
Cukup lama Askar menunggu, walau ini tidak jadi masalah, karena membuat dirinya lebih banyak waktu bersantai, hanya saja ada beberapa kondisi yang membuat dirinya tidak nyaman.
Selain beberapa kali Askar merasakan getaran cukup kuat di lantai, ada pun energi yang beri kepada pembentukan wujud Aza El haramale diserapnya deras.
Askar merasa khawatir, sebab jumlah yang dikeluarkan sangatlah besar, jika bukan karena tingkat kekuatannya sebagai lord alam guru tahap menengah, tentu dalam beberapa menit sudah terkuras habis.
"Apa yang sebenarnya dia lakukan, padahal aku hanya memerintahkan untuk melihat-lihat saja." Gumam Askar tidak merasa risih sendiri.
Segera saja Askar melakukan telepati kepada Aza, dimana itu untuk mengetahui apa yang sedang dia lakukan, sehingga membuat Askar menunggu lama.
"Aza .... Apa kau mendengar ku." Panggil Askar.
Tapi seketika sambungan telepati pun terputus, entah apa yang sebenarnya terjadi, sebab tidak mungkin jika Aza yang hanya berkeliling tidak menjawab telepati Askar.
"Aza apa yang kau lakukan disana." Panggil Askar sekali lagi.
" Tuan... Maaf, di.... nyal jelek." Kemudian terputus kembali.
Ini cukup membingungkan, dimana telepati tidak memerlukan sinyal, selama orang yang dia tandai dan tujuan panggilan masih hidup, tentu semua akan baik-baik saja.
"......... Aza ?." Askar tidak berhenti.
"Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi." Itu yang Askar dapat dari panggilan kepada Aza.
"Sejak kapan telepati memiliki operator." Jelas Askar tahu jika ini di buat-buat oleh Aza.
Coba Askar menunggu beberapa saat sebelum menghubungi Aza kembali, dan setelah cukup lama, akhirnya dia pun menjawab panggilan dari Askar.
"Tuan maaf, tadi ada sedikit masalah." Berkata Aza dengan jelas.
"Memang apa yang terjadi dibawah."
"Hanya beberapa Monster kecil yang menyerang ku." Jawab Aza dengan nada suara seperti mendapat kesenangan untuk masalahnya.
Ini tentu membuat Askar tahu, alasan dimana energinya diserap sedemikian banyak untuk Aza bertarung.
Biar pun begitu, selama tidak terjadi kendala Askar tidak mempermasalahkan setiap tindakan Aza yang memang terlalu beresiko membuat Askar kehabisan energi.
"Baiklah sekarang kau kembali ke atas." Perintah Askar.
__ADS_1
"Baik tuan." Jawabnya dengan patuh.
Jarak perjalanan untuk Aza naik tidaklah terlalu panjang, dalam beberapa menit, dia sudah keluar dari lubang kecil di tingkat ke empat.
Tapi dilihat senyuman di wajah Aza seakan masalah yang dia hadapi tidak berarti apa pun.
"Jadi apa semua baik-baik saja." Bertanya Askar, dia mempertanyakan senyuman yang di tunjukan oleh Aza itu.
"Tentu tuan, bahkan aku tidak mengira ikan dibawah sana cukup enak." Begitu Aza menjawab atas makna sebuah senyumannya.
"Kau menahannya ?." Bingung Askar dengan tindakan roh satu ini.
"Akan sangat percuma jika para ikan disana hanya menjadi bangkai, terlebih lagi ikan itu kaya akan gizi, omega tiga dan kalsium, baik untuk pertumbuhan tulang." Perjelas Aza.
"Apa memang benar kau membutuhkan semua gizi itu ?."
"Apa yang salah dari itu tuan."
"Ya kau tahu, kau hanya memiliki tubuh roh, aku baru mendengar roh membutuhkam omega tiga dan kalsium." Askar kurang paham mengenai gaya hidup para roh.
"Sebenarnya tidak tuan, tapi para monster yang aku makan itu bisa menjadi energi tambahan untuk mengurangi pasokan dari anda." Aza pun menjawab kebingungan Askar.
"Sejak awal Anda sudah kehabisan energi, karena pertarungan yang aku lakukan benar-benar menggunakan energi tingkat tinggi." Terlihat jelas jika Aza menyombongkan dirinya.
Ini tentu membuat Askar terkejut, dia bertanya-tanya, seberapa banyak yang dibutuhkan oleh Aza untuk pertarungan di bawah sana.
Sedangkan kekuatan Askar sudah mencapai Lord alarm guru tahap menengah, Tapi itu masih belum cukup untuk mempertahankan wujud nyata Aza yang memang memiliki kekuatan sangat tinggi.
"Memang seberapa banyak ikan yang kau bunuh Aza."
"Kurang lebih ada seribu sembilan ratus sekian-sekian, itu pun Ada 3 ekor yang lolos." Santai saja Aza El haramale menjawab.
"Pantas saja kau bilang kalau kekuatanku tidak akan cukup, jika tidak memakan mereka semua."
"Apa itu terlalu berlebihan."
"Ya sudahlah, lepas dari berlebihan atau tidak, kau cukup membantu urusan di bawah sana." Secara tidak langsung Askar pun merasa lega karena tindakan Aza.
Kini Ashar tidak perlu repot-repot turun tangan untuk membunuh semua ikan yang berada di tingkatan kelima.
__ADS_1
"Hehehehe, sama-sama tuan."
"Kau kembali lah dulu, jika aku perlukan maka aku akan memanggilmu keluar." Seketika Askar menarik paksa tubuh Aza kedalam dunia imajinasi.
Atas semua yang anda lakukan kini Askar tidak perlu ragu untuk turun ke bawah dan segera saja dia pun melompat terjun tanpa harus menggunakan energi terbang, karena di tingkat ke lima hanya sekedar air.
Entah kenapa Askar cukup bersemangat untuk terjun ke permukaan air, dan terlihat jelas pancaran cahaya berkilauan dari kirstal energi menujukan keindahan danau dalam lubang.
Askar pun mengambil posisi untuk menyelam, terlebih tidak ada lagi monster karena sudah habis di makan Aza.
" Maaf tuan, aku lupa memberi tahu." Sebuah suara Aza terdengar.
"Apa itu."
"Air dibawah sana adalah zat pelebur." Itu yang Aza beritahu.
"Si*al." Dengan panik, Askar segera menggunakan energi terbang tepat sebelum kulitnya menyentuh permukaan.
Mendorong mundur dengan tiupan nafas karena cipratan air pelebur akan menyentuh batang hidungnya.
"Kenapa kau baru mengatakan hal ini." Kesal Askar membalas telepati Aza.
"Awalnya aku tidak menyadari, karena tubuh roh, tidak berpengaruh terhadap air ini, tapi baru aku ingat jika, binatang lain seketika lenyap setelah jatuh kedalam air." Jawab Aza dengan tertawa.
"Sudahlah lupakan itu." Lemas Askar atas sikap bawahannya satu ini.
Ini membuktikan jika setiap tempat yang ada di dalam lubang memiliki bahaya masing-masing, andaikan Askar tidak tahu, tentu tubuhnya bisa melepuh saat terkena air pelebur.
"Sudah aku duga ini tidaklah mudah."
Tapi tepat Apa yang dia lihat di tengah-tengah kubangan air, terdapat sebuah pusaran yang mengarah ke bawah.
Ini jelas hampir mustahil untuk Askar lewati begitu saja, tanpa kemampuan khusus, tubuhnya akan terluka jika harus masuk kedalamnya.
Seni beladiri pernafasan gelombang : pertama hembusan jiwa.
Askar membentuk bola udara yang berputar di sekitar tubuhnya, dan itu akan memberi ruang bagi Askar agar tidak terkena air pelebur.
Hanya untuk memastikan bahwa itu memang benar-benar sebuah jalan menuju tingkat ke enam, Askar pun menyelam.
__ADS_1
Tapi tepat sebelum menyentuh permukaan, dua pasang mata bercahaya Askar lihat dari balik pusaran, sebuah kecepatan tinggi yang membuat dirinya tidak bisa menghindar, saat sebuah mulut lebar terbuka dan menelan Askar secara utuh.