PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
siapa Joni ?


__ADS_3

Askar tidak salah dengar apa yang di ucapkan Tisumi kepadanya, karena semua perkataan dari mulut guru besar itu masih membuat telinga Askar berdengung, sangat jelas dan mengancam.


Satu hal yang benar-benar membuat Askar kesal kepada Resya, dia merekayasa kejadian itu kepada ibunya, sehingga masalah pun datang.


Untuk apa Resya berbohong dan berpura-pura kalau dia menaruh perasaan, jika pada kenyataanya, tujuan utama adalah membuat Askar berhadapan dengan Tisumi.


"Aku tidak akan melepaskan wanita itu, akan aku buat dia bertekuk lutut dan membayar semua perbuatannya." Gumam Askar dengan tersenyum kesal.


Tapi sebelum itu, hal lain yang harus Askar lakukan adalah mencari tempat untuk beristirahat. Dimana rumah tempatnya tinggal hampir roboh karena tindakan Tisumi.


Dua lubang besar terbentuk saat dia melemparkan orang-orang suruhan dari Remure Tianmu yang kalah dengan tamparan.


Tanpa perlu banyak pertimbangan Askar pun menuju wilayah perumahan lain yang menjadi tempat tinggal para murid wanita.


Disini tidak ada murid yang dia kenal, selain Karlina dan Su yiu, karena hanya mereka berdua Askar pun tidak ragu untuk pergi.


Atas kemampuan dalam persembunyian, Askar bergerak melewati para penjaga dengan mudah, level mereka jauh masih jauh untuk sekedar merasakan aura kehadiran Askar.


Sebuah rumah Su yiu yang memiliki tiga ruang kamar, untuk dihuni dua sampai lima murid membuat Askar enggan memilih tempat Su yiu.


Terkecuali para murid-murid utama padepokan seperti Karlina, karena secara khusus mereka disediakan oleh padepokan dengan fasilitas VIP.


Tapi karena posisi Karlina itu pula, dia mendapatkan hak untuk bermacam-macam hal, seperti membawa anggota keluarga ke dalam rumah.


Karlina pernah mengatakan jika dia memiliki beberapa adik yang harus di rawatnya, karena itulah Karlina benar-benar berusaha keras demi mendapatkan semua ini.


Menyelinap masuk ke dalam rumah Karlina dengan berhati-hati, langkah demi langkah dia ambil perlahan, agar tidak mengganggu adik-adiknya di ruangan lain.


"Tapi dimana ruangan Karlina tidur." Gumam Askar yang melihat ada tiga pintu.


Dengan zona persepsi Askar tahu jika didalam semua ruangan itu terdapat seseorang, mereka memiliki energi yang sama seperti Karlina tapi bukan dia, hanya saja satu diantara ke tiga orang itu keadaannya sangat lemah.


Askar sangat penasaran dan mencoba memastikan, karena aliran energi dari penglihatan zona persepsi, membuatnya tidak nyaman.


Saat Askar membuka pintu itulah, tepat di atas ranjang berbaring seorang gadis muda yang separuh lebih muda dari Karlina.


Ranjang yang digunakan sangatlah berbeda, dimana gadis itu, ada sekumpulan batu energi dan mengalir masuk kedalam tubuhnya.

__ADS_1


Askar coba memeriksa kondisi dengan sentuhan di pergelangan tangan, dialirkan energi memasuki sirkuit energi, dan nyatanya memang terdapat sebuah masalah.


"Sirkuit energi terputus dan urat nadinya rusak parah, sangat luar biasa dia masih bisa bertahan dengan kondisi segawat ini." Gumam Askar sendiri.


Semua itu ditopang oleh batu-batu energi yang ada dibawah tempatnya tidur, jika tidak maka hidup gadis ini sudah lama berakhir.


"Untungnya inti kehidupan yang dia miliki masih utuh, jika tidak, maka tidak akan ada harapan."


Askar jelas menyaksikan sebuah alasan kenapa Karlina bekerja keras mencari banyak uang, bahkan mempertaruhkan harga diri, demi seribu koin kristal energi.


Semua itu demi membuat gadis ini bertahan hidup lebih lama, tentu biaya pengorbanan karlina tidaklah mudah, karena batu-batu untuk pengobatan sangat mahal.


"Joni...." Ucap gadis kecil ini dengan tiba-tiba.


"Joni siapa Joni ?." Askar terkejut sekaligus bingung.


Karena mata gadis yang berbaring itu terbuka, dan menatap Askar dengan tubuh kurus, dia tidak memiliki tenaga, bahkan semangat untuk hidup.


"Kakak dimana Joni." Ucapnya dengan nada suara lemas.


"Dia... Dia boneka kucing pemberian kak Lina." Jawabnya dengan wajah bingung mencari.


Dia tidak mungkin turun dari atas ranjang batu pengobatan, karena aliran energinya akan seketika berhenti dan memperburuk kerusakan di urat nadi.


Bagaimana pun juga, Askar bisa menebak jika batas kehidupan gadis ini tidaklah lama lagi, walau takdir bisa saja berkata lain.


Askar ikut mencari ke sekeliling ruangan, tapi tidak dia temukan boneka kucing yang bernama joni itu, melainkan boneka aneh dengan kepala penyok dan tidak simetris.


"Aku hanya menemukan ini." Ucap Askar sembari membawa boneka lain.


"itu Joni." Dengan tersenyum layu, gadis itu menangkap Joni.


"Dari mananya itu boneka kucing, lebih seperti seekor berang-berang berkepala abstrak." Gumam Askar yang tidak tahu apa pun.


"Dia kucing kata kak Lina, karena dia sendiri yang membuatnya."


Askar tidak bisa berkata-kata lagi, bukan karena terharu mendengar sebuah kisah pengorbanan seorang kakak perempuan demi adiknya.

__ADS_1


Tapi Askar merasa sedih, karena Karlina memaksakan diri walau dia tahu kemampuan untuk membuat boneka sangatlah buruk.


"Siapa namamu gadis cantik." Bertanya Askar.


"Aku lelia." Jawabnya memperkenalkan diri.


"Lelia, apa kau ingin sembuh ?." Ucap Askar dengan melihat kepada


"Untuk apa ?." Sebuah pertanyaan untuk jawaban yang aneh.


"Apa kau tidak ingin menjadi sehat dan bisa pergi-pergi kemana pun."


"Jika itu hanya sebuah perkataan agar aku tetap sabar menahan rasa sakit, sedangkan kak Lina berjuang mati-matian untuk sebuah harapan palsu, aku lebih ingin mati dan menyelesaikan semua ini." Jawaban itu membuat Askar terkejut.


Di hadapan Leila dia tidak berharap apa pun, karena ini bukanlah penyakit yang memiliki obat untuk menyembuhkannya.


Tapi ini adalah sebuah kondisi, dimana mereka harus menerima kenyataan bahwa takdir menghancurkan segala harapan.


Dengan jelas Askar memperhatikan, wajah gadis ini cukup tenang saat memeluk Joni. Seakan dia tahu tentang segala yang terjadi kepada dirinya.


"Bagaimana jika aku katakan, kalau aku ini bisa menghilangkan rasa sakit ditubuhmu." Askar menjawab dengan tersenyum cerah.


"Jika memang kakak bisa, aku menginginkannya, agar kak Lina tidak lagi bersedih, tapi sudah puluhan kali kami pergi ke tabib dan orang-orang pintar, hasilnya tidak ada yang berubah." Berkata Lelia tanpa semangat untuk mendengar balasan Askar.


Askar mengangguk paham, gadis ini hanya tidak ingin keyakinan yang diberikan kembali lenyap dan menyisakan harapan.


"Percaya padaku, aku akan berusaha." Askar tidak asal berkata.


Serpihan cahaya kuning keemasan menyala terang di tangan Askar, kekuatan keajaiban hidup, adalah satu-satunya cara mengembalikan Lelia dalam kehidupan normal.


Mata Lelia terbuka lebar, ini pertama kalinya dia menyaksikan sebuah kemampuan dengan indah, rasa hangat yang menenangkan membuat Leila mengantuk.


Seketika memejamkan mata dan terlelap kembali dalam tidurnya di atas ranjang batu pengobatan.


"Baik mari kita mulai."


Serpihan-serpihan cahaya kuning keemasan rekahan turun menyelimuti tubuh Lelia, kekuatan keajaiban hidup dari dewa Sunawa digunakan demi menyelamatkannya.

__ADS_1


__ADS_2