
Di perjalanan pulang menuju pedang dewa. Lan wu meperlihatkan wujud aura neraka kepada xuya, sontak xuya begitu ketakutan usai merasakan aura neraka dari jarak yang begitu dekat. Lan wu kembali menjelaskan kepada xuya untuk memfokuskan diri ke pelatihan aura terlebih dahulu, mengingat kegunaan aura sangatlah penting untuk menekan pergerakan lawan yang nanti akan di hadapi oleh xuya.
Lan wu menunjukan cara melatih aura neraka kepada xuya, dan meminta xuya untuk bermeditasi sejenak sembari memahami yang di ajarkan lan wu kepadanya. Di sisi lain lan wu kembali mempelajari gerakan selanjutnya dari jurus pedang sunyi setelah penantang langit. Ia berniat untuk menguasai seluruh jurus yang di tinggalkan pendekar kelana kepada dirinya.
Lan wu berdiri dalam kondisi tenang seraya mengalirkan energi hitam ke pedang sunyi miliknya. Sekejap mata lan wu bergerak ke atas sembari menghunus pedangnya. "Pedang sunyi, pembelah Surya" teriak lan wu bersamaan dengan terciptanya tekanan udara dasyat.
Lan wu mengerahkan jurusnya ke arah puncak gunung dan berhasil menghancurkan puncak gunung tersebut. Lan wu mendarat kembali di tanah dengan nafas tak beraturan. Ia nampak sedikit kelelahan akibat pukulan balik dari jurus pedang yang barusan ia keluarkan. Bahkan energi hitam yang konon tak terbatas seakan t rserap habis usai lan wu menggunakan jurus pembelah Surya.
"I..ini merupakan jurus kedua sebelum jurus terakhir dari pedang sunyi, pantas saja hanya beberapa orang yang berhasil menguasai jurus pembelah Surya" pikir lan wu seraya membersihkan keringat di jidatnya.
Lan wu memutuskan untuk mengumpulkan energi sebelum kembali mengecek pelatihan aura neraka xuya.
Sontak lan wu mengenyahkan pikirannya untuk mengajari Ling beberapa jurus tinggi pedang sunyi yang ia dapatkan dari pendekar kelana, selain itu lan wu menjadi semakin penasaran akan identitas dari pendekar kelana yang sanggup menciptakan jurus dasyat seperti jurus pedang sunyi.
Setelah beberapa saat mengumpulkan energi, akhirnya lan wu bergegas menghampiri xuya yang tengah bersemedi tidak jauh dari tempatnya berada. Lan wu sedikit terkejut melihat xuya yang berhasil mengisi sebagian aura miliknya dengan aura neraka.
"Xuya kita akhiri saja pelatihan hari ini, nanti kamu boleh melanjutkan pelatihan mu di sore hari" ujar lan wu dengan nada pelan.
Nampak xuya kini membuka kedua matanya secara perlahan dengan senyum puas di wajahnya. Ia mengangguk pelan sembari berjalan cepat ke arah lan wu. Xuya kembali menggenggam tangan lan wu. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju pedang dewa sembari bercakap ringan. Lan wu begitu menikmati momen tersebut ia bahkan sedetik pun tidak pernah mengalihkan perhatiannya dari perkataan xuya.
"Gadis kecil yang malang ini sekarang telah tumbuh menjadi begitu ceria" pikir lan wu sembari tersenyum lebar.
Usai berada semakin dekat dari pedang dewa, nampak rombongan pasukan berkuda datang dari arah depan lan wu. Rombongan tersebut nampak mengawal sebuah kereta kuda yang di tarik oleh kuda paling besar di antara kuda-kuda lainya. Kini mata lan wu tertuju kepada bendera yang di pegang oleh seorang prajurit di samping kereta tersebut, sontak lan wu begitu penasaran mengenai asal dari rombongan tersebut.
__ADS_1
Dengan wajah tenang lan wu menghalangi rombongan tersebut seraya menyuruh xuya untuk terlebih dahulu untuk pergi ke pedang dewa. Setelah xuya berada cukup jauh dari tempat tersebut akhirnya lan wu menanyakan beberapa hal kepada rombongan tersebut yang memandang lan wu dengan tatapan kesal.
"Maaf menghalangi jalan kalian, namun aku sebagai seorang tetua pedang dewa hendak menanyakan arah tujuan kalian, terlebih lagi arah kalian yang kalian tuju mengarah ke bidang petir" ucap lan wu memasang senyum tenang.
"Seorang tetua tidak pantas mengetahui urusan kami, bahkan ketua pedang dewa saja harus menghormati pemimpin kami. Entahlah..!! Sebelum aku bertindak kasar.!!" jawab seorang prajurit dengan sorot mata penuh kebencian.
"Saudara ini bahkan berada di wilayah pedang dewa masih saja begitu sombong, tapai jika kalian tidak ingin memberitahukan tujuan kalian maka aku juga tidak akan membiarkan kalian lewat" balas lan wu yang nampak tersenyum sembari memejamkan kedua matanya.
Mendengar ucapan lan wu sontak para prajurit tersebut melompat dari kudanya, dan berlari kearah lan wu. Dengan cepat lan wu menebaskan pedangnya hingga menciptakan sebuah garis besar di tanah. Lan wu kemudaian mengeluarkan sebagian aura neraka miliknya untuk menakuti para prajurit yang berdiri tepat di depan garis tersebut.
Wajah para prajurit itu nampak memucat akibat efek tekanan dari aura neraka.
"Apa tujuan mu menghalangi jalan kami?" Tanya prajurit tersubut dengan nada yang sedikit di lemahkan.
"Yang pertama aku sedikit tersinggung mendengar ucapan mu, yang kedua tentu saja untuk mengetahui tujuan kalian, dan yang terakhir untuk memperingati kalian bahwa di tempat ini dewa saja tidak akan berani bertindak macam-macam kepada pedang dewa" jawab lan wu dengan nada tenang.
Para prajurit tersebut sontak membungkuk seraya membuka jalan untuk kedua orang tersebut. Pria itu nampak mengenakan sebuah jubah panjang dengan lambang gerbang yang berwarna emas. Dari penampilannya lan wu dapat memastikan bahwa pria tersebut merupakan pemimpin dari sebuah keluarga besar ataupun seorang kaisar yang tidak di kenali olehnya.
"Tetua, kemampuan anda sangat hebat apakah pantas menindas orang lemah seperti kami?" Ujar pria tersebut dengan wajah tenang.
"Sepertinya tuan salah sangka, jika aku menindas kalian tentu saja aku tidak hanya berdiri tenang sembari memasang senyum di sini. Padahal aku hanya ingin menanyakan tujuan kalian namun tidak disangka malah menerima penghinaan seperti ini.." ujar lan wu seraya menggeleng.
"Maafkan ketidak sopanan jendral ku ini, dia hanya menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan ku, bagaimana jika aku mengundang mu untuk makan sebagai permintaan maaf dari ku?" Tawar pria tersebut.
__ADS_1
"Hais.. mengapa anda begitu menyulitkan situasi? Sebaiknya anda segera memberitahukan tujuan kalian kepada ku, jika tidak jangan salahkan aku bertindak kasar" ujar lan wu sontak mengeluarkan setengah aura neraka.
Tekanan aura lan wu sanggup membuat pasukan tersebut bergerak mundur dan hanya menyisakan pria tersebut bersama gadis di sampingnya. Samar-samar lan wu melihat sebuah benda pusaka yang berada di leher gadis di samping pria tersebut.
"Tetua sungguh mengesankan, namun putri ku bukanlah gampang untuk di kalahkan" nampak wajah pria tersebut di penuhi oleh kesenangan.
Namun ekspresi tersebut tidak bertahan lama usai lan wu kembali meningkatkan aura neraka miliknya. Semakin lama pusaka di leher gadis tersebut menjadi lemah dan akhirnya hancur hingga membuat gadis tersebut terpental beberapa langkah ke belakang. Wajah pria tersebut seketika memucat usai melihat puluhan pisau api yang melayang di sekeliling lan wu.
Dengan senyum sinis lan wu melangkah mendekati pria tersebut. " Aku memberikan kalian kesempatan terakhir, semoga saja bisa digunakan sebijak mungkin" ucap lan wu yang berada tepat di depan pria tersebut.
Dari arah belakang nampak 3 orang melesat kencang kearah lan wu sembari mengeluarkan beberapa jurus kuat untuk menyerangnya. Lan wu tersenyum tipis ketika menyadari bahwa pria tersebut tidak lagi berada di depannya.
Jurus ketiga orang tersebut semakin mendekat kearah lan wu dan akhirnya meledak tepat di tubuh lan wu.
Debu menyelimuti area tersebut namun beberapa saat kemudian lenyap tersapu angin kencang.
"Haih.. padahal aku tidak ingin bertarung lagi, tapi apa boleh buat kan?!" Seru lan wu bersaman dengan tergeletaknya ketiga orang tersebut usai terkena pedang api milik lan wu.
Dengan wajah penuh ketakutan pria tersebut memohon agar lan wu tidak membunuh ketiga orang yang terkapar di hadapan lan wu.
"Kesempatan sudah habis loh.!!" Ucap lan wu sembari mengayunkan pedangnya ke leher salah satu dari orang tersebut.
"Suami ku..! Hentikan itu.!!" Terdengar suara yiyi yang entah dari mana asalnya.
__ADS_1
Dengan cepat lan wu menarik kembali pedangnya sebelum mengenai sasarannya. Lan wu menatap sekelilingnya dan akhirnya menemukan yiyi yang melaju cepat dari arah belakang rombongan tersebut.
"Yiyi, mengapa kau menghentikan ku?" Tanya lan wu dengan nada heran.