
"Sebelum menemukan keadilan untuk saudariku, maka aku akan tetap disini" jawab Lan wu yang menghancurkan jari raksasa tersebut dengan satu jarinya.
Kini ekspresi Xiannu tidak lagi tenang. Ia menyadari bahwa kemampuan pria dihadapannya tidaklah biasa.
"Jari langit merupakan jurus milik Tianwe yang mampu menghancurkan sebuah gunung dengan sangat mudah, kau pasti bertanya-tanya mengapa jurus tersebut bisa dihancurkan dengan mudah..." Ucap Lan wu yang tersenyum sesaat.
"Akan aku tunjukkan kekuatan sebenarnya dari jurus langit.." ujar Lan wu seraya mengarahkan jari telunjuknya keatas.
Dari balik awan muncul sebuah jari telunjuk berwarna emas mengarah tepat kepada Xiannu. Tekanan dari jari langit milik Lan wu berkali-kali lipat dari jurus milik Xiannu.
Hal tersebut sampai menarik perhatian 5 tetua sayap surgawi untuk datang ketempat tersebut. Mereka begitu tercengang akan kemampuan milik Lan wu.
"Aku sungguh tidak menyangka bahwa senior seperti anda sudi untuk datang ke sakte kecil saya.." tutur seorang pria tua yang merupakan ketua sakte sayap surgawi.
"Perkenalkan namaku Tian Jueding dan ini adalah cucu ku yang bernama Tian Xiannu, aku merupakan ketua sakte sayap surgawi. Kalau boleh tau siapa nama senior ini?" Tanya pria tua tersebut dengan nada sopan.
"Tian.. apakah mereka merupakan keturunan dari ras langit kuno?" Pikir Lan wu menebak.
"Nama ku Hu Chi. Anda bisa memanggilku sesukanya. Tujuan ku kesini hanya ingin mendengarkan penjelasan dari sakte anda atas pengusiran saudari ku..!" Tutur Lan wu dengan gaya bicaranya.
"Ini hanya kesalah pahaman, aku akan mengurus hal ini dan mulai sekarang saudari anda akan menjadi murid inti di sakte ini" jawab Tian Jueding yang membuat Sasa begitu senang.
"Tetu ke 2, aku melihat potensi besar pada anak itu. Bagaimana menurutmu?" Tanya Tian Jueding yang di iyakan oleh tetua ke 2.
"Benar, namun sebelumnya aku sama sekali tidak melihat hal ini.."
"Aku melatih fisiknya menjadi lebih kuat, potensi saudari ku begitu besar namun dikarenakan fisik nya yang begitu lemah makanya energi dan auranya terhalang.." potong Lan wu yang semakin membuat para tetua geleng-geleng.
"Anda memiliki kemampuan dan pemahaman yang tinggi.."
__ADS_1
"Aku sudah menyelesaikan masalah saudari ku jadi aku akan pergi.." potong Lan wu yang hendak melangkah.
"Tunggu dulu senior..." Cegat tetua ke 3 yang merupakan seorang wanita.
"Ada apa..?! Ingin berlatih..?!" Balas Lan wu dengan nada mengancam.
"Tentu tidak senior, aku hanya mengusulkan jika anda bergabung dengan sakte kami.. bagaimana menurut anda..?" Tanya tetua tersebut yang mengeluarkan pesonanya.
"Lancang..!" Geram Lan wu bersamaan dengan tetua ke 3 yang mental beberapa langkah dari hadapan Lan wu.
"Ingat ini tetua...jika kau berani memperdaya ku dengan pesona mu, maka aku akan menghancurkan wajah cantik mu itu..!" Ancam Lan wu.
"Bocah tidak tau diri..!" Terdengar suara teriakan dari arah atas bersamaan dengan munculnya seorang pria dengan tinju mengarah tepat kepada Lan wu.
Lan wu membalas tinju tersebut dan berhasil memukul mundur pria yang menyerangnya.
"Tahan dirimu tetua ke 1. Dia bukanlah lawan yang mudah.." cegah Tian Jueding.
Lan wu memikirkan sejenak tawaran tersebut. Setelah beberapa permohonan dari ketua sakte dan tetua, akhirnya Lan wu bersedia.
** Di sebuah pondok besar milik Tian Jueding **
Lan wu kini duduk bersama dengan Tian Jueding, Tian Xiannu, dan 3 tetua terdekat ketua sakte seraya menikmati anggur spesial milik Tian Jueding.
"Bagaimana rasa anggur ku senior Hu? " Tanya Tian Jueding dengan nada gembira.
"Nikmat, ini merupakan anggur terenak yang pernah ku minum di kekaisaran Qin.." jawab Lan wu yang tak bisa menyangkalnya.
"Katakan kepada ku ketua Ding...apakah tujuan mu hanya sebatas memberikan anggur ini?" Tanya Lan wu seketika membuat ketua sakte tersebut tertawa canggung.
__ADS_1
"Anda sanggat jeli senior.."
"Cukup panggil Hu saja biar enak didengar" potong Lan wu.
"Baiklah tuan Hu, sebenarnya aku ingin menanyakan perihal jurus jari langit yang sebelumnya anda tunjukan. Aku penasaran bagaimana anda bisa mempelajarinya tanpa kitab jari langit?" Tanya Jueding yang sedari tadi di tunggu oleh 3 tetua disampingnya.
"Terlebih lagi kekuatannya melebihi jurus yang kami pelajari, apakah anda bisa menjelaskan kepada kami?" Tanya tetua ke 2 penuh harap.
"Jurus jari langit yang kalian latih tidaklah sempurna, dari yang aku lihat sebelumnya maka bisa ku tebak bahwa itu berada di tahap pemadatan..." Jelas Lan wu seraya meneguk anggur di cangkirnya.
"Terdapat beberapa tahap yang harus di kuasai agar mendapatkan hasil yang sesungguhnya, tahap-tahap tersebut ialah tahap pembentukan, tahap pemadatan, tahap penyesuaian, dan tahap akhir.
Kalian telah mengetahui dua tahap jurus langit selanjutnya akau akan menjelaskan dua tahap tersisa. Tahap penyesuaian adalah fase dimana energi dan roh kalian akan memasuki ruang tertentu dari tehnik jari langit.
Tanda-tanda bahwa kalian telah melewati tahap penyesuaian adalah ketika energi inti kalian telah menyatu sepenuhnya dengan jurus tersebut.
Salah satunya adalah warna jari langit. Putih berarti polos yang dimana jurus tersebut masih kosong dan belum bercampur dengan energi inti kalian.
Jari langit akan berubah warna sesuai dengan inti dari energi kalian, jika warna dari jari langit berbeda dengan inti energi kalian maka bisa jadi aura kalian yang yang bercampur" jelas Lan wu yang di simak dengan serius oleh Jueding dan lainya.
"Apakah ada perbedaan antara inti energi di jari langit sama aura?" Tanya Xiannu membuat Lan wu sedikit terkejut.
"Pertanyaan yang bagus. Jawabnya adalah tidak ada, tahap penyesuaian hanyalah masalah menggabungkan penggunaan dengan jurus semacam seorang pendekar pedang dengan pedangnya.
Menyesuaikan berat pedang, ukuran, keseimbangan, dan lainya. Semakin kuat penyesuaian kalian maka akan semakin kuat jurus tersebut..." Jelas Lan wu yang dipahami oleh Xiannu.
"Lalu bagaimana dengan tahap akhir?" Tanya Jueding.
"Tahap akhir adalah evolusi, dalam hal ini masing-masing dari kalian akan memiliki jalan berbeda tergantung dengan pemahaman yang didapat.
__ADS_1
Akan aku tunjukkan tahap evolusi milik ku.." ucap Lan wu yang berjalan keluar dari pondok diikuti oleh yang lainnya.