Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Sedikit lagi ll 2.33


__ADS_3

Perhatian lan wu sontak tertuju ke arah bawa yang tengah terlihat seorang gadis melesat dengan cepat menuju ke arah gua singa iblis. Lan wu nampak memasang senyum dengan ekspresi ketakutan usai mengenali gadis yang tengah berlari tersebut. Ia segera meminta elang muda untuk masuk kedalam cincin yang di berikan oleh singa iblis kepada lan wu. Usai elang tersebut masuk nampak lan wu yang terbang mendarat dengan cepat di hadapan gadis tersebut.


"Siapa kau?! Berani sekali menghalangi jalan ku.!" Ujar Fei seraya mengeluarkan energi petarung miliknya.


Lan wu tersenyum kecut seraya mengeluarkan setengah wujud aura neraka miliknya. Fei begitu terkejut merasakan aura dari lan wu, namun sebaliknya ia malah menerjang lan wu dengan tatapan penuh amarah.


"Jadi kau pelakunya..?! Dimana lan wu,.?!" Teriak Fei sembari melancarkan pukulan cepat ke dada lan wu.


Dengan begitu mudah lan wu berhasil menghindari serangan tersebut seraya menjelaskan perubahan wujudnya kepada Fei, setelah cukup lama lan wu menjelaskan sembari menghindari serangan Fei akhirnya Fei dapat sedikit tenang dan meminta penjelasan yang lebih detail kepada lan wu. Lan wu menghela nafas lega seraya menetralkan energi petrung miliknya, dan kemudian mejelaskan kejadian yang menimpanya.


Ia sengaja mengarang beberapa cerita dengan tujuan untuk melindungi keberadaan singa iblis yang tengah berdiam di gua tersebut. Lan wu mengatakan bahwa wujud barunya di dapat dari tingkat energi hitam yang berhasil di capai olehnya beberapa waktu lalu, meski Fei sedikit merasa bimbang akhirnya ia memutuskan untuk mempercayai perkataan lan wu, setidaknya Fei memang mengenali aura dan cara bicara lan wu meski dengan tampilan yang baru.


Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kota harimau petir dengan berjalan kaki. Diperjalanan pulang lan wu menceritakan beberapa informasi yang ia dapatkan sewaktu melakukan penyelidikan, lan wu secara edikit heran saat melihat Fei yang begitu tenang seakan telah mengetahui hak tersebut sebelum lan wu. Penasaran dengan hal tersebut akhirnya lan wu memutuskan untuk menanyakan secara langsung kepada Fei.


"Sepertinya ada yang tidak ku ketahui dari mu" ujar lan wu dengan tatapan selidik.


"Tentu saja aku mengetahuinya, bukankah kita telah terikat oleh penyatuan jiwa?" Jawab Fei dengan lirih.


Ada keheranan besar yang menutupi benak lan wu mengenai ekspresi dari Fei yang terlihat begitu sedih.


"Apa kau begitu tidak suka kepada ku?" Tanya Fei menatap lan wu dengan tatapan sedih.


"Hah.? Mana ada seperti itu" kaget lan wu spontan menyilangkan tangannya di depan dadanya.


"Lalu mengapa kau berusaha begitu keras untuk melepaskan penyatuan jiwa? Apakah kau menganggap ku sebagai pengganggu dalam hidup mu?" Nada Fei sedikit meninggi.

__ADS_1


"Fei untuk hal tersebut aku sungguh tidak mengetahuinya, tiba-tiba saja saat aku sadarkan diri semuanya sudah seperti ini" lan wu berusaha untuk menenangkan Fei yang terlihat emosinya semakin menjadi.


"Bohong.!!" Bentak Fei seraya mendorong lan wu hingga mudur beberapa langkah.


Dengan wajah kesal lan wu balik menatap Fei dengan tatapan geram. Ia berjalan mendekati Fei sembari melepaskan aura neraka sepenuhnya, nampak Fei yang begitu terkejut melihat tindakan lan wu.


"Mengapa aku selalu salah di mata mu.?! Aku berkata jujur kau marah, aku berdusta kau marah, sekalian saja enyah dari hadapan ku jika kau sudah muak.!!" Bentak lan wu tepat di depan wajah Fei.


Air mata Fei mulai mengalir dari kedua mata indahnya, nampak Fei mengepal tanganya dengan kuat seraya ikut melepaskan aura miliknya yang bahakan lebih kuat dari milik lan wu. Dalam suasana tersebut lan wu sedikitpun tidak merasa takut, bereda dengan saat dimana dia melihat sendiri kebangkitan darah dari Fei.


"Kenapa kalau kau selalu salah? Itu sudah hak mu untuk mengalah pada wanita" balas Fei menarik kerah baju lan wu.


"Apakah kau pernah merasakan posisi ku yang selalu mengejar mu? Sedikitpun kau tidak mengijinkan aku untuk mendampingi mu berjalan selain dari status teman, namun setiap kali aku merelakan mu selaku saja terdapat takdir yang mencoba menyatukan kita dan kau.. kau malah berusaha keras untuk menghancurkannya.!! Aku sungguh sakit melihatnya..!! Kau penjahat.!!" Teriak Fei bersamaan dengan pukulan keras mendarat di dada lan wu.


Lan wu terseret di tanah dalam posisi berdiri, nampak darah yang mengalir di bibirnya bersaman dengan terdiamnya Fei usai mempertanyakan tindakannya barusan.


"Jangan lagi menjadikan air mata sebagai senjata mu untuk menyerang ku, karana mulai hari ini kita akan berjalan di sisi yang berbeda" sambung lan wu dengan cepat melompat ke udara.


Fei hanya terdiam sembari melihat lan wu  yang telah terbang menjauh dari tempat tersebut. Fei begitu menyesal atas tindakannya yang begitu keterlaluan. Ia sungguh tidak mengetahui mengapa dengan mudahnya ia bisa melayangkan pukulan kuat kepada lan wu, namun hanya satu yang pasti dari kejadian barusan.. mata lan wu tidak lagi memancarkan aura yang bersahabat kepada Fei.


**


Nampak lan wu yang terbang dengan tatapan kesal di matanya, hal itu sangat aneh bagi lan wu, namun entah mengapa ia begitu kesal mendengar semua keluhan Fei ditambah lagi dengan pukulan kuat yang menimbulkan sedikit cidera di tubuhnya. Jika saja ia tidak segera pergi dari tempat tersebut mungkin saja akan timbul hal buruk yang menimpanya dengan Fei.


Lan wu menghela nafasnya seraya menepis emosinya untuk sesaat, si berniat melihat pertandingan yang tengah berlangsung di hutan harimau petir yang telah berlangsung selama 1 hari lebih, mungkin telah banyak peserta yang tereliminasi dalam pertandingan tersebut. Lan wu segera mendarat tepat di depan gerbang kota lalu berjalan kedalam kota tersebut. Lan wu melihat sekelompok prajurit yang tengah memeriksa penginapan dan restoran di sekelilingnya. Lan wu sedikit penasaran melihat beberapa orang yang di seret keluar dari penginapan tersebut, tak di sangka salah seorang prajurit tiba-tiba memenggal kepala setiap orang yang di seret tersebut dengan cepat.

__ADS_1


Jeritan terdengar dari mulut setiap orang yang berada di tempat tersebut bersaman dengan terlihatnya seorang wanita yang berlari menerjang ke arah pria yang telah di tebas oleh pedang prajurit tersebut. Dengan linangan air mata wanita tersebut menggoyang-goyangkan tubuh pria yang terbaring kaku tak bernyawa di depannya.


"Aku mengutuk kalian..!! Aku mengutuk kalian mati mengenaskan seperti suamiku.!!" Teriak wanita tersebut sembari menunjuk wajah prajurit yang memegang pedang besar di tangannya.


Ada rasa geram di hati lan wu melihat kejadian tersebut, namun ia memutuskan untuk tidak ikut campur pada situasi di depan matanya. Ia takut akan mengundang kecurigaan dari ras harimau petir dan prajurit dai kekaisaran tersebut.


"Apakah tidak ada yang bisa menghentikan kejadian ini?" Terdengar suara dari arah dalam penginapan tersebut.


Tidak lama kemudian munculah seorang pemuda berperawakan tampan keluar dari pintu penginapan tersebut.


Dengan satu kibasan tanganya seluruh prajurit yang berada di depanya terlempar jauh ke arah belakang.


Lan wu begitu terkejut melihat kemampuan pemuda tersebut namun ia segera mengetahui identitas pemuda itu tidak lama setelah lan wu merasakan aura yang serupa dengan aura milik ras naga.


"Dia berasal dari ras naga" gumama lan wu seraya menatap pemuda yang tengah tersenyum ramah seraya membantu wanita tersebut untuk berdiri.


"Tuan muda zinxu aku sungguh-sungguh tidak melihat anda, maafkan aku yang mengganggu istirahat anda" ujar pemimpin prajurit tersebut dengan nada hormat.


"Hmm.. pergilah dan sampaikan kepada kaisar kalian untuk mengganti semua biaya dari kerusakan ini" ujar zinxu dengan senyum ramah.


Ketua prajurit tersebut segera mengangguk paham sebelum akhirnya pamit undur diri dari hadapan zinxu.


Melihat masalah yang telah selesai akhirnya lan wu melanjutkan perjalanannya kembali untuk menuju ke tempat para tetua harimu mengawasi jalannya pertandingan tersebut. Lan wu mengubah rencananya dan bermaksud menitipkan sebuah surat khusus kepada tetua harimau untuk selanjutnya di serahkan kepada Hanzeng.


Di perjalanan menuju tempat pengawas. Lan wu terus terpikir akan zinxu yang merupakan tuan muda di ras naga, selain itu kemampuan dari xinzu sangatlah hebat. Lan wu begitu penasaran jika zinxu mengeluarkan seluruh kemampuannya secara penuh.

__ADS_1


"Hahaha.. sepertinya aku perlu berlatih lagi" gumam lan wu sembari tertawa kecil.


Setelah berjalan selama sepuluh menit, akhirnya lan wu sampai di sebuah villa yang terletak di bibir jurang yang berada di hutan harimau petir tersebut. Lan wu segera masuk ke dalam seraya menatap para tetua yang tengah berdiri di balkon menara tersebut sembari melihat beberapa murid yang saling bertarung di dalam hutan tersebut. Dengan tatapan heran lan wu mendekati seorang tetua berumur sekitar 40 tahun yang berdiri sembari menatap ke arah dalam hutan.


__ADS_2