Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Rival lan wu


__ADS_3

Nampak kota ain dalam keadaan siaga penuh. Kepemimpinan pasukan tersebut kini di serahkan kepada Yuan selaku penjaga kota ain. Ia lebih banyak berdiskusi dengan para ketua lainya sembari menyusun taktik yang akan di gunakan. Formasi cahaya ilahi di percayakan kepada beberapa ketua sakte besar dan para tetua lainya. Kekompakan sangat di perlukan dalam menggunakan jurus cahaya ilahi, jika adalah satu dari mereka kehilangan fokus atau lainya,maka akan berakibat pada pengguna lainya.


Beruntung ko whu telah bergabung dalam situasi tersebut , ia juga membawa beberapa tetua kuat yang berada di keluarga whu. Ko mengajarkan jurus tersebut kepada para ketua dan menjelaskan dasar-dasar serta beberapa hal yang perlu dilakukan usai menggunakan cahaya ilahi.


Dengan adanya ko serta tentu keluarganya whu, setidaknya membantu memperbesar kemungkinan merak memenangkan perang tersebut.


"Bagaiman situasi di kemah pasukan ?' tanya Jian sembari menatap Ling yang baru tiba dari patrolinya


Laing tersenyum sesaat sembari memegang pangkal lehernya" seperti sebelumnya, hanya saja bahan makanan para prajurit semakin menipis. Kita perlu menyuplai persediaan makanan yang besar ke kemah tersebut" jelas Ling memijat lehernya yang terasa tegang


"Kalau begitu ada baiknya kita mengirim beberapa orang ke ibukota" saran Jian yang dia setujui oleh Ling


Mereka akhirnya memutuskan untuk mengirim 10 murid inti pedang dewa beserta Ming yu untuk mengambil persediaan makanan di ibukota.


Ming yu dan lainya membawa 3 kereta kuda dan masing masing di tumpangi oleh beberapa murid , sedang Ming yu berada di kereta paling depan.


Perjalanan menuju ibukota memakan waktu sekitar sehari penuh. Sepanjang perjalanan Ming yu selalu berjaga dan terlebih dahulu memeriksa beberapa meter di depan sebelum akhirnya menyuruh para murid tersebut mendekat


...


Sementara di kediaman kaisar, nampak lan wu yang tengah duduk sembari membicarakan beberpaa hal. Kondisi istana begitu sepi dan hanya menyisakan sekitar 40 prajurit yang berjaga di seluruh area istana.


"Jadi seperti itu.." ujar lan wu usai mendengarkan cerita kaisar soal situasi yang tengah terjadi


"Menurut mu apakah ada rencana tersembunyi dibalik gerakan besar naga putih ?" Tanya Kisar meminta pendapat lan wu


Lan wu tersenyum tipis sembari meletakan cangkir nya di meja " naga putih telah menunjukan diri mereka, tentu saja mereka bermaksud menyerang secara penuh. Kali ini bukan lagi permainan strategi seperti sebelumnya,mungkin saja Meraka telah menyadari situasi usai rencana mereka berhasil kita gagalkan" jelas lan wu santai


"Jika seperti yang kau katakan, mungkin kali ini adalah penentu dari nasib wilayah barat" ujar kaisar tersenyuman risau


"Bukankah akan lebih baik jika bertarung seperti ini. Kita jadi lebih fokus sepenuhnya tanpa memikirkan kondisi di tempat lain. Kaisar tenanglah, selama para pendekar bekerja sama akan sangat sulit bagi naga putih untuk menang " sambung lan wu


Usia berbincang dengan kaisar. Lan wu akhirnya  memutuskan untuk kembali ke kediamannya dan mempersiapkan keperluan dalam perjalanannya besok. Lan wu berencana akan berangkat ke kota ain usai memastikan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi kekutan naga putih dari kaisar.


"Hmm..tak di sangka bahwa masih terdapat beberapa orang kuat di ras harimau petir " pikir lan wu sembari berjalan tenang menuju kediamannya


"Sebaiknya aku segera menanyakan hal ini kepada tetua Yuan " gumam lan wu mempercepat langkah nya


Hari telah menjelang sore bersamaan dengan tibanya rombongan Ming yu dan lainya. Mereka segera menghadap kaisar dan menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada kaisar.


**


"Guru apakah kau berada di dalam ?" Tanya Ming yu sembari mengetik pintu kediaman lan wu


Terdengar suara langkah kaki bersamaan dengan munculnya lan wu sembari membuka pintu .


Ia mengajak Ming yu kedalam sembari memperlihatkan nya untuk duduk.


"Bagaimana keadaan guru? Aku mendengar bahwa anda terluka parah usai berhadapan dengan ketua ras harimau" tanya Ming yu dengan nada khawatir


"Aku telah berada dalam kondisi prima ku.." jawab lan wu menepuk pundak Ming yu " bagaiman keadaan yiyi dan lainya di sana? " Tanya lan wu dengan penasaran


"Mereka hanya mengalami beberapa luka ringan. Para tetua begitu bekerja keras untuk meminimalisir korban nyawa dari murid pedang dewa" jawab Ming yu searah dengan anggukan lan wu


" ammm... Apakah kau mengetahui soal ras harimau langit?" Tanya lan wu tertahan sejenak "apakah masuk akal jika ras harimau adalah dalang dari perang ini ?'' sambung lan wu sembari memegang ujung dagunya


"Namun bukankah sudah jelas bahwa naga putih yang memicu konflik ini? Akan sangat tidak masuk akal jika istana naga putih mendengarkan perintah  ras harimau. Mengingat kemampuan mereka yang bahkan melebihi ketua dari ras harimau tersebut. Meskipun mereka termasuk ras yang langka, namun dengan jumblah mereka yang tidak lebih dari 200, bukankah itu mustahil untuk menundukkan naga putih ?" Ucap Ming yu menentang pemikiran lan wu


"Bagaimana jika terdapat satu orang di kelompok mereka yang mencapai wujud ke tiga ?" Tanya lan wu kecil membuat Ming yu sedikit menajamkan pendengarannya


"Maksud guru ?" Heran Ming yu usai mendengar perkataan lan wu


Lan wu yang menyadari reaksi Ming yu akhirnya memilih u tuk menyangkal pertanyaan Ming yu


Lan wu mengalihkan topik pembicaraan demi menutupi rasa penasaran Ming yu dari perkataan lan wu sebelumnya


Tak terasa mereka telah bertukar cerita hingga larut malam. Lan wu menyuruh Ming yu untuk beristirahat sembari menyiapkan diri untuk perjalanan besok.


**

__ADS_1


Nampak 3 kereta kuda melintas dengan tenang di jalan. Kereta tersebut di penuhi dengan berbagai bahan makanan yang di berikan kaisar. Seperti semula Ming yu berada di kereta paling depan ,sementara lan wu mengawasi dari ketinggian bersama xioca.


Sejauh ini mereka belum sekalipun bertemu dengan bandit yang biasanya sering di jumpai dalam perjalanan tersebut. Mungkin saja di karenakan suasana perang yang masih berlangsung, para bandit tersebut memilih untuk menyembunyikan diri mereka dan menghindari para prajurit  yang sering lalu - lalang di jalan tersebut.


Pandangan lan wu seketika tertuju pada 3 orang berjubah merah dengan motif  naga melingkar yang berwarna putih . Lan wu mengeluarkan sedikit auranya untuk memperingati Ming yu dan lainya akan keberadaan tiga orang di depan mereka.


Merasakan aura lan wu , Ming yu segera memberhentikan keretanya. Ia meminta kepada setiap murid untuk selalu waspada dan mengamati keadaan di sekitar mereka.


Di sisi lain lan wu mendekat kearah tiga orang tersebut sembari tetap menyuruh xioca mempertahankan ketinggian agar ke tiga orang tersebut tidak menyadari keberadaan lan wu.


"Naga putih ?" Ujar lan wu menerka ke tiga orang tersebut


"Xioca , tebangalah lebih rendah dan segera sampaikan kepada Ming yu untuk mencari jalan memutar. Akan sangat gawat jika persediaan makanan itu berhasil di hancurkan " ujar lan wu bersamaan dengan xioca terbang merendah


Lan wu segera melompat dan mendarat beberapa meter dari hadapan ketiga orang tersebut.


Mereka sedikit terkejut melihat lan wu yang tiba-tiba telah berada di depan


"Salam untuk para senior, jika boleh tau hal apa yang membuat ketiga senior mencegat jalan ku?" Tanya lan wu tersenyum tenang


"Hmm.. kami hanya menunggu beberapa kenalan. Kebetulan orang nya sudah ada di sini " salah satu dari mereka kini memancarkan aura kuat dan mampu menghancurkan tanah yang di pihaknya


"Hais ...adik wong , sebaiknya kau menahan dirimu.. belum tentu jika bocah ini yang di katakan ketua sanyu " ujar seorang yang lebih tua dari ketiganya


"Tuan?" Pikir lan wu sembari mencoba memahami perkataan tersebut


"Ketiga pria ini memakai jubah yang berbeda dari milik sanyu, sudah jelas jika mereka merupakan bagian dari naga putih..namun ,mengapa mereka menyebut pemimpin ras harimau dengan sebutan tuan?" Tanya lan wu dalam hati


"Sepertinya memang benar jika dalang dari semua ini ialah ras harimau " gumama lan wu sembari berusaha membaca tingkatan pria tua di depannya


"Kaka jio, sudah jelas bahwa dia adalah orangnya. Apakah kau tidak merasakan sesuatu dalam tubuhnya ?" Tanya wong membuat lan wu semakin terkejut


Bagaimana bisa dengan mudahnya wong  membaca tingkatannya.


Lan wu kini berada dalam posisi siaga dan tidak lagi bersikap tenang seperti sebelumnya. Melihat wong yang dengan mudahnya mengetahui rahasia lan wu, sudah jelas bila kemampuan wong sangatlah tinggi. Terlebih lagi jio yang tingkatannya tidak mampu di baca oleh lan wu .


"Hmm..kau benar adik, sepertinya memang anak ini yang di bicarakan oleh tuan" ucap jio sembari mengangguk pelan


Wong menerjang kearah lan wu bersamaan dengan lan wu yang juga menyambut serangan tersebut. Tinju mereka saling bertemu dan menciptakan tekanan angin di sekitar mereka.


"Hmm..tidak buruk " ujar wong dengan nada santai


Di sisi lain lan wu terlihat sedikit kesulitan menahan tenaga dari tinju tersebut. Tanah yang di pihak lan wu seketika retak akibat tenaga dari tinju wing yang di tahan oleh nya.


"Bagaimana dengan ini?" Tanya lan wu bersaman dengan keluarnya api iblis dan seketika memukul mundur wong beberapa langkah


Lan wu memperhatikan jio dan seorang lainya yang sedari tadi hanya mengamati pertarungan keduanya. Pikiran lan wu di penuhi dengan pertanyaan sembari terus menyongsong serang wong yang mengarah kepadanya


Keduanya saling menyerang dengan gerakan cepat sembari berpindah dari satu tempat ke tempat lainya. Lan wu terus mengandalkan serangan tangan kosong miliknya yang di aliri oleh api iblis untuk menambah efek kuat pada serangannya . Meskipun demikian, wong sama sekali tidak terlihat mengalami kesulitan dalam menangkis pukulan yang di lapisi oleh api iblis tersebut .


" Dia sama sekali belum mengeluarkan satu jurus miliknya .. " keluh lan wu yang terdorong kebelakang usai menahan pukulan kuat dari wong


Wong melompat ke arah lan wu sembari berniat melancarkan serangan selanjutnya. Dengan cepat lan wu menarik pedang nya dan berhasil mengenai tubuh dari wong.


Wong mengambil jarak sembari mendengus kesal usai terkena tebasan lan wu .


"Tarian pedang sunyi " lan wu menggerakan pedangnya sembari menerjang wong yang masih terlihat mengamati gerakan aneh dari pedang lan wu


"Sepertinya aku harus serius" ujar wong tersenyum  bersamaan dengan pedang lan wu yang berhenti tepat di dada wong.


"Apa?!" Kaget lan wu usai melihat pedang nya tak mampu menembuh tubuh wong


Wong tersenyum menyeringai usai melihat keheranan yang terdapat di wajah lan wu


"Auman dewa harimau " kini wong mengeluarkan suaranya yang menciptakan gelombang udara hebat dan mampu memukul mundur lan wu cukup jauh


Lan wu menutup kedua telinganya seraya menahan kesakitan akibat teriakan yang di keluarkan oleh wong


"Ada ap dengan teriakan ini ?" Ujar lan wu berusaha untuk mempertahankan posisi berdirinya

__ADS_1


"Alunan pedang sunyi " lan wu membenturkan pedangnya bersaman dengan mengecilnya teriakan tersebut


Wajah terkejut kini berbalik di berikan oleh wong. Ia tak menduga bahwa Auman nya dapat di patahkan dengan sebuah jurus pedang. Meskipun tidak sepenuhnya,namun setidaknya lan wu merupakan orang pertama yang melakukan hal tersebut


"Tebasan dewa sunyi " tekanan kuat kini memenuhi seluruh area tersebut.


 


Dari langit nampak lan wu yang melompat sembari mengeluarkan jurusnya tepat kearah wong yang menatap kedatangan lan wu .


"Heh..boleh juga !!" Seringai wong sembari mengumpulkan energi di tinjunya


Energi yang terkumpul membentuk sebuah kepala harimau besar dengan taring tajam yang siap menerkam ke arah lan wu


"Tinju harimau petir " ujar wong sesaat sebelum jurus keduanya bertemu


"Grah..." Lan wu merasa seakan lukanya kembali terbuka usai mengerahkan seluruh tenaganya sembari mempertahankan pedangnya


Serangan tersebut tidak terlalu memberikan efek berarti kepada keduanya. Namun secara tidak langsung serangan kan wu kini membuat mimik wajah dari wong menjadi begitu serius. Usai merasakan jurus kuat lan wu . Ia jadi menyadari bahwa lan wu bukanlah seseorang yang dapat di remehkan


"Uhug.." rintih wong pelan usai terpukul mundur oleh jurus lan wu


Lan wu mendarat ke tanah sembari tetap mempertahankan keseimbanganya .


Melihat wong yang masih dalam keadaan menstabilkan posisinya . Lan wu sontak .mengeluarkan 2 tapak api iblis ke arah wong yang terlihat begitu terkejut menyaksikan jurus kuat di depan matanya


"Adik hati-hati.!" Teriak jio bersaman dengan kedua jurus kuat yang menyambut tapak api lan wu


Kali ini efek dari benturan jurus tersebut sangatlah kuat, bahkan jio dan kedua lainya terpukul mundur beberapa langkah usai menyambut jurus lan wu.


Nampak wong yang kini berada dalam wujud setengah harimau usai menahan serangan tersebut. Ia menatap kedua lengannya yang melepuh akibat terkena ledakan dari tapak api lan wu


"Anak itu..." Ujar wong tak mampu melanjutkan ucapannya


"Kau terlalu menganggap remeh anak itu, jika bukan karena keberadaan ku dan tetua ni, aku yakin kau akan bernasib sama seperti tuan sanyu atau mungkin lebih buruk dari nya ." Seru jio menatap ke depan usai menyadari bahwa lan wu telah pergi.


"Kau benar kakak. Aku di buatnya hingga begini ..sial...!!" Geram wong seraya menatap kearah langit


"Tenanglah, kau mempunyai kesempatan pada perang besok untuk membalas kekalahan mu " ujar jio sembari melangkah


Wong masih menatap tajam ke arah langit, ia menarik nafasnya dalam-dalam seraya berteriak dengan begitu keras


"Bocah ..hari ini kau dan aku akan menjadi tidak abdi, aku Takan membiarkan diri mu mati selain di tangan ku.!!" Teriak wong di akhiri dengan senyum tipis di bibirnya


Wong melangkah dan menyusul jio yang telah berada beberapa langkah di depan.


"Senior begitu menghormati ku. Aku lan wu akan menunggu pertarungan kita selanjutnya di Medan perang" terdengar suara lan wu yang terdengar jelas di telinga wong


Sontak mendengar hal tersebut, wong tertawa begitu keras bersaman dengan tatapan heran yang terlihat dari wajah jio dan tetua in.


"Kakak.. kau tak perlu mengetahuinya..hehehe." tawa wong sembari merangkul pundak jio


....


.sementara di sisi lain , nampak lan wu yang tengah menahan dadanya usai lukanya terbuka kembali. Ia mengalirkan api suci sembari menelan beberapa pil yang di berikan Yui ketika berada di bukit biru.kan wu kemudian duduk bersila sembari mengalirkan api suci kebagian luka nya tersebut


Mata lan wu terbuka usai merasakan kehadiran xioca yang kini mendarat tepat di depan lan wu


"Syukurlah, Ming dan lainya telah berada jauh dari sini " ujar lan wu usai menatap wajah xioca


"Lalu bagaimana dengan keadaan di kota ain ?" Tanya lan wu pada dirinya sendiri sembari melompat ke atas punggung xioca


"Aku telah terbang dan mengawasi kota ain, kakak lan tak perlu khawatir.. untuk saat ini situasi masih terkendali" terdengar suara perempuan yang mendadak terdengar di telinga lan wu


"Wueh..?!!...si...si..siapa ...yang bicara?!.." lan wu terkejut hingga kehilangan keseimbangan nya dan terharu ketanah


Ia mengelus-elus punggungnya yang terasa sakit usai terbentur dengan tanah.


"Hey...jangan bilang jika suara tadi berasal dari mu ?" Lan wu menatap ke arah xioca Dangan pandangan aneh

__ADS_1


Lan wu menelan ludahnya bersamaan dengan teriakan keras usai melihat xioca mengangguk


"Apa ......?!."


__ADS_2