
Beberapa saat sebelum lan wu tersedot keluar dari dalam portal.
"Ayah, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Miren dengan nada khawatir.
"Tidak apa-apa, aku hanya mengalami luka kecil di lengan ku. Tidak di sangka Chi'er memiliki kemampuan yang sanggup membuat kita kewalahan. En'er, kau pergilah bersama dengan Meili untuk mengejar Chi. Jika di perlukan gunakan saja kurungan hampa untuk menahan nya, aku akan pergi dan menemui 9 tetua di aula utama" ujar Huang seraya berjalan meninggalkan Miren dan meili.
Sebelum naga emas mengaktifkan sepenuhnya portal dimensi, meili dengan cepat menggunakan cambuk angin dan menarik lan wu dari dalam portal sementara Miren menciptakan puluhan segel formasi kuat.
Usai lan wu terkapar di luar portal, Miren dan meili berpencar ke dua arah dan mempersiapkan serangan selanjutnya untuk mengurung lan wu di kurungan hampa.
**
"Adik Chi, aku sungguh tidak ingin menyakiti mu, namun ini semua demi keselamatan mu" ujar Meili dengan perasaan sedih.
"Untuk sementara waktu, aku akan mengurung mu di ruang tahanan agar kau dapat berfikir kembali mengenai hal ini" meili meggerkaan tanganya bersamaan dengan tubuh lan wu yang melayang dengan sendirinya ke udara.
Tatapan lan wu di selimuti dengan amarah. Meskipun begitu ia yang sekarang tidak sanggup menggunakan energi tidaklah bisa berbuat banyak.
"Ini..?!" Lan wu terkejut usai melihat aura neraka yang menembus kurungan hampa.
Aura lan wu perlahan membentuk wujud kepala dengan dua tanduk besar di atasnya. Mata dari aura neraka tersebut berwarna merah pekat. Juga terlihat kini sepasang tangan besar tanpa lengan yang berwarna hitam mengarah ke masing-masing sisi dari kurungan tersebut.
Dalam sekejap mata, kurungan tersebut berhasil di hancurkan oleh sepasang gangan tersebut. Lan wu melompat ke atas telapak tangan yang kini terbuka lebar seakan mempersilahkan lan wu untuk berdiri di atasnya.
"Ternyata dugaan ku memang benar, aura neraka dapat membentuk wujud saat kondisi ku terdesak" gumam lan wu seraya berdiri tenang di telapak tangan tersebut.
Malihat kurungan hampa telah di hancurkan, Meili kini mengeluarkan segel formasi dengan ukiran yang lebih besar dari sebelumnya.
"Segel bintang, penghancur semesta" ujar Meili bersamaan dengan melajunya cahaya berwarna putih ke arah lan wu.
Telapak tangan neraka nampak melaju menyambut jurus tersebut. Lan wu melompat ke atas kepala dari wujud aura nerakanya seraya menyilangkan kedua tangannya di depan wajah. Ledakan besar terjadi dan menciptakan kehancuramg besar di area tersebut. Kini Meili mengerutkan dahinya usai melihat jurus miliknya tak mampu menghancurkan tapak dari aura neraka milik lan wu.
Telapak tangan tersebut hanya mengeluarkan asap dan usai benturan tersebut selesai. Lan wu sedikit tak percaya dengan apa yang di lihat olehnya. Kedua tangan tersubut kini menerjang Meili dan Miren dengan cepat. Ledakan serta tekanan kuat terus terjadi dalam tempo cepat. Meili dan Miren begitu kesulitan menghadapi serangan dari dua tangan raksasa yang sedikitpun tidak memberikan mereka waktu untuk beristirahat.
__ADS_1
"Aku tidak dapat menciptakan segel formasi.." ujar miren seraya menghindari terjangan tapak dari arah depannya.
Meili mengangguk seraya melompat ke arah samping. Ia mengeluarkan elemen api yang berubah bentuk menjadi rantai api dengan ukuran besar. Rantai tersebut bergerak dengan cepat ke arah lan wu. Salah satu telapak tangan neraka kini bergerak mundur seraya mencengkram ujung rantai api yang hampir mengenai lan wu.
"Kena kau, ledakan api.!!" Teriak Meili bersaman dengan kobaran api yang hendak menelan lan wu.
Tangan neraka satunya kini bergerak kembali ke arah lan wu sesaat sebelum api besar dari Meili berhasil menelan lan wu. Tekanan angin beserta hawa panas dari jurus Meili mampu membuat daun pepohonan di sekitar mereka menja layu.
"Tinju langit" ujar miren seraya mengeluarkan segel formasi.
Nampak tangan besar berwarna biru, kini bergerak cepat menuju ke arah lan wu yang berada dalam kurungan api Meili.
"Duar.!!!" Ledakan hebat kembali terjadi usai kedua jurus tersebut secara bersamaan mengenai lan wu.
"Apakah berhasil.?!" Ujar Meili dengan nafas ngos-ngosan.
Mereka telah mengeluarkan banyak energi semenjak awal pertarungan, terlebih lagi Miren yang terus mengeluarkan segel formasi dalam jumbal yang begitu banyak. Mereka pada awalnya hanya mengandalkan kurungan hampa untuk menahan lan wu, namun tak di sangka aura milik lan wu berubah menjadi wujud yang begitu kuat dan mampu memaksa mereka berdua untuk kembali bertarung.
"Ti..tidak mungkin.?!" Ujar Meili bersamaan dengan Miren.
Meskipun begitu, terlihat jelas bahwa tangan neraka mengalami kehancurma yang hebat. Hanya tersisa beberap bagian dari kedua tangan yang masih menutupi lan wu.
"Kakak, sebaiknya jangan menghalangi ku. Lihatlah kondisi kalian yang begitu kelelahan, terlebih lagi kini aku sudah dapat menggunakan energi ku kembali" ujar lan wu seraya melompat turun dari tangan neraka yang kini telah memudar.
Lan wu mengeluarkan tapak api iblis dan mengarahkan tepat ke dua gadis yang kini kesulitan bergerak.
Kaki mereka nampak di lilit oleh api iblis milik lan wu. Jarak tapak lan wu dan kedua gadis tersebut hanya berjarak beberapa langkah, namun dari arah lain nampak sebuah besi hitam yang mengarah cepat ke samping lan wu.
Besi tersebut sontak berubah menjadi kurungan hitam yang melindungi Miren dan meili dari tapak iblis milik lan wu.
Lan wu melompat ke arah belakang seraya memasang wajah kesal usai melihat pelindung hitam yang hanya mengalami kerusakan kecil pada bagian atas. Besi tersebut kembali seperti semula dan meneejang lan wu dengan cepat. Lan wu menarik pedang sunyi seraya menahan setiap gerakan dari besi hitam tersebut. Pertarungan lan wu dengan besi hitam semakin bertambah cepat dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Wajah lan wu menatap serius seraya melirik untuk mencari keberadaan dari pemilik besi tersebut yang tidak lain adalah Hui. Lan wu mendengus usai melihat Hui beserta saudara lan wu yang lainya yang tengah terbang memdekat ke arahnya. Shen segera menerjang lan wu dari arah belakang seraya menggerakan pedangnya dengan lincah. Lan wu menghindari serangan tersebut bersamaan dengan pedangnya menepis besi hitam yang hendak menghantamnya dari samping.
__ADS_1
Pertarungan dua kawan satu kini terjadi. Kan wu sedikit terdesak usai Hui secara langsung menyerang lan wu. Beberapa kali lan wu terpukul mundur oleh serangan Hui dan Shen, namun lan wu sedikitpun tak gentar untuk terus meladeni Hui dan Shen. Tebasan demi tebasan di keluarkan bergantian oleh ketiganya.
Di saat lan wu yang tengah di sibukkan oleh Hui dan Shen, nampak Meili dan Miren yang tengah di sembuhkan oleh Aile. Sementara yang lainya mempersiapkan jurus mereka dan berniat mengakhiri pertarungan tersebut dalam sekali serang.
"Aku yakin adik Chi tidak dapat mengeluarkan wujud auranya kembali, terlabih lagi ia telah bertarung begitu lama tentu energinya berkurang banyak. Kita harus menghentikan dia sebelum ia mengeluarkan jurus hebat yang di sembunyikan olehnya" ujar Huo pada lainya yang kini telah menyebar ke segala arah.
"Tebasan putaran sunyi" ujar lan wu seraya bergerak memutar.
Tekan angin tajam menyebar dan membuat Hui dan Shen melompat mundur menghindari serangan tersebut.
Lan wu tersadar akan situasi yang kini ia hadapi. Dapat di pastiakan olehnya bahwa Huo dan lainya tengah merencanakan serangan penutup usai lan wu di sibukkan oleh pertarungan sebelumnya. Lan wu begitu khawatir akan efek dari gabungan jurus tersebut, meskipun kondisi mereka yang tengah terluka akibat serangan naga emas sebelumnya, namun tetap saja gabungan jurus dari Meraka sangatlh mustahil untuk di hadapi oleh lan wu.
Lan wu menggunakan penggeser waktu dan berpindah dengan cepat ke depan portal. Seluruh saudara lan wu begitu terkejut menatap lan wu yang kini mendadak berlutut seraya mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
"To..tombak pengadil?!" Ujar Huo setengah berteriak.
"Uhugh.!!, Tu..buhku tak begitu sakit" ujar lan wu sembari memegang tombak berwarna emas yang kini menancap di perut nya.
Terlihat di udara 9 tetua mendekat ke arah lan wu dengan tatapan kagum." Kau memang anak yang sangat berbakat, kalau begitu aku akan menambahkan satai jurus lagi agar kau dapat tenang" ujar salah satu dari 9 tetua tersebut.
Nampak jari telunjuk dari tetua itu terkumpul energi kecil dengan tekanan yang begitu kuat. Lan wu mengigit lidahnya untuk tetap mempertahankan kesadaran nya.
Lan wu memaksakan dirinya untuk kembali berdiri seraya mengenggam erat pedang sunyi di tangannya. Cahaya dari jari tetua tersebut kini melaju secepat kilat dan mengenai bahu lan wu. Lan wu kembali terjatuh seraya berteriak kesakitan usai cahaya tersebut berhasil menembus bagi lan wu.
Wajah Huo dan lainya terlihat begitu sedih melihat lan wu yang terbaring seraya berteriak kesakitan begitu lama.
"Kepar*t.!! Aku akan membunuh mu.!!" Teriak lan wu mencabut paksa tombak dari perutnya.
Lan wu mengaliri tombak tersebut dengan separuh energi hitam miliknya kemudaian melempar tombak tersebut ke arah tetua di hadapannya. Lan wu kembali mengaliri energi hitam di pedang seraya mengeluarkan jurus badai acak.
Ratusan pisau angin dengan tekanan dan skala besar mengarah cepat ke arah 9 tetua tersebut. Dari samping nya, lan wu mengeluarkan 2 pedang api yang mengejar pisau angin miliknya sesaat sebelum terjadi ledakan dasyat di tempat tersebut.
Nampak lan wu yang ambruk ke tanah seraya menahan pertunya yang mengeluarkan darah begitu banyak. Lan wu menatap tajam ke arah ledakan tersebut seraya berharap seranganya dapat melukai salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Saudara lan, aku telah berhasil mengaktifkan portalnya.!!" Ujar naga emas yang ternyata sedari tadi terus berada di dalam gerbang seraya mengaktifkan portal tersebut.