
Lan wu memasuki toko tersebut dan melihat sekitar untuk mencari sesuatu yang menarik baginya. setelah lelah berkeliling dan tidak menemukan barang bagus.
Ia memutuskan untuk bertanya kepada penjaga toko tersebut.
"Apakah ada barang yang menarik disini?" tanya Lan wu kepada seorang pria yang duduk tenang di kursinya.
"Aku baru mendapatkan barang bagus dari sakte boneka. Namun harganya tentu tidak rendah" ujar pria tua tersebut dengan senyum aneh.
"300.000 koin emas, bisa juga menggunakan kristal kelas rendah untuk membelinya" tutur pria tersebut.
"Kebetulan sekali. Aku memiliki 2 juta koin emas di cincin penyimpanan ini, berikan aku satu boneka dan sisanya ditukarkan dengan kristal" ujar Lan wu seraya meletakan cincin diatas meja.
"Hahaha.. sungguh pemuda yang kaya.." ujar tetua tersebut.
"Aku akan menukarkannya dengan jumblah yang sesuai. Bagaimana dengan 1 juta kristal kelas atas?" Tanya pria tersebut yang diiyakan oleh Lan wu.
"Satu kristal kelas atas setara dengan 10 koin emas, karena kau menjadi pelanggan terbaik hari ini. Maka aku akan memberikan diskon, hehehe.." ujar pria tersebut kemudian mengajak Lan wu ketempat boneka tersebut disimpan.
"Kau boleh memilih. Mereka semua berada di tingkat abadi awal dengan fisik yang berada ditingkat kaisar langit."
**(Tingkat fisik diantaranya adalah fisik bumi, raja, kaisar, kaisar langit, immortal, dewa, dan raja dewa. Sengaja author ganti biar tidak lebih enak aja.)**
"Masukkan sedikit roh mu kedalam boneka tersebut" jelas tetua tersebut yang meninggalkan Lan wu sendiri.
Lan wu melakukan hal tersebut yang dimana pernah ia lakukan saat berada di menara energi hitam.
"Membungkuk" ucap Lan wu mencoba boneka tersebut.
Sesuai dugaannya, boneka tersebut menuruti apapun perkataan Lan wu. Ia berjalan keluar dari toko tersebut dan diikuti oleh boneka dibelakangnya.
"Kulit boneka ini hampir sama dengan manusia. Selain itu aku sedikit menyesal memiliki boneka perempuan" gumam Lan wu yang terpukau oleh kecantikan wajah dari boneka tersebut.
__ADS_1
Diperjalanan pulang, Lan wu bertemu dengan seorang pria yang tengah bertarung sengit melawan seekor kadal api gurun.
Pria tersebut terlihat kesulitan untuk membuat kadal tersebut menjauh.
"Kau jangan berani melukai keluarga ku.!" Teriak pria tersebut seraya mengarhkan jurusnya yang tidak berefek pada kadal api gurun.
"Ayah..!"
"Suamiku, jangan bertarung lagi...kau sudah kehabisan energi" teriak seorang wanita yang merupakan istri dari pria tersebut.
"Bukankah ini jalan menuju puncak Losu, melihat dari wajah orang-orang tersebut sepertinya mereka memiliki hubungan darah dengan tetua Losung.." pikir Lan wu.
Lan wu menyuruh boneka miliknya untuk menghadapi kadal tersebut. Tanpa diduga, hanya dengan satu pukulan ia berhasil membuat lubang besar di tubuh kadal api gurun.
Hal tersebut membuat Lan wu dan pria tersebut terkejut tidak percaya.
"Apakah kau pemilik boneka tersebut?" Tanya pria yang mendekati Lan wu.
"Jadi kau murid dari saudara ku?"
"Jika yang anda maksud adalah tetua Losung maka anda salah. Aku adalah murid dari puncak Zo" jawab Lan wu sedikit mengejutkan pria tersebut.
"Aku tidak mempermasalahkan gurumu, namun aku berhutang nyawa kepada mu anak muda. Karena luka yang disebabkan oleh pertempuran sebelumnya, aku tidak bisa mengalahkan kadal tersebut.
Kelak jika kau membutuhkan apa-apa jangan ragu untuk mengunjungi paviliun 5 warna" ujar pria tersebut nampak membuat Lan wu terkejut.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Aku menginginkan api suci milik kalian, aku dengar bahwa api tersebut berada di paviliun anda" jelas Lan wu yang menunggu ekspresi pria tersebut.
"Tentu saja anak muda..namun, api tersebut akan dilelang satu minggu kedepan. Aku akan mengatur tempat mu dan membuat mu mendapatkan api tersebut" jawab pria dihadapan Lan wu dengan niat tulus.
"Kalau begitu harus merepotkan paman.." ujar Lan wu lalu meninggalkan ketiga orang tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di puncak, Lan wu disambut oleh beberapa murid didepan kediaman tetua Jidan. Hal tersebut membuat Lan wu bertanya-tanya perihal situasi itu.
"Saudara Kein sudah pulang? Aku pikir kau akan berada lebih lama diluar" sambut Sunling yang baru keluar dari dalam kediaman.
"Aku sudah cukup jalan-jalannya. Sekarang apakah ada yang bisa menjelaskan kepada ku perihal 3 pemuda ini..?" Tanya Lan wu dengan tatapan merendahkan.
"Anu saudara Kein, mereka adalah murid luar ketua sakte. Setelah anda keluar, guru mengunjungi puncak tertinggi untuk bertemu dengan ketua sakte.
Ketika dia kembali ia sudah bersama dengan 3 senior ini.." jelas Sunling dengan ramah.
"Seharusnya kau senang bisa satu guru dengan ku. Aku tentu akan melindungi sampah seperti mu" ujar seorang pria yang berdiri ditengah.
"Oh..kalau begitu aku harus merepotkan ketiga adik junior ini.." balas Lan wu tersenyum tipis.
"Kau..kau adalah murid baru di sakte ini..jangan bertingkah berlebihan..!" Bentak dua pria lainnya.
"Apakah kau tidak paham atau memang tolol? Meskipun kau seratus tahun lebih dulu dari ku namun di puncak ini, aku menjadi murid tetua Jidan sebelum kamu..
Dan juga seharusnya kalian memanggil kakak Sunling sebagai senior, bukan sebaliknya." Ejek Lan wu yang membuat Sinling dan Fifi tak kuasa menahan tawa mereka.
"Cih..! Aku akan membunuhmu.!" Geram pria ketiga pria dihadapan Lan wu yang bergerak menyerang Lan wu.
Namun dengan cepat Sinling dan Fifi menahan ketiga orang tersebut lalu membuat mereka tersungkur ditanah seraya muntah darah.
"Hmm..aku tidak menyangka bahwa kedua perempuan ini dapat diandalkan" gumam Lan wu sedikit terkesan.
"Tunggu saja kau..! Aku pasti akan membunuhmu..!" Ucapan ketiga orang tersebut tidak bertahan lama usai Lan wu menebas kepala mereka dalam sekejap.
"Sauda...saudara..." Kaget Sinling yang merasa mual dengan pemandangan tersebut.
"Adik...ini bukankah terlalu kejam? Bagaimanapun juga mereka adalah murid luar ketua sakte.." ujar Fifi dengan ekspresi gelisah.
__ADS_1
"Tenanglah...hanya beberapa tikus tidak akan bisa membuat seekor singa marah" balas Lan wu dengan santainya berjalan masuk ke tempatnya.