
Dari segi usia, mungkin Virnda berkisar tiga ratus tahun, sama seperti ahli beladiri seperti Laila, Silka atau pun lainnya.
Kekuatan energi mampu memperlambat proses penuaan dini, bahkan melenyapkan hal itu, hingga seribu tahun, sepuluh ribu tahun dan sampai kapan pun, selama aliran energi masih mereka miliki, tidak akan ada keriput di wajah.
Berbeda dengan kakek Sri Susuhunan Hadi prabu, atau pun kakek Rudha Wikrama, mereka tidak memerlukan wajah ganteng atau awet muda, semua kekuatan energi yang dimiliki hanya untuk bertarung, tidak lebih dari itu.
Biar pun cadar yang Virnda gunakan tidak bisa di tembus oleh zona persepsi, tapi jelas kecantikan wanita ini, hampir menyaingi Rea, dan pastinya putri Nanda memiliki gen sama.
"Jadi tuan Askar, apa yang ingin kau bicarakan mengenai bocah Sam." Bertanya Virnda tanpa menujukan sikap hormat, walau sosok Sam adalah lord di kerajaan ini.
Itu membuktikan bahwa sekali pun Sam memiliki kekuasaan atas singasana lord, tapi para wali kerajaan jauh lebih tinggi posisinya.
"Aku hanya ingin bertemu dengannya, karena aku dititipkan pesan oleh seseorang yang jauh di planet lain." Ucap Askar atas keinginan dari ibunya.
"Oh, apa itu tentang keluarganya di saat dia membagi jiwa. " Virnda memang tahu akan kejadian Sam.
"Sepertinya itu bukan rahasia." Jawab Askar.
"Tidak, seharusnya kejadian bocah Sam membagi jiwa dan hidup sebagai orang lain di tanah antah berantah memang sebuah rahasia, tapi kami para wali tentu mengetahui hal ini, dan kau tentu memiliki hubungan dengannya." Cukup tajam intuisi Virnda untuk menebak asal usul Askar.
Jelas tidak ada orang yang datang dari tanah antah berantah hanya sekedar menyampaikan pesan, jika bukan karena hubungan yang penting.
"Kalau begitu semua akan mudah, aku membawa pesan dari istrinya, ketika dia menjadi seorang Samoel." Askar pun memberi penjelasan kepada Virnda.
"Aku mengerti, aku sangat mengerti." Mengangguk Virnda dengan perlahan.
Tujuan Sam membagi jiwa dan menjadi orang lain saat itu adalah mencari kekuatan, jika bukan karena sebuah kecelakaan hingga semua ingatan dari tubuh asli hilang.
Mungkin Sam akan berhasil mencapai tujuan karena memanfaatkan pembagian jiwa, hanya saja ketika Samoel tewas, jiwa dan ingatan kembali ke tubuhnya, hingga mengubah sifat Sam.
Biar pun antara Sam dan Samoel masih dalam satu jiwa yang sama, tapi Askar tetap tidak mau mengakui bahwa antara mereka berdua adalah orang yang sama.
Samoel adalah Samoel sendiri, bukan orang lain dan tidak bisa digantikan oleh siapa pun, sedangkan untuk Sam, tidak ada alasan untuk Askar mengakuinya.
"Jadi Askar, apa hanya itu yang ingin kau sampaikan." Bertanya Virnda.
__ADS_1
"Katakan saja aku ingin bertemu, nona Virnda." Jawab Askar karena harus menyampaikan langsung kepada Sam.
"Baiklah kalau begitu."
Tentu Askar ingin menggali informasi lebih lanjut dengan alam semesta atas, dan kesempatan untuk berbicara dengan Virnda adalah saat yang tepat.
"Nona apa aku bisa bertanya tentang hal lain." Ucap Askar tanpa basa basi.
"Tentu, asalkan kau tidak bertanya tentang umurku, dan suamiku." Tunjuk dua jari di hadapan Askar.
Tegas dua hal itu yang menjadi poin penting untuk Askar hindari, walau jelas ada masalah apa di rumah tangga Virnda, hingga membuat dirinya enggan membahas perihal suaminya.
"Tidak nona Virnda, aku bahkan tidak tertarik untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga anda." Ucap Askar yang jelas tidak ingin mencari masalah dengan wanita satu ini.
"Baguslah kalau begitu, tapi aku tertarik jika kau bertanya tentang tanggal untuk melamar putriku." Balas Virnda atas tujuannya sendiri.
Askar terkejut, Sina terkejut, Rea pun ikut terkejut, bahkan seekor kucing yang baru saja lewat ikut terkejut, hanya putri Nanda saja yang kebingungan.
"Aku... Aku tidak terpikir untuk menambah istri lagi saat ini." Jelas Askar pun menghindari kemarahan dua wanita yang sudah melotot di sebelahnya.
"Tergantung situasi dan kondisi." Balas Askar dengan senyuman terpaksa.
Kembali ke pertanyaan yang seharusnya...
"Nona Virnda, apa kau memiliki informasi mengenai alam semesta api mulia sekarang."
"Kau terlalu berantusias untuk bertanya Askar, tapi aku sudah berjanji, dan memang sedikit aku mengetahui tentang beberapa hal."
"Aku sangat berterima kasih atas hal itu nona."
Di ceritakan oleh Virnda....
Alam semesta beku abadi dan api mulia, adalah dua kekuasaan yang saling berseberangan dalam satu alam semesta.
Hubungan antara keduanya biasa saja, walau terkadang ada intrik-intrik masalah, tapi bukan sesuatu yang akan menjadi peperangan.
__ADS_1
Sedangkan wilayah api mulia, ada tiga kekuatan yang jelas mendominasi sebagai penguasa, ras Phoenix merah, ras singa api dan ras gagak emas.
Hanya ada satu atau dua orang saja yang memiliki garis darah langsung dari keturunan tiga binatang mistik awal penciptaan itu.
"Jadi kenapa kau tertarik dengan wilayah api mulia, disana terlalu panas, bahkan tidak ada pemandangan indah untuk dinikmati." Bertanya Virnda.
Dia jelas merasa penasaran atas tujuan Askar, dan Askar pun menaruh kepercayaan bahwa wanita satu ini bisa dia percaya.
"Sina, istriku ini memiliki kepingan jiwa dari Phoenix merah, dan tujuan kami adalah membangkitkan kembali sosok didalam jiwanya itu." Ungkap Askar dan menujuk ke arah Sina.
"Oh siapa sangka, ada yang tersisa memiliki jiwa dari Phoenix merah nyata." Berkata Virnda dengan rasa terkejut.
Tapi Askar merasa aneh atas ucapan Virnda...."Yang tersisa ?, Memangnya tidak ada orang lain yang memiliki ingatan Phoenix."
"Ini memang sangat mengejutkan, karena semua orang dengan kepingan jiwa phoenix didalam tubuhnya, telah dilenyapkan, tapi di sini masih tersisa satu."
"Apa itu artinya hanya Sina pemilik kepingan jiwa phoenix merah." Askar pun menyimpulkan.
"Itu benar."
Askar sejenak diam, dia tahu dari ingatan Asyura, kalau para Phoenix akan kembali muncul untuk menempati tubuh baru.
Hanya saja ucapan Virnda menujuk kepada dilenyapkan, sehingga Askar bisa tahu bahwa itu perbuatan dari pihak lain.
Jika memang itu benar, maka Sina harus menyembunyikan kekuatannya, karena akan berbahaya, saat pihak yang berniat melenyapkan jiwa Phoenix mengetahuinya.
"Askar aku ingatkan satu hal."
"Apa itu nona." Askar bertanya lagi.
"Jika memang kau memiliki hubungan dengan Sam, terlebih bakat yang benar-benar luar biasa ini, maka berhati-hatilah jika ada orang yang memanfaatkanmu Askar, karena didalam kerajaan sedang terjadi masalah." Ucap Virnda dengan maksud baik, agar Askar tidak salah pilih kawan.
"Aku mengerti nona." Mengangguk Askar dalam jawaban pasti.
Bagaimana pun Askar tidak ingin memiliki hubungan dengan Sam, entah perihal kerajaan, atau juga keluarga, hanya ingin menyampaikan pesan dan lekas pergi.
__ADS_1
(note : maaf untuk sebelumnya tidak up, karena kondisi kepala tiba-tiba pusing jadi gak bisa nulis kakak...)