PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
rempah-rempah


__ADS_3

Wilayah alam semesta penguasa naga lebih seperti sebuah tempat hidup atau habitat dari hewan-hewan langka yang dilindungi.


Karena sepanjang Askar melihat dari atas puncak menara istana kerajaan naga langit, semuanya serba hijau, dari ujung cakrawala sebelah barat hingga timur, dari selatan sampai ke Utara.


Semua hanya terdiri dari sekumpulan pepohonan besar dan beberapa tempat pemukiman yang tidak terlalu luas, mungkin berisi lima puluh kepala keluarga, dan berjarak ribuan kilometer untuk bertemu dengan pemukiman lain.


Bagi para ras dragonic ini tidaklah aneh, karena jarak perjalanan mereka untuk pergi ke desa dragonic sebelah tidak lebih seperti mereka hendak ke ******.


Kecepatan terbang ras dragonic yang sudah memaksimalkan perubahan transformasi ke wujud sempurna seekor naga jelas-jelas memiliki kekuatan yang luar biasa.


Bahkan seorang anak kecil yang baru bisa mengepakkan sayapnya, ketika terbang jauh lebih cepat dari sebuah mobil sedan.


Lepas dari itu, Askar menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya, dimana long Xia kini berada di salah satu pemukiman di dekat istana naga langit.


Tanpa perlu beralasan untuk sekedar menyapa, Askar melompat dan terbang dalam kecepatan tinggi, hingga dia sampai ke pemukiman ras dragonic itu dalam beberapa nafas saja.


Secara sembunyi-sembunyi, Askar memperhatikan Long Xia dari balik dinding rumah salah satu penduduk dragonic, meskipun kehadirannya sudah cukup menarik perhatian bagi orang-orang yang sekedar lewat.


"Kenapa ada manusia di sini."


"Kau belum tahu jika dia adalah tamu dari tuan long Wei."


"Tapi aku merasa dia terlihat mencurigakan."


"Aku pun berpikiran sama, tapi siapa yang berani membuat masalah di sini, kecuali mereka memiliki sembilan nyawa, itu pun masih kurang."


Jelas komentar para Dragonic yang melihat Askar sangat penasaran, karena dia menyembunyikan diri dibalik dinding kayu salah satu rumah penduduk.


Hanya saja tidak terlihat jika mereka mewaspadai Askar bila dia akan membuat masalah, andai pun itu terjadi, semua dragonic di tempat ini akan menyerang Askar tanpa perlu bertanya.


Tapi Askar lebih fokus untuk memperhatikan sosok long Xia yang berjalan anggun sembari menyapa para penduduk dengan senyuman menawan.

__ADS_1


Askar benar-benar terpesona kepada gadis dragonic satu ini, sikap lemah lembut, ramah senyum dan tidak sombong, walau statusnya adalah putri dari sang penguasa naga.


Dan Askar tidak menyadari bahwa semua yang long Xia lakukan tidaklah seperti isi pikiran dari Askar.


"Kakak apa yang sedang kau lakukan." Sebuah suara datang dari belakang tubuh Askar.


Dimana dua anak kecil yang penasaran kepada kegiatan Askar, mencoba berbicara tanpa malu-malu, meskipun Askar merasa terganggu atas kehadiran mereka berdua.


"Meskipun aku katakan, kalian berdua masih terlalu kecil untuk memahami apa yang aku lakukan." Jawab Askar dan tidak perduli untuk dua bocah penuh rasa penasaran itu.


"Tapi aku merasa kakak seperti seorang manusia yang berniat mencuri ayam." Asal saja satu bocah itu berkata.


"Apa kalian bercanda, bagaimana mungkin wajah tampan sepertiku disamakan dengan manusia pencuri ayam." Dengan tegas Askar membantah ungkapan mereka.


"Aku bahkan merasa jika pencuri yang pernah dijadikan makan malam saat itu jauh lebih baik." Tapi tetap saja Askar merasa kalah karena seorang pencuri ayam.


Jelas Askar tersenyum getir, dia membayangkan apa yang terjadi dengan orang yang mereka jadikan makanan.


Ras dragonic tidak perduli siapa yang ingin mereka jadikan mangsa, termasuk manusia, kecuali mereka tidak membuat masalah dan mengusik ketenangan para ras dragonic.


"Karena dia cukup enak untuk dibuat sebagai sup daging, sedangkan aroma kakak terasa aneh, bau." Perkataan seorang anak kecil jelas jujur.


Askar mencoba mengecek aroma tubuhnya sendiri, tapi tidak ada yang salah, karena sebelum pergi dia sudah mandi dan gosok Gigi.


Askar tahu jika perkataan dua bocah ini benar-benar polos dan mengatakan apa adanya, tapi itu bisa disyukuri bahwa karena aroma tubuhnya tidak disukai oleh para naga.


"Tapi jika kakak mau dipanggang dengan rempah-rempah mungkin bau kakak bisa hilang." Semakin asal kedua anak kecil itu bicara.


"Aku tidak mau mengikuti saranmu bocah, cepat sana pergi, karena aku sibuk dengan urusanku." Askar jelas kesal karena waktu yang harusnya dia gunakan untuk memandangi nona long Xia harus dibuang sia-sia.


Nakal memang kedua anak kecil ini, sejak awal mereka adalah ras dragonic, dimana dengan kekuatan yang diluar dugaan, Askar tidak bersiap menerima dorongan dalam tenaga sesosok makhluk terkuat di jagat raya.

__ADS_1


Biar pun tubuh kedua bocah itu setinggi pinggang, tapi itu membuat Askar terdorong sampai terhuyung-huyung dan jatuh di jalanan.


"Tuan Asyura, apa yang sedang anda lakukan." Suara lembut nan syahdu terdengar jelas di telinga Askar.


Sedangkan rasa malu karena jatuh dengan tengkurap di tanah, tidak Askar gambarkan jika long Xia menganggapnya aneh.


"Bukan apa-apa nona Xia, aku hanya melatih pendengaran jarak jauh melalui media tanah." Asal saja Askar mencari alasan.


"Apa itu bisa dilakukan." Dengan polos long Xia bertanya.


"Aku tidak tahu." Balas Askar.


"Kenapa tuan tidak tahu." Bingung Long Xia dengan perkataan Askar.


"Karena sampai sekarang aku tidak mendengar apa pun, selain pasir yang masuk ke telingaku." Jawab Askar sembari tertawa kecil.


Askar segera saja melompat dan berdiri di samping long Xia, tidak ada kecanggungan bagi Askar mengakrabkan diri kepada putri dari penguasa naga itu, karena dia sendiri yang membuka kesempatan untuknya mendekat.


"Nona kenapa kau berjalan disini sendirian, apa tidak ada pengawal yang menemanimu." Bertanya kembali Askar membuka percakapan baru.


"Untuk apa ?."


"Ya seorang putri penguasa, biasanya memiliki pengawal khusus untuk menjaganya dari orang yang berniat jahat." Balas Askar.


Tapi apa yang didapatkan oleh Askar adalah sebuah tawa, tawa kecil sebagai bentuk ejekan, namuan tetap saja long Xia terlihat begitu menawan dari segala ekspresi wanita satu ini.


"Tuan Asyura, lihatlah sekeliling anda, mereka semua adalah ras dragonic, ras terkuat yang ada di jagat raya, apa tuan bisa membayangkan saat ada orang jahat datang menyerang ku." Long Xia menjelaskan apa yang harus Askar ketahui.


"Mungkin menjadi sup daging, atau dipanggang dengan rempah-rempah." Askar menjawab dari perkataan dua bocah sebelumnya.


"Itu benar, sekali pun ada yang berani berbuat jahat di tempat para ras dragonic, mereka tidak akan selamat dari kematian." Ucap long Xia dengan ekspresi yang jelas menujukan tatapan tajam.

__ADS_1


Tapi seketika mata menakutkan yang muncul dari wajah long Xia berubah drastis, berganti sebuah senyum menawan dan mempesona kembali seperti biasa.


Askar mengangguk paham, bahwa perkataan long Xia memang ada benarnya, jika ada niat jahat dari seorang manusia tentu penduduk sekitar tidak akan membiarkan mereka hidup.


__ADS_2