
Taurus tidak perduli dengan peringatan dari para bawahannya, dia terlalu meremehkan sosok Davendra yang notabenenya adalah dewa awal penciptaan.
Itu karena dia lahir setelah masa kejayaan para dewa berakhir, sehingga Taurus tidak bisa memastikan seberapa kuat sosok yang akan dia hadapi.
Ditambah lagi dirinya baru menjabat sebagai salah satu ketua bintang untuk beberapa tahun terakhir.
Karena bakat yang melampaui rasi bintang lain sehingga dia di nobatkan sebagai sepuluh penjaga utama dengan usia termuda tentu membuatnya sangat percaya diri.
Membawa enam armada perang berupa bahtera angkasa bersenjata lengkap, dan pasukan yang ada dibawah kekuasaannya, kini mulai turun untuk memasuki permukaan planet.
Tapi sekilas Taurus melihat satu sosok manusia berjubah sudah berdiri menunggu semua bahtera angkasa itu turun ke tanah.
"Apa dia yang bernama Davendra, sungguh mengecewakan." Ucap Taurus memberi penilaian kepada sosok berjubah hitam itu.
"Tuan tolong jangan berbicara yang tidak-tidak, bagaimana pun dia adalah dewa awal penciptaan, para penguasa tidak berani asal bicara kepadanya." Satu orang cukup paham mengenai sosok Davendra.
"Apa yang salah, aku hanya berkata jujur, bukankah perkataan yang jujur tapi pahit lebih baik kebohongan yang manis." Taurus seakan tidak perduli peringatan dari bawahannya.
"Itu memang benar, tapi ...."
"Sudahlah cukup kau membicarakan orang yang telah lama vakum dari dunia persilatan, ini bukan lagi masa kejayaannya."
Taurus berjalan keluar dari dalam bahtera angkasa dengan gagah berani, dia memperlihatkan sebuah kewibawaan sebagai orang penting di alam semesta samudera bintang.
Baju perang perak yang melapisi seluruh tubuhnya, senjata gada besar dia bawa sebagai senjata pelengkap dalam pertempuran.
Davendra melihat tanpa rasa tertarik saat sosok dengan tinggi hampir tiga meter, bertubuh gemuk besar namun penuh otot kekar. Dan berjalan mendekat tanpa ada niat menundukkan kepalanya.
Sejak awal pertemuan, bahkan belum berbicara satu patah kata pun, Davendra tidak menyukai lelaki ini.
"Siapa kau ?." Bertanya Davendra.
"Pak tua apa kau tidak mengenalku ?." Balas Taurus menujukan ekspresi terkejut.
"Aku tahu kau berasal dari alam semesta samudera bintang, tapi aku tidak kenal siapa kau." Jawab Davendra yang memang tidak mengenal siapa dirinya.
__ADS_1
"Sungguh sangat disayangkan, karena seluruh jagat raya tahu siapa aku, tapi di sini, masih ada orang yang tidak tahu." Terdengar tidak menyenangkan saat dia berbicara.
"Apa peduliku ?, Walau kau adalah anak dari penguasa atau anak tukang sapu sekali pun, tidak ada alasan untuk aku mengenalmu." Davendra pun cukup santai menanggapi sikap Taurus.
"Baiklah, aku adalah Sano, ketua rasi bintang Taurus." Dengan keras suara Taurus memperkenalkan diri.
Davendra sudah banyak melihat sifat-sifat manusia, tidak bisa dihitung tipe orang seperti Sano yang menyombongkan diri hanya karena status sebagai orang penting.
Cukup bersabar Davendra menghadapi Taurus, dan masih bisa tenang selama dia tidak membawa masalah kepadanya.
"Jadi apa tujuanmu datang ke tempat ini bocah." Davendra mengajukan pertanyaan lain.
"Bocah ?, Sudah aku katakan, aku adalah ketua rasi bintang Taurus." Lelaki bertubuh gemuk besar ini merasa tersinggung atas panggilan Davendra.
"Lantas aku harus memanggilmu dengan semua jabatan yang tidak berarti itu." Mengendus nafas Davendra dengan kesal.
"Pak tua, biarpun kau adalah seorang dewa, harusnya kau tahu, jika saat ini alam samudera bintang adalah tuan di puncak kasta tertinggi, sedangkan kau hanya cerita lama yang terlupakan." Itu terdengar seperti sebuah penghinaan.
Biar pun Taurus sudah diberi peringatan oleh para bawahannya, dia tetap tidak mau menujukan rasa hormat.
Mereka semua menyaksikan dari atas bahtera, tidak ada yang berani turun ketika tahu jika Taurus berbicara dengan sikap sombongnya.
"Kenapa kita harus menjadi bawahan orang seperti dia."
"Jika dewa Davendra sampai marah, aku lebih baik pura-pura tidak mengenal dia."
Semua orang tahu, alasan kenapa Davendra tidak lagi mau ikut campur dalam urusan jagat raya.
Bukan karena dirinya semakin lemah, tapi karena Davendra sudah terlalu malas memperdulikan sikap manusia yang seenaknya sendiri. Terlebih untuk orang seperti Taurus.
Sedangkan Sano, atau pun Taurus, adalah generasi muda yang karena bakatnya diangkat menjadi ketua rasi bintang.
Dia tidak mengenal siapa sosok Davendra, hanya menganggap bahwa alam semesta samudera bintang sebagai tuan tertinggi kasta jagat raya, membuat dirinya lupa daratan.
"Terserah kau saja, jadi apa maksud kedatanganmu di tempat kekuasaanku ini." Davendra masih bisa bersabar untuk menghadapi Taurus.
__ADS_1
"Aku ingin bertemu dengan Dewi Phoenix." Tegas jawaban dari Taurus.
"Oh... Apa urusanmu kepada Dewi Phoenix itu."
"Ini adalah urusan anak muda, kau yang sudah uzur tidak akan paham atas tujuanku." Taurus tidak memberikan wajah atau pun sedikit rasa hormat dari jawabannya.
Urat wajah Davendra semakin keras, tidak hanya melihat sikap Taurus yang seenaknya sendiri, tapi juga menyebut bahwa dirinya sudah uzur, tentu kesabaran Davendra hampir habis.
"Bocah.... ini adalah wilayah kekuasaanku, kau datang kemari tanpa bersikap sopan, bukankah kau sudah gagal menjadi tamu yang baik." Davendra secara jelas memberi peringatan.
"Untuk apa aku bersikap sopan, harusnya kau menghormati kami yang berasal dari alam semesta samudera bintang." Taurus masih keras kepala.
Setelah Taurus menjawab pertanyaan Davendra dengan cara yang tidak menyenangkan, secara tiba-tiba satu pedang besar jatuh dari atas langit.
Davendra dengan sengaja tidak langsung menghujamkan ke kepala Taurus, hanya sebuah peringatan untuk membuatnya sadar diri.
Walau saat ini alam semesta samudera bintang adalah yang berkuasa, Davendra hanya tidak ingin merepotkan diri mengurusi tingkah orang-orang seperti mereka.
"Ok, mari kita pulang, dewa Davendra sudah marah, kita tidak akan selamat jika tidak segera pergi."
"Tapi bagaimana dengan tuan Taurus."
"Untuk apa kita memikirkan orang yang membuat kita dalam bahaya, biar dia mengurus permasalahannya sendiri."
Orang-orang yang hendak turun untuk mengikuti tuan mereka, segera kembali masuk kedalam bahtera.
Perlahan bahtera pun terbang sedikit lebih tinggi, mereka yang sadar akan bahaya kemarahan Davendra, lebih memilih menjauh dan tidak ikut campur.
"Sebaiknya kau juga pergi sekarang, sebelum aku benar-benar serius untuk membunuhmu." Davendra memberi peringatan terakhir kepada Taurus.
"Jangan samakan aku dengan orang-orang pengecut itu." Jawab Taurus dengan sikap berani.
Seakan ucapan Davendra hanya hembusan angin sepoi-sepoi di telinga Taurus, karena tanpa berpikir panjang, dia menarik gada dibelakang punggungnya.
Satu ayunan kuat menghantam tanah, lonjakan energi meledak dan membuat retakan besar menuju Davendra.
__ADS_1
"Ternyata kau lebih memilih cara merepotkan dari pada ucapan baik-baik." Berkata Davendra dengan menghembuskan nafas lemas.
Dan hanya satu ayunan tangan, gelombang energi yang berbahaya bagi lord alam saint tahap menengah, mudah saja di tahan.