Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Rencana tersembunyi emas biru 2.39


__ADS_3

Sampai di toko tersebut, lan wu bergegas masuk dan menanyakan keberadaan xioca dan lainya. menurut perkataan penjaga toko, xioca dan lainya telah pergi beberapa jam sebelum lan wu datang. Penjaga toko juga mengatakan bahwa xioca menyuruh lan wu untuk terlebih dahulu mengunjungi istana kaisar emas biru.


Lan wu sedikit heran dengan permintaan xioca tersebut, terlebih lagi mereka tidak seharusnya pergi tanpa memberi tau tujuan mereka.


"Baik, jika mereka kembali ke sini katakan kepada xioca untuk menunggu ku" ujar lan wu seraya melompat ke udara.


Lan wu memutuskan untuk mengunjungi istana kaisar. Ia begitu penasaran akan maksud dari xioca yang menyuruhnya demikian. Tidak beberapa lama akhirnya lan wu sampai di depan gerbang masuk. Ia tidak menyangka bahwa penjagaan di gerbang tersebut begitu ketat. Bahkan pelayan istana yang hendak masuk kedalam harus melewati pemeriksaan khusus di gerbang tersebut.


Kini giliran lan wu untuk di periksa, nampak hampir 19 prajurit berdiri di sekelilingnya. Mereka seakan tau bahwa lan wu bukanlah penduduk bisa, mungkin mereka mekihat jubah serta pedang yang berada di pinggang lan wu. Lan wu kemudian di persilahkan untuk mendekat ke sebuah pos yang berada tepat di samping gerbang tersebut untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.


"Apakah anda berasal dari kekaisaran Qin?" Tany seorang prajurit yang berada di dalam pos tersebut.


Lan wu hanya mengangguk sembari mengawasi sekelilingnya.


"Jubah yang anda kenakan merupakan jubah sakral di istana ini,  setiap prajurit lama seperti ku akan gemetaran jika melihat jubah ini, jubah yang dikenakan oleh seorang iblis untuk membantai rakyat dan keluarga kami, kami begitu membenci orang dari pedang dewa..!!" Teriak prajurit tersebut sontak membuat seluruh orang menatap ke arah lan wu.


" Jendral besar kami, di permalukan oleh kalian..! Dan kini kau berani masuk ke wilayah istana seorang diri?! Sepertinya tetua terlalu memandang remeh kekaisaran kami.!" Ujar prajurit tersebut sembari mengerahkan jurusnya untuk menyeang lan wu.


Namun lan wu dengan mudah menahan pukulan dari prajurit tersebut kemudian membantingnya ke tanah. Ia menatap sekitar seraya mengeluarkan pedang sunyi dari sarungnya. Lan wu berdiri tegak dan menatap tajam ke arah orang-orang yang sedari tadi memandangi nya dengan tatapan benci.


"Aku adalah orang yang membantai nyawa orang-orang emas biru, jika kalian hendak membalas dendam silahkan maju. Aku akan meladeni kalian" ucap lan wu dengan nada datar.


Sontak ucapan lan wu membuat orang-orang yang tengah berbaris di depan gerbang mendadak lari kocar-kacir. Sementara para prajurit yang berjaga di gerbang nampak bersiaga sembari membentuk formasi menyerang.


Lan wu yang melihat hal tersebut hanya menghela nafas seraya menepuk jidatnya. Ia merasa bahwa pilihannya untuk datang ke istana bukanlah hal yang baik.

__ADS_1


"Xioca, semoga benar ada hal penting yang ingin kau tunjukkan kepada ku, namun jika ini hanya bagian dari rencana mu untuk mengerjai ku. Ini sangat tidak lucu.!" Gumam lan wu sembari berlari menerjang para prajurit yang mendekat ke arahnya.


Ia dengan mudah berhasil menebas kaki para prajurit. Tidak butuh waktu yang lama bagi lan wu untuk menumbangkan seluruh prajurit penjaga gerbang. Kini di luar gerbang di hiasi oleh suara rintihan dari para prajurit yang terluka akibat pedang lan wu. Lan wu hanya melumpuhkan gerak dari prajurit-prajurit tersebut tanpa membuh. Ia khawatir jika dendam lama akan kembali memakan korban jika ia terbawa emosinya.


"Apakah mereka tidak peduli dengan teriakan para prajurit ini?" Gumam lan wu sedikit heran.


Ia sebenarnya ingin memancing pemimpin dari para prajurit tersebut keluar, dengan begitu ia akan lebih mudah membicarakan maksud kedatangannya. Lan wu berfikir jika ia masuk kedalam istana tanpa informasi, itu akan begitu sulit baginya untuk memeriksa area dalam istana, terlebih lagi ia hendak mengakhiri dendam lama antar dirinya dan kekaisaran emas biru.


Lan wu tidak menyangka bahwa masih ada orang-orang di kekaisaran emas biru yang masih dendam padanya, padahal lan wu berfikir usai berperang bersama melawan musuh dari luar tidak ada lagi dendam antar kekaisaran di wilayah barat, namun rupanya perkiraan lan wu meleset. Perang tersebut hanya menyatukan orang-orang dengan ambisi yang sama, usai perang selesai begitu pula dengan aliansi.


Lan wu akhirnya memutuskan untuk menyamar sebagai prajurit agar dapat lebih leluasa bergerak di dalam istana. Ia terlebih dahulu mengingat para prajurit dan di letakan di belakang pos jaga, usai memastikan tidak ada lagi yang tersisa. Lan wu akhirnya bergerak masuk ke dalam istana.


Penjagaan di dalam istana tidaklah seketat di luar, sehingga memudahkan lan wu untuk masuk ke dalam istana.


Ruangan di istana tersebut sangatlah besar, terdapat beberapa ruangan yang harus di lewati agar dapat sampai di tahta kaisar. Tujuan lan wu ialah mencari beberapa prajurit lama untuk ditanyai beberapa hal mengenai aktivitas pasukan dan rencana yang sedang di jalankan oleh kaisar.


Pada dasarnya setiap pasukan dalam sebuah kekaisaran terbagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan warna zirah yang mereka kenakan. Zirah hitam adalah pasukan tingkat 1 yang baru bertugas selama beberapa bulan. Kereka khusus ditugaskan untuk menjaga kediaman kaisar dan tidak di perbolehkan menjalankan misi. Yang ke 2 adalah zirah putih, yang merupakan pasukan kavaleri dan pemanah handal. Mereka bertugas melindungi negara dari invasi dan serangan musuh.


Selanjutnya adalah zirah merah, mereka adalah pasukan yang telah melewati berbagai perang dan berjasa besar terhadap kekaisaran. Tugas mereka adalah menggali informasi serta melakukan serangan kejut untuk mengacak pertahanan lawan, mereka menjadi pion utama dalam sebuah serangan usai memberikan informasi penting kepada orang-orang di istana.


Terakhir adalah zirah emas, pasukan khusus yang bertugas melindungi anggota kerajaan. Dalam divisi ini biasanya prajurit tingkat zirah emas menguasai ilmu peperangan, dan kultivasi setingkat tahap suci awal, dan dapat terus meningkat tergantung pelatihan yang mereka jalani.


(Back to story).


"Maaf saudara, apakah kalian mengetahui kejadian-kejadian yang tengah muncul di kekaisaran kita?" Tanya lan wu kepada 2 prajurit tersebut.

__ADS_1


"Tentu saja senior, namun sungguh aneh melihat Anada yang merupakan prajurit zirah merah tetapi tidak mengetahui hal tersebut" jawab salah satu dari prajurit tersebut dengan nada heran.


"Hahahahaha.. aku beberapa hari ini sedang berlibur ke rumah keluarga ku, jadi tidak mengetahui kejadian yang terjadi di istana. Aku hanya ingin menambah informasi sebelumnya mulai menyelidikinya" jawab lan wu dengan nada tenang.


Kedua prajurit tersebut saling menatap seraya mengangguk pelan. " Baiklah jika begitu senior, sebenarnya beberapa Minggu ini para prajurit tingkat zirah merah telah di turunkan ke area kekaisaran QIN. Mereka di tugaskan agar.." ucapan prajurit tersebut terpotong bersamaan dengan munculnya seorang jendral dari balik pintu yang mereka jaga.


"Hormat kepada jendral Can" ujar kedua prajurit tersebut seraya membungkuk.


Lan wu yang masih terdiam akhirnya segera membungkuk untuk menutupi keterkejutannya.


Jendral tersebut terlihat menatap lan wu dengan tatapan tajam, ia kemudian mendekat dan beridiri tepat di hadapan lan wu yang masih menunduk.


"Bukankah kau seharusnya berada di kekaisaran Qin, meskipun prajurit zirah merah telah di turunkan sebanyak 200 pasukan, namun hal tersebut belumlah cukup untuk menghadapi keadaan genting yang nantinya terjadi" ujar jendral Can dengan nada tegas.


"Maaf jendral. Aku baru pulang dari libur ku, itulah mengapa aku bertanya kepada junior-junior ku sebelum berangkat menuju kekaisaran QIN. Maaf mengganggu waktu anda, saya pamit untuk menyusul rekan-rekan saya" ucap lan wu sembari berbalik dan berjalan pelan.


"Berhenti.!" Ucap jendral tersebut sontak membuat lan wu sedikit waspada.


"Lupakanlah, aku kebetulan membutuhkan prajurit zirah merah untuk mengawal putri kaisar menuju sakte gunung biru" sambung jendral tersebut.


"Maaf jendral, bukankah itu merupakan tugas khusus dari senior zirah emas?" Tanya lan wu dengan nada heran.


"Benar, namun jumblah prajurit zirah emas tidaklah sebanyak dulu. Kini prajurit zirah emas hanya tersisa 50 orang, selain itu umur mereka sudah tidak muda lagi, hingga yang aktif. Bertugas hanyalah sekitar 20 lebih. Beberapa lainnya telah di tugaskan untuk mengawal pangeran ke wilayah timur, dan hanya tersisa 5 orang untuk mengawal putri. Dengan adanya dirimu akan lebih mudah dalam hal menganalisa Medan serta para pembunuh yang mengintai" jelas jendral tersebut.


Lan wu tidak dapat menolak, selain itu ia juga akan mendapat informasi lebih jelas mengenai tujuan pangeran serta para prajurit zirah merah yang di kirimkan ke kekaisaran QIN. Banyak hal yang mengganjal di benak lan wu, entah mengapa ia seperti merasakan sebuah firasat buruk dibalik pergerakan kekaisaran emas biru. Ia hendak mengetahui lebih jelas mengenai hal tersebut, untuk urusan wu Jia ia serahkan kepada xioca dan yiyi.

__ADS_1


Pasti ada alasan tersendiri bagi xioca menyuruh lan wu datang ke area istana, sedangkan alasan mengapa yiyi dan lainya pergi terlebih dahulu bisa jadi mereka telah menemukan keberadaan wu Jia dan telah memiliki cara untuk melawan Kun dan xuliy.


__ADS_2