PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
mengkambinghitamkan


__ADS_3

Askar hanya bisa diam ketika ada empat kehadiran luar biasa yang secara mengejutkan datang dalam satu waktu bersamaan.


Mereka berempat, adalah penguasa mutlak yang mendiami alam semesta atas, para pemilik kekuatan lord alam keabadian tertinggi dan sangat diagung-agungkan oleh semua orang di jagat raya.


Long Wei, sang penguasa alam semesta naga.


Suzong penguasa alam semesta keabadian.


Loe teu yiu sang penguasa pedang tanpa tanding.


Dan Hydra penguasa alam semesta samudera bintang.


Satu manusia paruh baya berdiri di atas bahtera luar biasa megah, jubah putih kerlap kerlip adalah sebuah tanda kebesaran dari alam semesta samudera bintang.


Dia itulah sang ketua gugusan bintang, Hydra, makhluk paling berbahaya, paling licik, dan sangat pendendam bagi siapa pun yang menjadi musuhnya.


Keempat makhluk luar biasa itu menampakan diri di satu tempat yang sama, saling melihat, saling waspada, karena hubungan mereka semua tidaklah terlalu akur.


Termasuk Loe teu yiu yang merasa sinis melihat ke arah long Wei, karena memang sepak terjang antara mereka berdua sangatlah terkenal, dimana pertarungan selama seribu tahun tidak ada yang mau kalah.


"Naga tua, kau bilang sedang tidak ingin keluar wilayah, tapi kenapa kau sampai datang ke tempat ini.... Apa mungkin kau tidak bisa tidur setelah kekalahan mu kemarin." Ucap Loe teu yiu sedikit menyindir kepada sang naga merah.


"Jangan salah sangka, memang aku masih dendam saat itu, tapi aku keluar karena permintaan gadis kecil ini." Long Wei memiliki alasan sendiri untuk kedatangannya kemari.


Begitu juga untuk Loe teu yiu yang niatnya adalah datang sebagai pahlawan, meski pun dia terlambat datang dan semua sudah berakhir tanpa pernah menunjukan kekuatan.


Tapi berbeda dengan Hydra, dia tidak memiliki alasan apa pun disini, berniat ikut campur atau tidak dalam peperangan, harusnya dia tipe orang yang tidak pernah mau perduli dengan masalah lain.


"Jadi memang benar, bahwa ada seseorang yang memiliki kekuatan seperti Dewa Asyura." Ucap Hydra yang menatap langsung kepada Askar.

__ADS_1


"Hei hydra apa kau datang kemari hanya untuk melihat saja.... sungguh sangat disayangkan ongkos perjalanan kemari." Balas Suzong yang memang tidak terlalu menyukai Hydra.


"Apa itu menjadi masalah untukmu, Suzong." Hydra tidak benar-benar memperhatikan sikap yang Suzong tunjukan.


"Tidak juga, tapi aku tidak menyukaimu sampai sekarang." Suzong pun berusaha tidak perduli.


"Aku pun begitu, karena aku lelaki dan masih menyukai wanita, jadi tidak ada kata suka untuk lelaki sepertimu." Tapi jelas Balasan Hydra ditunjukan dengan senyum mengejek.


Kini Askar menyaksikan sendiri bagaimana ke empat penguasa besar di alam semesta atas saling menyindir satu sama lain, mereka membicarakan masalah yang pernah terjadi, atau membalas perkataan penuh aura membunuh.


Dalam hal ini, statusnya sebagai Asyura memang diketahui oleh mereka semua, tidak ada yang bisa di rahasiakan lagi, meski begitu, jika terjadi pertarungan, Askar memiliki dua orang ada di pihaknya.


Pertama Loe teu yiu sang penguasa pedang, dan long Wei, penguasa naga perkasa, biar keduanya tidak berhubungan baik, tapi karena Askar cukup mengenal mereka, tentu dianggap saja long Wei dan Loe teu yiu adalah sekutu.


Berbeda dengan Hydra dan Suzong, dimana mereka di masa lalu sudah memiliki masalah kepada Asyura, hingga dua ratus ribu tahun berlalu, tentu dua orang ini masih ingat bagaimana waktu itu melawan dirinya.


"Aku sebenarnya tidak pernah mau mencampuri urusan kalian berdua, Suzong, Hydra, tapi aku ada di pihak Asyura, jika kalian berani menentang kami, aku tidak akan tinggal diam." Sangat jelas jika long Wei menunjukan sikap tegas kepada mereka berdua.


"Aku berharap juga untuk seterusnya."


"Aku tidak bisa menjanjikan hal itu, karena di masa depan nanti siapa yang tahu."


"Terserah kau saja, Suzong, Tapi jika kau berbuat seenaknya, aku yang akan maju." Sekali lagi long Wei mengancam.


"Aku mengerti, long Wei."


Long wei pun mengarahkan pandangan kepada Hydra, dia tidak menjawab apa pun dari pernyataan yang dirinya ajukan, meski pun ada satu hal aneh dari sikap Hydra.


"Bagiamana denganmu Hydra, apa kau datang kemari untuk mencari masalah dengan Asyura atau sekedar bertamasya dan tidak sengaja bertemu kami." Berbalik sang penguasa naga mempertanyakan kehadiran Hydra di sini.

__ADS_1


"Tidak ada alasan apa pun untuk aku mencari masalah dengan Asyura." Jawabnya.


"Apa yang kau katakan, bagaimana kau akan menjelaskan kejadian di masa lalu." Tentu Askar merasa kesal sendiri karena Hydra tidak menyangkut pautkan permasalahan di alam semesta kerajaan suci dua ratus ribu tahun silam.


"Aku tidak menyangkal untuk itu, tapi ada yang perlu kau ketahui Asyura, jika kejadian serangan itu, karena kami dipaksa, oleh seseorang." Hydra mencoba membela diri.


"Apa maksudnya ?, apa kau mau mengkambinghitamkan semua dosa-dosa mu kepada orang lain." Sedikit Askar tersenyum sinis menyalahkan satu orang itu.


"Tidak, lebih tepatnya, ada satu orang yang jelas bertanggung jawab atas perbuatan kami." Balas Hydra untuk alasannya.


"Siapa yang kau maksudkan."


"Dewa Davendra." Balas Hydra untuk jawaban yang tertuju kepada satu orang.


Petir menyambar di dalam kepala Askar, nama itu disebutkan dan terjun bebas dari apa yang Askar ketahui mengenai Davendra.


Askar jelas menolak hal ini, dia adalah Davendra itu sendiri, jika dia menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mengendalikan Suzong, hydra dan penguasa lain saat menyerang alam semesta kerajaan suci saat itu.


Tentu ada alasan apa, kenapa Davendra melakukannya, tidak... Kenapa dirinya melakukan itu padahal mereka adalah kawan sebagai para dewa awal penciptaan.


"Bagaimana bisa kau mengatakan itu, apa buktinya." Suara Askar terdengar keras dengan menunjukan emosi kemarahan.


"Dewa Davendra yang sekarang, tidak seperti dulu, ketika dia menampakan diri dihadapan kami, aura kebencian seakan menyelimuti hidupnya, seakan dalam dirinya tersimpan sebuah dendam yang sangat besar, antara kami menurut kepada Davendra, atau kami akan mati." Jawab Hydra karena memang mengenal siapa sosok Davendra sebenarnya.


Askar tidak bisa menerima penjelasan itu, satu-satunya cara adalah dia mencari kebenaran yang nyata kepada Davendra secara langsung.


"Itu tidak mungkin." Gumam Askar masih belum bisa menerima.


"Tapi sangat di sayang kan Askar, semua itu memang yang terjadi, Dewa Davendra lah yang sudah mengatur jagat raya, menciptakan senjata pusaka pemusnah dewa, penyerangan terhadap dewi Lutos atau pun Dewi sunawa." Hanya saja Loe teu yiu pun mengakui hal itu.

__ADS_1


"Tunggu, atas dasar apa dewa Davendra melakukannya." Askar kini balik bertanya.


"Apa kau tidak tahu ... karena tuan dewa Davendra menginginkan kekuatan dari lima dewa awal penciptaan." Jawab Suzong yang memang tahu tujuan dari Davendra.


__ADS_2