
Hari ini adalah hari bebas sebelum pertarungan duel satu lawan satu di mulai, Askar membawa ketiga wanita bersamanya untuk pergi ke kota kerajaan beladiri.
Setelah dua Minggu lamanya hidup dalam hutan hijau neraka yang hanya bisa melihat pohon-pohon, tanah lumpur dan hewan liar, tentu ini menjadi sedikit refreshing bagi mereka.
Dalam beberapa hari dia mengikuti seleksi turnamen kerajaan beladiri, Askar cukup dikenal oleh banyak orang, berita mengenai pertarungan melawan Le Wei dan raja kera langit memang sangat menggemparkan.
Hanya saja, ada pula orang yang menolak percaya, karena di lihat dari kekuatan Askar sebagai lord alam saint suci tahap awal, hampir mustahil mereka menerima kenyataan bahwa Askar mampu bersaing dengan Le Wei apa lagi bertahan melawan Raja kera langit.
Tapi semua yang mereka lihat adalah kekuatan yang sengaja Askar sembunyikan, paling tidak dengan cara ini, orang-orang hanya mengetahui informasi palsu.
Lebih baik merasa lemah tapi aman-aman saja, dari pada berlagak kuat tapi banyak masalah, hanya saja dalam posisi saat ini, Askar tidaklah aman.
Karena saat Askar dan tiga wanitanya duduk di sebuah tempat makan, samar-samar kekuatan lain datang, jelas ada yang tidak beres dari zona persepsi.
Seakan sosok itu tidak ada, tapi bisa di rasakan dalam zona persepsi, ini membuat Askar waspada karena sebuah musuh yang paling sulit untuk dihadapi adalah saat dia tidak tahu siapa yang menjadi lawannya.
Sebuah tangan menepuk di pundak Askar, tekanan luar biasa kuat hampir membuatnya jatuh jika tidak mampu di tahan, dan sama kuatnya dengan tuan penguasa pedang, Loe Teu Yiu.
Askar pun mengalirkan energi untuk menghadang laju tekanan yang berniat menjatuhkan dirinya, tanpa perlu membuka skill pemangsa, itu sudah cukup, karena orang yang datang tidak benar-benar serius dalam melepaskan energinya.
Su yiu, Karlina, dan Fei sui sue yang duduk di sekitar bangku Askar pun bisa tahu, bahwa seorang lelaki baru saja mendekat, tapi mereka tapi jangankan untuk menoleh, hanya menggerakkan satu jari pun terasa sangat berat.
Tanpa ragu, dan memang berbahaya jika di teruskan, satu gebrakan meja oleh Askar, memecah tekanan energi yang saling bertarung.
"Benar apa yang dikatakan oleh payou, kau sangatlah kuat, terlebih dengan perkembangan energi yang mampu melampaui batas." Ucap lelaki itu sembari menujukan diri.
Dia adalah Suzong, penguasa alam semesta keabadian, secara langsung menghampiri Askar dalam suatu alasan yang tidak tahu kenapa.
Askar tidak bisa langsung menujukan kebenciannya terhadap Suzong, ini terlalu mendadak, Askar masih belum cukup mampu melawan balik jika terjadi sebuah pertarungan.
Bagaimana pun juga, ingatan tentang masa lalu saat pertarungannya melawan para penguasa alam semesta, menjadikan dia sebagai lawan kuat dan sangat berbahaya.
__ADS_1
"Ah tuan Suzong, apa anda memiliki masalah denganku." Bertanya Askar dengan sedikit menunjukkan senyum agar tidak terlihat perasaan kebencian kepadanya.
"Ini bukan sebuah masalah Askar, aku hanya ingin melihat seberapa besar kekuatanmu." Berkata Suzong menjawab pertanyaan Askar.
"Jadi, apa itu sudah cukup untuk kau lihat."
"Ya, seperti yang dikatakan oleh Payou, jika kau lebih dari hadapanku." Ada makna lain tersirat dari cara Suzong berbicara.
"Terimakasih, jika memang itu adalah sebuah pujian." Askar menjawab dengan cara sederhana.
Karlina dan Fei sui sue tahu siapa sosok lelaki yang kini berdiri di samping Askar, termasuk juga untuk Su yiu, karena beberapa alasan pun membuat dirinya kenal.
"Oh nona Su yiu, siapa sangka aku bisa melihatmu di sini." Kini giliran cucu dari Loe Teu Yiu ditanya oleh Suzong.
"Paman Suzong, bukankah sejak awal harusnya Paman sudah melihatku." Su yiu menujukan ketidaknyamanan untuk menjawab pertanyaan dari penguasa alam semesta keabadian.
"Ya kau tahu, aku sudah berumur lanjut, jadi mataku sedikit rabun." Suzong tetap tersenyum walau sikap Su yiu tidak bisa dianggap sopan.
"Wajah muda, bukan patokan untuk usia, nona Su yiu."
Jika bukan karena Su yiu adalah cucu dari penguasa pedang Loe Teu Yiu, Suzong tidak akan membiarkan orang lain mencelanya.
"Jadi bagaimana dengan kabar pak tua Loe Teu Yiu." Entah itu pertanyaan, atau sekedar basa basi dari Suzong.
"Dia cukup sehat." Singkat saja dari Su yiu.
"Syukurlah kalau begitu." Tidak terlihat bahwa Suzong senang mendengar kabar dari Loe Teu Yiu.
Kembali Suzong mengarahkan pandangannya kepada Askar, sejak awal tujuan dia datang adalah untuk bertemu dengan lelaki itu.
"Jadi tuan Suzong ada perlu apa anda datang kemari." Askar balik bertanya karena kehadiran lelaki penguasa alam semesta keabadian ini cukup menganggu waktunya bersama ketiga wanita.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menyapamu, karena aku sedikit tertarik untuk membawamu ke alam semesta keabadian dan menawarkan sebuah pekerjaan." Jawab Suzong dengan tujuannya.
"Oh, ternyata penguasa alam semesta keabadian tertarik dengan aku yang biasa saja ini." Askar menjawab dengan senyum sederhana.
"Anda cukup lihai dalam merendahkan diri, padahal aku bisa melihat seberapa besar bakat yang tersimpan dalam tubuhmu." Berkata Suzong sebagai pujian dan menganggap itu akan membuat Askar senang.
Tidak ada kemampuan yang membuat Suzong tahu kekuatan sejati milik Askar, tapi perlu dia waspadai jika ada alasan tersembunyi dari cara penguasa alam semesta keabadian ini mendekatinya.
"Jadi bagaimana ?." Bertanya Penguasa alam semesta keajaiban kepada Askar
"Jadi bagaimana apanya, tuan Suzong." Dibalikan kembali pertanyaan itu, karena Askar sendiri tidak paham.
"Apa kau mau ikut denganku dan menjadi bawahan ku, tentu aku bisa memberikan jabatan tinggi seperti yang kau mau." Tidak ada basa basi untuk tujuan Suzong.
"Hmmm ini cukup menggiurkan, sebuah tawaran menarik yang mungkin sangat menjanjikan untukku." Askar mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan.
Seakan itu menjadi sinyal dan Suzong tidak membiarkan Askar lepas..."Lantas apa kau mau Askar ?."
"Biar aku pikirkan, karena di sini pun aku memilih urusan lain." Askar menjawab tanpa ada niat.
Askar masih berpura-pura untuk tersenyum menanggapi setiap perkataan dari Suzong, karena memang dia tidak ingin memperbanyak urusan dengan musuh-musuhnya sekarang.
Menyelamatkan Silviana, dan membuat Suzong membayar semua perbuatannya, adalah tujuan utama bagi Askar, sedangkan Suzong, Askar bisa menunda hal ini.
Hanya sebuah pembicaraan singkat untuk alasan Suzong membuat Askar tertarik, termasuk juga sekedar mengakrabkan diri demi menjalin hubungan di masa depan nanti.
Suzong pun beranjak pergi, wajah Askar yang tadinya tersenyum bodoh untuk sekedar menanggapi percakapan dengannya, tentu membuat wajah terlihat kaku.
Sedangkan Su yiu menghembus nafas berat karena sejak awal dia merasa tidak nyaman jika harus berlama-lama melihat lelaki yang tidak akrab dengan kakeknya, Loe Teu Yiu.
"Kenapa kalian berdua terlihat begitu aneh." Bertanya Fei sui sue saat menyadari ada suatu masalah diantara mereka berdua dengan penguasa alam semesta keabadian.
__ADS_1