
"Salam kepada guru, murid ini baik-baik saja. Maaf karena tidak sempat menemui guru.."
Zhengjie berlutut didepan Lan wu yang dengan cepat dicegah oleh Lan wu.
"Perkembangan mu semakin pesat, aku sangat senang melihatnya.."
Lan wu menepuk pundak muridnya tersebut, kemudian secara spontan mengeluarkan 100% aura nerakanya hingga membuat seluruh orang-orang ditempat tersebut terkapar ditanah tanpa terkecuali.
"Siapa yang mengizinkan dirimu untuk memegang pedang milik murid ku..?!"
Lan wu menatap tajam kearah pemuda disamping Kai Lin seraya melangkah mendekatinya.
Semakin dekat jarak Lan wu dengan pemuda tersebut nampak mempengaruhi tekanan aura yang dirasakan oleh pemuda itu.
Kini tanah tempatnya terkapar telah dipenuhi oleh darah yang berasal dari tubuhnya.
"Tu...tu....an...!"
Pemuda tersebut nampak kesulitan untuk berbicara, ia hanya mengisyaratkan dengan matanya bahwa dia tidak berani lagi menyentuh pedang tersebut.
"Zheng'er... Apa kau ingin agar gurumu ini melenyapkan sakte sayap Phoenix ini..?"
Tanya Lan wu membuat orang-orang tersebut tercengang. Zhengjie yang mendengarnya ikut kaget dengan apa yang dikatakan oleh gurunya.
"Biarkan saja guru... Lagian mereka tidak akan berani lagi menyentuh ku"
Zhengjie melirik singkat kearah Kai Lin kemudian memalingkan wajahnya.
Kai Lin terlihat menyesal namun dengan cepat ia menutupinya.
Setelah tekanan aura Lan wu netralkan, kini orang-orang tersebut bisa berdiri dan memulihkan dir mereka.
"Tuan.."
"Pergilah..! Jika kau bicar lebih banyak maka aku akan membunuhmu..!"
Potong Lan wu serya mengeluarkan api iblis kemudian menatap tajam Kai Lin yang semula ingin berbicara.
"Ba..baik..."
"Apa bakat ku tidak bisa membuatnya tertarik..? Mengapa harus Kai Zhengjie yang mendapatkan keberuntungan ini..!"
Kai Lin mengepalkan tangannya dengan kuat serya menggigit bibirnya melampiaskan kekesalannya.
"Senior.. maaf mengganggu mu, namun apa tujuan anda datang ke perbatasan ini..?"
Pangeran ketiga mendadak muncul dari arah belakang kemudian memberi hormat kepada Lan wu.
"Penawaran..."
Mata pangeran ketiga sontak terbuka lebar usai mendengar jawaban Lan wu.
"Ini... Bukankah dengan kekuatannya dia bisa menghabisi semua orang tanpa harus melakukan perundingan?"
Pangeran ketiga bergumam pelan seraya memikirkan tujuan Lan wu.
"Apa yang anda inginkan senior, dan apa yang akan anda berikan sebagai gantinya.."
"Sederhana. Berikan aku posisi tinggi di dinasti mu, dan aku akan membantu mu untuk melakukan satu hal"
Jawba Lan wu dengan nada tenang.
__ADS_1
Disisi lain nampak wajah pangeran ketiga begitu senang dan tanpa pikir panjang ia segera menyetujui kesepakatan tersebut.
"Aku akan menjadikan senior pemimpin dari kekuatan besar yang keenam ketika aku menjadi kaisar dinasti dewa pedang ini.
Aku hanya ingin kelompok tuan mendukung ku untuk mendapatkan tahta dinasti dewa pedang.."
Perkataan pangeran ketiga nampak membuat orang-orang yang hadir ditempat tersebut terkejut. Dengan bantuan sosok kuat seperti Lan wu tentu saja mendapatkan tahta bukanlah hal yang sulit.
"Kami sakte lima pilar pedang akan mendukung pangeran ketiga, tidak peduli apao hasilnya.."
"Dengan begini secara tidak langsung sakte ku akan berhubungan baik dengan orang ini.."
Gumam patriark lima pilar pedang memantapkan keputusannya. Beberapa pemimpin besar seperti sakte pedang bumi, sakte immortal, dan keluarga utama Long ikut menyuarakan dukungan mereka.
Dilain sisi pihak keluarga dewa, sakte dewa, dan sakte sayap Phoenix serta keluarga utama Mu tidak menanggapi hal tersebut.
Tentu saja dendam yang begitu besar kepada Lan wu serta adanya leluhur keluar dewa yang membuat mereka yakin bahwa tidak akan ada satupun kekuatan yang bisa menyainginya.
"Hahahaha... Apa pangeran ketiga begitu yakin? Kualifikasi terbaik hanya dimiliki oleh pangeran Yeng tanxu yang pantas menjadi penerus tahta yang mulia kaisar.."
Seru pendukung Yeng tanxu berniat memprovokasi pangeran ketiga.
Akan tetapi pangeran ketiga sama sekali tidak menganggap keberadaan orang tersebut.
"Cih..! Sombong sekali.. semuanya, biarkan pangeran ketiga dan pendukungnya yang mengatasi dinasti darah putih. Kita mundur saja dan menunggu mereka memohon agar dibantu.!"
Pria tersebut dengan wajah kesal menyuarakan pendapatnya yang masih mendapat beberapa tentangan dari pendukung Yeng tanxu.
"Hahaha..! Apa otak mu rusak? Bagiamana bisa kau menyuruh pergi orang-orang ini disaat mereka mendapatkan perintah langsung dari kaisar untuk berperang?"
Balas pangeran ketiga yang membalikkan situasi tersebut dengan begitu tenang.
"Dasar penjilat..!"
"Pergilah sendiri jika kau ingin dihukum oleh kaisar..!"
Perlawanan yang diberi oleh orang-orang tersebut kepada pria yang semula memprovokasi pangeran ketiga nampak membuatnya menjadi malu.
"Bajingan..! Beraninya kau mempermalukan ku dihadapan tuan tanxu.."
"Murao... Jangan mempermalukan dirimu sendiri. Cepat minta maaf dan terima hukuman yang diberikan oleh adik ke tiga.!"
Dari arah belakang muncul seorang pemuda yang memiliki aura kebijaksanaan tinggi, menghampiri pangeran ketiga yang berdiri disamping Lan wu.
"Adik.. kita bisa membahas perihal ini lain waktu. Namun, hal terpenting sekarang adalah menyiapkan diri dan bekerjasama untuk melawan pasukan dinasti darah.."
Dengan wajah penuh ketenangan, Yeng tanxu menuturkan pemikirannya.
"Kakak, ketenangan mu itu membuat ku sulit menebak apa yang sedang kau mainkan"
Yeng tanxu tersenyum tipis kemudian menepuk pundak pangeran ketiga.
"Ambil saja tahta emas itu jika kau mau. Namun, akan percuma jika rakyat mu banyak yang memberontak. Aku lebih dulu mendekatkan diri dengan mereka dan menyatukan pirikaran serta hubungan baik.
Aku tidak ingin kau menusuk mereka saat nanti pemberontakan terjadi..."
Yeng tanxu tersenyum tipis dengan raut wajah yang nampak begitu sedih.
Perkataannya mampu meredam gejolak dan hasrat pangeran ketiga.
"Cih... Bagaimanapun tidak ada yang bisa mencegah rencana ku.."
__ADS_1
Pangeran ketiga menepis tangan Yeng tanxu kemudian berjalan kembali menuju tempatnya.
Dilain pihak nampak Lan wu sedang menyempurnakan aura neraka tahap 1 milik Zhengjie tidak jauh dari tempat tersebut.
"Bagaimana perasaan mu?"
Zhengjie mengeluarkan aura neraka miliknya dan merasakan adanya peningkatan level dari tahap yang ia pelajari.
"Aku merasakan aura milikku menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Sekarang aura ku bisa menekan master ditahap permulaan 8.."
Ujar Zhengjie yang membuat Lan wu tersenyum.
"Jangan ceroboh lain kali, pedang sunyi yang kuberikan padamu hanya bisa digunakan sesuai dengan kemampuan mu. Jangan berpikir bahwa pedang ini dapat membunuh dengan pikiran dan kekuatannya sendiri"
"Murid mengingatnya. Tapi guru, bagaimana kabar ayah ku?"
Zhengjie menatap Lan wu dengan rasa cemas. Ia beberapa waktu lalu mendengarkan insiden yang terjadi kepada keluarga Kai. Hal tersebutlah yang membuat dirinya terbebani hingga sekarang.
"Mereka baik-baik saja, setelah misi mu disini selesai segeralah kembali untuk menemui mereka"
"Tapi guru... Aku ingin menyelesaikan apa yang sudah lama aku inginkan.. sebelum itu.."
Lan wu menepuk pundak Zhengjie seraya menghela nafasnya.
"Zheng'er... Adik mu bukalah diculik ataupun dipaksa untuk berada di sakte sayap Phoenix, kau bisa melihatnya sendiri tadi bagiamana dia hanya mengagumi kekuatan dan memanfaatkannya.
Perempuan seperti itu tidak pantas untuk kau anggap sebagai saudari mu. Kelak kau akan merasakan bagaimana rasanya dikhianati setelah kau memperjuangkan dia.."
Lan wu melepaskan tangannya dari pundak Zhengjie, kemudian membelakangi Zhengjie.
"Aku ingin mencobanya, aku tidak akan tau akhir seperti apa yang nantinya akan ku temui"
Lan wu tersenyum tipis kemudian melesat keudara meninggalkan tempat tersebut.
Sementara Zhengjie memberi hormat mengiringi perginya Lan wu.
Zhengjie berjalan kembali menuju tempat berkumpulnya para aliansi dinasti dewa pedang.
"Auranya.... Auranya bertambah pekat.."
Kai Lin yang menatap Zhengjie dengan pandangan tajam.
"Zhengjie... Kemana perginya guru mu?"
Tanya Yeng fao mewakili kelompok sakte dewa.
Zhengjie tersenyum tipis seraya memberi hormat kepada Yeng fao.
"Guru memiliki urusan penting yang tidak bisa ditunda.."
"Seenaknya pergi dan meninggalkan mu apakah itu adalah perilaku terpuji dari seorang guru?"
Sergah seorang tetua dari sakte dewa dengan nada sinis.
"Tetua Yeng Dau.. hal ini tidak perlu dibesar-besarkan, aku yakin Diyuze telah mengetahui kekuatan musuh dan menyimpulkan bahwa tidak ada yang bisa melukai Zhengjie. Selain itu Zhengjie tentu diberikan hal bagus oleh gurunya"
Sela Yeng fao yang dibenarkan oleh Zhengjie.
"Nak, kau telah memiliki guru yang luar bisa apakah kau bisa membantu orang tua ini?"
"Apa yang butuhkan patriark, aku akan melakukan sebisaku"
__ADS_1