
Siapa yang menyangka, kemunculan Su yiu tidak hanya sebagai bumbu penyedap atau pun rasa pedas dalam sebuah masakan.
Tapi dia memiliki peranan penting untuk kehidupan Askar, terlebih lagi, Lutos memanglah istri dari Asyura yang lenyap setelah kehilangan seluruh kekuatan dewa kematian.
Sejak hilangnya dewa kematian Lutos, kekuatan penghancur realita belum muncul kembali sampai saat ini. Tapi seratus tahun lalu, kakek loe teu yiu di titipkan oleh dewa Davendra, seorang anak perempuan yang dikatakan sebagai pembawa takdir seorang dewa.
Dia adalah Su yiu, sebuah nama yang di berikan oleh kakek Loe Teu Yiu kepada anak perempuan yang dibawa dewa Davendra saat itu.
Askar tentu percaya dengan cerita kakek loe teu yiu, karena sejak awal segala hal mengenai dewa Davendra sangat sulit dipisahkan dari takdir yang membawa Askar menuju alam semesta atas.
Bahkan secara ajaib ketika Askar berada diambang kematian karena melawan Quan Qian, sosok kakek loe teu yiu itu datang menyelamatkan dirinya.
Itu bukanlah sebuah kebetulan, karena dia sendiri yang mengatakan jika tindakannya adalah perintah dari dewa Davendra.
"Kalau begitu, kenapa kakek bisa mengenal dewa Davendra, bagaimana kisah awalnya." Bertanya Askar selagi menunggu pengurusan izin keluar alam semesta.
"Hmmm coba aku ingat, mungkin sekitar seratus dua puluh ribu tahun yang lalu, dia mengatakan dengan jelas bahwa dirinya adalah dewa penciptaan, Davendra." Singkat saja Kakek loe teu yiu bercerita.
"Apa hanya itu saja ?."
"Tidak juga, aku awalnya tidak percaya, bahkan siapa pun tidak akan percaya, jika ada orang asing yang datang memperkenalkan diri sebagai seorang dewa." Balas kakek Loe Teu Yiu dengan raut wajah penuh ejekan.
"Lantas bagaimana kakek bisa percaya."
"Saat itu aku termasuk orang yang arogan dan tidak ingin diperintah oleh siapa pun, jadi kami saling bertarung selama tiga hari tiga malam, dan aku dikalahkan dengan telak, bisa saja saat itu dewa Davendra membunuhku, tapi aku dilepaskan agar mau membantunya." Itu jawabannya.
Bisa dibayangkan seberapa mengerikan pertarungan antara kakek loe teu yiu dengan dewa Davendra. Dia yang sudah mencapai tingkat lord alam awal keabadian seratus ribu tahun yang lalu, dikalahkan telak oleh Davendra.
Dalam kurun waktu lalu, hingga sekarang, peningkatan kakek loe teu yiu mencapai lord alam keabadian tertinggi, masih mustahil untuk dia mengalahkan seseorang yang sudah melampaui batas manusia abadi dan menjadi seorang dewa.
Askar bisa beranggapan jika kakek loe teu yiu yang kalah harus mengakui bahwa dia adalah dewa penciptaan dan bertindak sebagai alat untuk menjalankan rencananya.
__ADS_1
"Apa aku bisa bertemu dengan dewa Davendra itu." Bertanya Askar untuk tujuan lain.
"Seharusnya kau akan bertemu dengan dewa Davendra saat berada di alam semesta awal penciptaan." Jawab kakek loe teu yiu dengan kepastian.
Askar mengangguk perlahan, dia memang akan membawa Rea pergi ke alam semesta awal penciptaan untuk bertemu dengan pencipta kitab beku abadi, tapi siapa sangka orang yang disebutkan oleh Rea adalah Davendra.
Dia mengatakan untuk Rea mendapat sebuah pencerahan baru dari takdir yang membawanya hidup, termasuk sebuah peran penting demi menyelamatkan jagat raya.
Entah apa itu maksudnya, tapi jelas rencana Davendra kepada Rea, saling berhubungan dengan Askar sendiri, dan Askar pun tidak bisa menolak, jika semua tertuju pada satu titik penting, yaitu ramalan bencana delapan belas tahun di masa depan.
"Jadi apa tujuan kakek ikut denganku, sekedar berjalan-jalan ?, Tentu bukan itu alasannya." Sedikit Askar penasaran atas tindakan kakek loe teu yiu.
"Ya kau bisa mengartikannya begitu, tapi di sisi lain, aku juga akan bertindak sebagai pelindungmu, tapi bukan berarti kau bisa memanfaatkanku Askar." Dengan jelas Kakek loe teu yiu memberi peringatan.
"Tentu saja tidak, aku sendiri lebih suka bertindak seperti keinginanku dan tidak mau menyusahkan orang lain, tapi untuk beberapa hal tentu aku harus meminta bantuan anda, kakek Yiu." Balas Askar yang merasa tidak enak jika harus berpangku tangan kepada orang lain.
"Ya selama itu masih bisa aku bantu dan tidak merepotkan aku tidak akan menolak." Santai saja kakek Yiu menjawab.
"Baguslah kalau kau mengerti tentang sopan santun, terlebih lagi aku ingin melihat sosok manusia yang akan menjadi dewa penciptaan." Berkata kakek yiu dengan alasan lain.
Seketika nafas Askar terhembus berat untuk akhir dari ucapan Kakek loe teu yiu, dia jelas tahu jika dewa penciptaan, Davendra, adalah dirinya.
"Dewa penciptaan kah." Gumam Askar membayangkan seperti apa masa depan nanti.... "Aku bertanya-tanya apa yang menyebabkan, aku harus mengulangi waktu dan menjadi dewa penciptaan."
Itu masih menjadi misteri bagi Askar, karena setiap kejadian untuk Askar di waktu yang berbeda, sebagai pengulangan tiada akhir, dimana semua adalah titik poin dari perjalanan waktu agar tetap dalam garis takdir.
"Beberapa kali aku bertanya tentang hal itu, tapi sampai sekarang, dewa Davendra tidak mau menceritakannya alasan dia memutar balikkan waktu." Jawab kakek Yiu dengan gelengan kepala.
Tapi sejenak Askar terdiam....
'Apa aku di masa depan gagal mengehentikan kaisar akhir zaman menghancurkan jagat raya.' pikir Askar dalam diam.
__ADS_1
'Tapi jika itu memang sebuah kesalahan, kenapa Davendra tidak turun tangan sendiri untuk mengalahkan kaisar akhir zaman di masa ini.'
'Peran apa yang diberikan kepada Rea, kenapa dia harus menjadi kunci untuk menyelamatkan jagat raya.'
'Jadi kenyataan seperti apa yang harus aku hadapi nanti.'
Semua pertanyaan berputar-putar dikepala Askar, jawabnya belum ada, dan hanya Davendra saja yang tahu tentang takdir bagi Askar.
"Aku merasa kehidupanku akan semakin rumit." Gumam Askar sendiri yang tersenyum lemas.
"jangan terlalu kau pikirkan Askar, lakukan apa yang bisa kau lakukan, dan berusahalah sekuat tenaga." ucap kakek loe teu yiu dengan penuh makna.
Izin sudah Askar dapatkan, bahtera angkasa pun kembali bergerak menuju salah satu lubang hitam yang akan membawa Askar pergi ke alam semesta api mulia.
Askar sudah diajarkan untuk menarik satu buah tuas sebelum memasuki lubang hitam, dimana itu adalah lapisan pelindung bahtera agar menahan gelombang kosmik didalam lubang hitam.
Dalam kecepatan cahaya bahtera angkasa pun melaju melewati lubang besar yang berputar seperti pusaran energi gelap.
Gugup, tentu Askar merasakannya, karena dia tidak ingin perjalanan ini mengalami masalah, karena segala macam kemungkinan bisa saja terjadi, dan lorong lintas alam semesta adalah tempat berbahaya.
Tapi setelah melewati lorong Hitam ini, awal tujuan Askar akan membawanya ke sebuah tempat dimana Sina harus berpisah dengan Asy, sang Phoenix merah.
Alam semesta dunia beku dan api mulia, sebuah tempat dimana satu alam semesta terbagi menjadi dua element kehidupan yang saling bertentangan.
(Note : sebenarnya awal author membuat kisah Askar dari dunia dibalik batas, hanya akan berakhir untuk melawan kaisar akhir zaman...
Tapi saat lamunan datang di dalam meditasi toilet pagi hari..., terpikir jika itu adalah hal biasa, dan semua novel pertarungan hanya akan berakhir di stage melawan bos terkuat.
Karena itu,... 'aku ingin membuat sebuah alur cerita dimana aliran renkarnasi waktu tidak hanya diawal, tapi juga ada di bermacam sudut cerita, semua itu akan membuat Askar mengubah aliran waktu tanpa terpikirkan oleh pembaca.'
Entah itu berhasil atau malah bikin pusing, jelas ada saatnya cerita ini terasa hambar, membingungkan, atau pun berputar-putar, tapi author akan berusaha. )
__ADS_1