PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
bahasa ikan


__ADS_3

Sano tidak mengurangi kecepatan, dimana dia melaju dalam kecepatan tinggi melewati alam semesta bulan terbakar dan menembus lubang hitam ke dua yang mengarah ke alam semesta kerajaan angin biru.


Hanya perlu melewati dua lubang hitam ke alam semesta awal penciptaan dan mereka akan sampai di alam semesta samudera bintang.


Bagi Scorpio atau pun Aquarius, mereka merasa tidak nyaman ketika memikirkan bahwa rencana membawa Silviana pergi sangatlah mudah.


Ya walau pun tugas mereka hanya menjaga Sano setelah keluar dari istana kerajaan beladiri, sedangkan segala tindakan melewati para penjaga adalah dari bantuan Suzong serta Payou.


"Aku baru tahu jika Suzong mau membantu kita." Ucap Scorpio yang merasa aneh saat memikirkan tindakan Suzong.


"Ya walau pun dia menginginkan balas budi dari Sano di masa depan tentunya." Aquarius pun menambahkan tentang hal itu.


"Tapi ini masih lebih baik, karena jika aku sendiri harus melawan para pasukan kerajaan istana beladiri maka cukup sulit aku untuk berhasil membawa Silviana." Sano pun mengakui


"Aku ingin tahu bagaimana ekspresi Varjo de hores ketika rencana besarnya untuk memiliki kekuatan keajaiban hidup dari dewi Sunawa harus berakhir." Aquarius sedikit menujukan senyum mengejek tentang sosok Varjo.


"Terlebih lagi, orang yang menggagalkan rencana Varjo itu, adalah sekutu dari aliansi bentukannya sendiri." Scorpio pun memberi tambahan.


Kedekatan antara alam semesta kerajaan beladiri dan alam semesta keabadian memang sudah terdengar di seluruh jagat raya, termasuk perjanjian kerja sama sangatlah berpengaruh bagi pandangan setiap penguasa lain.


Siapa yang berani melawan seorang Suzong, sang penguasa alam semesta keabadian, hanya mendengar nama orang itu mereka seketika gemetar ketakutan.


Tapi bagi beberapa penguasa, nama Suzong adalah seorang yang tidak menyenangkan, dia menang jarang menujukan diri dalam pertempuran, bahkan wilayah alam semesta keabadian hampir tidak memiliki konflik kepada siapa pun.


Sedikit persaingan sangat lah wajar, sedangkan untuk sikap lelaki bernama Suzong itu, tidak pernah menganggap bahwa penguasa lain memiliki pengaruh yang berarti.


Bahkan bagi mereka kerja sama yang dilakukan oleh Suzong dan Varjo, bisa dianggap sebagai udang di balik batu, musuh dalam selimut, atau pun sekedar gabut dan tidak ada kerjaan.


Tapi sekarang di tangan mereka terdapat bola emas yang mengurung tubuh Silviana, hingga nanti Sano menyerahkan itu kepada hydra maka posisinya sebagai pemimpin bintang Taurus akan kembali.


"Sano saat kau kembali menduduki kursi bintang Taurus, kau harus lebih berhati-hati untuk memilih lawan." Scorpio memberi nasihat kepada Sano.

__ADS_1


"Tenang saja kakak Scorpio, aku benar-benar mendapat pelajaran karena kejadian ini." Jawab Sano yang merasa sedih sendiri.


"Tapi siapa sangka, tuan Hydra menjaga nama dewa Davendra meski pun banyak hal terjadi antara mereka berdua." Aquarius angkat bicara untuk membahas sikap Hydra.


"Aku pernah mendengar tentang Davendra, jika tuan Hydra di masa lalu, dan banyak penguasa tunduk dihadapan dewa Davendra." Jawab Scorpio yang memang menjadi orang lama dalam gugusan bintang penjaga utama.


Disaat mereka bertiga masih bergerak maju melintasi wilayah angkasa di alam semesta kerajaan angin biru, sebuah perasaan tidak nyaman hadir ketika tahu jika sebuah kekuatan datang dalam kecepatan tinggi.


Mereka melihat ke arah datangnya kekuatan itu, dalam sekejap seekor kucing menampakan diri dan menghantam mereka bertiga dengan kekuatan yang sangat besar.


*******


Omen terus bergerak terbang dalam kecepatan tinggi, hingga melihat tiga orang yang menjadi target pengejaran.


Tanpa ragu-ragu Omen semakin cepat mendekat dan melepaskan kekuatan untuk menghentikan tiga orang itu yang membawa Silviana pergi.


Serangan energi omen melemparkan masing-masing dari mereka, hingga terlepas bola emas ditangan, dengan kecepatan tinggi omen segera menangkapnya.


"Si*al kucing ini mengikuti kita." Teriak Scorpio yang kesal karena kedatangan kucing belang-belang Oren putih.


Tapi mereka sadar jika makhluk satu ini bukan sembarangan, energi yang sebelumnya dikeluarkan pun cukup mampu memberi luka di tubuh.


"Jelas Suzong tidak benar-benar membantu kita, karena dia membiarkan kucing ini lolos." Tegas Scorpio dengan kesal.


"Kita bahas soal Suzong nanti kakak, sekarang lebih baik kita ambil kembali bola yang dia bawa." Sano jelas mementingkan tujuan utamanya.


Melihat Omen menempatkan bola berisi Silviana untuk di pegang oleh ekornya, kini dia harus menghadapi ketiga manusia yang siap menyerang.


Untuk hal ini, Omen tidaklah kalah dengan mereka, jiwa makhluk suci, Sphinx memberi kekuatan besar yang sejak awal belum pernah dia gunakan.


Meski begitu Omen sudah cukup ahli dalam mengendalikan energi super kuat yang mengalir dalam tubuh, sebuah kesetaraan setingkat lord alam awal keabadian tahap menengah.

__ADS_1


Aquarius dan Scorpio mungkin masih dianggap mampu melawan Omen, karena mereka hanya satu tahap lebih rendah.


Sedangkan Sano, dia tidak dianggap apa pun, meski lelaki buntal itu mengeluarkan seluruh kekuatannya, Omen berada jauh diatas tingkat pemimpin bintang Taurus.


Sano, Scorpio atau pun Aquarius bergerak cepat menyerang, meski pun Omen kalah dalam jumlah, dia masih bisa menghindar dan melindungi bola emas di ekor.


Sedikit berhati-hati, Omen membalas dengan serangan, satu persatu menerima luka cakar yang membekas dan dirasakan sakit.


Scorpio mulai kesal, dimana segala macam gerakan tidak ada satu pun yang bisa menangkap pergerakan kucing belang-belang Oren ini.


Dia keluarkan sebilah sabit merah dan ingin menebas Omen, tapi segera saja Sano menghentikan niat Scorpio.


"Kakak, jangan gunakan senjata, aku takut jika bola emas itu akan ikut terbelah." Ucap Sano dengan buru-buru.


"Tapi lihat, kucing ini seperti mengejek kita." Tunjuk Scorpio penuh kemarahan.


"Bersabarlah sedikit Scorpio, jika sampai kau mengeluarkan kekuatan dan itu membahayakan Silviana, kita juga akan kena marah tuan Hydra." Peringatan dari Aquarius berpengaruh terhadap lelaki kurus.


"Lantas ?, Apa perlu kita bawakan makanan kucing dan mengambil bolanya dengan baik-baik." Balas Scorpio yang tidak bisa bersabar.


Omen jelas mendengar rencana mereka, merasa tersinggung karena cara yang digunakan oleh sangat memberi penghinaan kepada Omen.


"Hei apa kalian menganggap, jika aku akan mudah disuap untuk sekedar makanan kucing." Balas Omen.


"Bagaimana kau bisa mengetahui ucapan kami." Terkejut Aquarius mendengar perkataan seekor kucing.


Di alam semesta atas, tidak ada kucing yang bisa bicara, mereka hanya sekedar binatang peliharaan dan tidak memiliki kekuatan apa pun.


"Apa yang salah, jika kalian menggunakan bahasa ikan, baru aku sulit untuk menjawabnya." Balas Omen.


"Kalau begitu bagaimana kalau aku memberikan hal lain." Sano mencoba melakukan tawar menawar.

__ADS_1


"Maaf saja, aku tidak tertarik, jadi aku pergi dulu." Omen tidak lagi mau menghabiskan waktu untuk mengurusi rencana mereka.


Meski begitu, Sano dan dua saudaranya masih belum menyerah untuk mengejar, demi mendapatkan kembali bola berisi pemilik kekuatan keajaiban hidup.


__ADS_2