Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Hilangnya energi pagoda suci 2.40


__ADS_3

Lan wu sampai di kediamannya tepat saat langit telah cerah di karenakan ia berjalan dengan santai sembari sesekali berhenti untuk menikmati keindahan yang dulu tidak di perhatikan olehnya.


Nampak di halaman depan yiyi dan xuya tengah berdiri sembari menanti kedatangan lan wu. Muka yiyi dan xuya terlihat gusar entah apa yang ada di pikiran keduanya.


"Kalian sudah bangun?" Tanya lan wu yang datang dari arah samping.


"Syukurlah.." ujar yiyi sembari menghapus butiran air di samping matanya.


"Eh..? Yiyi mengapa kau menangis?" Tanya lan wu dengan nada heran.


"Ayah.. ibu takut jika ayah meninggalkan ibu secara tiba-tiba" jawab xuya menahan tawa.


"Hais... Bukankah aku sudah berjanji pada mu?" Tanya lan wu sembari mengusap kepala yiyi.


Yiyi tersenyum manis sembari memegang tangan lan wu. Pandangan lan wu teralih ke arah pagoda suci. Lan wu merasakan sejumlah energi dari pedang suci yang mendadak menghilang.


"Kakak, apakah kau merasakan nya?" Tanya yiyi yang juga merasakan hal tersebut.


"Aku akan kesana dan memeriksanya..xuya apakah kau mau ikut?" Tanya lan wu dengan nada lembut.


"Tentu ayah... Ibu aku pamit ya, jangan lupa masakin makanan yang enak untuk kami" ujar xuya seraya tersenyum senang.


Yiyi hanya tersenyum melihat tingkah xuya. Ia memutuskan untuk masuk ke kediaman dan membangunkan wu Jia yang masih terlelap. Usai membangunkan wu Jia, yiyi pergi mencari beberapa bahan makanan di kota.


Di sisi lain nampak lan wu dan xuya yang kini telah berada di halaman pagoda suci, nampak Yuan dan Jian juga telah berada di depan pagoda tersebut.


Sekali lagi kemunculan lan wu membuat para murid yang juga berada di situ bertanya-tanya mengenai identitas dari lan wu. Lan wu memang meminta kepada Jian dan para tetua yang berada di rumahnya beberapa hari lalu untuk tidak mengatakan identitas nya, entah apa yang di pikirkan oleh lan wu sehingga menyembunyikan identitasnya dari para murid dan tetua lain di pedang dewa.


"Akhirnya kau datang" ujar Jian bersaman dengan lan wu yang telah berdiri di sampingnya.


"Apa yang sedang terjadi? Mengapa energi dari pedang api mendadak lenyap?" Tanya lan wu tanpa mengalihkan pandangannya dari pagoda suci.


"Aku juga tidak mengetahuinya, namun bisa saja jika energi yang berada di pagoda suci di serap oleh seseorang hingga habis" jelas Jian.


Lan wu mengulurkan tangannya dan sontak pedang api suci keluar dari dalam pagoda. Pedang api tersebut terlihat telah memudar dan hanya menyisakan sedikit sekali energi untuk mempertahankan bentuknya. Lan wu mengepalkan tangannya bersamaan dengan hancurnya pedang api tersebut. Perbuatan lan wu begitu mengejutkan para tetua lama dan baru yang berdirienyaksikan hal tersebut.


"Dugaan kakek tidak salah, namun yang paling tepat adalah orang tersebut menggunakan pusaka tinggi untuk menampung energi dari pedang api" jelas lan wu seraya menatap sekitar.


Lan wu mengeluarkan 10 pisau api suci dan dengan cepat melesat di antara para murid serta para tetua yang berada di tempat tersebut. Lan wu nampak tersenyum geram usai pisau api suci berhenti tepat di hadapan seorang murid yang berdiri di samping tetua xinxin. Wajah murid tersebut seketika di penuhi oleh keringat dingin usai merasakan aura pekat dari tubuh lan wu.


"Kita telah menemukan pelakunya, dan aku harap tetua xinxin membiarkan ku untuk menghukum murid anda" ujar lan wu tersenyum tenang.


"Mana bisa aku membiarkan orang asing seperti mu untuk menghukum murid ku, terlebih lagi bagaimana kau bisa membuktikan jika murid ku adalah pelakunya..!" Bantah t tua xinxin dengan nada geram.


Nampak tetua Han menatap lan wu dengan pandangan tajam, lan wu tersenyum seraya mengangguk membalas pandangan tersebut sontak tetua Han tertawa keras seraya memukul pundak tetua Feng yang terlihat begitu kebingungan melihat tingkah tetua Han.


"Hahahaha.. aku sungguh tidak percaya ini, namun apakah kalian mengingat seorang tetua termuda yang sanggup mengendalikan puluhan bahkan ratusan pisau api? Aku sungguh heran dengan kalian yang melupakan sosok tersebut begitu cepat" ucap tetua Han seraya tertawa keras.


"Pisau api? Oh.. benar aku mengingat saudara lan, bahkan aku tidak mengetahui bagaimana caranya bisa menciptakan jurus mengerikan tersebut" ujar Feng seraya mengangguk pelan.

__ADS_1


"Bagaiamana jika kau menanyakan langsung kepada saudara lan?" Ucap tetua Han tersenyum menatap Feng.


"Hais... Bocah itu mendadak naik ke alam atas, mungkin saja butuh waktu lama untuk kembali ke sini" wajah Feng mendadak terlihat murung.


"Alunan pedang sunyi" ujar lan wu bersaman dengan terciptanya ilusi.


Wajah Feng sontak mengeluarkan ekspresi kaget, ia menelusuri asal ilusi tersebut dan akhirnya menemukan pelakunya yang tidak lain adalah lan wu.


"Kau... Bagaimana bisa?!" Tanya Feng dengan heran bercampur senang.


"Aku tidak bisa membuktikan apa-apa, namun tetua pasti mengingat jurus yang aku keluarkan" jelas lan wu tersenyum.


"Hahahaha bocah.." tawa Feng seraya melompat dan memukul kepala lan wu.


"Mengapa tidak menemui aku terlebih dahulu?" Tanya Feng dengan wajah kesal.


Lan wu hanya tersenyum sembari mengelus kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan feng.


"Sepertinya aku tidak bisa lagi menyembunyikan hal ini" ujar lan wu tersenyum canggung.


"Aku adalah salah satu tetua pedang dewa, nama ku lan wu" ujar lan wu sontak membuat para murid dan tetua lainya berlari mengerumuninya.


Mereka bertanya-tanya seraya meminta lan wu untuk mengajari jurus pedang sunyi secara langsung kepada mereka. Beberapa murid dengan tingkat pelatihan cukup tinggi memohon agar lan wu mengangkat mereka menjadi murid. Sejenak lan wu terlena dengan suasana tersebut hingga akhirnya ia teringat mengenai murid tetua xinxin yang masih berdiri dengan tubuh gemetaran.


Jian dan Yuan meminta para murid dan tetua untuk kembali ke posisi masing-masing dan membiarkan lan wu menyelesaikan permasalahan pagoda suci. Lan wu kini berjalan mendekat ke arah murid tetua xinxin seraya memasang wajah tenang.


"Sa..salam tetua lan.." ujar murid tersebut terbata-bata.


"Apakah kau juga mempelajari ilmu pengobatan?" Tanya lan wu dengan nada ramah.


"I..iya tetua,.sejujurnya aku tidak ada niat untuk mengambil nergi dari api suci, namun mendadak tungku obat di dalam tubuh ku menyerap energi tersebut dengan sendirinya. Mohon tetua lan menghukum murid yang bersalah ini" mohon murid tersebut seraya berlutut.


"Bangun lah.. kau tidak melakukan kesalahan besar, namun sebagai hukumannya kau harus  memberitahu ku siapa roh yang berada di dalam tubuh mu" ujar lan wu sontak membuat murid tersebut tak sanggup berkata-kata.


Di saat seperti itu mendadak muncul sebuah roh yang membentuk wujud seorang pria dengan rambut merah panjang melayang di samping gadis tersebut.


Para tetua dan lainya sama sekali tidak menyadari kehadiran sosok tersebut bahkan untuk mendengar percakapan lan wu dengan murid di hadapannya tidak sanggup untuk mereka dengar.


"Jadi kau yang menyerap energi dari pedang suci ku?" Tanya lan wu dengan tatapan kesal.


"Hehehe anak muda kau sepertinya begitu hebat hingga sanggup untuk merasakan kehadiran ku" ujar roh tersebut.


"Paman roh, bisakah kau menjelaskan alasan mu melakukan itu karena percayalah untuk membasmi roh gentayangan seperti mu tidak akan sulit untuk ku" ujar lan wu bersamaan dengan berkobarnya api iblis di seluruh tubuh lan wu.


Pemandangan tersebut menciptakan aura yang tidak enak bagi para tetua dan lainya, mereka terpaksa mengeluarkan anergi petarung untuk menghalau aura dari api iblis yang telah menguat akibat energi hitam yang di serap lan wu. Di sisi lain nampak wajah roh tersebut di liputi oleh ketakutan usai melihat api iblis yang seakan-akan hendak membakarnya.


"Bocah... Hentikan itu, orang ini bukanlah musuh mu" ujar tetua api yang juga menampakkan wujudnya tepat di samping lan wu.


Wajah dari roh yang berada di depan lan wu bertambah heran usai melihat tetua api di samping lan wu.

__ADS_1


"Tianceng rupanya kau selamat dari pengejaran 5 kaisar roh" ujar tetua api membuat lan wu sedikit heran.


Ia baru pertam kali mendengar 5 kaisar roh selama perjalanan di 3 alam. Lan wu memutuskan untuk diam sejenak dan tidak menanyakan hal tersebut.


"Ya.. aku berhasil selamat dengan menelan pil penghilang raga dan menyembunyikan raha ku di kristal langit biru. Singkat cerita aku di temukan oleh gadis ini di suatu tempat" ujar roh tersebut yang bernama tianceng.


"Aku sedang mengumpulkan berbagai bahan untuk menciptakan kembali tubuh ku, namun masih kurang beberapa bahan salah satunya 3 api ajaib untuk menempa tubuh ku" sambung tianceng dengan tatapan serius.


"Baiklah bocah ini akan membantu mu, kebetulan sekali dia memiliki 3 api yang kau butuhkan" ujar tetua api seketika membuat tianceng dan murid tersebut begitu senang.


Di sisi lain nampak lan wu yang keberatan akan hal tersebut, dengan cepat lan wu memotong perkataan tetua api dan menolak hal tersebut. " Aku tidak memiliki alasan untuk menolongnya, terlebih lagi ia hanya roh ratusan tahun yang memanfaatkan salah satu murid pedang dewa untuk kepentingan pribadinya" ujar lan wu seraya membalikan badannya.


"Bocah..!! Tianceng merupakan raja obat, serta kemampuan bertarungnya berada jauh di atas mu. Dengan adanya tianceng kau akan menjadi orang terkuat di alam fana" ujar tetua api yang belum menyadari kekuatan lan wu yang telah melewati batas tampung dari alam fana.


"Tetua.. kau telah tertidur sangat lama dan tidak mengetahui betapa sulitnya perjuangan ku. Aku bahkan telah mengunjungi 3 alam dan bertarung dengan beberapa orang hebat di alam atas, sedangkan kerjaan mu hanya tidur tanpa memberikan bantuan sedikitpun jadi aku kali ini tidak menyetujui hal tersebut" ujar lan wu sembari melangkah pelan menjauhi murid tersebut.


"Bocah.. jika alam atas menemukan keberadaan tianceng yang melemah, maka bisa di pastikan alam fana dan pedang dewa akan musnah oleh mereka kau ha.." ucapan tetua api terputus usai tangan lan wu yang berhasil mencengkram leher tetua api tersebut.


"Aku menghormati mu karena bantuan mu beberapa waktu lalu, namun aku juga telah membayar hal tersebut hingga kau berhasil menciptakan kembali tubuh mu, jangan sekalipun kau berfikir bahwa aku bisa kau perbudak. Sekali lagi kau berkata mengenai kehancuran pedang dewa, aku akan pergi ke alam dewa dan menghancurkan istana api milik mu.!!" Bentak lan wu seraya membanting tetua api ke tanah.


Ia kembali berjalan beberapa langkah hingga akhirnya berhenti tepat di samping jian.


"Mengapa aku bisa menyentuhnya?" Pikir lan wu yang baru menyadari hal tersebut.


"Ah.. masa bodoh, abisnya dia bikin kesal sih.." gerutu lan wu sembari memajukan bibirnya.


 








*


Maaf guys, author jarang banget buat up, seperti kata author sebelumnya bahwa author tengah memfokuskan diri untuk UAS, jadi gak punya waktu untuk ngetik. 


Ini saja author nyuri waktu di sela banyaknya tugas serta beberapa Soal ujian yang di laksanakan dengan tatap muka ( video call).


Hari Senin semuanya akan normal, jadi mohon kesabarannya..


 

__ADS_1


Ok ini aja yg pengen author ngomongin... .. buy..buy...buy..guys..


__ADS_2