PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
jalan keluar


__ADS_3

Bingung, Askar benar-benar bingung atas apa yang dikatakan oleh Sunawa, dari sekian banyak hal mengejutkan, seperti kedok utama Azela untuk mengambil jiwa Phoenix merah.


Ada pun kehadiran Sphinx yang nyatanya berbeda dari kenyataan sejarah di dunia tempat Askar hidup, tidak mengajukan teka-teki, berganti pantun.


Tapi pernikahan Dewi Sunawa dan Davendra adalah sesuatu yang sangat aneh, karena jelas ini akan membuka alur cerita membingungkan bagi kehidupan Askar.


"Eeeeeeeeeehhhhhhhhh." Askar benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut yang datang.


"Apa-apaan dengan ekspresimu itu." Balas Sunawa merasa kesal sendiri atas cara Askar menanggapi ucapannya.


"Tidak, bukan ini sangat membingungkan, aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa." Jawab Askar yang memijat keningnya dengan pelan.


"Memang apa yang membuatmu bingung Asyura."


"Kau ... Hmmm tidak, aku tidak bisa menjelaskannya." Berkata Askar yang memang tidak bisa mengatakan apa pun soal Davendra dan dirinya.


Jika Davendra dan Sunawa adalah sepasang suami istri, maka keturunan dari mereka berdua termasuk garis darah yang saling berhubungan dengan Askar


Sebenarnya ini membuktikan kenapa kekuatan keajaiban hidup mampu bersinkronasi secara sempurna didalam tubuhnya, jika tidak maka akan sangat sulit menumbuhkan kekuatan itu didalam tubuh orang lain.


Semua itu berasal dari Silviana yang pada akhirnya sebagai satu garis keturunan sama, dimana darah didalam tubuh Silviana sangat cocok untuk bersatu dengan Askar.


"Apa seaneh itu aku menikah dengan Davendra." Sunawa jelas tidak mengerti atas apa yang Askar katakan.


"Ini tidak aneh, hanya sangat membingungkan."


"Memang apa yang kau bingungkan, aku menikah dengan lelaki, bukan perempuan, jadi ini tidaklah membuat siapa pun bingung." Sunawa tetap saja tidak paham atas ucapan Askar.


"Kau tidak tahu Sunawa, karena ada banyak hal yang tidak bisa aku katakan." Jawab Askar dengan tersenyum lemas.


"Terserah kau saja Asyura."


Tapi dari semua yang diungkapkan oleh Sunawa, maka Azela pun adalah keturunan Askar, dia kini merasa bersalah saat mencoba melawannya dengan kekerasan.


"Baiklah, kita lupakan soal itu, aku harus segera kembali, sebelum jiwa ini melebur menjadi serpihan." Ucap Askar yang masih ingat tentang konsekuensi.

__ADS_1


"Sudah cukup lama aku tidak mengobrol denganmu, tapi biarlah." Balas Sunawa seakan kecewa.


"Maaf jika aku tidak bisa menemanimu." Tapi Askar memiliki tugas lain.


Ini tentu berkaitan dengan hidup seseorang yang sangat penting bagi Askar, dia tidak bisa bersantai-santai mengobrol dan membicarakan tentang masa lalu untuk sekarang.


"Itu bukan masalah, tapi satu hal yang bisa aku katakan Askar, jika aku sudah menemukan cara menyelamatkan As sa'ah." Ucap Sunawa untuk sesuatu yang penting.


"Benarkah itu."


Apa yang Sunawa katakan adalah titik terang bagi Askar atas semua masalah mengenai tujuan menyelamatkan Jagat raya.


"Ya, aku dan Davendra melanjutkan penelitian yang kau tinggalkan dalam dimensi Falsus, dengan menggunakan sisa kekuatan kaisar akhir zaman, aku berhasil menciptakan sebuah segel khusus." Perjelas Sunawa.


"Bagaimana cara yang kau temukan."


Askar mengingat jelas saat itu, falsus mengatakan jika penelitian yang Asyura lakukan, dibawa oleh Davendra, dan ternyata Sunawa menemukan cara untuk menyelamatkan As sa'ah.


Kalau memang benar, maka Askar bisa mengalahkan kaisar akhir zaman, tanpa perlu khawatir jika as sa'ah akan tewas secara bersamaan.


"Bukankah itu...." Askar dengan paham tahu jika yang dimaksud oleh Sunawa adalah kekuatan dari Davendra sekarang.


Dia menggunakan kekuatan keajaiban hidup untuk membentuk sebuah segel dan memisahkan jiwa Askar demi mengambil jiwa Asy.


Ini ternyata adalah cara yang akan digunakan oleh mereka dengan mencoba berbagai macam metode agar tidak terhalangi tubuh kaisar akhir zaman.


Sejak awal, Asyura bisa saja mengalahkan kaisar akhir zaman yaitu dengan membuka gerbang terakhir dari skill pemangsa.


Tapi itu juga beresiko kepada dirinya sendiri, saat gerbang terakhir dibuka maka kekuatan yang teramat besar akan berresiko kematian.


Hanya saja berbeda untuk sekarang, Askar memiliki kekuatan keajaiban hidup, dan skill ultimate penciptaan ilusi dan kenyataan.


Dalam kondisi diambang kematian, saat itulah semua bisa dia lenyapkan menjadi ilusi, karena kedasyatan skill penciptaan ultimate, Askar tidak bisa menggunakannya secara bebas.


"Jika memang ini menjadi jalan keluar atas bencana jagat raya, aku benar-benar merasa bersyukur." Tersenyum Askar dengan cerah.

__ADS_1


Kini Askar pergi dengan semua hal yang dia dapatkan dalam perjalanan ke ruang hidup milik Sphinx.


Selain membawa Asy, mascarpone membawa jiwa empat Phoenix lain yang gunakan oleh Azela sebagai pengorbanan untuk membangkitkan Sphinx.


Kini Askar kembali dalam kesadarannya, tapi saat membuka mata tepat di hadapan Askar, dua wanita yang menunjukkan ekspresi rumit.


"Apa kau Askar ?." Itu yang ditanyakan pertama kali oleh Sina.


"Pertanyaan macam itu Sina, Apa kau pikir hanya karena jiwaku dipisahkan sementara, aku berubah menjadi orang lain." Lemas Aksar atas ucapan Sina.


"Paling tidak aku ingin memastikan Jika Kau bukanlah jiwa monyet yang digantikan oleh orang ini." Tunjuk Sina kepada sosok Davendra.


Sedikit hati agar merasa aneh untuk melihat davendra yang nyatanya sebagai suami dari sunawa, terlebih dengan semua kerumitan dari garis keturunannya.


"Jadi apa kau berhasil mendapatkan serpihan jiwa Asy." Berkata Rea.


"Tentu saja karena aku tidak akan kembali tanpa hasil yang pasti." Askar pun mengeluarkan sebuah bola berisi kerlipan cahaya milik para Phoenix.


"Kalau begitu." Sina bersemangat atas keberhasilan Askar.


Askar menyerahkan bola itu kepada Davendra, dimana hanya dia yang memiliki kemampuan untuk menarik jiwa-jiwa Phoenix dan memasukkannya kembali ke tubuh Asy.


Tanpa perlu menunggu, sebuah segel khusus yang dikatakan oleh Sunawa dikeluarkan, dan mengambil satu serpihan.


Secara perlahan mata Asy terbuka, ini sangat melegakan bagi Askar ataupun orang lain, karena dia tidak menjadi di korban atas pembalasan dendam.


Di sisi lain, Omen yang sebelumnya terbaring lemah pun sudah kembali dalam kondisi normal dan bukan lagi sebagai Sphinx.


"Omen apa yang terjadi dengan Sphinx." Bertanya Askar saat Omen berjalan mendekat.


"Dia tertidur, setelah tuan mengambil jiwa Phoenix, dia tidak memiliki cukup kekuatan untuk bangkit." Jawab Omen.


Tapi memang ada yang berbeda dari Omen Aura kekuatannya berubah drastis dari awal, karena saat ini Askar merasakan, jika kucing belang oren putih itu memiliki tingkat sebagai seorang lord alam awal keabadian.


Sebuah peningkatan yang hampir mustahil, dimana dari lord yang nyata menjadi Lord alam awal keabadian.

__ADS_1


Walau sebenarnya Omen bisa mencapai tingkat dewa sejati, jika jiwa Sphinx secara sempurna bangkit, tapi ini pun sudah sangat membahagiakan bagi Askar.


__ADS_2