
Wajah Lan wu tampak sedikit berkeringat sebelum akhirnya ia menghela nafas usai aura dari pilar langit tidak lagi terasa.
"Aura nya hilang..?"
Ucap Wan Xin melirik kearah Lan wu yang kini kembali duduk di kursinya.
"Benar, lebih tepatnya guru Lan yang menyegel aura dari tombak mengerikan itu. Ia tidak ingin kedua murid mendapatkan tekanan saat bertarung diatas tombak itu.." sambung tetua ke 4 yang dipahami oleh tetua lainya.
Tanpa mereka sadari, terlihat Lan wu mengepalkan kedua tangannya seperti menahan sesuatu yang berat. Hal tersebut membuat nya tidak bisa bernafas dengan teratur.
"Ada apa ini..? Aura singa iblis seakan-akan ingin keluar dengan sendirinya.."
Lan wu menarik nafas panjang kemudian berusaha menekan gejolak aura singa iblis yang semakin tidak terkendali.
"Cih, tidak ada cara lain.." ujar Lan wu kemudian bangkit dari duduknya.
Ketua sakte yang melihat kegelisahan Lan wu, sontak bertanya padanya.
"Ada guru Lan? Kemana anda ingin pergi?"
"Aku ada urusan mendesak jadi tidak bisa menonton pertandingan terakhir ini, tolong awasi Chen'er.."
Jawab Lan wu kemudian bergegas meninggalkan tempat tersebut dengan tergesa-gesa.
Sesampainya ia diluar sakte cakar macan, Lan wu melepaskan aura singa iblis yang kemudian menyebar hingga membuat beberapa hewan spritual berlarian menjauhi area tersebut.
"Sial, ada apa ini..?!"
Gumam Lan wu yang bahkan tertekan oleh aura singa iblis miliknya.
Ia melompat ketas kemudian melesat kearah gunung diikuti oleh ledakan ditanah setiap kali ia melewati area tersebut.
"Kau ingin mengamuk hewan kecil.?! Baiklah, mari kita lihat kekuatan mu setelah lama tertidur..!"
Lan wu mengarahkan tinjunya kesebuah gunung menggunakan seluruh kemampuannya.
Bledar..!!
Seketika gunung tersebut hancur berkeping-keping usai terkena pukulan Lan wu.
Perlahan-lahan Avatar singa iblis yang menyelimuti Lan wu terlihat berdiri kokoh ditempat gunung yang hancur tersebut sembari mengeluarkan bola energi dari dalam mulutnya.
"Ada apa dengan mu singa tua..?" Kaget Lan wu yang tidak bisa mengendalikan wujud tersebut.
"Sial, ini akan menciptakan kerusakan besar disekitar area ini. Beruntunglah aku yang memutuskan untuk menjauhi sakte cakar macan.."
"Maaf Chen'er, sepertinya aku harus menunda pertaruangan mu.."
Lan wu kemudian mengeluarkan pedang energinya yang kemudian ia masukkan pesan didalamnya.
__ADS_1
"Chen'er, dalam waktu setengah tahun aku harap kau bisa menyelesaikan semua latihan yang ku berikan. Datanglah kebagian barat 100km dari sakte cakar macan dan gunakan pedang energi ini untuk membuka segel yang aku buat..
Saat ini aku tidak bisa menjelaskan apa-apa pada mu, namun.. aku berjanji akan menceritakan semuanya setelah waktu yang ditentukan. Tetaplah berjuang dan jadi murid yang membanggakan..!"
Seru Lan kemudian menerbangkan pedang energi miliknya.
Lan wu kini mengangkat kedua tangannya sembari melepaskan wujud aura neraka dan dewa pedang sunyi untuk menekan wujud dari singa iblis.
"4 pilar langit, segel penekan.."
Dari arah langit muncul 3 tombak hitam yang kemudian mebesar lalu menancap di tanah mengelilingi Lan wu yang terselimuti oleh 3 wujudnya.
Dari kejauhan juga terlihat satu pilar langit yang mendekat dengan cepat kearahnya.
"Segel..!"
Teriak Lan wu usai pilar terkahir hampir menancap ditanah. Akan tetapi, mendadak wujud aura neraka dan dewa pedang sunyi mendadak hancur setelah wujud singa iblis kembali mengamuk.
Bola energi yang berada di mulutnya kini melesat membentur pilar langit.
Guncangan dasyat serta beradunya dua energi berbeda membuat Lan wu merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya.
"Oh.. sial..!"
Ia menyelimuti tubuhnya dengan tiga api miliknya sesaat sebelum ledakan dahsyat menghancurkan seluruh tempat tersebut.
,,
"Hey bukankah itu seperti pedang energi milik guru Lan..?"
Ucap seorang penonton yang menyaksikan sebuah pedang melayang turun kearah Wu Chen.
Wu Chen meraih pedang tersebut dengan wajah penuh tanya, ia dapat merasakan adanya aura Lan wu yang melemah pada pedang ditangannya itu.
Setelah menyentuh pedangnya, mendadak pedang tersebut bercahaya kemudian terdengarlah pesan Lan wu.
Belum selesai Wu Chen mendengar pesan tersebut, mendadak ia berlari kearah luar dari arena tersebut dengan kecepatan tinggi.
"Hey, hentikan Chen'er..!"
Teriak ketua sakte yang bergegas menyusul Wu Chen dari.
Para tetua dan orang-orang terdekat dari sekitar Wu Chen, kini ikut bergerak untuk menghadangnya.
"Jangan menghalangi ku...! Aku akan menyelamatkan master..!" Teriak Wu Chen yang tampak mengeluarkan energi petarung miliknya.
Ia menyerang beberapa orang yang menghadang jalanya sembari terus berlari dengan cepat.
Hal tersebut berlanjut hingga orang-orang yang mencoba menghalanginya memutuskan untuk berhenti.
__ADS_1
"Chen'er... Jangan gegabah, bahkan guru Lan memberikan pesan seperti itu. Artinya apa yang sedang ia hadapi bukalah hal sepele..!"
Ketua sakte mendarat tepat didepan Wu Chen kemudian mengarahkan tapaknya mendorong Wu Chen kebelakang.
"Ketua sakte, tolong jangan menghalangi ku..!"
Wu Chen menstabilkan tubuhnya kemudian kembali berlari kearah ketua sakte.
Tepat beberapa langkah didepan ketua sakte, Wu Chen mendadak berpindah ke belakangnya kemudian kembali berlari sekuat tenaga.
Ketua sakte yang melihat hal tersebut sontak terkejut akan apa yang terjadi.
"Ketua, itu jurus yang serupa dengan penggeser waktu milik guru Lan.. sepertinya Wu Chen telah menguasainya.."
Jelas Mei qingru yang kini mengarhkan satu jurusnya kearah Wu Chen.
"Sial..! Apa yang dipikirkan oleh ketua dan para tetua sakte ini..!"
"Penggeser waktu..!"
Wu Chen kembali berpindah kearah kanan seraya mengatur nafasnya.
"Apa..?!"
Brukk.!!
Wu Chen mendadak tersungkur ke tanah setelah terkena pukulan dari Mei qingru yang mendadak muncul didepannya.
"Bagaimana.. bagiamana bisa..?!"
Wu Chen yang tersungkur ditanah, terlihat begitu kesal dan mencoba untuk kembali berdiri.
"Kemampuan mu lumayan, hanya saja.. dibandingkan dengan milik guru Lan, teknik mu itu sama sekali tak layak.."
"Bocah.. jika kau mencoba untuk tetap bergerak, maka aku akan membunuhmu ditempat..!"
Mei qingru mengeluarkan aura membunuhnya yang sanggup membuat bulu kuduk Wu Chen berdiri.
"Tetua Mei.. kau jangan berlebihan.." potong tetua pertama sembari ikut mengeluarkan aura miliknya.
"Sial... Tetua pertama juga ikut campur.." gumam Wu Chen yang kini tidak mampu lagi untuk berdiri.
Dari arah belakang, Wan Xin dengan cepat memukul pundak Wu Chen yang membuatnya kehilangan kesadaran.
Akhirnya situasi tersebut berhasil diatasi dengan baik walaupun mereka cukup kerepotan dengan Wu Chen.
"Tidak saudari Sui..!"
Dari arah lain terdengar suara teriakan bersamaan dengan Hong sui yang berlari keluar dari sisi lainnya.
__ADS_1
"Hais.. anak-anak ini.."
Beralih ke Lan wu yang saat ini tidak sadarkan dikelilingi oleh pilar langit yang menjulang tinggi.