Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Tamu tak di undang 2.35


__ADS_3

Sesampainya mereka di kapal mereka di sambut oleh yiyi, xuya, dan jendral di kapal tersebut. Lan wu melihat 2 orang yang mengenakan jubah merah telah di tahan oleh beberapa prajurit dan di giring menuju ruang pemeriksaan, sementara lan wu dan lainya berjalan menuju ke ruangan khusus untuk membahas beberapa hal yang berhubungan dengan perjalanan lan wu menuju kekaisaran biru.


Usai berada di ruangan tersebut, lan wu segera memulai pembicaraannya.


"Untuk masalah ini, tidak seharusnya aku melibatkan kalian didalamnya, namun aku rasa akan lebih mudah jika mendapatkan beberapa bantuan dari kalian. Khususnya xioca" ujar lan wu di simak oleh lainnya.


"Guru tidak perlu sungkan, sudah sewajarnya kami membantu guru saat di perlukan" ucap lili tersenyum tenang.


"Benar yang di katakan oleh lili, kebetulan aku juga tidak begitu lelah usai menjalani misi sebelumnya. Kakak hanya perlu memberitahu pada kami apa yang harus kami lakukan" sambung xioca.


Lan wu menarik nafas sejenak sebelum ia melanjutkan perkataannya. " Beberapa waktu lalu paman dari yiyi berkunjung ke rumah, namun tidak di sangka ternyata mereka memiliki niat buruk terhadap kaisar an, dan akhirnya melibatkan wu Jia" jelas lan wu di potong oleh lili.


"Wu Jia?! Mengapa harus melibatkan keponakan ku yang begitu lucu?!" Geram lili dengan mimik wajah kesal.


"Apa yang terjadi dengan wu Jia?" Tanya Ming yu dengan nada bingung.


"Ia di culik oleh paman Kun, semua ini karena salah ku. Aku tidak mendengarkan perkataan kakak lan" potong yiyi dengan nada sedih.


Lan wu nampak membelai rambut yiyi seraya menghapus butiran air mata yang nampak menetes dari cela mata yiyi.


"Tenanglah.. ini bukan salah mu" ucap lan wu menenangkan yiyi.


Lan wu kini memasang wajah serius dan menatap xioca dan lainya. "Ingatlah ini bukan masalah kecil antar keluarga kaisar, entah mengapa aku merasa bahwa Kun telah menyiapkan diri untuk menghadapi situasi ini. Aku juga curiga akan adanya campur tangan beberapa sakte hitam dan putih yang bergerak di belakang layar untuk menggulingkan kaisar dari tahtanya" ujar lan wu sontak membuat xioca dan lainya terkejut.


"Situasi macam apa ini? Bukankah permasalahan antar wilayah barat dan timur telah usai beberapa tahun yang lalu?" Ucap Ming yu sembari mengepalkan tangannya.


"Aku rasa kau keliru. Sakte-sakte yang ku maksud bukankah berasal dari wilayah timur" potong lan wu.


"Maksud guru?" Tanya Ming yu merasa heran dengan ucapan lan wu.

__ADS_1


"Aku juga tidak begitu mengerti, namun ketahuilah bahwa kemampuan mereka tidaklah rendah" sambung lan wu sembari meneguk teh.


Ming yu hanya mengangguk sembari terus mencerna maksud ucapan lan wu, sementara yiyi dan lainya hanya terdiam mendengar hal tersebut.


" Lili, aku ingin kau dan Ming yu memberikan surat ini kepada paman Yuan, setelah itu kau pergilah ke bidang petir dan minta kepada Heng untuk membangunkan saudara ku yang tengah berlatih di salah satu ruangan tersebut" ujar lan wu sembari menyerahkan sebuah surat.


"Baik guru.. kami akan langsung berangkat" ucap Ming yu bersamaan dengan lili.


Lan wu hendak menyuruh Ming yu dan lili untuk beristirahat satu malam dan melanjutkan perjalanan mereka esok hari, namun Ming yu menolak dan memohon agar lan wu mengijinkan mereka berangkat sekarang. Akhirnya lan wu terpaksa mengijinkan. Usai Ming yu dan lili pergi, lan wu menyuruh yiyi agar mengemas barang-barangnya, dan bersiap untuk pergi menuju kekaisaran emas biru dengan menaiki xioca.


"Apakah kau tidak merasa bersalah kepada ku?" Tanya lan wu seraya memasang wajah tenang.


Ia dan xuya kini berada di area luar pada kapal tersebut. Xuya sedikit bingung mendengar perkataan lan wu. Yang tengah berdiri sembari menatap ke arah depan.


"Apa maksud dari perkataan Kakak?" Tanya xuya dengan nada heran.


"Apakah kau mengenali elang batu?" Ujar lan wu sontak membuat xuya tercengang.


"Burung bodoh.. mengapa kau menahan perasaan mu begitu lama? Bukankah dengan kemampuan mu dulu kau sudah bisa kembali ke alam dewa? Bikin kesal saja..!" Ucap lan wu sembari mengelus kepala xioca.


"A..aku memang bodoh... Aku....aku tidak berani menunjukkan muka ku lagi di hadapan mereka..aku telah membuat mereka begitu menderita dan aku pantas mati ..." Teriak xioca di iringi tangis.


"Burung ini..! Jangan bikin aku jadi ikutan nangis lah..!" Keluh lan wu sembari memukul kepala xioca.


"Hais.. untungnya aku adalah kakak yang sangat baik, kau hanya perlu menjelaskannya kepada anak mu" ucap lan wu sembari memasang senyum.


"A..anak ku?.. maksud kakak anak ku yulan?" Tanya xioca tidak sabar.


"Emh . Mungkin.. soalnya aku memanggilnya dengan nama jeishi.  Hahahaha" jawab lan wu sembari tertawa keras.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya yiyi dan xuya telah sampai di tempat tersebut. Lan wu segera meminta xioca untuk berubah ke bentuk hewannya. Lan wu meminta yiyi dan xuya untuk naik terlabih dahulu, sementara ia sendiri akan menyusul usai menyelesaikan beberapa urusan mendadak. Yiyi dan xuya mengiyakan hal tersebut, dan pergi terlebih dahulu meninggalkan lan wu.


Usai jarak yiyi dan lainya telah cukup jauh, mendadak lan wu melepaskan setengah aura nerakanya. Wajah lan wu nampak begitu serius di tambah kobaran api iblis yang menyelimuti sekujur tubuhnya.


"Keluarlah..! Waktunya untuk menyelesaikan urusan kita.!" Ucap lan wu dengan nada tegas.


Samar-samar terlihatlah seorang pria berusia senja keluar dari sebuah lingkaran hitam. Ia nampak melayang tepat di hadapan lan wu yang tengah berdiri sembari menatap pria tersebut dengan wajah datar. Benturan tekanan aura membuat kapal yang di tumpangi lan wu mendadak oleng. Lan wu melompat ke udara seraya mendorong kapal tersebut kebelakang menggunakan kakinya.


Kini hanya tersisa lan wu dan pria tua di hadapannya. Mereka nampak diam sembari mengukur kemampuan satu sama lainnya, sebelum memutuskan untuk bertarung secara langsung.


"Memang benar wilayah barat bukanlah mudah untuk di taklukkan, setelah kepergian sosok terhebat di perang besar beberapa tahun lalu, kini muncul lagi orang kuat yang bahkan telah melampaui kemampuan pendahulunya" ucap pria tua yang berada di hadapan lan wu.


"Kakek tua, aku sarankan agar kau tidak terlibat dalam urusan keluarga kaisar.! Karna nantinya akan buruk untuk nyawamu" jawab lan wu seraya tersenyum sinis.


"Hahahahaha.. aku sangat suka tantangan dari anak muda berbakat seperti mu, namun jangan pernah kau meremehkan orang yang terlebih dahulu melihat langit sebelum dirimu" nampak pria tua tersebut tertawa terbahak-bahak.


"Nak.. kau masih dapat berkembang lebih jauh. Aku hanya ingin mengatakan pada mu, bahwa ada baiknya merelakan sebuah nyawa untuk menyelamatkan jutaan nyawa lainnya" sambung pria tua tersebut.


Dengan cepat tinju lan wu mendarat di wajah pria tersebut hingga terpental jauh ke arah belakang.


"Kau hanya sampah dari masa lalu yang menunjukan taring usai singa lainya telah mati, ketahuilah jika aku hendak melakukan sesuatu maka penguasa alam nirwana tidak akan sanggup menghentikan ku..!" Bentak lan wu sembari menarik pedang sunyi dari sarungnya.


Usai merasakan sendiri pukulan lan wu, nampak pria tua yang kini telah melayang kembali terlihat begitu heran.


Aura yang terpancar dari tubuh lan wu nampak semakin besar dan melampaui tekanan aura miliknya, selain itu kecepatan lan wu tidak mampu untuk ia imbangi.


"Anak ini.. kekuatannya tidak main-main..!" Keluh pria tua seraya menatap lan wu yang bersiap menyerang.


"Pergilah..! Hari ini aku tidak ingin melumuri tangan ku dengan darah kotor mu..! Camkan baik-baik apa yang ku katakan kepada mu tadi, karna nantinya tidak akan ada ampunan jika aku menemui mu nanti di pertarungan selanjutnya.!" Bentak lan wu entah mengapa membuat pria tua di hadapannya mendadak gemetar.

__ADS_1


"Hahahahahha.. kau sungguh menarik, namun bukan berarti aku bisa kau kalahkan. Kalau begitu sampai berjumpa lagi di pertarungan yang sesungguhnya" ucap ria tersebut seraya memasuki lingkungan hitam yang terbentuk di belakangnya lalu menghilang bersamaan dengan pria tersebut.


__ADS_2