Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Duel sengit 3.7


__ADS_3

Tekanan jurus pria tersebut nampak melemah dan Lan wu menggunakan kesempatan tersebut untuk melancong serangannya.


Pertarungan nampak terhenti sesaat bersamaan dengan tergeletaknya kepala pria paruh baya tersebut di atas tanah tanpa tubuh.


Wajah ke 5 orang yang sedari tadi berhadapan dengan para tetua 8 istana mendadak menjadi geram. Satu-persatu serangan meluncur kearah Lan wu yang kini nampak berlarian menyambut serangan tersebut.


"Badai acak.. api abadi pemusnahan jiwa" ucap Lan wu sembari mengeluarkan jurus pedangnya yang ia gabungkan dengan api abdi.


Serangan Lan wu terlihat meyebar tak tentu arah lalu perlahan-lahan nampak mengurung 5 orang tersebut dan menghimpit mereka dengan cepat.


Sementara Lan wu kembali menggunakan bentuk auranya untuk menahan serangan ke 5 orang tersebut yang semakin mendekatinya.


"Kemampuan macam apa ini..?" Heran ketua sakte dan seluruh orang yang berada di area tersebut.


Badai acak milik Lan wu akhirnya lenyap bersaman dengan terlihatnya kobaran api di sekujur tubuh ke 5 orang tersebut.


Mereka nampak kesakitan dan terus berusaha memadamkan api yang seakan tak ingin padam.


"Mahluk rendahan seperti kalian.. jangan bermimpi untuk menentang para dewa.. kalian sebentar lagi akan merasakan kekuatan dari kaisar dewa..! Hahahahaha..!" Tawa salah satu dari ke 5 orang tersebut lalu kemudian di susul jeritan yang merenggut nyawa mereka.


Lan wu perlahan nampak tersungkur di tanah seraya mengatur nafasnya yang berantakan.


Keringat membasahi dahinya bercampur tatapan mata yang sedikit redup.


"Lan wu..! Ada apa..?" Teriak Fei seraya menghampiri nya dengan wajah khawatir.


"Aku.. terlalu banyak menggunakan energi untuk menggunakan wujud aura dalam melebihi batas.." jawab Lan wu yang terus mengatur nafasnya.


"Kau pulihkan saja kondisi mu terlebih dahulu.. aku dan para tetua lainya akan segera menyusul naga emas di garis depan" ucap ketua sakte seraya menepuk pundak Lan wu.


"Para tetua kalian menyebarlah, temukan sisa anggota yang masih selamat dan segera beegaby dengan yang lainnya di garis depan.. perang ini sudah mendekati akhir..!" Ucap ketua sakte dengan nada tegas.

__ADS_1


Para tetua pun segera bergerak meninggalkan ketua sakte dan lainya, sisanya masih berada di tempat tersebut untuk memulihkan tenaga dan akan bergabung kembali dengan pasukan lainya di garis depan.


"Fei.. kemana wanita yang kau hadapi tadi?" Tanya Lan wu seraya beridiri perlahan-lahan.


"Dia.. berhasil lolos sesaat setelah kau membunuh pria tersebut" jawab Fei sedikit kesal.


"Kau.. jika kemampuan mu belum pulih secara penuh.. jangan pernah berhadapan langsung dengannya.." jawab Lan wu sembari menatap cemas wajah Fei.


"Apakah ada sesuatu yang salah dengan itu?" Fei nampak heran dengan ucapan Lan wu.


"Kau akan melihatnya sendiri nanti" jawab Lan wu seraya menyarungkan kedua pedangnya.


"Ketua.. berapakah jumblah kita yang tersisa?" Tanya Lan wu memastikan.


"Mungkin sekitar 300 lebih dari 800.000 ribu pasukan yang berangkat kemari. Jendral kekaisaran sendiri mengatakan bahwa pihak kekaisaran masih menyiapkan pasukan bantuan, dan para pemimpin istana lainya juga mengatakan hal yang sama, namun hingga saat ini pasukan yang di maksud tak kunjung datang.." jelas ketua sakte dengan wajah bingung.


Lan wu sontak teringat akan ribuan mayat yang i jumpai saat memasuki area pertama. Ia berpikir mungkin saja pasukan tersebut sudah di kalahkan oleh 2 orang yang ia bunuh sebelumnya.


Atau bisa saja mereka tidak jadi datang sebab tengah sibuk mengatasi kondisi alam dewa yang begitu kacau. Dengan pandangan mata yang di penuhi semangat, Lan wu melesat dengan cepat kearah depan meninggalkan ketua sakte dan lainya yang begitu kaget akan hal tersebut.


Pria tersebut menaiki seekor burung berwarna emas dan berkepala naga. Di tangan hewan tersebut terdapat sebuah tombak besar serta perisai yang terbuat dari seekor naga besar yang melingkar membentuk seperti perisai.


Dengan nada geram Lan wu menambah kecepatannya seraya mengeluarkan naga kiamat di sampingnya. Ia mencabut pedang sunyi dan mengalirkan energi hitam sepenuhnya.


"Pedang sunyi..wujud dewa sunyi..!" Muncul sebuah bentuk besar yang menyelimuti tubuh Lan wu.


Sosok tersebut memegang sebuah pedang panjang yang mengeluarkan aura hebat.


Kemunculan Lan wu nampak mengejutkan singa iblis dan lainya, mereka mendadak melompat mundur usai merasakan tekanan mengerikan yang menghancurkan apa saja yang Lan wu lewati.


"Heh.. akhirnya datang juga kau..!" Sahut pria berpakaian serba putih seraya melesat maju menyambut kedatangan Lan wu.

__ADS_1


"Mati kau.!!" Teriak Lan wu bersamaan dengan bertemunya kedua serangan tersebut di ikuti naga kiamat yang menerkam hewan gaib milik pria tersebut.


Tekanan yang tercipta dari benturan jurus tersebut membuat seluruh orang yang berada di area itu terpukul mundur sejauh 10 meter.


Dari tubuh Lan wu dan pria tersebut nampak mengeluarkan energi besar yang membakar udara di sekitarnya. Energi Lan wu terlihat berwarna hitam ke ungu-unguan, sementara lawannya memiliki energi dengan warna separuh emas, dan separuh lagi berwarna merah pekat.


Keduanya melancarkan serangan cepat dengan niat membunuh yang begitu tinggi.


Dalam waktu singkat mereka sudah bertukar hampir puluhan jurus tanpa terlihat jelas siapa yang mendominasi.


Di samping mereka juga terlihat kedua hewan gaib yang saling menerkam hingga beberapa kali terpental ketanah lalu kembali saling menerjang.


Dari arah belakang nampak singa iblis yang melepaskan energi dari dalam mulutnya dan menghantam sebuah tombak besar yang hendak mengenai Lan wu.


"Keluarkan seluruh energi kalian wahai bentuk dari perwujudan alam.. mari tuntaskan takdir ini, dan berikan kejutan kepada pihak atas..!" Ujar singa iblis yang kini telah terselubung aura hitam.


Serigala putih dan naga iblis juga melakukan hal serupa. Mereka bergerak ke udara dan ikut terlibat dalam pertempuran antar Lan wu melawan kaisar dewa.


Nampak dari arah lain seorang gadis beserta pria bertombak emas juga ikut melesat dan menahan serangan dari 3 perwujudan alam.


Benturan energi kini membuat seluruh area meledak dan mengeluarkan larva bumi.


Yan lang beserta para pemimpin istana melakukan serangan lurus dan bertujuan untuk menghabisi beberapa orang ahli yang masih tersisa dari pihak kaisar dewa.


Pertaruangan yang semakin memuncak sanggup menggetarkan nyali para prajurit ataupun murid sakte yang berada di tingkat menengah kebawah.


Mereka hanya bisa berdiam diri dan memberikan para pemimpin mereka yang menyelesaikan peperangan besar tersebut.


Kini Lan wu dan kaisar dewa telah berada di puncak bangunan tinggi yang kaisar dewa jadikan istananya. Mereka saling bertukar serangan hingga perlahan-lahan bangunan tersebut hancur.


Lan wu membentuk ribuan tombak api dan mengarahkan nya kepada kaisar dewa.

__ADS_1


Di sisi lain nampak kaisar dewa yang mengarahkan tangannya bersamaan dengan 3 buah tornado merah yang terbuat dari darah.


Tornado tersebut menyedot seluruh tombak Lan wu yang menciptakan kobaran api di setiap bagian di tornado tersebut. Lan wu kembali mengeluarkan wujud auranya lalu meleset cepat bersamaan dengan 3 bola api besar di belakang wujud auranya.


__ADS_2