
Sesampainya di asrama, Lan wu berterimakasih kepada Yihua dan masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sejenak sebelum menjelajahi sakte tersebut.
Murid Sakte Phoenix digolongkan menjadi tiga, yaitu murid luar, murid dalam, dan murid inti. Murid luar mengenakan jubah berwarna putih, murid dalam mengenakan jubah berwarna biru putih, sementara murid inti mengenakan jubah dari sutra yang berwarna putih dengan ukiran Phoenix emas.
Jumblah murid luar begitu banyak dan hampir mencapai ribuan, murid dengan urutan terendah akan di keluarkan dari sakte dan tidak diperbolehkan untuk mendaftar kembali.
Perbedaan sumber daya yang didapatkan juga menjadi ukuran dan alasan mengapa murid luar sangat jarang bisa mengimbangi kekuatan terlemah murid dalam.
Satu-satunya alasan mengapa mereka mau bertahan walaupun dengan status murid luar adalah sumbernya, dan uang dari misi, serta perlindungan sakte sayap Phoenix yang bisa melindungi keluarga mereka.
**
Sudah hampir 4 jam ia tertidur hingga akhirnya dibangunkan oleh suara teriakan keras dari luar asrama. Dengan wajah kusut Lan wu membasuh wajahnya kemudian mengenakan jubah murid luar lalu berjalan keluar asrama.
"Hais... melihat murid-murid ini yang mengenakan jubah penuh kebanggaan aku jadi teringat dengan masa-masa ku saat di sakte pedang dewa.."gumam Lan wu seraya tersenyum.
Setelah berkumpul, nampak seorang wanita yang merupakan salah satu guru murid luar muncul dihadapan mereka. Lan wu ikut memberi hormat usai melihat murid-murid lainnya.
Dengan suara lantang guru tersebut meminta setiap murid yang baru masuk untuk pergi kehutan sakte dan membawa masing-masing 10 inti dari hewan buas tingkat raja 4.
Walaupun mudah bagi Lan wu, namun ia tidak merasa demikian dengan murid-murid baru yang nampak memperlihatkan ekspresi ketakutan.
Selain itu syarat yang diajukan terlalu tinggi bagi murid baru yang rata-rata berada di tingkat suci 3.
"Hais..aku kini semakin bingung dengan sakte ini, bukankah ini khusus untuk keturunan Phoenix? Mengapa rata-rata murid ini adalah manusia biasa?" Gumam Lan wu sembari tersenyum tipis.
"Jika kalian tidak sanggup membawa 5 inti hewan buas, maka jangan harap ada jatah makan.!" Tegas guru tersebut yang semakin menekan murid-murid baru.
"Oh iya guru, bagaimana jika salah satu dari kami berhasil membunuh hewan buas tingkat raja akhir?" Tanya Lan wu yang tersenyum sesaat.
__ADS_1
"Hahahaha..! Apa kau gila? Jangan bermimpi.! Namun jika kau bisa melakukannya maka murid baru seperti kalian tidak akan mendapatkan jatah berburu selama setahun" balas guru yang mendekati Lan wu dengan nada merendahkan.
"Baik guru...murid ini berharap guru dapat mengingat janji mu" ujar Lan wu yang kemudian bergerak terlebih dahulu.
Tindakan Lan wu membuat murid-murid lain nampak keheranan dan mengiranya begitu bodoh. Sementara guru tersebut menatap kepergian Lan wu dengan penuh ketertarikan.
Didalam hutan sakte sayap Phoenix.
Lan wu yang telah sampai beberapa menit yang lalu mulai membunuh semua hewan buas tingkat raja 1 dan 4 yang bermunculan.
Hal tersebut ia lakukan agar murid-murid yang nantinya sampai tidak perlu membahayakan diri mereka untuk memenuhi kewajiban.
"Hey... apakah dia tidak bercanda..?" Tanya beberapa murid yang mendapati banyak mayat dari hewan buas tingkt raja 4.
"Luar biasa..! Aku yakin bahwa sudara itu adalah penyelamat kita para murid baru, ayo bantu saudara ini membunuh hewan biasa tingkat raja akhir..!" Seru beberapa murid yang bergerak menyusul Lan wu.
Sementara kelompok lainnya yang dipimpin oleh seorang nona muda tampak menertawakan murid-murid yang hendak menyusul Lan wu tersebut. "Hehehe.. sekumpulan sampah, betapa bodohnya mereka yang bersusah-payah untuk membantu si tukang pamer" ujar gadis tersebut dengan wajah liciknya.
Disisi lain Lan wu telah masuk begitu dalam ke hutan tersebut. Ia beristirahat sejenak di dahan pohon seraya menunggu kemunculan hewan buas tingkat raja akhir.
Dari kejauhan terdengar suara pertaruangan yang melibatkan murid-murid baru yang berniat menyusul Lan wu. Dengan wajah panik Lan wu bergegas mendekati tempat pertaruangan tersebut.
Setelah berlari beberapa menit ia akhirnya sampai di tempat pertaruangan tersebut.
Nampak beberapa murid yang terluka parah akibat serangan kelompok hewan buas tingkat raja 4.
"Hey..! Menjauh dari situ!" Teriak Lan wu seraya melompat kebawah dan memukul mundur hewan buas yang hendak menyerang murid-murid tersebut.
Ia kembali bergerak cepat dan menghajar 5 hewan buas didepannya dalam sekali pukul.
__ADS_1
Murid-murid yang menyaksikan pertaruangan tersebut dari kejauhan nampak begitu tercengang melihat kemampuan dari Lan wu.
Hanya dalam waktu singkat Lan wu membunuh habis kawanan badak berkepala dua. "Dia..dia.. membunuh semua hewan buas sendirian..?" Ujar seorang murid yang tengah memapah murid lainnya.
"Bukankah..dia hanya berada di tingkat suci 4? Apakah ini kekuatan sebenarnya dari.." ucapan murid tersebut terputus oleh kemunculan ular tingkat raja akhir yang mendadak muncul dibelakang mereka.
Ketakutan melanda murid-murid tersebut yang tidak mampu menggerakkan tubuh mereka sedikitpun. Disisi lain Lan wu melesat cepat kearah ular tersebut seraya mengeluarkan dua piasau api nya.
"Menunduk bodoh!" Teriak Lan wu yang kini membuat murid-murid tersebut bisa menggerakkan tubuhnya.
"Cih.. menggunakan ilusi untuk menakuti, apakah kau pantas disebut raja ular tingkat akhir.?" Ujar Lan wu yang tersenyum sinis.
Kedua pisau api tersebut berhasil menusuk mata ular itu, kemudian dengan gerakan cepat Lan wu menggunakan tangannya untuk menebas kepala ular tersebut hingga putus.
Ia kemudian mendarat kembali ditanah dan mendekati murid-murid disampingnya yang kehabisan kata-kata.
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Lan wu dengan eskpresi biasanya.
"Ah..i..iya saudara.. kau..kau bagaimana bisa membunuh..raja ular..?" Tanya murid yang memimpin kelompok tersebut dengan nada terbata-bata.
"Hahaha..ular itu sedang terluka, mengenai ucapan ku sebelumnya itu hanya bercanda.
Bukankah aku sudah membantu kalian untuk mendapatkan inti hewan buas diarea luar? Mengapa malah masuk?" Tanya Lan wu sedikit keheranan.
"Ini...kami hanya tidak enak kepada suadara, bagaimanapun juga kami ingin melatih kemampuan kami.." jawabnya yang membuat Lan wu menjadi salut.
"Bagus..kelak jika ada yang mencari masalah dengan kalian, jangan ragu untuk melaporkan nya kepada ku. Sekarang kumpulkan inti hewan buas ini dan ayo kembali".
Setelah murid-murid tersebut selesai mengumpulkan inti hewan buas, Lan wu mengangkat raja ular yang dibunuhnya dan berjalan keluar dari dalam hutan tersebut menuju tempat berkumpul.
__ADS_1
setelah berjalan cukup lama, akhirnya Lan wu dan lainya sampai ditempat tujuan.
dengan pandangan yang ditajamkan, Lan wu sedikit terkejut melihat banyak murid yang berdiri menatap mereka dengan ekspresi yang tidak biasa.