Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
merubah keputusan


__ADS_3

Mendengar perkataan Hong anzu yang seperti itu, Sinling berinisiatif untuk mencoba berbicara kepada Lan wu dan membujuknya.


"Adik Kein... bisakah..bisakah demi diriku, kamu melupakan hal ini.. aku tau kau sudah tersinggung. Namun sebagian besar murid-murid di sakte ini tidak bersalah.."


Sinling memegang tangan Lan wu yang terselimuti api iblis seraya menahan sakit akibat kulitnya yang terbakar oleh api tersebut.


"Kakak, aku sudah cukup memberikan mereka waktu untuk berfikir. Seseorang tidak akan pernah berhenti hingga kekuatan miliknya berhasil dilampaui oleh orang lain. Aku tidak akan percaya bahwa jika aku lebih lemah maka wanita tua itu akan melepaskan ku" jawab Lan wu seraya menyembuhkan luka bakar ditangan Sinling.


"Namun karena kakak Sinling yang memohon, maka aku akan memberikan kesempatan terakhir kepada sakte ini. Namun, sebagai gantinya aku ingin kepala dari wanita tua itu.!" Ujar Lan wu seraya melemparkan pisau api yang seketika berhasil memotong kepala Hong huli.


Sinling menutup matanya dengan ekspresi ngeri melihat darah segar yang menyembur keluar dari leher Hong huli. Di lain sisi Hong anzu berlutut seketika seraya meneteskan air matanya meratapi kematian saudarinya.


"Jangan membenci ku senior Hong, aku hanya mengajarkan kepada generasi yang lebih muda tentang bagaimana menggunakan tata krama." Ujar Lan wu yang membakar habis jasad wanita tersebut.


Sebanyak 18 tetua biasa dan 30 murid inti tewas dalam kejadian tersebut, area inti diselimuti oleh api iblis yang terus melahap setiap benda yang ada didepannya meninggalkan memori mengerikan tentang bagaimana akibatnya jika menyinggung seseorang.


"Aku sungguh berterimakasih atas kebaikan anda tuan Kein, aku juga tidak menyimpan dendam tentang kematian saudari ku. Dia memang pantas mendapatkan bayaran dari perbuatannya.." ujar Hong anzu sembari membungkuk dihadapan Lan wu.


Lan wu mengangguk beberapa kali kemudian kemudian menghancurkan rantai emas menggunakan tangannya.


"Syukurlah jika anda bisa mengerti, aku sekalian ingin melihat-lihat dunia luar dan berencana menyelesaikan tujuan ku. Aku harap saat aku membutuhkan bantuan anda, sakte immortal mu tidak menolak ku" ucap Lan wu sembari berjalan menuju pintu keluar.


"Tentu saja tuan, anda adalah orang kami dan tidak mungkin akan kami abaikan"


"Bagus kalau begitu, aku bisa tenang" balas Lan wu kemudian melesat keudara.


Hong anzu melihat kepergian Lan wu seraya bertanya-tanya identitas dirinya yang sebenarnya. Kemampuan dan cara pikir Lan wu tidak sebanding dengan usianya.


Ia sering merasa bahwa ketika berbicara dengan Lan wu, ia seperti berbicara dengan orang yang seumuran atau lebih. Akan tetapi apapun identitas nya itu, tidak akan mengubah dirinya yang merupakan orang baik.


** Di udara **


Lan wu terbang kearah ibukota dengan kecepatan sedang, Bingxue mengikutinya dari belakang dan berkonsentrasi mengawasi area sekitar dengan kesadarannya.


Namun ia tidak dapat menahan rasa penasarannya mengenai sosok pria dihadapannya. Hingga secara tidak sadar ia menanyakan perihal tersebut.


"Tuan, apakah anda seorang reinkarnasi seperti ku?"


Lan wu sedikit terkejut mende pertanyaan Bingxue, ia yang merasa lucu sontak tertawa.


"Hahaha.. apa yang kau makan hari ini?"

__ADS_1


"Emmh... daging panggang, nasi, sayur, dan roti kukus..?" Jawab Bingxue dengan tampang konyol bercampur bingung.


"Hahaha..kau benar-benar menarik Bing.." ujar Lan wu yang kembali tertawa.


Bingxue yang menyadari kebodohannya kini menunduk serya menyembunyikan pipinya yang memerah. "Maaf..maaf tuan.." uja gadis tersebut dengan sura yang disembunyikan.


"Katakan kepada ku, seperti apa sosok pria yang kau ikuti dahulu?" Suruh Lan wu mengalihkan pembicaraan.


Bingxue terdiam sejenak memikirkan darimana ia memulai ceritanya.


"Orang yang anda maksud bernama Shen zuan seorang pria dengan akar roh kitab langit dan seorang pemegang takdir tertinggi. Kemampuannya saat muda begitu luar biasa, menguasai ratusan jurus dan memiliki banyak pengikut di usia 19 tahun.


Cara bicara dan auranya sama persis dengan anda, yang berbeda hanyalah watak tuan dan dia. Shen zuan memiliki sikap ceroboh, bodoh, konyol, dan lambat memutuskan. Namun saat ia serius maka apapun yang ia mau akan terjadi.


Sayangnya dia tewas dalam perjalanan menuju wilayah barat setelah dijebak oleh 2 kekaisran dan keluarganya sendiri.." ucap Bingxue dengan ekspresi sedih.


Sebaliknya Lan wu malah terkejut dan bertambah penasaran tentang hubungan Shen zuan ini dengan wilayah barat.


"Apakah tujuan kedatangan Zhen zuan ialah untuk membantu orang suci? Namun apa hubungannya dengan wilayah barat, terlebih lagi bagaimana caranya dewa terkuat itu bisa mati ditempat sekecil itu..." Tanya Lan wu dalam hati.


"Siapa yang ingin ditemui Zhen zuan itu?"


Ia disergap oleh puluhan pasukan Jian Angku yang beranggotakan perkumpulan para master diranah immortal akhir sebelum sampai di wilayah kekaisaran Jian yang saat ini berganti menjadi kekaisaran Qin.


Mendengar cerita anda yang sebelumnya seorang pengelana, tentu taun tidak asing dengan sakte pedang dewa..."


"Pedang dewa?" Heran Lan wu.


"Benar tuan, tempat pertempuran dan juga tewasnya Zhen zuan adalah pedang dewa. Lembah yang berada di sana adalah hasil dari pertempuran dahsyat saat itu.


Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Zhen zuan mengirimkan pesan pada ku tentang kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya berhasil membunuh Jian Angku dengan serangan terakhirnya.


Ia juga mengingatkan agar aku menunggu pemilik takdir sesudahnya untuk menyelesaikan apa yang tidak ia selesaikan.." jelas Bingxie kini menambah hal baru dikepala Lan wu.


Ia kini mengubah rencananya dan berniat membentuk kelompok rahasia untuk menghadapi misteri tersebut.


Kenyataan bahwa bermuculannya orang-orang misterius akan mengarah ke hal buruk.


Selain itu perkataan dari Mouyan dan Mouyin terselip pesan rahasia yang mungkin berhubungan dengan beberapa kejadian silam.


"Darimana asal mu?" Tanya Lan wu usai berpikir.

__ADS_1


"Dulunya sebelum mengikuti Zhen zuan, aku tinggal disebuah istana es yang berada di area dingin ibukota.."


"Bagus Kita akan pergi kesana.." sambung Lan wu dengan wajah antusias.


"Tuan, tempat tersebut saat ini telah kosong. Tidak ada sisa-sisa bangunan ataupun orang yang tinggal disana, setiap satu minggu sekali terjadi badai es yang akan menutupi area tersebut" ujar Bingxue dengan tatapan sedih.


"Bagaimana kau bisa tau?"


"Tuan, tempat itu adalah tanah kelahiran ku. Ada beberapa hal yang tidak akan anda ketahui walaupun aku menjelaskannya" jawab Bingxue.


"Kenangan buruk ya..? Aku juga sedikit tau bagaimana rasanya itu. Baiklah, kita tidak akan kesana..." Tutur Lan wu yang melambat lajunya kemudian mengusap rambut gadis tersebut.


Wajah Bingxue memerah seketika seraya bergumam "tuan..."


**


Sesampainya di ibukota, Lan wu mencari tempat yang menyediakan jasa penjualan rumah. Ia berencana akan tinggal cukup lama di tempat tersebut seraya menjalankan rencana.


Setelah cukup lama berkeliling akhirnya Lan wu menemukan tempat yang dicari.


Ia masuk kesebuah paviliun besar usai mendapatkan informasi mengenai penjualan rumah.


**Didalam paviliun**


"Selamat datang tuan, apa yang bisa kami bantu untuk anda?" Sapa pemuda yang menyambut keduanya di sebuah ruangan besar.


"Aku dengar bahwa tempat anda menjual sebuah rumah. Aku kemari untuk menanyakan perihal tersebut" jawab Lan wu yang dipersilahkan duduk.


"Mengenai hal itu sebenarnya kami tidak berbisnis dalam penjualan rumah, hanya saja kebetulan beberapa keluarga yang sebelumnya mendiami rumah tersebut memiliki hutang yang tidak mampu dibayar.


Untuk menutupi kerugian kami, kami sepakat untuk menjual rumah tersebut" jelas pemuda tersebut yang sesekali menatap Bingxue.


"Berapa harga yang anda inginkan?" Tanya Lan wu tanpa basa-basi.


"Ini..rumah itu memiliki halaman dan kebun yang luas, 3000 kristal kelas atas ataupun 1 juta koin emas.."


Lan wu mengeluarkan 1 juta koin emas tanpa bicara lagi.


Melihat hal tersebut pemuda dihadapan Lan wu tercengang.


Ia memperbaiki reaksinya seraya mengajak Lan wu untuk melihat rumah yang dimaksud.

__ADS_1


__ADS_2