
Kehadiran Askar yang membawa kejutan bagi padepokan beladiri pedang semesta menyebar luas di wilayah sekitar, dimana dia berada di daftar puncak melampaui sang penguasa pedang Loe Teu Yiu.
Sedangkan ada lima perguruan beladiri yang sama kuatnya dengan pedang semesta, menerima kabar tentang dua sosok mampu mencapai menara puncak.
Akademi tujuh pedang, padepokan teratai hitam, perguruan lembah iblis, istana beladiri surgawi, dan gunung pedang suci.
Mereka berlima adalah saingan satu sama lain, dimana masing-masing selalu mengawasi, berusaha melampaui dan selalu ingin memang.
Atas dua nama baru yang muncul di padepokan beladiri pedang semesta tentu membuat ke lima perguruan lain merasa khawatir, jika ini akan menjadi masalah bagi mereka dalam turnamen.
Tapi lupakan soal itu... Karena saat ini Askar pun merasa tidak nyaman setelah mendapatkan peringkat di pilar batu.
Murid-murid lain yang menganggap jika Askar hanya beruntung mampu menapaki langkah terakhir di menara puncak semesta, menjadikan semua orang berusaha keras untuk menguji kemampuan.
Entah ini menjadi hal baik atau pun sebaliknya, para guru takut jika kenyataan bahwa semua murid gagal dan hilang minat untuk berlatih, alasannya sederhana, membandingkan diri mereka sendiri terlalu tinggi dengan sosok tidak normal seperti Askar.
Tapi untuk Askar sendiri, namanya menjadi terkenal dikalangan para murid wanita, mereka merasa kagum atas prestasi Askar yang mampu mengalahkan Resya dan Karlina.
Dan setiap ada orang yang beruntung, disitu juga ada orang yang merasa iri, saat tahu bahwa Askar merebut ketenaran milik mereka.
"Senior Tianmu, bagaimana menurut anda tentang Askar ini." Ucap satu orang pengikut yang mengagumi sosok Remure Tianmu.
"Lelaki yang tiga hari lalu membuat heboh seluruh padepokan karena mampu melampaui bakat tuan Loe Teu Yiu." Tianmu pun mengetahui setiap berita tentang Askar.
"Ya itu dia senior."
"Jangan bercanda, dia hanya bocah kemarin sore, kemampuannya melangkah di menara puncak semesta, hanya dengan sebuah trik curang, menggunakan sebuah item agar tidak merasakan efek tekanan." Balas Tianmu atas anggapan yang dia miliki.
"Ah jadi begitu, pantas saja dia bisa dengan mudah melewati senior Karlina dan Resya." Dan tidak ada yang membantah perkataan darinya.
Itu yang mereka percaya dari perkataan Remure Tianmu, sebab mereka tetap menolak pencapaian Askar untuk diterima begitu saja.
Dia yang sebelumnya mampu mencapai peringkat ke empat dari daftar pilar batu, kini harus merosot ke nomor 7, dimana nama Askar dan Su yiu melangkah ke peringkat pertama.
__ADS_1
Begitu juga Karlina yang berhasil melampaui pencapaian Remure Tianmu, dia merasa kesal untuk kejadian satu ini, dan tidak mungkin membiarkan Askar berbuat seenaknya.
Seakan tidak ingin menerima kenyataan, pengikut Tianmu pun berbicara..."Jadi senior Tianmu apa yang akan anda lakukan kepada Askar ini."
"Tenang saja Sadik, aku sudah memiliki rencana melawan Askar, dia harus sadar posisi sebagai anak baru yang berani-beraninya menyinggungku." Remure Tianmu dengan tersenyum penuh makna itu, menujukan niat lain yang diarahkan kepada Askar.
"Itu memang benar senior Tianmu, jika kita tidak memberikan pelajaran kepada bocah itu, suatu saat nanti, dia akan menginjak-injak kita sebagai senior." Semakin banyak sadik berucap, semakin kuat niat Tianmu untuk bertindak.
Mereka semua hanya iri atas keberhasilan Askar akan sesuatu yang tidak pernah mereka dapatkan, terlebih lagi dampak dari itu semua menjadikan Askar semakin terkenal dikalangan wanita.
Padahal sampai sekarang, jangankan mendapat perhatian dari lawan jenis, mereka ingin berbicara sepatah dua patah kata pun, semua wanita itu langsung membuang muka pada tempatnya.
*******
Seperti yang dijanjikan oleh karlina, jika saat ini dia berada di sebelah Askar untuk menjadi pelayan, tapi sedikit lebih beruntung, karena Karlina pun mendapatkan sekantong kristal ungu sesuai harapan.
"Jadi Askar apa yang harus aku lakukan." Bertanya Karlina dengan perasaan bingung, dimana dia tidak pernah melayani seseorang secara khusus.
"Kau tidak perlu merasa terpaksa untuk melayaniku Lina, lakukan kegiatanmu seperti biasa, jika aku membutuhkanmu, aku sendiri yang akan datang." Jawab Askar dengan sedikit menggoda karlina.
Wajah cantik yang terlihat tegas itu perlahan memerah hingga ke telinga, dimana tatapan mata Askar membuat jantungnya berdetak kencang, karena tidak pernah sekali pun ada lelaki bernai memeluknya seperti Askar.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan Askar." Ucap Karlina dengan menunduk malu.
"Tapi ingat jangan beritahu Resya jika aku memberikan koin kristal itu kepadamu." Pinta Askar.
"Aku mengerti."
Disaat yang sama pula, satu sosok wanita lain datang mendekat selagi Askar menggoda Karlina, hingga sebuah serangan cambuk membuat Askar melangkah mundur.
Jelas sekali jika dia adalah Resya yang menujukan wajah marah untuk mencari perhitungan kepada Askar, dia tidak perduli atas taruhan sebelumnya, karena harga dirinya menolak untuk patuh kepada lelaki seperti Askar.
"Hei apa ini caramu menyapa seorang majikan." Tegas Askar berucap.
__ADS_1
"Majikan apa ?, Aku menolak hal ini." Jawab Resya dengan penuh emosi.
Askar menghembuskan nafas lemas, dia memang bisa memahami jika wanita satu ini memiliki harga diri tinggi, sebab dia dilahirkan dalam kalangan serba ada.
Segala hal yang Resya miliki, tentu membuat dirinya menolak patuh, walau itu adalah sebuah janji dari taruhan yang disepakati mereka berdua.
Resya melayangkan sebuah cambuk ke arah Askar, senjata lord yang dia miliki, tentu tidak sekelas dengan cambuk kusir kuda, karena satu serangan ujung cambuk menghasilkan energi ledakan yang bisa membunuh lord alam raja seketika.
Tapi dengan mantap Askar menggunakan energi untuk melapisi tangan, dan saat itu juga dia menangkap cambuk yang mengarah kepadanya.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan." Ucap Resya dengan kesal.
"Tidak bisa, jika aku lepaskan maka ini akan membahayakan orang lain." Balas Askar mudah saja.
Ledakan kekuatan energi datang tiba-tiba dari tubuh Askar, dia pun membuka gerbang ke empat, kebangkitan penguasa.
Saling tarik menarik, tidak mau kalah satu sama lain, dan memang kekuatan Askar jauh diatas Resya dalam berbagi macam hal untuk ditariknya paksa cambuk itu dari tangan Resya.
Dihadapannya kini sosok Askar berdiri dengan tatapan mata tajam, memainkan cambuk dengan kilatan menyambar ke segala arah.
Tanpa ragu, Askar melepaskan satu serangan ke tubuh Resya, walau itu tidak sekuat tenaga, tapi rasa sakit dan panas membekas dalam kulitnya.
Terlebih pakaian yang Resya gunakan sobek, menujukan sedikit celah pemandangan lekuk body aduhai dan tentu membuat Askar tersenyum sendiri.
Askar berjalan mendekat, saat resya jatuh untuk menutupi bagian yang sobek, menarik tangan Resya, gemetar takut saat menyaksikan mata Askar.
"Kau adalah pelayanku, jika kau tidak mau mengikuti keinginan ku, aku akan membuatmu patuh." Ucap Askar dengan wajah tersenyum penuh makna.
Untuk saat ini Askar tidak mempermasalahkan tingkah Resya, Askar sendiri merasa yakin, dia tidak akan mempermalukan diri sendiri untuk membahas masalah ini kepada Varjo.
Jika ada yang tahu apa yang terjadi sebenarnya, tentu Resya akan membuat reputasi Varjo atas status penguasa alam semesta kerajaan beladiri tercoreng.
Askar berjalan pergi dengan menarik tubuh Karlina dalam pelukannya, jelas perasaan kesal dari Resya kepada Askar semakin besar.
__ADS_1