Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
keadaan kepala sakte 2.73


__ADS_3

"Kepala sakte sedang sakit parah akibat sisa kotoran dari kenaikan tingkat nya mengendap. Beliau tak mampu untuk mengeluarkan energi atau berdiri dari ranjang.. kita semua begitu risau jika terjadi penyerangan mendadak usai pihak musuh mendengar situasi kepala sakte.. apakah kau tidak kasihan melihat kondisi seluruh murid dan tetua yang risau..!!?" Nada Kyou ju meninggi akibat emosi.


Lan wu segera melerai situasi yang kian memanas diantara ketiga murid tersebut.


"Jika kalian berkenan.. aku dapat menolong kepala sakte kalian, sebab dahulu kala aku juga pernah mengalami hal yang sama dengan kepala sakte kalian" ujar Lan wu dengan wajah tenang.


Mendengar ucapan Lan wu, sontak ketiganya begitu senang dan menggiring Lan wu menuju sakte pedang iblis.


Usai berjalan tidak jauh. Mereka akhirnya sampai di sakte tersebut. Lan wu di ajak masuk ke kamar kepala sakte di temani oleh beberapa tetua tinggi, sementara kedua murid lainya menjelaskan perihal kedatangan Lan wu ke sakte mereka.


Ular larva memutuskan untuk tidak mengikuti Lan wu dan memilih sebuah tempat sunyi di sakte tersebut untuk berlatih.


**


Lan wu kini telah berada tepat di sebelah kepala sakte yang terlihat masih berumur seprti Yuan. Melihat wajah serta postur tubuh kepala sakte tersebut, entah mengapa Lan wu menjadi rindu kepada Yuan.


Ia kembali terpikirkan nasip Yuan dan seluruh penghuni pedang dewa.


"Aku harap anda baik-baik saja paman, kakek.." gumam Lan wu seraya tersenyum.


"Tuan.. bagaimana menurut anda kondisi kepala sakte?" Tanya salah satu tetua yang berdiri di samping Lan wu.

__ADS_1


"Ah.. kondisinya sama persis seprti yang aku alami beberapa waktu lalu. Biar aku tebak apakah anda menyisihkan energi dari kenaikan sebelumnya dan langsung melanjutkan kenaikan tingkat dalam kurun waktu 1 Minggu?" Tanya Lan wu sontak mengejutkan para tetua khususnya kepala sakte tersebut.


"Anda benar.. aku berpikir untuk menyimpannya dan akan menyerapnya setelah kenaikan selanjutnya. Di luar perkiraan mendadak di akhir kenaikan ku, aku meredian ku mendadak tersumbat dan lautan spirit ku mendadak lenyap" jawab kepala sakte yang kini bersandar di ranjangnya.


"Tubuh anda akan membaik dengan sendirinya begitu juga dengan lautan spirit dan energi anda, hanya saja hasil dari kultivasi anda akan balik ke tingkat awal sebey anda menerobos tingkat terakhir" jelas Lan wu yang di simak baik oleh kepala sakte.


"Aku sebenarnya dapat mengaliri api suci untuk menguatkan beberapa pondasi mu yang masih lemah, namun sayangnya api tersebut sudah ku berikan kepada murid ku" sambung Lan wu yang langsung di balas oleh salah satu tetua.


"Jika anda mau aku dapat mengantarkan anda ke tempat asal anda dan kembali lagi dengan api tersebut.." ucap tetua tersebut di potong oleh Lan wu.


"Anda tidak perlu repot-repot tetua, aku masih ada cara lain, namun akan lebih sakit. Aku hanya ingin mendengar jawaban anda kepala sakte baru dapat bertindak" Lan wu menanyakan keputusan kepala sakte.


"Hanya sakit.. aku sudah banyak merasa kesakitan, terlebih lagi saat melihat kekhawatiran di sakte ku.." jawab kepala sakte dengan nada yakin.


Lan wu mulai mengeluarkan api es sembari mengalirkannya di punggung kepala sakte. Terlihat wajah kepala sakte yang menahan sakit hingga terlihat urat-urat di wajahnya.


Selama 10 menit Lan wu mengalirkan api es untuk membekukan kotoran yang mengendap di tubuh kepala sakte tersebut baru kemudian ia berniat menggunakan api iblis untuk membakar kotoran tersebut.


Pada tahap ini rasa sakit yang di rasakan oleh kepala sakte akan bertambah berkali-kali lipat, sementara Lan wu akan berkonsentrasi penuh sehingga api iblis tidak membakar orang dalam atau melenceng dari sasarannya.


"argh..!!" Rintih kepala sakte yang seakan tak sanggup untuk menahan rasa sakit di tubuhnya.

__ADS_1


Nampak para tetua yang berjaga di luar begitu khawatir akan teriakan dari kepala sakte. Namun, mereka tetap menunggu di luar hingga mendapat izin dari Lan wu untuk masuk.


"Aku sudah berhasil membakar sisa kotoran yang mendiami Meridian dan beberapa titik penting di tubuh mu, selanjutnya aku akan membantu melancarkan aliran energi yang mengendap di dasar lautan spirit mu. Aku tau kau sudah begitu kesakitan. Mau berhenti juga boleh terserah anda.." ujar Lan wu menuturkan apa yang telah dan akan ia lakukan.


"Agh...! Lanjutkan saja tuan.. aku mulai terbiasa dengan rasa sakit ini..!" Ujar kepala sakte seraya merintih kesakitan.


Tanpa bicara banyak, Lan wu sontak mengalirkan petir pengadil yang telah di perkuat dengan energi hitam tingkat akhir.


Keringat mulai membanjiri tubuh Lan wu yang terasa bergetar akibat menggunakan petir pengadil dan 2 jenis api tanpa istirahat.


Lan wu berteriak sedikit keras seraya mengontrol petir pengadil.


Sementara itu di luar nampak para tetua sudah begitu gelisah hendak mengetahui situasi di dalam kamar kepala sakte.


Hingga salah satu tetua mendadak terhentak usai merasakan aura serta energi petarung yang begitu familiar.


"Ini... Energi dan aura milik kepala sakte..!!" Ucap serentak para tetua sembari sedikit berteriak.


Mereka begitu senang setelah sekian lama tidak merasakan aura dari kepala sakte akhirnya datang juga hari yang di nantikan oleh seisi sakte tersebut.


Aura kepala sakte semakin meningkat hingga akhirnya tercipta pusaran awan di langit dan terlihat cahaya berwarna merah menutupi kamar dari kepala sakte.

__ADS_1


"Apakah kepala sakte naik tingkat lagi?" Tanya para tetua dengan heran.


__ADS_2