
Keuntungan Askar dalam penjualan beberapa senjata dan alat perang memang sangat menguntungkan, dimana total pendapatan bersih yang dia miliki sekarang adalah 12.560 koin kristal ungu.
Bahkan satu kuali yang Askar berikan untuk dilelang mendapatkan nilai fantastis hingga 7.000 koin kristal. itu karena di alam semesta atas para pengrajin kuali berkualitas cukup jarang.
Tapi Askar terbayang, seberapa ahli pemilik pelelangan mengatur siasat agar setiap benda bisa terjual dengan harga tinggi, termasuk keuntungan sepuluh persen dikalikan dengan benda lain.
Dan semua pembayaran akan diselesaikan ketika acara lelang ini berakhir, hanya saja, untuk beberapa benda lain yang di tujukan oleh balai lelang tidak terlalu menarik.
"Baiklah tuan-tuan dan nyonya-nyonya, kita memasuki tiga benda terakhir yang pastinya sangat di tunggu." Ucap pemilik lelang yang mempersilakan tiga gadis cantik membawa sesuatu.
Tiga benda yang tertutupi oleh kain khusus, dimana orang lain tidak bisa melihat dan menyaksikan isi dalam kotak sebelum dia membukanya.
"Satu ini adalah benda dari zaman awal penciptaan...." Saut pemilik pelelangan mendeskripsikan barang utama.
Telinga Askar terangkat, rasa bosan dengan beberapa benda tidak berguna sebelumnya kini lenyap, dan penasaran isi benda dalam kain tersebut.
Benda-benda dari awal penciptaan bukanlah sembarangan, bisa dikatakan sebagai harta karun yang tidak pernah lagi ditemukan atau dibuat ulang.
Sekali pun benda yang dibawa adalah sendok makan sisa peperangan di zaman awal, tapi seberapa berharganya itu akan menjadi rebutan para kolektor barang antik.
Ketika kain terbuka, sebuah telur sebesar kepala manusia, ya telur yang berubah menjadi batu, fosil dari zaman awal penciptaan.
"Jangan anggap ini adalah telor ayam kampung, karena tidak ada ayam kampung mampu bertelur sebesar ini." Sedikit dia bercanda.
"Aku pun tahu itu, lekas jelaskan telur apa yang kau bawa."
"Aku pun tidak tahu." Tapi jawabannya sulit untuk di terima.
"Lantas kenapa kau anggap itu sebagai barang berharga." Beberapa orang mulai marah karena jawaban dari sang pemilik.
"Hmmm karena itu, kalian bisa merasakan adanya aura kuno yang tersimpan di dalamnya." Hanya saja pemilik pelelangan tidak ingin gagal dalam menjual barang murah dan mendapatkan keuntungan tinggi.
"Bicara apa kau, jika memang itu adalah telur monster jaman purba, tentu sumber kehidupannya telah lama mati ketika menjadi batu."
Semua orang tidak menujukan minat untuk mendapatkan telur batu yang di bawa, tapi Askar jelas berbeda, karena zona persepsi mampu melihat segala hal dalam wilayah jangkauannya.
"Memang telur itu sudah menjadi fosil, tapi didalamnya masih tersisa satu titik energi yang bertahan karenanya tidak bisa dirasakan oleh orang lain."
'Re, analisis struktur kehidupan didalam telur itu.'
'Jawab : Baik tuan.'
Pemindaian dalam zona persepsi dilakukan oleh Re, walau pun makhluk didalam telur sudah mati, Re seharusnya bisa mengurai unsur pembentuk kehidupan.
__ADS_1
'Bagaimana ?.'
'Jawab : struktur bentuk kehidupan menyerupai binatang rusa, tapi sedikit energi yang tersisa menujukan telur itu sudah dibentuk selama sepuluh juta tahun.'
Askar terkejut, itu bukan waktu yang sebentar, karena waktu kelahiran telur sama seperti terbentuknya para dewa awal penciptaan.
"Aku harus mendapatkan telur ini." Gumam Askar.
Tapi tepat disampingnya kakek loe teu yiu mendengar... "Apa yang kau harapkan dari telur yang sudah menjadi batu Askar, jika kau masak saja, telur itu sudah busuk, kau bisa sakit perut."
"Aku hanya sedikit tertarik." Balas Askar.
"Terserah kau saja."
Tentu Askar bukan orang yang akan membuang-buang waktu untuk satu hal tidak pasti, dia merasa yakin jika kekuatan keajaiban hidup bisa mengembalikan kondisi energi dalam telur.
Ingatan Asyura tidak memiliki gambaran tentang jenis rusa aneh pula yang bisa bertelur, Askar penasaran apa makhluk didalamnya itu.
"Kita buka harga di lima ribu." Kini Askar menjadi ragu setelah mendengar nominal disebutkan oleh pemilik.
Lima ribu jelas jumlah yang cukup banyak, dari keuntungan Askar memang bisa mendapatkannya, tapi tidak menutup kemungkinan jika orang lain bisa menaikkan harga lebih tinggi.
Berselang beberapa menit, tidak ada satu orang pun mengangkat suara, pemilik pelelangan menjadi lemas, dia merasa gagal untuk satu barang ini.
"Dalam hitungan ke tiga tidak ada yang menaikan harga, maka kami simpan kembali."
"Dua..."
"Ti..."
"Enam ribu." Saut seseorang, dan itu bukan Askar.
"Oh tuan Varjo, anda benar-benar tahu barang bagus, enam ribu... apa ada yang mau melawan." Kembali bersemangat pemilik pelelangan yang mendapat kenaikan harga.
"Si*al... Enam ribu lima ratus." Askar kesal dan ikut dalam peraduan harga.
"Apa ada lagi."
"Delapan ribu." Varjo membalas, jelas dia tidak ingin ada yang mengalahkannya.
"Delapan ribu lima ratus." Askar tetap hanya menaikan lima ratus koin saja.
Ini cukup membingungkan bagi orang lain, mereka menganggap telur yang di lelang bukan barang berharga, tapi ada dua orang yang bersaing.
__ADS_1
"Apa yang mereka berdua pikirkan, telur seperti ini tidak lagi berguna."
"Mungkin mereka sudah kelebihan uang."
"Sungguh percuma, dengan sebanyak itu, aku bisa hidup tiga tahun tanpa perlu bekerja."
Setiap komentar dari orang-orang tentu menujukan ketidakpercayaan dengan Varjo de hores, memang benar dia adalah penguasa yang memiliki banyak harta.
Tapi melihatnya menghamburkan uang demi satu hal tidak berguna tentu menyakiti mereka-mereka yang sering berpuasa demi menabung sedikit uang dan membeli senjata ala kadarnya.
"Delapan ribu dan dua senjata lord." Tegas suara Askar yang menggema ke seluruh ruangan.
Dia benar-benar tidak bisa melepaskan telur yang dianggapnya sangat berharga dan Varjo pun tidak lagi mau mengangkat tangan, dia tahu jika nominal yang diberikan oleh lawan sangat besar.
"Baiklah untuk tuan yang disana, telur ini menjadi milik anda." Ketukan palu terdengar keras.
Kakek Loe Teu Yiu jelas merasa pusing karena Askar berani berbuat begitu jauh demi satu yang tidak pasti.
"Askar apa kau yakin, itu jelas nominal yang sangat besar." Kakek loe teu yiu berbicara dengan nada lemas.
"Tenang saja, aku tahu apa yang aku lakukan." Balas Askar tersenyum puas.
Kain benda ke dua kini terbuka, sebuah bunga kristal berwarna ungu muncul dari dalam kotak kaca, aura kuat yang begitu murni tercium di hidung semua orang.
Askar sendiri bisa tahu bahwa bunga yang ditunjukan dalam pelelangan bukan tanaman liar, karena dari aromanya saja, itu membuat aliran energi menjadi kuat.
"Bunga Queen anemoe yang sudah menjadi kristal." Ucap Askar dengan wajah tidak percaya.
Dalam seribu tahun sekali, bunga Queen anemoe akan muncul dan ketika bertahan seribu tahun akan berubah menjadi semi kristal, hingga sepuluh ribu tahun kemudian menjadi kristal sempurna.
Itu menjadi sumber energi murni yang sangat berharga bagi orang-orang dengan niat peningkatan kekuatan secara signifikan.
(Jenis-jenis tingkatan item :
kelas biasa : memiliki pengaruh untuk beberapa orang.
kelas bumi : mampu mempengaruhi sebuah wilayah kecil dalam waktu bersamaan.
kelas surga : jangkauan jauh lebih luas bahkan meliputi sebuah negara.
kelas lord : mampu mengubah wilayah dunia sesuai dengan kemampuan.
__ADS_1
kelas dewa : seluruh alam semesta.)