
Sudah tiga hari lamanya Askar dan semua orang berada didalam lubang hitam, lintasan lorong antar alam semesta yang membawa Askar ke alam semesta api mulia.
"Askar sebelum kau pergi ke alam semesta api mulia sebaiknya kita singgah ke planet lain dulu." Ucap kakek loe teu yiu memberi arahan untuk Askar.
"Kenapa memang ?." Balas Askar.
"Apa kau yakin membiarkan nona Rea itu turun ke tempat yang panas." Berkata kakek Loe teu yiu dengan mengarahkan pandangan ke Rea.
Askar tidak memikirkan tentang kondisi Rea, dia jelas kurang menyukai tempat panas, tapi dengan unsur tubuh pemilik kekuatan es tentu menjadi hukum alam jika harus menginjakan kaki di tanah api mulia.
"Askar kau tidak perlu repot-repot memikirkan aku, bawa saja Sina ke klan Phoenix, selesaikan urusan ini dan aku akan menunggu." Ucap Rea yang mencoba memahami Askar.
"Tidak, aku tidak mungkin melakukannya, biar kita cari tempat penginapan di planet yang kakek Yiu maksudkan, barulah aku akan membawa Sina pergi." Berkata Askar untuk tidak membiarkan Rea sendirian.
Kemungkinan Askar memerintahkan Omen untuk menjaga Rea, setidaknya dalam keadaan tertentu, Omen bisa diandalkan, asal tidak diperintahkan untuk memasak.
"Kalau begitu biar aku bawa kalian ke salah satu penginapan tempat kawanku." Ucap kakek loe teu yiu dengan sedikit bantuan.
"Kakek punya teman ?."
"Aku dulu memang pengembara yang hidup sendiri, tapi apa kau pikir aku tidak memiliki teman." Jelas kakek Yiu tersinggung atas ucapan Askar.
"Ya ... Itu cukup aneh, karena status luar biasa sebagai penguasa pedang dari alam semesta pedang tanpa tanding, tentu membuat orang lain tidak nyaman untuk berteman dengan anda." Balas Askar yang mengartikan tentang pertanyaannya.
"Paling tidak dia bisa aku anggap sebagai teman, karena dulu aku sering menginap di sana." Berkata Kakek loe teu yiu dari cara berpikirnya sendiri.
Askar tidak bisa memaksakan Rea untuk ikut menuju tempat yang akan dia jelajahi. Selain akan mempengaruhi kondisi tubuh Rea, itu juga berakibat buruk bagi aliran energinya.
Tapi diantara tiga planet lain dari wilayah api mulia, dimana salah satunya adalah tempat yang bisa ditempati oleh manusia biasa selain pemilik element api.
Biasanya mereka-mereka yang berniat untuk menjelajahi planet utama, mempersiapkan diri di sebuah tempat bernama kota Sourina, dan membeli sebuah jimat pelindung tubuh anti panas.
Tujuan Askar adalah menempatkan Rea di lokasi aman saat dirinya harus membawa Sina ke klan Phoenix.
Alam semesta api mulia atau Surga merah yang terbakar api.
Itu adalah sebuah wilayah alam semesta yang dihuni oleh kehidupan dalam unsur elements api, tanah-tanah merah, gurun pasir, gersang, panas dan terbakar lidah api dari perut planet.
Tapi karakteristik kehidupan di planet yang terselimuti api ini memang cukup aneh, karena pepohonan, rumput bahkan bunga masih mampu bertahan hidup di tempat yang sangat gersang.
Seakan semua berevolusi untuk mengikuti hukum alam dan menjadi terbiasa di suhu panas yang mampu mendidihkan air ini.
Hanya saja bagi orang luar yang baru pertama kali datang ke tempat seperti alam semesta api mulia, tentu tidak akan terbiasa dengan keadaan sekitar.
__ADS_1
Salah satunya adalah Rea, dia jelas merasakan ketidaknyamanan di tubuhnya, unsur utama dalam sirkuit energi sebagai pengguna elements air, angin dan es, tentu berbanding terbalik dengan kondisi alam yang akan dia singgahi.
*******
Saat ini... Di sebuah pemukiman klan Phoenix.
Altar dewa Phoenix merah abadi yang telah lama padam kini kembali terbakar api.
Kobaran besar menyelimuti seluruh lantai, simbol gambaran dari perwujudan seekor burung merah diatas lantai altar pun menujukan cahaya merah yang nampak jelas diperhatikan oleh seorang lelaki.
Dia adalah dewan suci, sebagai sosok penanggung jawab untuk menjaga altar kebangkitan dewa Phoenix dari generasi ke generasi berikutnya.
Lelaki itu berjalan mendekat menuju altar, jubah merah yang menyelimuti tubuh, langkah kaki perlahan dengan sedikit gemetar atas kejadian didepan mata.
"Ini.... Api Phoenix kembali bangkit, itu artinya ada jiwa Phoenix yang datang ke alam semesta api mulia." Ucap dewa suci yang membuka matanya lebar-lebar.
Atas kejadian itu, sosok lelaki berjubah merah berlari cepat menuju sebuah pemukiman yang tidak jauh dari altar kebangkitan Phoenix.
"Aku harus memberi tahu pangeran Phoenix, karena ini berita besar." Gumam lelaki dari dewan suci dengan gugup.
Semua orang di klan Phoenix adalah keturunan dari binatang mistik yang sudah hidup di zaman awal penciptaan, dan kini hanya tersisa keturunan tidak muri atau campuran.
Walau begitu, mereka-mereka yang menjadi keluarga utama saja, pemilik beberapa tetes inti darah dari Phoenix merah, dan itu diteruskan kepada keturunan selanjutnya, agar tidak hilang.
Karena kepingan jiwa itu berasal dari lima Phoenix merah awal penciptaan dan dianggap sebagai sosok dewa yang mereka puja telah tiada, hingga kemunculan kembali api altar memberikan petunjuk bahwa masih ada kepingan jiwa lain tersisa.
(Note : kepingan jiwa asli adalah eksistensi dari keabadian binatang Phoenix yang terdapat di tubuh orang lain untuk berenkarnasi.
Sedangkan keturunan murni Phoenix adalah garis keluarga yang belum tercampur sejak awal Phoenix merah diciptakan oleh Tuhan sejati.
Akan tetapi garis keturunan tidak mungkin menjadi Phoenix asli, sehingga mereka hanya membawa darah inti saja.)
Didalam sebuah rumah pondok berdinding batu dan beratapkan tanah liat, dewa suci yang datang segera masuk.
Tepat dihadapannya, sesosok lelaki berkulit hitam dan penuh coretan putih di sekitar tubuh hingga pipi, duduk bersila dengan mata terpejam.
"So'eK, ada perlu apa anda datang dan menganggu meditasi ku." Ucap sang pangeran Phoenix tanpa perlu membuka mata.
"Tuan pangeran Ke'su, api altar kebangkitan Phoenix kembali berkobar." Ucap So'eK dengan menunduk patuh.
Secara tiba-tiba mata pangeran Ke'su terbuka..."Apa kau yakin."
"Tentu saja, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri." Tanpa berani berbohong So'eK menjawab.
__ADS_1
"Kalau begitu, ada kepingan jiwa Phoenix datang ke alam semesta api mulia."
"Itu benar tuan."
"Kita harus cari dan melindunginya segera." Berkata pangeran Ke'su dengan sebuah perintah.
Ini jelas menjadi kebahagiaan bagi klan Phoenix, kehadiran jiwa asli adalah eksistensi yang berharga, ibarat dewa untuk mereka puja dan sosok leluhur sebagai bentuk penghormatan.
Tanpa perduli apa pun, seluruh anggota klan Phoenix akan mempertaruhkan segalanya demi membawa kepingan jiwa itu ke tempat ini.
Semua itu demi menjaga kelangsungan siklus renkarnasi yang hampir lenyap karena perbuatan orang asing.
(agar tidak lupa tingkatan-tingkatan dalam kekuatan Dunia di balik batas.
lord dibawah surga
lord yang nyata
lord diatas surga
lord alam raja
lord alam kaisar
lord alam master
lord alam monarch
lord alam setengah saint
lord alam saint suci
lord awal keabadian
lord keabadian tertinggi
Dewa sejati awal
....... Dan masih dirahasiakan.)
__ADS_1