
Keesokan harinya....
Memang dilihat dari manapun jelas sangat luar biasa, istana kerajaan alam semesta bawah yang terbuat dari batu adamantium hitam dan dipadukan dengan corak emas, asli pula.
Sebagai salah satu pemegang sepuluh kasta tertinggi jagat raya, kemakmuran wilayah kekuasaan lord Sam ini tidak bisa dianggap remeh.
Bahkan saat ini Askar berjalan di atas sebuah lantai yang terbuat dari lapisan emas dan segala ornamen dimana menujukan seberapa banyak kekayaan dimiliki oleh Sam.
Sina, Rea, dan Omen sampai terkagum-kagum melihat keindahan istana milik Sam yang jelas-jelas menghamburkan kekayaannya demi hal tidak berguna.
"Askar kita buat yang seperti ini di rumah." Ucap Rea dengan permintaan kepada Askar.
"Untuk apa ?, Ini tidak baik untuk kita menghambur-hamburkan uang." Balas Askar dengan wajah rumit karena merasa sedang di remehkan.
Secara langsung ekspresi Rea berubah dan Askar pun merasa bersalah... "Baiklah, aku akan membuat yang lebih indah dari tempat ini."
Sina yang memang mengetahui tentang Askar, tentunya menyadari jika suaminya hanya tidak suka, bukan karena istana ini, tapi karena orang yang memilikinya.
"Kau sebenarnya merasa kesal bukan ?." Sina pun menyindir sikap Askar.
"Aku ?, Kesal ?, Cih dia yang hanya menggunakan uang rakyat demi membuat lantai dari emas, harusnya disini ada KPK agar dia di tangkap karena menyalahgunakan kekuasaannya."
"Aku mengerti, aku sangat mengerti." Terlintas sebuah senyum penuh makna dari Sina yang jelas-jelas memahami Askar dengan baik.
Di lihat sosok Virnda yang sudah menunggu Askar, sedikit membungkuk untuk menyambut mereka semua, dan mengantarkan ke tempat pertemuan dengan kesepuluh wali kerajaan.
"Hei nona Virnda, aku bertanya-tanya, apa yang kalian dapat dengan memiliki kasta tertinggi jagat raya." Ucap Askar karena itu memang menjadi tanda tanya besar bagi Askar.
"Sebenarnya bukan hal istimewa, tapi kami mendapatkan harga diri." Jawab Virnda dengan jawabannya.
"Eeehhhh, aku tidak tahu jika Sam masih memikirkan harga diri." Sindir Askar dengan nada mengejek.
"Tapi selain itu, ada banyak keuntungan yang pastinya mempengaruhi perekonomian kerajaan." Berkata Virnda akan jawaban yang lain.
__ADS_1
"Misalnya."
"Akan ada banyak orang dari luar wilayah alam semesta untuk melakukan kerja sama, datang melakukan perdagangan, atau pun berkunjung karena potensi dari wilayah ini sebagai pembentuk orang-orang kuat, hingga mereka ingin berlatih di sini." Itu memang menjadi keuntungan yang cukup besar.
Dimana setiap kedatangan orang tanpa tanda pengenal, atau diluar wilayah kekuasaan alam semesta kerajaan bawah maka diharuskan membayar cukup banyak kristal energi.
"Ah aku mengerti sekarang kenapa kalian ingin mengangkat posisi ke kasta lebih tinggi." Mengangguk Askar yang memahami semua itu.
Walau begitu ada yang mengganjal di pikiran Askar, dari zaman dahulu hingga sekarang, antara ras non manusia dan ras manusia terdapat kesenjangan.
"Hanya saja, kenapa alam semesta dunia gelap ikut masuk kedalam daftar sepuluh kasta." Itu yang menjadi pertanyaan Askar.
"Ya ini memang berita lama, bagaimana pun mereka masih dalam satu jagat raya, dan lord iblis menginginkan harga diri untuk disanjung oleh orang lain, sehingga dia ingin ikut berpartisipasi dalam kasta tertinggi jagat raya." Perjelas Virnda.
"Jadi apa mereka lawan yang kuat." Askar pun membandingkan.
"Tentu saja, karena energi para ras iblis sangat berefek terhadap manusia, sehingga kami benar-benar kesulitan mengalahkan mereka." Jawab virnda.
Askar memang memahami hal itu, jenis dari ras iblis di alam semesta kerajaan dunia gelap, dan di dimensi Noir memang sama. Begitu pula didalam ingatan Asyura, karena sejak awal kehadiran mereka sengaja Asyura bawa ke dunia tersembunyi.
Didalam ruangan itu, sudah berkumpul sepuluh orang dengan kekuatan luar biasa besar, tiga diantara setara dengan Virnda, kemungkinan hanya Sam yang terlemah sebagai lord alam kaisar tahap akhir.
Mereka adalah Gabo, Samo, Jaga, Dala, Virnda, Sansa, Esa, Orda, Alisra, dan Cellino, sepuluh wali kerajaan yang menjadi tiang kekuatan untuk melindungi kekuasaan lord Sam.
Saat Askar masuk dibawa oleh Virnda, jelas semua tatapan mata tertuju ke arahnya, hingga ledakan kekuatan besar datang menghantam tubuh Askar.
Tidak hanya Askar, Rea, Omen dan Sina pun merasakan betapa mengerikan aura kekuatan yang sengaja dikeluarkan oleh salah satu wali, seakan ingin menguji mereka semua.
Askar bisa bertahan walau tubuhnya jelas tidak bisa bergerak, tapi untuk Sina, Rea dan Omen, sudah terjatuh menghantam lantai, mereka terlalu lemah.
Tapi seketika itu juga, Askar mengalirkan kekuatan keajaiban hidup yang menutupi tekanan aura, hingga Askar serta lainnya bisa bernafas lega.
"Keajaiban hidup, kenapa kau memiliki kekuatan dewa Sunawa." Berteriak salah satu orang yang mengetahui tentang kekuatan dari tubuh Askar.
__ADS_1
Tanpa menunggu Askar berkedip, sosok lelaki tua dengan janggut panjang hingga lantai menampakan diri dihadapannya dan menujukan tatapan tajam.
"Katakan cepat, kenapa kau memiliki kekuatan dewa Sunawa." Bersemangat kakek itu, hingga mengguncang tubuh Askar.
"Nona Virnda, apa kakek tua ini selalu kepo begini." Askar merasa aneh, bahkan risih ketika wajah kakek tua semakin dekat bahkan ada kuah yang keluar dari mulutnya.
"Tidak, biasanya dia hanya duduk diam dengan mata terpejam hingga tertidur pulas." Balas Virnda.
"Kakek tolong bersabarlah, aku tidak bisa menjawab karena wajahmu membuatku takut." Ucap Askar dengan senyuman lemas dan terpaksa.
Segera kakek tua kembali tenang dan sedikit berdehem... "Oh maaf, aku benar-benar penasaran, karena kau memiliki kekuatan dewa Sunawa."
"Penasanan sih penasaran, tapi basah wajahku ini, bau lagi." Gumam Askar yang merasa tidak nyaman.
Setalah Askar membenahi diri dan membersihkan sisa-sisa kuah yang membasahi wajah, Askar cukup ragu untuk menceritakan tentang kekuatan keajaiban hidup.
Memang ini sebuah kesalahan karena secara sengaja Askar menggunakan kekuatan dewa Sunawa, tapi siapa sangka jika ada orang yang mengetahui karakteristik keajaiban hidup.
"Aku mendapatkan ini dari putri Silviana." Walau enggan bercerita tapi kakek ini jelas mengetahui asal usul keajaiban hidup.
"Putri kerajaan alam semesta suci ?."
"Benar begitu." Askar tidak bisa membantahnya.
"Tapi kenapa dia rela memberikan kekuatan yang berharga ini kepadamu." Pertanyaan yang wajar.
Bagaimana pun kekuatan dewa Sunawa bukan sembarangan, itu adalah milik makhluk awal penciptaan dan hampir tidak bisa diturunkan secara paksa.
Hanya orang-orang terpilih saja yang mungkin mampu menerima kekuatan keajaiban hidup, itu pun hampir mustahil. karena selama ini, para keturunan Sunawa saja yang mampu membangkitkan.
"Saat itu dia memberikan darahnya demi menyelamatkanku, karena nyawaku berada di ujung tanduk dan beginilah jadinya." Jawab Askar yang memang seperti itulah kejadiannya.
"Sepertinya memang benar, kau bukan anak sembarangan, karena keajaiban hidup tidak akan menerima orang dengan sifat jahat." Balas kakek itu yang menerima Askar dengan anggukan paham.
__ADS_1
"Entahlah soal itu."