PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
melawan takdir


__ADS_3

Askar bertemu dengan Zua, putri dari penguasa laut selatan nyi raro kidul, dia masih berada di akademi laut selatan dan menjadi murid langsung dari grand master Laila.


Bagi dirinya sendiri, kehidupan yang dia jalani sekarang terasa jauh lebih menyenangkan daripada harus terkurung di dalam istana.


Melatih diri di akademi, berinteraksi dengan orang-orang baru, mengenal dunia luar, teman-teman wanita yang dia temui atau pun sekedar berbelanja dan bercerita tentang fasion.


Karena saat ini, Zua pun tidak luput dari apa yang namanya perubahan, dia menjadi lebih modis dan memperindah diri akan make up di wajah, meski semua itu harusnya tidaklah penting, karena sejak awal kecantikan, putri penguasa kerajaan laut selatan sudah sangat menawan.


Meskipun banyak hal terjadi selama Askar pergi ke alam semesta atas, tapi sifat Zua sendiri belum banyak berubah, dia tetap menikmati waktu ketika berada di sebelah Askar.


Bersama Zua untuk sekarang, grand master tua gila berjalan mendekat, tentu ada alasan kenapa dia datang secara terang-terangan ke hadapan Askar.


"Bocah kau keterlaluan, kenapa aku masih belum diberikan waktu tampil dalam dua chapter sebelumnya." Ucap grand master tua gila yang terlihat kesal.


"Aku merasa, jika kehadiran anda tidak terlalu penting jadi aku skip saja." Jawab Askar dengan santai.


"Hei... Ingatkah kau, jika sebelumnya kau meminta aku untuk mengajarimu ilmu pernafasan dan sekarang kau melupakan jasa-jasa ku." Jelas saja Grand master Tua gila tersinggung untuk ungkapkan Askar.


"Baiklah, aku minta maaf grand master."


Kini cukup terlihat raut wajah tua gila jauh lebih santai daripada sebelumnya, meski pun dia menganggu waktu untuk Askar dan Zua bersama.


"Jadi apa yang kau temukan di alam semesta atas sana." Bertanya tua gila karena dia ingin tahu perbandingan antara orang-orang alam ini dengan mereka yang dianggapnya seperti sosok dewa.


"Ya sedikit hal aku tahu bahwa, di sana tidak ada tukang cilok, atau pun siomay." Askar menjawab yang memang begitu adanya.


Hanya saja dari perkataan itu saja membuat tua gila terkejut... "Oh.... Tapi bagaimana dengan kekuatan orang-orang alam semesta atas."


"Bisa aku bandingkan, jika orang-orang dari alam semesta atas seperti seekor semut." Cukup sederhana askar menggambarkan mereka.


"Hmmm aku kira di sana jauh lebih kuat." Terlihat bagaimana senyum Tua gila mengejek.

__ADS_1


"Dan kita seperti sebuah bakteri di mata semut itu." Lanjut Askar.


"Harusnya kau mengatakan lebih awal, aku sempat sombong barusan." Lepas semua senyum itu dari wajah Tua gila.


Memang benar adanya jika tempat ini dibandingkan dengan alam semesta atas, kekuatan yang mereka miliki seperti seorang dewa.


Termasuk ketika Sam datang ke alam dunia asal, kekuatannya terlalu mengerikan, tapi saat Askar tahu, bahwa di alam semesta kasta tertinggi, Sam adalah seorang pecundang.


Tidak banyak yang Askar ceritakan, karena semua terlalu luar biasa, bahkan hampir mustahil dunia ini melawan seseorang jika makhluk dari alam semesta kasta tertinggi datang.


Bagi Suzong, Long Wei, hydra, atau pun Loe teu yiu, menghancurkan dunia ini tidak perlulah mereka menggunakan senjata pemusnah dewa, karena dengan kekuatan mereka sendiri itu sudah lebih dari cukup.


Tidak bisa dibayangkan jika itu terjadi tanpa sepengetahuan Askar.


*******


Dua Minggu berlalu.....


Askar sudah bertemu dengan semua istri dan orang-orang yang dia cintai, termasuk untuk Else V'kortes, putri Si, serta Red.


Gerakan damai antara ras manusia dan ras iblis pun membuat kekhawatiran Askar semakin berkurang, dimana kerja keras yang ingin dia capai mulai melangkah maju.


Meski pun sedikit demi sedikit, Askar jelas merasa bahagia, dan dia percaya bahwa keinginan untuk memperlihatkan sebuah kehidupan dengan semua ras secara rukun akan tercapai.


Askar kini datang kembali ke dimensi Falsus, untuk bertemu dengan Davendra, dimana dirinya sudah duduk disebelah formasi prasasti khusus yang sangat rumit.


Itu adalah formasi pemutar balik waktu yang di ciptakan oleh Yusita, hanya dari tempat inilah Askar bisa pergi ke masa lalu dan kembali datang ke masa depan.


Tapi apa yang menjadi pengorbanan untuk Askar kembali ke masa lalu adalah nyawanya sendiri, lebih tepatnya, dia akan dileburkan menjadi partikel dan dikirim melalui kekuatan dewa waktu.


"Askar apa kau sudah siap ?." Bertanya Davendra memastikan mental Askar.

__ADS_1


"Ya, aku siap." Jawabnya dengan pasti.


"Saat aku mengaktifkan formasi pemutar balik waktu kau tidak bisa membatalkannya, jadi pergilah kau ke toilet terlebih dahulu." Ucap kembali Davendra bertanya dan memberi peringatan.


"Aku juga sudah melakukannya, empat jam lebih." Tegas jawaban Askar tanpa ragu.


"Oh apa karena sembelit."


"Tidak... Karena tisunya habis." Itu menjadi alasan Askar berlama-lama di dalam toilet.


Davendra menempatkan Askar ke tengah-tengah simbol formasi yang telah lama dibentuk oleh Dewa yusita.


Dan Askar pula mempersiapkan diri dengan menghilangkan seluruh lapisan pelindung serta energi yang ada di dalam sirkuit tubuhnya.


Menepuk kedua tangan dan cahaya biru mulai berputar mengelilingi tubuh Askar dengan cepat, semua ini adalah energi yang di gunakan oleh Davendra ketika mengeluarkan kekuatan dewa waktu.


Tubuh Askar merasakan keanehan yang jelas terjadi, perlahan dari ujung kaki mulai pudar, dan lenyap menjadi partikel-partikel kecil.


Bukan berarti Askar tidak merasakan sakit, itu benar-benar membuat Askar berjuang sekuat tenaga menahan penyiksaan teramat pedih.


"Askar, bertemulah dengan dewa ilmu pengetahuan, kau akan tahu kemana tujuanmu." Ucap Davendra selagi Askar mulai.


"Kenapa kau tidak bilang itu dari awal." Tentu Askar marah dia yang menahan rasa sakit masih harus mendengar ucapan Davendra.


"Aku lupa." Santai tanpa dosa Davendra menjawab.


"Si*alan kau."


Dari atas formasi pemutar balik waktu, terbentuk lorong putih yang menuju angkasa dan tidak memiliki ujung kemana Askar akan pergi.


Seketika seluruh tubuh Askar lenyap menjadi partikel dan memasuki lubang waktu, semua telah terpenuhi dari tugas Davendra, hanya menunggu waktu Askar kembali untuk melawan takdir ini.

__ADS_1


(note : ini adalah chapter terakhir dunia di balik batas ke 2, nantikan seri kelanjutan ya kakak....


mungkin akan libur dulu dua Minggu buat refreshing, terimakasih....)


__ADS_2