PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
urusan kecil


__ADS_3

Malam di hari terakhir ini adalah sebuah penentuan, dimana segala hal bisa saja terjadi, para murid yang sudah berusaha keras mencari dan tidak mampu mendapatkan pedang emas.


Akan melakukan segala cara demi mencapai tujuan mereka, salah satunya adalah mencuri, membunuh dan merampas milik peserta lain.


Dan kini Askar merasakan sendiri, bahwa di seluruh bagian hutan neraka hijau ada pergerakan besar dari seribu murid untuk melakukan rencana mereka demi pedang emas ditangan lawan.


Ditempat Askar pun sudah berkumpul seratus orang yang menyembunyikan diri di balik bayang-bayang kegelapan hutan, gelap, sunyi dan berbahaya.


Tentu bukan hal mudah melewati para ahli beladiri dengan kekuatan diatas lord alam setengah saint suci tahap menengah dan juga seluruh perlengkapan tempur yang sudah mereka persiapkan.


"Tuan, apa perlu aku turun tangan untuk membersihkan mereka semua." Ucap Omen yang mengajukan diri langsung tanpa menunggu perintah.


"Itu tidak perlu Omen, aku bisa mengatasinya sendiri." Askar tidak ingin menyerahkan pekerjaan kali ini kepada Omen.


Dalam beberapa hal, apa yang terjadi sekarang memang menjadi tugas Askar sebagai peserta seleksi.


"Tapi mereka cukup banyak tuan."


"Sebagian besar dari mereka hanya sekedar keroco-keroco yang tidak berbahaya." Jawab Askar seakan itu semua bukan masalah.


"Meski begitu, anda akan kerepotan karena mereka." Omen merasa paham jika tuannya ini sangat jarang mau repot untuk masalah kecil.


"Kau memang benar, tapi biarlah, anggap saja ini seperti latihan untukku." Askar hanya berpikiran lain.


Bersama tiga wanita yang tertidur di sebelah api unggun, Askar sudah melepaskan zona persepsi sebagai radar dimana setiap lokasi para penyerang di sekitar.


Ini bukan masalah besar, karena yang terkuat diantara mereka hanya setingkat lord alam saint suci tahap awal itu pun hanya tiga orang.


Perlahan sebuah kabut asap tebal datang, menyelimuti wilayah tempat Askar dan Omen beristirahat.


"Mereka datang." Ucap Askar dengan serius.


Pergerakan cepat dan tepat, langkah tanpa suara, atau sekedar aura kehadiran yang di sembunyikan, mereka semua sangat terlatih, bahkan untuk sekedar penyerangan diam-diam di wilayah hutan.


Sebelum itu, Askar mengalirkan energi gelap dari hukum kegelapan ke tempat tiga wanita yang masih lelap dalam tidurnya sebagai perlindungan.


Tidak perduli seberapa kuat para penyerang ini, hampir mustahil untuk mereka menembus kekuatan perlindungan dari hukum kegelapan, kecuali jika ada diantara seratus orang itu memiliki kekuatan keajaiban hidup.

__ADS_1


Tapi apa yang Askar ketahui, jika kekuatan keajaiban hidup hanya dimiliki oleh empat orang di seluruh jahat raya, untuk saat ini tentunya.


Satu orang mendekat, dan tanpa ragu melayangkan sebuah tebasan pedang diantara bayangan manusia yang tertutup kabut.


Hanya saja, tidak ada siapa pun disana, kecuali kubah bola gelap yang mengeluarkan energi abnormal dan terlihat berbahaya.


"Kemana mereka, aku yakin jika tadi ada disini." Terkejut semua orang.


"Kau coba serang itu, aku merasa jika mereka berlindung di dalamnya." Saut seseorang yang memberi perintah kepada orang lain.


"Kenapa kau menyuruhku." Kesal sendiri dengan caranya bicara.


"Sudahlah cepat lakukan."


Hanya mengikuti tujuannya sendiri, seorang lelaki berjalan mendekat dengan berhati-hati, dan melepaskan satu serangan kuat di lapisan luar pelindung gelap.


Tidak ada yang terjadi, bahkan tidak ada goresan atau sekedar bergeming dengan sebuah serangan kuat dari lelaki itu.


"Benda ini sangat kuat, aku tidak bisa merobeknya." Ucapnya dengan terkejut.


Dan dalam waktu singkat, setiap orang yang tertangkap oleh tangan hitam itu, menjerit kesakitan saat tubuhnya mengalami korosi dan melebur menjadi debu.


Tidak ada waktu bagi mereka berdiam diri melihat tangan hitam bergerak menyerang, dalam satu menit ada tiga puluh korban tewas.


Sekelabat bayangan bergerak cepat melewati dahan-dahan pohon, lenyap, kemudian muncul membawa teror diantara gelapnya malam di dalam hutan neraka hijau.


Askar muncul dari balik bayang-bayang, dengan serangan tangan kosong satu demi satu orang jatuh dengan kekuatan pukulan keras yang mengarah ke tubuh mereka.


Perasaan ngeri disaat tidak tahu siapa yang menyerang mereka, dari mana asalnya atau pun bagaimana untuk bisa selamat.


Tapi tidak ada satu orang di sana yang bisa pergi dari kejaran Askar, tergeletak kaku dengan tubuh bengkok karena tulangnya patah.


"Kau yang terakhir, jadi apa ada permintaan sebelum aku patahkan kepalamu." Ucap Askar bertanya dengan nada serius.


"Tolong ampuni aku, aku hanya di perintah oleh orang, kami dibayar untuk membunuhmu." Ucap satu lelaki itu dengan wajah menangis.


"Siapa dia, katakan padaku." Bertanya Askar.

__ADS_1


"Apa jika aku katakan kau akan melepaskanku." Balasnya dengan meminta


"Posisimu sekarang, tidak bisa melakukan penawaran apa pun, tapi jika kau memberi jawaban memuaskan, aku hanya akan mematahkan tanganmu dan selesai, kau bisa pergi." Askar menjawab.


"Le Wei, dia akan memberikan kami seratus koin kristal energi jika bisa membawa kepalamu." Hanya perduli dengan keselamatannya, lelaki itu pun bicara.


"Cih murah sekali nyawaku, paling tidak sepuluh ribu koin kristal harga yang sesuai." Itu yang Askar permasalahkan.


"Apa itu cukup."


"Ya tidak buruk." Askar mengangkat kepala lelaki yang terduduk di tanah.


Satu tendangan keras melemparkannya jauh ke atas, walau itu sedikit berlebihan, tapi dia tidak akan tewas karena Askar menahan diri.


Omen baru saja muncul, dia memperhatikan semua yang terjadi, termasuk pembicaraan terakhir dengan lelaki sebelumnya.


"Tuan, siapa Le Wei itu, kenapa dia berani-beraninya membuat masalah dengan Anda." Bertanya Omen.


"Hanya urusan kecil karena wanita."


Omen merasa paham atas kondisi yang dialami oleh tuannya ini, walau itu sekedar masalah wanita, tapi Askar bukan orang yang asal merebut milik orang lain.


*******


Seleksi ke tiga telah berakhir, empat belas hari telah di lewati oleh masing-masing peserta, namun hanya ada 200 murid saja yang berhasil mendapatkan pedang emas sebagai tiket masuk ke turnamen kerajaan.


Dari dua ratus orang ini akan dipilih separuh untuk di jadikan pasukan khusus yang dibentuk langsung oleh penguasa alam semesta kerajaan beladiri, Varjo de hores,


Berkumpul semua orang yang membawa pedang emas di tangan masing-masing, dan empat sosok terakhir datang.


Pandangan mereka tertuju jelas kepada orang bernama Askar itu, terlebih mereka yang berada di wilayah selatan, tentang bagaimana Askar meruntuhkan semua gunung tiang karena malas untuk naik.


"Jadi dia orang yang bernama Askar, yang aku tahu, saat pengukuran kekuatan, dia hanya sampai di rata-rata."


"Apa mereka hanya membesar-besarkan tentang dia, atau memang mereka orang lemah yang tidak bisa mengalahkannya."


"Mari kita lihat, apa dia akan mampu bertahan di pertarungan duel di turnamen nanti."

__ADS_1


__ADS_2