
Ia menempati posisi pertama dari 10 orang terkuat di wilayah ras manusia, dan satu-satunya orang yang berhasil mengimbangi leluhur iblis yang saat ini disegel di area terbuang.
"Jadi anda adalah raja hitam. Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan pendahlu hebat seperti anda"
Ucap Lan wu yang berlutut dihadapan pria tersebut.
"Benarkah nak..? Apa kau tidak membenci perbuatanku? Bahkan keturunan ku mengganti marga mereka karena malu dengan perbuatan ku.."
Pria tersebut kemudian tertawa dengan keras hingga menggema di ruang tersebut.
"Menurut ku anda adalah orang yang pantas untuk ku tiru. Terkadang terlalu lembek akan menciptakan masalah yang merepotkan, setidaknya itu yang masih ingin ku pelajari. Akan tetapi memutuskan perasaan dan nurani sedikit lebih sulit ketimbang berbicara.."
"Hahahaha.. kau sungguh menarik. Pantas saja bajingan tersebut membawa mu ke dunia ini..."
Pria tersebut kembali tertawa terbahak-bahak.
Lan wu yang sedikit penasaran dengan ucapan pria tersebut, nampak memasang eskpresi penuh maksud sebelum akhirnya pria tersebut menanggapi raut wajah Lan wu.
"Tidak perlu bingung nak.. cepat atau lambat kau akan mengetahui nya.."
"Sekarang selesaikan ujian istana ku dan jadilah pewaris ke 2 dari istana kabut hitam.!"
Pria tersebut menggerakkan tangannya bersamaan dengan tubuh Lan wu yang terdorong masuk kesebuah tempat asing.
"Ini merupakan ruang khusus yang aku sediakan bagi calon pewaris yang ingin mengikuti ujian. Sederhana saja, kau hanya perlu membuka gerbang besar ini"
Seru suara pria tersebut tanpa bisa dilihat sosoknya oleh Lan wu.
"Gerbang ini sedikit aneh.. sial, jangan bilang bahwa ini akan sangat merepotkan.."
Gumam Lan wu sembari berjalan mendekati gerbang tersebut.
"Yap.. tidak perlu berlama-lama.."
Lan wu sontak mengeluarkan seluruh kekuatan singa iblis hingga tubuhnya mengalami sedikit perubahan.
Dengan energi yang kuat tersebut, Lan wu mengarahkan serangannya pada gerbang tersebut.
Ledakan besar nampak menyelimuti area tersebut bersamaan dengan kepulan debu yang mendadak muncul.
Akan tetapi gerbang tersebut sama sekali tidak mampu digores oleh serangan Lan wu.
Beberapa kali Lan wu terus mencobanya dan berpikir bahwa tidak ada sesuatu yang bisa menahan setiap serangan-serangan kuat miliknya.
"Hos...hos...hos..."
"Apa-apaan gerbang ini...?"
Gumam Lan wu sembari menyeka keringatnya.
"Sudah begitu lama aku memukulnya akan tetapi sama sekali tidak ada goresan.."
Lan wu kini kembali duduk di tanah dengan rasa penasaran.
"Mari mencobanya lagi.."
Kini Lan wu beranjak dari duduknya seraya mengeluarkan pedang naga lewat segel ruangnya.
Dengan mata pedang yang terbuka, Lan wu mencoba menemukan kelemahan dari gerbang tersebut meskipun hasilnya mengecewakan.
__ADS_1
"Master bagaimana jika menggunakan ku.?"
Ujar roh pedang hitam yang mendadak terdengar oleh Lan wu.
"Heh..? Nanti kau malah memanfaatkan kesempatan ini untuk melukai ku.."
Balas Lan wu dengan senyum tipis.
"Tenang saja master, aku tidak memiliki niat untuk melukai mu. Lagian kau adalah pemilik ku. Alasan mengapa kemarin aku berbuat demikian, sebab aku tidak bisa menerima kekuatan lain didalam tubuh mu. Aku hanya ingin membantu banyak dan tidak ingin mengecewakan pemilik ku.."
Sambung roh pedang hitam yang membuat Lan wu tersenyum senang.
"baiklah.. mari kita coba keberuntungan kita..!"
Dua aura kuat dari pedang naga dan pedang hitam kini memancar keluar.
Lan wu berlari kencang mendekati gerbang tersebut kemudian melompat keatas dan menebas sisi atas kebawah secara bersamaan dengan kedua pedangnya.
"Ugh...!"
Lan wu mengaduh usai ada sebuah tolakan yang memukulnya hingga terpental beberapa langkah kebelakang.
"Itu adalah penjaga gerbang, segera berikan aku padanya.."
Tutur pedang hitam yang berada ditangan kanan Lan wu.
"Untuk apa..? Lagian dia hanya sisa-sisa dari roh masa lalu.."
Tolak Lan wu dengan wajah cuek.
"Master, apakah anda tidak menyadari bahwa aura ku dan tempat ini begitu mirip..?"
"Lihatlah pola kunci gerbang itu.. seharusnya master sudah bisa mengetahuinya.."
Sambung pedang hitam menunggu jawaban Lan wu.
Lan wu berpikir sejenak sembari menatap lubang kunci yang baru saja ia sadari.
"Baiklah.. aku percayakan hal ini pada mu.."
Lan wu kemudian melemparkan pedang hitam kearah roh penjaga gerbang.
Terlihat penjaga gerbang menangkap pedang hitam dalam posisi berlutut lalu memasukkan pedang hitam kesebuah lubang di gerbang tersebut.
Gerbang yang semula begitu lusuh, kini mendadak mengeluarkan cahaya dimulai dari pedang hitam yang kemudian menyebar ke setiap bagian gerbang.
Perlahan-lahan gerbang tersebut mulai terbuka dan sontak dimasuki oleh Lan wu.
"Terimakasih senior.."
Ucap Lan wu seraya memberikan hormat lalu mengambil sebuah token yang dipegang oleh roh penjaga gerbang.
Ia juga mengambil pedang hitam lalu berjalan masuk kedalam beriringan dengan gerbang yang perlahan-lahan menutup.
Sesampainya di bagian dalam, Lan wu mendapati sebuah kitab dan juga prasasti berbentuk kotak yang bertuliskan beberapa nama.
"Ini merupakan nama orang-orang hebat yang berjasa bagi istana. Dalam jejeran nama-nama tersebut, ada seseorang yang mungkin anda kenal.."
Ucap pedang hitam yang kemudian dicari oleh Lan wu.
__ADS_1
"Bai xang..? Bukankah ini pemilik mu sebelum aku..?"
Tanya Lan wu sembari berpikir.
"Benar tuan, akan tetapi hal lain mengenai dirinya entah mengapa tidak ku ingat. Bisa jadi bahwa pemilik ku sebelumnya telah menyegel ingatanku"
"Bai xang... Siapa kau sebenarnya..?"
Gumam Lan wu.
Ia kemudian mengarahkan pandangannya pada sebuah benda berbentuk istana kecil yang terletak bersebelahan dengan kitab dan prasasti.
Tanpa berpikir panjang, Lan wu segera mengambil benda tersebut.
Setelah ia memegangnya, mendadak terjadi guncangan hebat dan dalam sekejap seluruh tempat tersebut mendadak lenyap.
"Sial.. apakah ini mimpi..?"
Heran Lan wu yang belum mengetahui kejadian tersebut.
"Tidak master, anda saat ini berada ditempat pertama kali kau datang..."
"Lalu kemana tempat tadi..?!"
Tanya Lan wu sedikit kesal.
"Ia berada didalam istana kecil itu. Benda tersebut semacam cincin ruang anda yang bisa memasukanc istana kabut ataupun mengeluarkan istana tersebut seperti sebelumnya"
Jelas pedang hitam yang kemudian membuat Lan wu paham.
"Yah.. barang sebagus ini bisa jadi tempat aman jika aku bertemu bahaya nantinya.."
Ujar Lan wu sembari memunggut istana kecil kemudian memasukkannya kedalam cincin ruang.
"Selamat nak, kau sudah menjadi pewaris dari istana ku. Aku akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan pasukan mu dan merebut kembali kejayaan dari penghianat-penghianat itu.."
"Aku akan memberikan hadiah sebagai ucapan terimakasih saat kau sudah mewujudkan harapan dan balas dendam ku.."
Ujar suara dari raja hitam yang entah berada dimana.
Tubuh Lan wu mendadak diselimuti oleh energi yang sontak membuatnya menerobos hingga tingkat awal Line immortal. Tentu saja hal tersebut tidak disangka oleh Lan wu.
"Kemampuan ku... Aku bahkan bisa merasakan energi hitam yang luar biasa dari tempat ini.."
Gumam Lan wu yang berusaha menyesuaikan diri dengan tingkatan barunya.
"Tentu saja tuan, area ini dipenuhi oleh energi hitam yang sangat bermanfaat bagi kultivator iblis seperti anda"
Sambung pedang hitam.
"Iblis..? Ya aku rasa itu tidak salah.."
Pikir Lan wu.
"Lalu apa yang hendak anda lakukan sekarang..?"
Tanya pedang hitam.
"Ibukota ras manusia, kita akan pergi kesana untuk menemui Cei Hua dan lainya. Sekalian aku ingin mencoba level baruku ini.."
__ADS_1