
"Suatu hari muncul sosok yang kami sebut dewa datang kedunia ku untuk mengambil alih. Dia beserta pengikutnya membuat kekacauan besar hingga menarik seluruh kekuatan besar dunia ku untuk muncul dan melawannya.."
"Pertaruangan tersebut berlangsung lama dan memakan banyak korban jiwa dari pihak dunia ku..."
Lan wu mulai menceritakan kisah tentangnya dengan penuh semangat, sementara Cei Hua dan lainya ikut menikmati cerita Lan wu.
Butuh waktu hampir sejam untuk Lan wu menyelesaikan ceritanya yang diakhiri dengan beberapa pertanyaan dari orang-orang disekitarnya akan sosok tersebut.
"Jadi.. Lan wu adalah keberadaan terkuat di alam mu..? Dan apa yang ia lakukan sekarang?"
Tanya Xianli yang penasaran.
"Begitulah.. mengenai apa yang ia lakukan sekarang...? Mungkin sedang menikmati makanan dan teh.."
Jawab Lan wu seraya tersenyum geli.
"Senior Lan wu pasti merupakan orang yang terpilih, bahkan di dunia ini kekuatannya masihlah yang teratas.."
Kini giliran Yisun berkomentar.
Lan wu dapat melihat dengan jelas bahwa wanita tersebut begitu mengagumi sosok yang diceritakan oleh Lan wu. Terlebih lagi tentang kemampuan berpedang miliknya yang terdengar mengagumkan.
"Tapi Bai xang... Kenapa orang sehebat itu tidak naik ke dunia ini..? Seharusnya kekuatan sebesar itu akan membuatnya ingin mencari lawan sebanding.."
Sambung Cei Hua dengan nada bertanya.
"Walaupun demikian, tapi dibandingkan dengan orang-orang dari dunia kalian tentu terdapat selisih jarak dan kekuatan. Namun, mengenai datang ke dunia ini atau tidak.. aku rasa itu tidak terlalu penting.."
Jawab Lan wu yang kemudian sedikit melamun.
Setelah selesai perjamuan, merekapun pamit kembali untuk beristirahat di penginapan.
Dalam perjalanan pulang Xianli tidak berhenti menanyakan perihal sosok didalam cerita Lan wu.
Hingga muncul satu pernyataan yang membuat Lan wu terdiam seketika.
"Kapan tuan Bai akan kembali ke dunia anda?"
Pertanyaan tersebut bak skakmat dalam permainan catur yang tidak bisa dipertanyakan ataupun dibalikan.
Bagi Lan wu hal tersebut adalah keinginan terbesar dirinya yang hampir mustahil bisa ia capai.
Bagaimanapun tidak banyak orang mengetahui tentang alasan Lan wu berada di dunia ini bahkan dirinya sendiri tidak bisa menjawab.
__ADS_1
"Itu.. entahlah, berharap saja bahwa hal tersebut bisa diwujudkan.."
Lan wu tersenyum pedih kemudian berjalan terlebih dahulu dari lainnya.
Xianlu sontak memukul kepala saudarinya sembari menunjuk kearah Cei Hua yang terlihat murung.
**
Pagi harinya mereka telah bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat kompetisi perburuan digelar.
Rombongan istana Shandian yang beranggotakan sekitar 30 elit prajurit dengan 1 jendral dibawah pimpinan pangeran ketiga juga ikut berangkat bersama dengan rombongan Cei Hua.
Pangeran ketiga menawarkan Cei Hua agar menumpang bersamanya di kereta kuda miliknya. Hal yang sedikit mengejutkan adalah Cei Hua menerima tawaran tersebut tanpa berbicara banyak.
"Ada apa dengan wanita itu..?"
Heran Lan wu yang memilih untuk melompat keatas punggung gagak Jade bersama Yisun dan lainya kemudian terbang bersamaan dengan kereta kuda pangeran ketiga.
"Tuan Bai.. apa anda membuat ratu kesal malam tadi?"
Tanya Xianli mendahului Yisun dan Xianlu.
"Mmmm.. tidak, sepulangnya kita dari istana dia langsung mengganti pakaiannya lalu tidur. Bahkan aku harus tidur dilantai karna tidak kebagian tempat. Memangnya kenapa?"
Tanya Lan wu kembali dengan waja bingung.
Gumam Yisun pelan sembari menatap kearah Cei Hua yang terlihat diam mengabaikan ucapan pangeran ketiga.
Berbeda dengan Lan wu yang menikmati perjalanan tersebut seraya bercerita dengan Xianli dan para prajurit dan bahkan tidak nampak ekspresi janggal padanya.
Setelah terbang sampai sore, mereka akhirnya berhenti disebuah hutan kecil yang berdekatan dengan sungai. Tempat tersebut terlihat begitu indah dihiasi oleh kunang-kunang yang hinggap di rerumputan kecil dipinggir sungai.
Lan wu membantu para prajurit mendirikan beberapa tenda kemudian pergi membersihkan dirinya di sungai.
Beberapa prajurit mengikuti Lan wu dengan alasan yang sama.
"Ah.. sudah lama tidak berendam di sungai seperti ini.."
Ucap Lan wu yang merasa segar usai tubuhnya terbenam di air.
"Wahh.. anda benar tuan Bai.. ini sangat nyaman"
Sahut keempat prajurit yang juga membenamkan tubuh mereka berdekatan dengan Lan wu.
__ADS_1
Mereka bersandar dipinggir sungai seraya menikmati kesegaran tersebut masing-masing dalam diam.
"Anu tuan Bai.. apakah anda berasal dari sakte cakar macan?"
Tanya seorang prajurit membuka pembicaraan.
"Benar.."
"Wah kalau begitu kau mengenal keponakan ku Wu Chen..?"
Sambung prajurit tersebut yang sontak membuat Lan wu sedikit terkejut.
"Wu Chen..? Oh aku mengenalnya, kebetulan aku adalah guru yang sering membimbing keponakan mu di sakte cakar macan.."
Balas Lan wu merahasiakan identitas nya sebagai master pribadi Wu Chen.
"Hahahhaha sungguh keberuntungan besar bagi Chan'er memiliki pembimbing seperti anda. Aku khawatir bahwa saudara Sanju tidak bisa mengatasi kecacatan Chen'er.."
Sambung prajurit tersebut yang tertawa senang lalu berubah murung.
"Apa keluarga Wu Chen memiliki masalah?"
Tanya Lan wu yang merasa situasi muridnya Riska begitu sederhana.
"Hais..."
"Beberapa tahun yang lalu ayah dan ibu Chen'er meninggalkan keluarga utama dan tinggal di kota kecil bernama Little rock, dimana berdekatan dengan sakte anda.."
"Chen'er sejak lahir tidak memiliki akar spritual dan meridianya rusak. Hal tersebut yang membuat keluarga Wu mengusir mereka dari keluarga utama.."
"Beruntung saudara Sanju adalah pendekar yang berbakat jadinya ia berhasil menjadi sosok penting dari kota little rock dan menempati salah satu dari 4 posisi kekuatan utama kota itu.
Adapun kakak tertua dari Chen'er, Wu mengyi mendapatkan perhatian khusus dari patriark keluarga utama dan tinggal di ibukota ras manusia sebagai generasi muda paling berbakat dari keluarga Wu.
Anak itu begitu bodoh hingga memutuskan hubungan darah dengan orang tua serta saudaranya sendiri dan memilih kehidupan nyaman di keluarga utama..."
Jelas pria tersebut dengan wajah sedih yang ia tutupi dengan senyum.
"Mungkin ada kesalahpahaman antara keduanya, beberapa waktu nona Mengyi berkunjung ke sakte cakar macan dan bertemu dengan Wu Chen. Tidak ada kebencian antara mereka dan malah Wu Chen mengenalkan nona Mengyi secara pribadi pada ku"
Potong Lan wu.
"Haih... Tentu saja Wu Chen tidak mengetahui hal tersebut. Saudara Sanju dan kakak ipar merahasiakan kejadian itu agar Wu Chen tidak melakukan hal diluar dugaan"
__ADS_1
"Tuan Bai... Jika nanti anda kembali ke sakte cakar macan, maukah anda menemui saudara Sanju dan mengajaknya untuk pindah di kota Canglan..? Katakan padanya bahwa keluarga Kong ku bersedia menerima mereka.."
Sambung pria tersebut kemudian pamit terlebih dahulu untuk kembali kearah tenda.