
Kehadiran sosok Askar yang muncul dari dalam luapan magma di puncak gunung tentu menjadi perhatian bagi semua orang.
Siapa sangka jika sosok yang dibawa oleh Askar adalah Lao'mo, dimana kini dia tidak lagi mampu bergerak dan hanya diam ketika diseret dengan satu tangan.
Tanpa ragu Askar melemparkan tubuh Lao'mo ke hadapan pangeran Ke'su, dan itu membuat ekspresinya berubah drastis hingga luapan kemarahan pun muncul.
"Ini adalah yang terakhir dan aku menyelesaikannya." Tegas ucapan Askar.
Tidak ada jawaban dari Ke'su, seketika itu, dia yang sebelumnya berdiri di samping kakek Loe Teu Yiu lenyap dan mengarahkan sebuah pedang merah kepada Askar.
Tapi kali ini Askar bisa membaca kecepatan tinggi pangeran Ke'su yang notabenenya adalah seorang lord alam saint suci.
Karena peningkatan sebagai lord alam guru tahap menengah, terlebih skill pemangsa gerbang kelima dan wujud transformasi masih aktif, sehingga Askar tidak ragu menangkis serangan Ke'su.
"Hei... Perjanjiannya kau tidak akan turun tangan untuk melawanku ku*nyuk." Ucap Askar dengan tegas.
"Aku tidak perduli." Pangeran Ke'su tampak serius menggunakan kekuatan yang dia miliki.
Luapan api menyebar ke atas langit, tanah tanpa di pijakan pun bergetar kuat karena satu jari terangkat.
Askar sudah siap jika harus membuka gerbang ke enam, tapi satu sosok yang jelas bertindak karena pangeran Ke'su melakukan hal diluar perjanjian.
Sebilah pedang tanpa wujud melingkar di leher Ke'su, itu menghentikan niatnya untuk mengeluarkan sebuah kekuatan besar dan bermaksud membunuh Askar.
"Jika kau teruskan itu, aku tidak akan ragu untuk melepaskan kepalamu Ke'su." Ucap kakek loe teu yiu dengan nada tenang namun mengancam.
Tidak ada tanda-tanda untuk Ke'su melenyapkan aliran energi super kuat yang cukup mampu untuk memotong planet merah ini menjadi dua bagian.
"Ke'su !." Tegas Loe Teu Yiu memanggil.
"Baiklah." Ke'su pun menjawab dan perlahan energi penghancur itu lenyap dari tubuhnya.
__ADS_1
Suasana menjadi tenang, dan Askar pun melepaskan segala kekuatan yang menyelimuti tubuhnya, termasuk wujud transformasi golden darkness.
Askar cukup yakin, jika kakek Loe Teu Yiu bisa melindungi dirinya ketika harus berhadapan dengan kekuatan tanpa mampu dia imbangi.
Pangeran Ke'su sendiri beranjak pergi tanpa disuruh, dia segera kembali ke pemukiman klan Phoenix, dengan raut wajah rumit.
"Terimakasih kakek." Ucap Askar penuh hormat.
"Sudahlah lupakan itu, kita segera bawa Asy dan Sina pergi." Balas kakek Loe Teu Yiu dengan cara biasa.
Kubah segel yang menahan Asy dan Sina pun kini sudah terbuka, tentu Ke'su masih memberikan wajah kepada kakek Loe Teu Yiu, biar pun kemarahan tidak hilang begitu saja.
Dengan cepat Sina dan Asy berlari mendekat kepada Askar, Sina langsung datang memeluk, dan Asy hanya diam memperhatikan.
"Apa kau tidak ingin memelukku Asy." Ucap Askar dengan sedikit sindiran.
Tapi nyatanya, Sina secara paksa menarik tangan Asy untuk datang kedalam pelukan Askar, dan dia pun tidak menolak.
walau ini cukup membuat Askar canggung, tapi Askar pun memahami tentang perasaan yang Asy miliki.
"Jika aku tidak baik-baik saja, tentu kau tidak akan bisa memelukku." Jawab Askar dengan tersenyum cerah.
"Setidaknya aku benar-benar mengkhawatirkanmu, kenapa kau malah begitu santai."
"Hmmm jangan terlalu berpikir pusing, percaya saja aku bisa mengatasi masalah ini." Sebelumnya memang Askar khawatir tapi dia cukup yakin dengan semua kemampuan untuk mengatasi masalahnya.
Asy beranjak dari pelukan Askar dan berjalan menuju altar kebangkitan untuk berbicara kepada seluruh penduduk dari klan Phoenix.
Keagungan aura kuat dari tubuh indah dan rambut merah, kecantikan yang tegas penuh wibawa, terlebih sebuah status sebagai Dewi Phoenix merah membuat semua orang dari klan tertunduk patuh.
Tidak perlu Asy repot-repot menggunakan perintah mutlak dengan ikatan darah, karena sebenarnya mereka masih menghormati Asy dan menyanjung dirinya sebagai sosok Dewi.
__ADS_1
Ada lebih dari empat puluh delapan ribu keturunan di dalam klan Phoenix, tapi hanya satu pemilik garis darah murni, itu semua karena satu Phoenix saja yang membuat sebuah klan dan hidup di dalamnya.
Lambat laun keturunan darah murni dari Phoenix lain tersebar ke segala penjuru jagat raya, sedangkan satu orang saja bertahan di alam semesta api mulia, dia adalah pangeran Ke'su.
"Memang benar jika disini adalah tempat dimana aku merasakan hidup dengan keluarga, tapi aku tidak ingin permasalahan lain datang karena adanya aku disini." Ucap Asy mengawali
"Tapi Dewi, anda adalah tempat kami mengabdi, jika terjadi sesuatu kepada anda, bagaimana dengan nasib klan Phoenix." Dewan suci yang menjadi penasihat pun berbicara.
"Aku tidak akan lepas begitu saja dengan hubungan darah antara aku dan klan Phoenix di alam semesta api mulia ini, tapi sekarang ada bahaya yang mencariku, jadi aku mengambil keputusan yang tepat, agar klan Phoenix terhindar dari masalah." Tapi Asy pun memiliki jawabannya.
Itu menjadi keputusan Asy untuk pergi dari klan Phoenix, mau tidak mau, mereka harus menerima dan tidak mungkin bisa membantah.
"Jika memang begitu, kami..." sedikit ragu pangeran Ke'su menjawab keputusan dari Asy.
Sedangkan Asy pun memahami tujuan Ke'su serta orang lain... "Ke'su, orang-orang yang mengincar jiwa Phoenix tentu bukan sosok sembarangan, jika aku tetap disini, mereka akan datang dan mungkin membunuh semua orang dari klan Phoenix."
Itu memang pemikiran yang paling rasional untuk sekarang, jiwa Phoenix bukan sosok lemah dan kalah begitu saja, tapi kehadiran orang asing mampu mengambil paksa mereka.
Mereka mengetahui metode yang menjadikan jiwa Phoenix lenyap tanpa bisa berenkarnasi, tentunya ini bukan hal mudah pergi dari kejaran orang-orang itu.
"Kalau begitu, biar aku ikut sebagai pengawal Anda Dewi." Ucap pangeran Ke'su menunjuk dirinya sendiri.
"Tunggu sebentar, aku menolak ini." Askar pun angkat bicara.
Secara khusus Askar berjalan mendekat dengan langkah mantap, tanpa perlu dilindungi oleh kakek Loe Teu Yiu.
"Atas dasar apa kau boleh berbicara di depan kami Askar." Pangeran Ke'su masih menujukan rasa marah kepada Askar.
"Aku mengerti, memang benar aku tidak berhak ikut campur dalam urusan kalian para Phoenix, tapi akulah yang berhak memutuskan untuk siapa pun ikut di perjalanan ini." Balas Askar dengan berani.
"Aku bertanggung jawab atas keselamatan Dewi Asy, walau pun harus berkorban nyawa aku siap melakukannya, termasuk melawanmu." Hanya saja Ke'su tidak menurut untuk perkataan Askar.
__ADS_1
"Mulai lagi dah pangeran ku*nyuk satu ini." Gumam Askar dengan tersenyum lemas.
(lord alam master/ lord alam guru, menurutku sendiri itu masih satu kata yang sama... and hari ini kita up tiga yah kakak, vote seikhlasnya kakak.)