PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
KUA pun tidak apa-apa


__ADS_3

Jelas Rea terkejut akan kehadiran Askar yang secara tiba-tiba muncul dari belakang tubuh, terlebih lagi dalam posisi tangan tidak semestinya.


"Askar kenapa kau ada disini." Sontak Rea bertanya.


"Kenapa ?, apa itu artinya aku tidak boleh berkunjung ke rumahmu Rea." Jawab Askar tanpa ada rasa bersalah.


"Bukan itu maksudku, tapi kemana saja kau selama ini, dan sekarang kau sudah ada di kamarku." Tentu Rea tidak menolak, hanya saja, ini cukup mendadak.


Dimana dia sedang tidak berpakaian rapi, hanya mengenakan baju tidur mini sedikit terbuka, terlebih kedatangan Askar mengganggu Rea ketika ingin berfantasi ria dengan tangannya sendiri.


"Sebenarnya hampir setengah tahun aku pulang, tapi saat aku berkunjung, ayahmu mengatakan jika kau sedang berlatih lagi di padepokan teratai beku." Ucap Askar menjelaskan.


Memang tidak bisa menyalahkan siapa pun, karena Rea sendiri sibuk dalam urusannya dan Askar pun begitu.


"Tapi kemarin..." Ingat Rea beberapa kali melintas didepan rumah Askar.


"Ah aku baru kembali dari akademi laut selatan, setelah menyelesaikan pelatihan Sina untuk mencapai tingkat lord yang nyata." Askar pun tidak menutupi rasa rindu ingin bertemu Rea.


Dia yang baru saja kembali dari akademi laut selatan segera menyempatkan diri untuk melihat Rea di rumahnya.


Rea memahami ucapan Askar tapi dia juga merasa penasaran akan tindakan yang dia lakukan sekarang.


"Jadi mau sampai kapan tanganmu berada di dalam celanaku Askar." Berkata Rea yang jelas cukup risih dengan perbuatan lelaki satu ini.


"Ah maaf kelepasan." Segera Askar menarik kembali tangan yang sebenarnya masih ingin bermain-main.


Biar pun Rea tidak marah akan perbuatan yang Askar lakukan, tapi perjanjian untuk dirinya sendiri, hingga nanti mereka menikah tidak akan pernah melakukan hubungan lebih intim.


Bukan tanpa sebab, Rea tentu mempertimbangkan keadaan, dimana dia pun memastikan keseriusan Askar dalam hubungan ini, sehingga Rea menuggu sampai hari itu datang.


Tanpa perlu membenahi pakaian, Rea duduk tepat disamping Askar, berusaha santai, walau beberapa kejadian menjadikan keduanya memahami perasaan masing-masing.


Dalam ingatan tentang Davendra, untuk Rea pergi ke alam semesta awal penciptaan, bagi siapa pun tentu ini bukan perkara mudah, terlebih dirinya tidak pernah jalan-jalan ke luar dunia.


Tentu hanya Askar yang bisa membantu dirinya untuk menemukan tujuan dari masa depannya sebagai kunci penentu keselamatan jagat raya.

__ADS_1


Sedikit ragu-ragu Rea berkata... "Askar aku memiliki satu permintaan."


"Apa itu mengenai pernikahan kita." Asal saja askar menjawab.


"Sebenarnya itu salah satunya, tapi ini cukup berbeda." Rea tidak membantah ucapan Askar.


"Biar aku dengarkan."


"Apa kau tahu tentang lokasi awal penciptaan ?." Itu yang menjadi pertanyaan Rea.


"Ya kurang lebih aku memiliki ingatan tentang arah jalannya." Askar tidak menyembunyikan apa pun kepada Rea.


Askar merasa aneh dengan pertanyaan Rea, dia seharusnya tidak memiliki pengetahuan mengenai alam semesta atas, terlebih lagi itu adalah wilayah kuno yang ditempati oleh makhluk-makhluk jaman purba yang sangat berbahaya.


"Rea untuk apa kau bertanya seperti itu." Serius Askar dengan pertanyaan Rea.


Mencoba untuk tetap dalam mengambil keputusan, Rea pun menjawab...."Aku ingin kau membawaku ke alam semesta awal penciptaan."


Seketika nafas Askar terhenti, seakan nyangkut di tenggorokan dan lupa untuk dia keluarkan, karena permintaan Rea, adalah satu hal yang cukup berat.


"Kenapa kau menolaknya."


Satu hal yang terpikir oleh Askar, alam semesta atas adalah tempat berbahaya, bahkan jika bukan karena janji kepada Asy, Askar tidak ingin membawa Sina ke alam semesta api mulia.


Ada banyak makhluk dengan kekuatan yang luar biasa, tidak ada keyakinan seratus persen dirinya mampu kembali tanpa luka, terlebih lagi membawa seseorang, maka jaminan keselamatan dalam perjalanan pun semakin rendah.


"Harusnya kau tahu Rea, seberapa berbahayanya alam semesta atas." Askar pun mencoba meyakinkan Rea atas tujuannya.


"Tapi aku memiliki keharusan untuk pergi." Rea bersikukuh dalam permintaan.


Askar melihat langsung ke arah mata Rea, tekad wanita itu jelas sangat kuat, bahkan Askar menjadi ragu atas keputusannya.


Biar pun begitu, tentu Rea memiliki alasan dibalik tujuannya pergi ke alam semesta atas, dan Askar ingin tahu.


"Kenapa kau ingin pergi ke alam semesta itu." Bertanya Askar.

__ADS_1


"Ini tentang ilham yang aku dapat setelah mencapai kesempurnaan kitab beku abadi." Coba Rea menjelaskan.


"Ilham apa yang kau dapat, sehingga ingin pergi ke sana." Askar merasa aneh, dan mencoba memastikan apakah semua itu benar atau salah.


"Sosok bernama Davendra hadir di alam bawah sadarku dan mengatakan untuk aku pergi ke alam semesta awal penciptaan." Berkata Rea yang menyebutkan satu nama.


Nama Davendra terucap oleh Rea, dewa penciptaan, dimana itu adalah dirinya sendiri, dan kini menujuk Rea dalam sebuah misi, tapi untuk apa ?.


Tapi Askar harus menyembunyikan tentang dirinya dalam ingatan Asyura, kalau Davendra adalah Askar sendiri.


"Davendra, dewa penciptaan, apa hubungannya dengan Kitab beku abadi." Askar mencoba menggali informasi lebih dalam.


"Dia adalah orang yang memberikan kitab beku abadi kepada keluarga master Silka, dan setelah aku mencapai kesempurnaan, dia mengatakan kalau aku memiliki peran penting dalam keselamatan jagat raya, dimana kehancuran akan datang 18 tahun di masa depan." Dan Rea pun menjelaskan seperti apa yang dia ketahui.


Nyatanya, Askar masih belum bisa percaya jika Davendra adalah dirinya, sedangkan Asyura pun menjadi renkarnasinya pula.


Jika memang Askar di masa depan nanti melintasi waktu untuk kembali ke masa lalu, seharusnya akan terjadi butterfly efek (yang belum paham mengenai alur cerita perjalanan waktu bisa cek di google, tentang butterfly efek) yang berimbas kepada dirinya di masa depan.


Tapi jika memang tidak ada yang terjadi, maka ini adalah Predestination Paradox, sesuatu yang terulang tanpa bisa di ubah dalam tindakan dirinya sebagai seorang Davendra dan hanya menempatkan setiap alur untuk peran yang seharusnya.


Hanya saja ada Rea yang menjadi peran penting dalam alur takdir jagat raya, tentu Askar ingin tahu untuk apa Davendra melakukan ini semua.


Dan semua yang menjadi misteri tentang kehidupan seorang Askar, Asyura dan Davendra, hanya bisa di jawab dimasa depan nanti.


"Baiklah, aku akan membawamu Rea, tapi sebelum itu, mari kita menikah." Tegas ucapan Askar dalam tatapan keseriusan yang kuat.


Rea tersenyum dengan lembut, satu anggukan menjawab semuanya, dan dia pun sudah lama menunggu saat Askar mengatakan hal ini.


Rea masih belum percaya, karena ini sangat mendadak ... "Jadi kapan kita akan menikah ?."


"Hari ini." Askar tidak ingin membuang waktu.


"Tapi tidak ada persiapan." Tentu saja.


"KUA juga tidak apa-apa." Askar memang tidak memiliki rencana lain.

__ADS_1


__ADS_2