
Setelah berhasil keluar dari dalam istana, Lan wu memutuskan untuk berjalan-jalan di kota sekaligus untuk mengakrabkan dirinya dengan situasi kota tersebut.
Kota tersebut bernama Canglan yang berjarak 6 hari perjalanan jika ditempuh dengan kuda dari sakte cakar macan.
Suasana di kota Canglan tidak pernah luput dari aktivitas masyarakat yang tidak ada habisnya.
Segala sesuatu tersedia ditempat tersebut.
Salah satu hal yang menjadi tujuan pengunjung luar adalah area jual beli hewan spritual tingkat tinggi.
Seseorang dapat membeli hewan spritual untuk digunakan sebagai tunggangan ataupun partner dalam pertaruangan.
Selain itu terdapat juga toko senjata spritual dan toko kitab kultivasi yang dapat dibeli dengan harga tertentu dan tempat-tempat menarik lainnya.
"Sepertinya sudah waktunya bagi ku untuk meningkatkan kemampuan. Kehidupan ini setidaknya lebih menarik dan mulai memiliki arti untuk ku pertahankan.."
Gumam Lan wu yang berdiri tepat di depan paviliun pelatihan.
Setelah masuk kedalam, Lan wu diantara oleh pelayan disana menuju kesebuah arena lantai dasar paviliun tersebut.
Tanpa basa-basi, Lan wu segera melompat naik ke atas arena dimana sudah terdapat seorang pria yang akan menjadi lawan Lan wu.
Pria tersebut berada di tingkat spritual akhir dan merupakan salah satu petarung hebat paviliun pelatihan. Sementara Lan wu yang baru berada di tingkat spritual awal tentu saja diragukan oleh orang-orang yang menyaksikan disekelilingnya arena.
Akan tetapi hal tersebut seperti biasa tidak dihiraukan oleh Lan wu. Tujuannya saat ini adalah meningkatkan kemampuan dan insting bertarung nya ketitik saat dimana dirinya menghadapi sang kesempurnaan.
"Aku tidak percaya bahwa kekuatan ku tidak mampu menghadapi ahli dari dunia ini. Aku masih ingat jelas saat dimana orang no 1 di wilayah kalian ini tewas dihadapan ku"
Gumam Lan wu yang tersenyum sesaat.
"Akar api.."
Lan wu mengeluarkan puluhan akar api menerjang pria dihadapannya yang masih sedikit terkejut oleh serangan pembuka Lan wu.
Pria tersebut melesat menghindari rambatan akar api yang mengejarnya tiada henti.
Dari arah belakang terlihat sebuah tombak api iblis yang melesat cepat kearah pria tersebut.
__ADS_1
Tampak lawan Lan wu t menyadari hal tersebut segera melepaskan roh spiritualnya.
"Serigala berekor merah..! Sungguh jarang bisa melihat salah satu petarung hebat paviliun mengeluarkan seluruh kemampuannya.."
Ujar orang-orang yang menyaksikan roh spritual pria tersebut yang berhasil menghalangi akar dan tombak api Lan wu.
"Cakar raja serigala..!"
Pria tersebut bergerak cepat kehadapan Lan wu seraya melepaskan jurus kuat miliknya.
Dilain sisi Lan wu membentuk perisai api iblis untuk menghalau serangan pria tersebut.
"Hmm.. kemampuannya masih jauh dari kata kurang untuk bisa memaksa ku.."
Gumam Lan wu yang menggerakkan sebelah tangannya bersamaan dengan terciptanya 2 roda api disisi kiri dan kanan pria tersebut.
Perisai api kini berubah menjadi puluhan akar api yang berhasil melilit tangan pria tersebut.
Jelas terlihat ekspresi tidak percaya di wajah pria tersebut dan orang-orang yang menyaksikan pertaruangan keduanya.
"Ledakan serigala..!"
Ekor serigala tersebut dengan cepat melilit tubuhnya menutupi arah serangan dari dua roda api Lan wu.
Kedua roda api Lan wu tampak berputar kencang mencoba menembus ekor serigala yang menutupi pria tersebut.
Menarik..!
Lan wu berdecak senang melihat pria tersebut yang berhasil menghancurkan dua roda api Lan wu dengan sekali kibasan ekor.
"Hebat..!"
"Seperti yang diharapkan dari petarung paviliun pelatihan.."
Terdengar teriakan para penonton yang kagum pada kemampuan pria yang bertarung melawan Lan wu di arena.
Pria tersebut kemudian menerjang Lan dengan sangat cepat hingga tak mampu dilihat oleh mata orang-orang yang menonton.
__ADS_1
"Kecepatannya meningkat.."
Ucap Lan wu yang hendak menahan pukulan pria tersebut.
"Apa..?!"
Lan wu begitu terkejut setelah pria dihadapannya mendadak hilang kemudian berpindah dibelakangnya.
"Tinju leluhur serigala merah..!"
Tekanan energi yang begitu kuat dapat dirasakan oleh orang-orang yang menonton pertaruangan tersebut. Energi kuat yang berasal dari jurus pria tersebut seketika menciptakan gelombang angin yang dasyat.
"Brakk..!"
"Uhh... Apakah sudah berakhir..?"
Tanya orang-orang yang kesulitan melihat kearah arent akibat tekt angin yang terjadi.
"Lihat itu..!"
Di atas arena yang tertutupi boleh debu, perlahan-lahan terlihat setengah wujud aura neraka Lan wu yang berhasil menahan serangan kuat pria tersebut.
Disisi lain lawan Lan wu nampak sedikit kelelahan dan tidak mampu untuk menarik kembali kepalan tangannya yang dihimpit oleh kedua tangan wujud aura neraka.
Sementara Lan wu masih berada dalam posisi semula yaitu membelakangi pria tersebut seraya melipat kedua tangannya didepan dada.
"Sepertinya aku yang menang.."
Ucap Lan wu kemudian menetralkan energinya.
Pria tersebut juga melakukan hal yang sama.
"Kemampuan suadara sungguh luar biasa, aku tidak menyangka bisa memiliki kesempatan untuk belajar dari anda.."
Pria tersebut memberi hormat kepada Lan wu yang kemudian dibalas kembali oleh Lan wu.
"Sudara juga memiliki potensi untuk berkembang kedepannya. Jika boleh memberi saran, coba saudara menempatkan dirimu pada keadaan hidup mati. Potensi tersembunyi mu mungkin akan keluar.."
__ADS_1
Jelas Lan wu yang berjalan turun dari arena.