
Tangan tersebut bertambah cepat seiring dengan ledakan lubang hitam yang mengikuti mereka dari arah belakang.
Lan wu yang saat itu terhalangi oleh sinar terang mengeluarkan pelindung energinya hingga tingkat maksimal.
Ia merasakan bahwasanya tangan besar yang semula memegangnya sekarang seperti bergerak kebelakang kemudian melemparkan Lan wu dengan keras kearah depan.
Ia menyilangkan tangannya di depan wajahnya dengan penglihatan tertutupi oleh cahaya silau tersebut.
Samar-samar Lan wu mendengarkan suara sekelompok orang yang terdengar membicarakan dirinya.
Suara tersebut semakin jelas seiring dengan hilangnya cahaya menyilaukan berganti pemandangan sekelompok orang yang seperti berada di dalam sebuah ruangan usang.
Dimana ini..?
Pikir Lan wu seraya meningkatkan kewaspadaannya dihadapan orang-orang tersebut.
"Kebanyakan orang-orang ini tampak tidak begitu berbahaya. Namun.."
Lan wu mengarahkan pandangannya kepada beberapa orang yang berdiri paling depan dari yang lainnya.
"Tetua.. orang itu terlihat sedikit aneh.?"
Tanya seorang gadis yang berpenampilan menarik seperti seorang bangsawan.
Gadis tersebut menentang sebuah pedang dengan sarung pedang berwarna emas.
Hmm..
"Bagaimanapun juga dia muncul dari tubuh seorang saint.."
Pria yang terlihat berumur 30 tahun itu menjawab pertanyaan gadis disampingnya seraya menatap Lan wu sesaat.
"Aku harus pergi dari tempat ini.."
Gumam Lan wu sembari merubah posisi berdirinya.
Tombak api iblis..!"
Orang-orang tersebut seketika terkejut menyaksikan ratusan tombak api sedang yang memenuhi langit dibelakang Lan wu.
"Gawat.. luka akibat pertaruangan di lubang hitam tampaknya serius.."
Gumam Lan wu yang merasakan sakit di tubuhnya.
Di lain pihak, nampak pria yang berdiri di samping gadis tersebut mengarahkan tangannya kearah tombak-tombak api Lan wu.
Sebuah energi kuat tampak menyayat tombak-tombak tersebut dan menciptakan ledakan kecil di udara.
Lan wu menggunakan kesempatan tersebut dan pergi dari tempat itu menggunakan penggeser waktu tepat sebelum seluruh tombak api Lan wu dihancurkan.
Orang ini..
__ADS_1
Pria tersebut menyadari bahwasanya Lan wu telah menghilang dari tempat tersebut.
Ia menyuruh murid-murid sakte nya untuk mengejar Lan wu yang dipastikan tidak jauh dari tempat tersebut.
"Sial..! Kalian juga cepat cari orang itu.!"
Masing-masing dari tetua sakte yang berada di tempat tersebut ikut menyerukan hal yang sama pada murid-muridnya.
**
Da shijie adalah sebutan bagi dunia tersebut tempat dimana orang-orang kuat berada serta merupakan dunia yang ditinggali oleh Mouyan dan Mouyin.
Lan wu dibawa keluar oleh penjaga dalam tubuh Mouyan dan Mouyin setelah terbangun akibat merasakan adanya aura dari luar tubuh kedua orang tersebut.
Tempat dimana Lan wu muncul sebelumnya adalah makam kedua orang tersebut yang sisa kesadaran mereka hampir musnah hingga mengakibatkan formasi ruang menuju makam keduanya terbuka.
Dilain tempat, Lan wu yang telah berhasil meloloskan diri tampak begitu kelelahan setelah kehilangan begitu banyak darah.
Ia juga terbebani oleh tekanan spritual energi di dunia tersebut yang ribuan kali lipat lebih banyak dari dunia tempat datangnya Lan wu.
Ia duduk bersandar pada sebuah pohon besar seraya memulihkan dirinya menggunakan api suci.
Lan wu yang saat itu merasakan adanya kehadiran orang lain, sontak menetralkan api suci dan menyembunyikan energi miliknya.
Dihadapannya tampak berdiri beberapa orang yang ia temui di dalam makam, mereka menyebar secara terpisah dan menyusuri tempat tersebut.
"Sial.. bagaimana caranya keluar dari tempat ini..?"
Keluar lah..!
Dari belakang pohon tempat Lan wu bersembunyi, mendadak melesat seorang gadis yang menebaskan pedangnya membelah pohon tersebut dalam sekejap.
Lan wu memaksakan dirinya untuk menghindari tepat disaat-saat terakhir sebelum pohon tersebut terbelah.
Mimik wajah Lan wu tampak sedikit tegang, ia tidak yakin bahwa dirinya dapat mengalahkan gadis tersebut dalam kondisi nya saat itu.
"Kau sedang terluka, tetua menyuruh ku untuk membawa mu sebelum kelompok lainnya menemukan dirimu.."
Ujar gadis tersebut dengan wajah yang terlihat biasa-biasa saja.
Lan wu berfikir sejenak akan ucapan gadis tersebut. Namun, ia masih tidak sepenuhnya mempercayai ucapan gadis itu yang bisa saja menginginkan sesuatu dari Lan wu.
"Bagaimana jika aku menolak.?"
Tanya Lan wu seraya menatap tajam kearah gadis tersebut.
Mendengar ucapan Lan wu, seketika muncul tekanan dasyat yang membuat tubuh Lan wu terasa berat.
Gadis tersebut dengan cepat menerjang Lan wu yang tampak kesulitan bergerak.
Tebasan pedang miliknya dengan sekuat tenaga di hindari oleh Lan wu.
__ADS_1
Keduanya bertukar puluhan gerakan dan menciptakan sayatan-sayatan di area sekitar dengan pedangnya.
Tidak bisa terus begini..
Sembari menahan rasa sakit yang teramat, Lan wu mengalirkan energinya pada pedang kemudian melepaskan badai acak kearah gadis tersebut.
Suara yang terdengar seperti ribuan pedang saling menyayat tampak berhasil membuat gadis tersebut berdecak heran.
"Orang ini.. bahkan dalam kondisi yang terluka parah masih bisa menggunakan jurus sekuat ini.."
Gadis tersebut menggerakkan pedangnya kebelakang kemudian membentuk beberapa segel tangan sebelum akhirnya muncul tekanan energi bersamaan dengan aura pedang milik gadis tersebut.
Ia menerjang jurus Lan wu menggunakan pedangnya dan sontak menciptakan ledakan dahsyat ditempat tersebut.
Suara dari ledakan pertempuran mereka tampak didengar oleh pria yang bersama gadis sebelumnya.
"Cepat, kita harus bergegas menuju asal ledakan itu.!"
Seru pria tersebut yang buru-buru pergi.
Ditempat pertaruangan, Lan wu yang memuntahkan darah segar akibat luka nya yang kembali terbuka. Ia tengah terduduk seraya mengaliri api suci ke tubuhnya.
Dilain sisi nampak lawan Lan wu berada dalam kondisi serupa. Gadis tersebut terlalu banyak menggunakan energi pada jurus terakhirnya dan mengabaikan serangan susulan yang direncanakan oleh Lan wu.
Beruntung saat gadis tersebut berfokus pada badai acak, Lan wu dengan penggeser waktu berhasil menyerang sisi lain dari gadis tersebut.
Walaupun hanya luka kecil, namun itu sudah cukup untuk memberikan waktu bagi Lan wu memulihkan dirinya.
"Orang-orang ditempat ini memiliki kemampuan yang sangat hebat, setidaknya mereka bisa mengembalikan rasanya pertaruangan yang sudah lama ku lupakan.."
Lan wu tersenyum tipis seraya fokus menyembuhkan lukanya.
Mendadak ia membuka matanya sembari menghela nafas memandangi kelompok pria yang ia temui di makam telah berada beberapa meter dihadapannya.
Pria tersebut tampak tidak percaya melihat Lan wu yang dalam kondisi terluka parah mampu mengalahkan salah satu murid terbaik di saktenya.
"Dari kondisi tempat ini.. aku yakin bahwa Xuan'er tidak menahan dirinya.."
Siapa sebenarnya anak ini..?
Gumam pria tersebut dengan wajah penasaran.
Pria tersebut berjalan kearah gadis yang berada tidak jauh di sampingnya kemudian memberikan sebuah pil pada gadis tersebut.
"Benda apa itu..?"
Heran Lan wu yang melihat gadis itu seketika pulih usai menelan pil pemberian pria tersebut.
Lan wu semakin cemas dan terus memikirkan cara gara bisa pergi dengan selamat dari tempat tersebut.
"Siapa nama mu..?"
__ADS_1
Tanya pria tersebut yang perlahan-lahan mendekat kearah Lan wu.