
Keduanya berjalan kembali menuju istana seraya berbincang-bincang tentang pengalaman mereka. Sebenarnya Cie Linhua lah yang lebih banyak berbicara ketimbang Lan wu.
Lan wu memilih untuk menjadi pendengar yang baik dan sesekali menjawab pertanyaan Cei Linhua seperlunya.
Banyak informasi berharga yang Lan wu dapatkan tentang dunia tersebut, misalnya tentang keberadaan 9 istana lainya yang berada di ibukota ras manusia.
Cei Linhua merupakan pemimpin dari istana persik abadi dan juga satu dari sepuluh kekuatan utama ras manusia. Adapun Yisan yang saat ini menjadi wakil jendral dari pasukan pembantai iblis di ibukota.
Percakapan mereka berakhir usai memasuki gerbang istana persik abadi.
Akan tetapi Cie Linhua tidak sekalipun melepaskan gandengan tangannya walaupun ekspresi nya lebih tegas dan tenang dari sebelumnya.
"Ratu, keperluan mandi anda sudah kami siapkan. Apakah anda membutuhkan sesuatu yang lain?"
Tanya seorang pelayan yang menyambut keduanya tepat di kamar pribadi Cei Linhua.
"Siapkan bahan-bahan makan di dapur, aku akan memasakkan makanan untuk suamiku nantinya"
"Uhuk..!" Lan wu mendadak tersedak nafasnya setelah mendengar ucapan wanita disampingnya.
"Kamu.. kamu kenapa..?"
Cei Linhua sontak memeriksa Lan wu dengan wajah khawatir.
"ah.. tidak apa-apa.." elak Lan wu dengan wajah yang memerah.
"Hey kemana kau meraba..?!" Teriak Lan wu seraya melompat mundur beberapa langkah dari wanita yang tengah tersenyum manis tersebut.
Sementara pelayan-pelayan tersebut memejamkan mata mereka seraya menahan tawa.
Setelah pelayan-pelayan tersebut keluar. Tanpa ragu Cie Linhua melepaskan seluruh pakain yang menutupi tubuhnya tepat dihadapan Lan wu.
Sontak saja Lan wu memalingkan wajahnya menghadap pintu keluar.
"Heh, bukankah dulu kau pernah mencicipinya.?"
Ucap Cie Linhua dengan nada menggoda.
"Uhuk.. apa yang kau bicarakan, jangan menggodaku." Timpal Lan wu dengan nada malu.
"Hehehehe.. Bai kecil ku rupanya pemalu"
Wanita tersebut kemudian berjalan menuju ruang mandi setelah puas menggoda Lan wu.
"Huff... Bencana macam apa itu tadi.?"
Ujar Lan wu yang sedikit lega.
Ia yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk berbaring di ranjang Cei Linhua (kita sebut saja Cei hua agar lebih mudah). Seraya menunggu wanita tersebut selesai mandi.
Alhasil Lan wu ketiduran hingga tidak sadar bahwasanya hari sudah gelap.
"Hemm.. aroma wangi apa ini.?" Pikir Lan wu seraya membuka matanya.
Sial aku tertidur..!
__ADS_1
"Sudah bangun.?"
Tanya Cei Hua yang saat ini tengah membelai rambut Lan wu dengan lembut.
"Iya, ngomong-ngomong.. apa paha mu tidak sakit memangku kepala ku dalam waktu lama?"
Tanya Lan wu yang menyadari bahwa aroma wangi tersebut berasal dari tubuh Cie Hua yang sedang memangku kepalanya.
"Tentu saja tidak, lagian mau bagaimana jika ini bisa membuat ku bahagia.." jawab wanita tersebut yang tersenyum manis menatap Lan wu.
"Begitu ya.."
"Apa yang harus aku lakukan..? Aku merasa bersalah jika terus seperti ini, dia menganggap ku adalah raja iblis Bai xang sementara kenyataannya aku tidak memiliki hubungan dengannya.."
Pikir Lan wu yang terdiam dengan tatapan kosong.
"Nona Cei sebenarnya aku..."
Ucapan Lan wu dipotong oleh Cei Hua yang menutup mulut Lan wu dengan tangannya.
"Bai xang, aku tidak akan membiarkan mu merusak suasana indah ini. Biarkan aku melayani mu dengan baik dan kau tidak perlu berkata apa-apa tentang dirimu yang sekarang.." ucap Cei Hua yang mengurungkan niat Lan wu sebelumnya.
Ia kemudian mengajak Lan wu keruang makan yang sebelumnya telah ia siapkan khusus untuk dirinya dan Lan wu.
Cie Hua memperlakukan Lan wu dengan sangat baik. Ia bahkan menyuapi Lan wu dan membersihkan sisa makanan yang berada di pinggir bibir Lan wu dengan lembut menggunakan tangannya.
Selama Lan wu makan, Cei Hua tidak sekalipun berbicara apapun selain tersenyum dan memandangi Lan wu dengan lembut.
"Ambilkan anggur khusus istana persik abadi kemari, dan jangan ganggu aku bahkan jika ada tamu penting dari luar"
"Cei Hua.. kamu tidak perlu repot-repot melayani ku. Apa yang akan dipikirkan orang-orang mu jika ratu mereka melayani pria asing seperti ku ini"
Lan wu tampak merasa tidak nyaman dengan perlakuan istimewa dari wanita tersebut. Ia merasa keduanya tidak memiliki hubungan dekat selain dikarenakan adanya roh singa iblis ditubuh Lan wu.
"Bai xang.. berapa kali aku harus mengatakan bahwa kau bukan orang asing. Biarkan aku melayani mu seperti ini. Dan mengenai pelayan-pelayan itu, kau tidak perlu mengkhawatirkannya"
Balas Cei Hua seraya tersenyum kearah Lan wu.
Lan wu yang mendengar penjelasan dari wanita tersebut hanya bisa menghela nafas.
Beberapa saat kemudian datanglah seorang pelayan yang membawakan anggur pesanan Cei Hua.
"Tubuh mu tidak sekuat sebelumnya, aku tidak tau apa yang telah kau lalui hingga menjadi seperti ini. Minumlah anggur ini.."
Ujar Cei Hua yang menuangkan anggur ke cangkir Lan wu.
Tanpa berbicara lagi, Lan wu segera meminum anggur tersebut. Setelah meminumnya, Lan wu merasa tubuhnya dipenuhi oleh tenaga dan luka-luka yang belum sembuh sepenuhnya sekarang telah pulih total.
Selain itu, kekuatan fisik Lan wu juga meningkat. Hal tersebut secara tidak langsung telah memberi Lan wu kesempatan untuk mengontrol kekuatan singa iblis yang beberapa kali lepas kendali.
"Anggur yang hebat. Rasanya sudah lama tidak mencicipinya"
Ucap Lan wu.
"Anggur persik dari istna ku memiliki khasiat yang baik bagi tubuh seseorang. Tidak berlebih jika aku menyebut anggur ini adalah kelas tertinggi di seluruh wilayah ras manusia.."
__ADS_1
"Selanjutnya, aku ingin mendengar cerita mu dan dari mana saja kau berasal. Bahkan untuk orang seperti ku merasa kesulitan untuk menemukan mu.."
Ucap Cie Hua tersenyum manis sembari menopang dagunya.
"Baiklah.. sekaligus aku ingin meluruskan kesalahpahaman ini.."
Lan wu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya bersamaan dengan munculnya wujud singa iblis.
"Wahh... Bai xang rupanya telah mengkonsumsi kekuatan dari monster kecil itu.." timpal Cie Hua yang sebenarnya tidak begitu terkejut.
"Nama ku Lan wu, aku berasal dari dunia kecil yang disebut alam utuh. Entah mengapa aku ditarik naik kesini oleh sebuah kekuatan kuat.."
"Mungkin sudah hampir setahun aku berada disini dan menghabiskan waktu ku di sakte cakar macan, aku ingin mengatakan bahwa sebenarnya aku bukanlah Bai xang yang anda maksud.."
"Mungkin saja semua ini dikarenakan roh singa iblis yang sebelumnya memiliki ikatan dengan Bai xang, sehingga anda merasakan perasaan familiar dari Bai xang"
Lan wu menahan ucapannya sesaat sembari menunggu reaksi dari Cie Hua yang tampak terdiam.
"Jadi begitu.. pantas saja aku tidak merasakan aura mengerikan mu. Jika seperti itu maka aku tidak akan menahan mu lebih lama bersama ku.."
Cie Hua kini berdiri dari duduknya dengan wajah sedih.
"Silahkan beristirahat, aku akan kembali untuk mendiskusikan urusan istana"
Wanita tersebut kemudian meninggalkan Lan wu.
Sementara Lan wu merasa sedikit lega bahwasanya Cie Hua tidak salah paham dan tiba-tiba menyerangnya. Akan sangat berbahaya jika Lan wu terpaksa harus menghadapi sosok sekuat Cie Hua.
Keesokan harinya, Lan wu datang ke ruang tahta Cie Hua untuk berpamitan. Sesampainya dia di hadapan Cie hua, Lan wu menjadi sedikit tidak tega.
Terlihat jelas mata wanita tersebut yang sembab akibat terlalu lama menangis.
Wajahnya bahkan pucat tak bersemangat.
"Aku datang kemari untuk mengucapkan terimakasih kepada yang mulia ratu sebab sudah berkenan untuk mengobati ku.
Selanjutnya aku akan pamit kembali ke sakte ku hari ini, jika ada yang anda perlukan sebelum aku pergi maka jangan sungkan untuk mengatakannya"
Jelas Lan wu seraya memberikan hormat.
"Bisakah kau meninggalkan roh singa iblis pada ku.?"
Balas Cie Hua yang mendadak membuat Lan wu terkejut.
"Itu..."
"Roh singa iblis memiliki kenangan serta sedikit aura dari Bai xang, mungkin saja dia tidak ingin perasaan sebelumnya hilang dengan perginya diriku bersama singa iblis.." pikir Lan wu memantapkan hatinya.
Lan wu kemudian meletakkan tangannya didepan dada lalu terlihat seperti menarik sesuatu dari dalam tubuhnya.
Setelah beberapa saat akhirnya muncullah inti roh singa iblis yang berbentuk bola kristal berukuran sedang ditangan Lan wu.
"Singa tua ini juga merupakan hal yang berharga bagiku, aku harap yang mulia ratu terus menjaganya seperti anda menjaga kenangan Bai xang"
Lan wu menyerahkan inti roh singa iblis kepada Cie Hua dengan hati-hati. Ada perasaan tidak rela dalam hati Lan wu, akan tetapi tidak salahnya mengembalikan barang kepada pemilik sebelumnya.
__ADS_1