
Pagi hari lan wu terbangun akibat mendengar suara keributan dari arah luar. Ia sontak membersihkan diri dan mengganti pakaiannya lalu berjalan menghampiri asal keributan tersebut.
"Hmm.. rupanya pertandingan pertama akan di mulai" gumam lan wu yang melihat para murid berbondong-bondong menuju lapangan utama.
"Aku tidak punya waktu untuk menonton" jelas lan wu seraya melompat ke udara kemudian terbang dengan kecepatan tinggi.
Di perjalanan, ia berpas-pasan dengan rombongan perguruan lain yang melintas di udara sembari menunggangi hewan langit.
Ia sama sekali tidak memperdulikan rombongan tersebut dan tetap menatap lurus ke arah depan.
Sementara para rombongan tersebut nampak begitu terkejut melihat lan wu yang dapat terbang dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan bantuan sayap ataupun hewan langit.
Beberapa dari mereka berasumsi bahwa lan wu mungkin adalah pendekar ahli yang sengaja di utus teratai putih untuk mengamankan are luar.
"Tidak mungkin teratai putih memiliki ahli yang berada di tingkat 1000 lingkaran energi, terlebih lagi ia masih begitu muda" timpal seorang tetua yang memimpin rombongan tersebut.
"Aku yakin dia pasti berasal dari 10 kekuatan utama yang lama menyembunyikan dirinya" sambung tetua tersebut.
Beberapa saat setelah lan wu melewati rombongan tersebut, ia kembali berpas-pasan dengan rombongan lain. Kali ini lan wu sedikit terkejut melihat beberapa wajah yang tidak asing baginya.
"Naga emas?" Gumam lan wu semabari memperhatikan wajah dari seorang pria yang berdiri paling depan di atas seekor naga berwarna merah.
"Hahaha.. naga menaiki naga..? Sungguh membuat ku salah paham" sambung lan wu seraya tertawa terbahak-bahak menatap kearah naga emas yang kian mendekat.
Lan wu sontak menghadang rombongan tersebut dengan menggunakan 2 tapak apinya. Perbuatan lan wu sontak mengagetkan rombongan naga emas.
Akan tetapi naga emas tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi 2 tapak api yang begitu di kenal oleh nya.
__ADS_1
"Saudara lan, jangan membuat para murid-murid ras naga menjadi salah sangka" ucap naga emas sembari menghela nafas.
"Hahaha maaf.. maaf.. aku hanya sedikit terkejut melihat dirimu naga emas" jawab lan wu sembari terbang mendekat.
"Lancang.!!" Teriak seorang murid seraya mengarahkan energinya kearah lan wu.
Akan tetapi lan wu dengan sangat mudah dapat menghancurkan jurus murid tersebut.
Lan wu sontak mengeluarkan sepertiga dari aura singa iblis untuk menakuti murid tersebut.
Tanpa di sangka. Bukan hanya para murid dari ras naga yang ketakutan, akan tetapi naga merah yang di tunggangi mereka terlihat menjaga jarak dari lan wu.
"Bagaimana bisa kau mendapatkan aura mengerikan seperti itu? Apakah itu bentuk baru dari aura neraka?" Tanya naga emas seraya mengeluarkan pelindung energi untuk menghalangi aura lan wu.
"Hmm. Biasa di bilang begitu" jelas lan wu sembari menetralkan aura singa iblis.
"Ada keperluan apa kau berada di alam dewa?" Tanya naga emas dengan wajah sedikit heran.
"Aku mendadak berada di sini usai peristiwa kebangkitan darah naga di alam fana" jawab lan wu santai.
"Apa..?! Apakah kau tidak bercanda?" Tanya naga emas yang begitu terkejut.
"Tentu, aku sendiri yang menekankan ledakan darah terjadi. Bisa dibilang ras naga di alam fana sekarang memiliki banyak bibit unggul" sambung lan wu sembari tersenyum.
"Ah.. aku ingin mengatakan bahwa ras iblis telah menampakkan dirinya" sambung lan wu tambah mengejutkan naga emas.
"Benarkah..? Sial..! Ini begitu cepat..!" Ujar naga emas sedikit geram.
__ADS_1
"Apakah kau telah menyampaikan pesan ku kepada ayah ku serta naga dewa?" Tanya lan wu kali ini dengan wajah serius.
"Aku belum sempat mengatakan nya, ada beb.." ucapan naga emas terputus usai mendapat pukulan hebat dari lan wu.
Naga emas terseret sampai di ujung ekor naga merah yang di tunggangi nya.
Sementara para murid sontak memasang siaga usai merasakan hawa membunuh yang begitu besar dari lan wu.
"Berkat mu sakte ku hancur..! Berkat mu aku tidak mengetahui kondisi dari keluarga ku..!! Apakah kau masih pantas memanggil ku saudara..?!" Teriak lan wu dengan wajah memerah menahan amarahnya.
Naga emas yang kini berhasil menstabilkan tubuhnya, seketika terdiam usai melihat tiga tombak yang begitu di kenali oleh nya.
"Pi..pilar langit..?" Ujar naga emas tak percaya.
"Jika bukan karena perjanjian darah, mungkin salah satu tombak ini telah tertancap di tubuh mu.." seru lan wu mencoba menenangkan dirinya.
Ucapan lan wu sedikit membuat naga emas terdiam. Ia tidak menyangka akan begitu tertekan menghadapi kemarahan lan wu, selain itu ia sebagai pemimpin dari istana naga tidak mudah merasa tertekan, terlebih lagi dari seseorang yang berasal dari alam fana.
Walaupun lan wu tidak memiliki tombak Huanlin, naga emas begitu yakin. Mengalahkan lan wu yang kini memiliki aura aneh serta ratusan jurus tinggi sangat lah susah.
"Saudara lan, aku sungguh tidak mengetahui hal tersebut. Aku baru saja kembali dari pertemuan di kekaisaran untuk membahas gejolak ras harimau yang mendadak melakukan pergerakan di area inti kekaisaran" jelas naga emas sembari menetralkan enegi petarungnya.
"Aku akan mengutus beberapa tetua dari istana naga untuk berjaga di sakte mu, aku harap ini dapat membayar kesalahan ku" sambung naga emas dengan wajah bersalah.
"Semoga saja..!" Ujar lan wu seraya menghentakkan kakinya di kepala naga merah sesaat sebelum kembali
Lan wu kembali terpikirkan akan perbuatannya tadi sewaktu bertemu dengan naga emas. Ia sungguh tidak menyangka bahwa situasi akan memburuk seperti tadi.
__ADS_1
Ia sungguh kesal akan dirinya yang tidak sanggup menahan emosinya.