempat lain. Percayakan orang ini pada ku.." ujar ko bersamaan dengan perginya para tetua tersebut.


Ko mengalirkan energinya bersamaan dengan terciptanya Sambaran petir di sekeliling cahaya ilahi.


"Taukah kau, jika keluarga whu dan naga putih merupakan satu, dan berasal dari keturunan ras naga. Sayangnya keluarga whu di hianati oleh leluhur naga putih dan di buang setelah seluruh kemampuan mereka di serap. Hari ini aku datang menuntut balas atas perlakuan kalian terhadap keluarga ku, terimalah ini !!!" Teriak ko bersamaan dengan melajunya cahay ilahi yang kini membentuk seekor naga dengan sayap hitam di punggungnya


Tekanan hebat dari kedua jurus tersebut berhasil mengakibatkan perhatian dari seluruh orang yang berada di arena pertempuran tersebut, tertuju kearah mereka. tak terkecuali lan wu  yang kini melihat dari kejauhan sebuah naga besar yang berada di langit tersebut


Lan wu menetralkan energinya usai berhasil menghadapi iblis hati di dalam dirinya. Meskipun ia cukup kelelahan usai mengalami pertarungan besar di dalam dirinya,namun melihat situasi yang begitu berbahaya akhirnya lan wu memutuskan untuk menyudahi pemulihannya akan segera bergabung dalam perang tersebut.


"Ini..?!..." Lan wu sontak merinding usai merasakan ledakan hebat terjadi di aren pertempuran tersebut.


Ia menyilangkan kedua tangannya di depan seraya merasakan Tekanan angin yang kian mendekat ke arahnya


"Kuat sekali...!" ujar lan wu bersamaan dengan munculnya xioca yang menghalangi tekan angin tersebut menghempas lan wu.


Lan  wu segera meraih pedangnya seraya melompat keatas punggung xioca. Dengan cepat xioca terbang menuju erana pertarungan tersebut


....


Suasana arena begitu kacau usai benturan dari kedua jurus hebat tersebut.nampak terlihat sebuah lubang dengan diameter begitu luas banyak di penuhi dengan jasad dari pasukan musuh.


Di sisi lain nampak ko yang terbaring lemah dengan kondisi yang begitu mengkhawatirkan. Tanpa di sangka, ia justru mengarahkan jurusnya kearah pasukan lawan yang mengakibatkan dirinya terkena jurus dari xunxi sepenuhnya.


Namun berkat pengorbanan dari ko, kini pasukan kekaisaran Yon berhasil memukul mundur para prajurit dari pihak lawan dan hanya menyisakan para pendekar dari tiga kekuatan utama. Setidaknya mereka sedikit unggul usai bergabungnya para prajurit dengan pendekar lainya untuk menghadapi pendekar-pendekar yang tersisa dari tiga kekuatan utama tersebut


"Ketua ko..mengapa anda melakukan ini..?" Nampak Yuan yang kini memasukan sebuah pil kedalam mulut ko


"Ha.ha... aku melakukanya demi membayar rasa terimakasih ku kepada tuan lan, setidaknya aku dapat membantunya melindungi nyawa berharga dari pedang dewa..uhuk..uhuk..." Ko terbatuk beberapa kali usai memaksakan dirinya untuk menjawab pertanyaan Yuan


Dari arah depan nampak xunxi yang terselimuti oleh hawa membunuh kini mendekat dengan senyum menyeringai kerah ko dan beberapa orang di dekatnya.


" Apakah Kalian pikir sudah memenangkan peperangan ini?!" Tanya xunxi dengan nada merendahkan


"Sial..aku akan menghajarnya..!" Nampak ko yang berusaha bangkit usai mendengar perkataan tersebut


Yuan menahan ko seraya menyuruh para tetua dari keluarga whu untuk membawa ko menjauh dari tempat tersebut


"Aku kan menggantikan ketua ko untuk menghajar mu..!!" Yuan kini dipenuhi oleh aura membunuh ia mengunun pedang nya seraya menerjang dengan cepat ke arah xunxi yang kini memasang senyum tipis

__ADS_1


Dengan mudah xunxi menahan serangan dari yuan, ia melancarkan sebuah puklin dan berhasil di hindari oleh Yuan dengan cara melompat kebelakang. Yuan kembali menyerang xunxi dan beberapa kali berhasil mengenai nya meskipun tidak memberikan efek berarti bagi xunxi.


"Tebasan angin putih" ujar Yuan mengeluarkan jurusnya dan berhasil menahan pukulan kuat dari xunxi


Yuan kembali mengeluarkan beberapa jurusnya sembari mengubah posisi secara acak. Strategi Yuan berhasil mendesak xunxi hingga mengeluarkan kemampuan sebenarnya.


Melihat xunxi yang kini tengah serius, Yuan pun menaikan tekanan auranya seraya mengeluarkan seluruh energi yang dimilikinya saat itu. Dalam waktu yang singkat keduanya telah bertukar puluhan jurus sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil jarak sembari mempersiapkan serangan mereka masing-masing.


Sementara di dalam pelindung emas, nampak Ning beserta tetua 6 yang bertarung imbang melawan keduan orang dari naga putih dan ras arimai tersebut. Ning di untungkan dengan formasi pelindung emas yang terus menyerap energi dari lawanya dan di berikan kepada dirinya. Namun tak di sangka jika kedua orang tersebut dapat menekan Ning hingga mencapai tahap akhir


"Wujud dari tetua ras harimau begitu menyulitkan ku.." ujar tetua 6 seraya mengamati pergerakan lincah dari ran.


Keduanya terus bertarung hingga mendadak mengambil jarak usai merasakan tekanan kuat dari arah Ning dan wein. Tekanan tersebut berangsur-angsur menciptakan retakan di dinding pelindung emas.


"Ledakan Phoenix surga.." seru Ning yang kini di balut oleh energi emas yang terlihat seperti seekor Phoenix berkepala 9


Di sisi lain nampak wein yang telah berada dalam bentuk naga dan bersiap menerjang kearah Ning


"Kalian para Phoenix hanya merupakan makanan bagi ras ku..hahahaha tak disangka aku menemukan sesuatu yang berharga di wilayah ini" ujar wein bersamaan dengan berbenturnya kedua hewan gaib tersebut.


Keduanya saling menyerang dengan tekanan yang begitu besar dan berhasil menghancurkan segel emas tersebut.


Kemunculan 2 hewan tersebut berhasil memancing perhatian dari orang yang tengah menghadapi situasi pertarungan.


"Dasar bodoh..!! " Ucap tetua 6 bersamaan dengan pukulannya yang mengenai ran dengan telak


Ran kini memuntahkan darah dari mulutnya seraya mengaliri energi nya untuk menahan luka akibat pukulan dari tetua 6.


"Gadis ini memanfaatkan kelengahan ku .." geram ran seraya mengumpulkan energi di telapak tangannya


Tekanan kuat kembali terasa bersamaan dengan wujud harimau petir yang berdiri tepat di depan tetua 6.


Ia mengingat betul serangan dari sanyu saat berhadapan dengan lan wu, tentu ia bukanlah lawan dari serangan kuat yang di miliki oleh ran tersebut.


Ketika ran bersiap mengerahkan jurusnya, mendadak dari atas langit tercipta 2 tapak hitam yang mengarah dengan cepat kearah ran.


"Jurus ini.....?!!" Kaget wong sembari memasang senyum lebar di bibirnya


"Kau datang juga bocah..!!!" Teriak Wang kearah seorang pemuda yang berdiri tegap di atas seekor Phoenix berwarna biru tersebut


Ledakan kuat terjadi bersamaan dengan terhempasnya ran kearah belakang usai terkena ledakan dari kedua tapak tersebut.


Nampak wajah marah di tunjukan oleh pemuda yang memandang beberapa murid pedang dewa yang terluka parah


Ia melepaskan aura miliknya dan berhasil menggetarkan tubuh para pendekar dari tiga kekuatan utama.


"Bunuh..!!" Ujar pemuda tersebut bersamaan dengan terbang nya ratusan pisau api yang dengan cepat


menumbangkan puluhan pendekar yang mencoba menahan pisau tersebut.


Teriakan keras terdengar dari mulut para pendekar beserta tetua usai menyaksikan ratusan pisau yang begitu di kenali oleh mereka.


ditempatlain kini Jian telah berhasil mengalahkan lawannya ,meski mengalami luka yang begitu parah usai beradu jurus kuat dengan lawanya tersebut


"Akhirnya kau datang juga .." ujar Jian yang di penuhi luka usai mengalahkan  salah satu dari tentu naga putih


Jian memilih untuk duduk sejenak sembari tersenyum lebar usai melihat situasi yang kini berpihak kepada mereka.


"Sial...?!" Kaget Jian bersamaan dengan tersungkurnya pemimpin dari ras harimau di sampingnya


"Sesuai rumor yang beredar, pendekar langit memang begitu mengejutkan " ujar Jian menatap tetua 13 yang mendekat sembari mengendarai seekor naga dengan baju zirah di tubuhnya


"Hmm..kau berlebih ,apakah kau tidak melihat kondisi ku?" Jawab tetua 13 yang di penuhi oleh luka sayatan serta tusukan dari pedang milik sanyu


Tetua 13 duduk di sebelah Jian seraya menatap seorang pemuda yang berdiri berhadapan dengan salah seorang tetua dari ras harimau.


"Taukah kau, aku begitu bosan menunggumu ?" Ujar wong dengan senyum lebar


"Alunan pedang sunyi..!!" Ujar lan wu seraya berpindah dengan cepat kebelakang wong .

__ADS_1


__ADS_2