PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
barang bekas


__ADS_3

Ini menjadi jalan terakhir yang akan membawa Askar menuju lokasi dari sarang Phoenix.


Sebuah lubang besar hitam dan gelap, di mana memang tidak ada pencahayaan dari kristal energi yang biasa ada di sekitar dinding tebing.


Sejak awal Askar memang bingung, kenapa lokasi sarang Phoenix berada jauh di kedalaman puluhan ribu kilometer.


Sedangkan jika itu hanya sekedar sebuah bencana yang membuat sarang Phoenix terkubur, paling tidak hanya sekitar beberapa kilometer.


Terkecuali ada yang memang sengaja memindahkan sarang Phoenix ke tempat ini, dan hanya satu orang terpikirkan oleh Askar, dia adalah Davendra.


Memiliki kekuatan dewa sejati, membuat lubang sedalam dan sebesar ini bukanlah hal sulit, bahkan jika dia ingin menghancurkan sebuah planet, satu tepukan tangan dari dari cukup.


Dengan kekuatan Askar saat ini, dia tidak ragu lagi untuk memasuki lubang tanpa mencari informasi terlebih dahulu.


Jika pun ada seekor monster yang setara dengan Lord alam sains suci, Askar masih mudah mengalahkan makhluk-makhluk setingkat mereka.


Melompat masuk dengan keadaan tempat yang gelap, Askar pun mengeluarkan sebilah pedang keperakan dan terpancar cahaya terang ke setiap sudut ruangan.


Walau dianggap tidak etis karena menjadikan pedang andalan dewa pemangsa yang sangat di inginkan oleh semua penguasa sebagai pengganti senter.


Askar tidak menyangkalnya, tapi apa boleh buat, jika menggunakan element api dirasa kurang efektif sebab kurang terang dan tidak baik untuk mata, maka satu-satunya hal yang memiliki penerangan lain adalah pedang dewa pemangsa kematian.


Setiap hal yang terselimuti kegelapan, secara langsung menjadi tenang dan melihat bisa sekitar dengan jelas.


Apa yang Askar temukan di sarang Phoenix tidak lebih dari sebuah ruangan berdiameter 200 meter berbentuk bulat.


Dinding-dinding penuh dengan coretan simbol prasasti dan bentuk altar kebangkitan seperti yang Askar temukan di alam semesta api mulia, klan Phoenix.


Semua itu berasal dari bahasa sansekerta yang menurut ingatan Asyura, semua simbol menujuk kepada kisah awal Phoenix tercipta.


Dimana ada enam jiwa Phoenix yang dibangkitkan... "Tunggu, dari ingatan Asyura dan informasi Asy, mereka hanya ada lima, kenapa di sini tergambar enam."


Ini menjadi satu pertanyaan yang tidak bisa Askar jawab, karena dia sendiri hanya tahu sedikit informasi dari para Phoenix.

__ADS_1


Jika memang Askar penasaran tentang satu sosok Phoenix terakhir itu, Asy sendirilah yang memiliki jawaban atas semua gambar dari simbol.


Dari enam Phoenix, cerita berlanjut ketika para Phoenix mendapatkan wujud di atas altar kebangkitan, tapi dari semua yang terjadi, tergambar bahwa lima jiwa yang berhasil hidup.


Sedangkan satu sosok terakhir dilenyapkan begitu saja tanpa keterangan apa pun sebagai penjelasan lebih lanjut.


"Apa hanya ini ?." Gumam Askar yang merasa aneh sendiri.


Beralih Askar memperhatikan tempat lain, dimana hampir tidak ada barang berharga yang bisa Askar temukan, sebagian besar adalah benda-benda untuk pemujaan dan perlengkapan rumah tangga.


Tapi Askar menolak percaya jika sebuah tempat yang berasal dari zaman awal penciptaan tidak meninggalkan apa pun selain barang rongsokan.


"Re, pindai seluruh ruangan, temukan apa pun yang memiliki konsentrasi energi tinggi." Perintah Askar.


Energi yang keluar dari tubuh Askar menyebar ke seluruh ruangan, dan tergambar jelas di pikiran setiap lokasi setelah Re mencari setiap sudut.


"Jawab : ada sesuatu yang memiliki energi kuno didalam altar kebangkitan."


Ini membuktikan bahwa intuisi Askar tentang keberadaan sebuah harta yang tersembunyi memang benar adanya.


Masih banyak misteri tentang zaman awal penciptaan, tidak hanya tentang asal-usul kehidupan diciptakan, tapi juga mengenai keberadaan tuhan sejati.


Ingatan Asyura dengan jelas menggambarkan sosok tuhan sejati, adalah eksistensi yang mengatur jalannya takdir dari semua kehidupan.


Dia adalah penguasa jagat raya, pengendali takdir, dan pemilik dari segala materi yang tercipta dari awal hingga akhir.


Bahkan kehadiran sosok kaisar akhir zaman, tidak luput atas perintah Tuhan sejati yang menginginkan seluruh jagat raya musnah dengan sebuah alur cerita yang dia inginkan.


Askar ingin membuka altar kebangkitan Phoenix, dimana satu benda yang memiliki aura kuno tersimpan didalamnya.


Tidak ada kunci atau tombol yang bisa membuaka altar kebangkitan dengan mudah, karena hal itu, sebilah pedang diciptakan oleh Askar.


Memusatkan seluruh kekuatan dalam satu ayunan penuh menghantam altar secara langsung, ledakan besar mengguncang ruangan.

__ADS_1


Saat Askar melihat, tidak ada bekas goresan karena pedang miliknya, bahkan pedang yang setingkat senjata lord hancur berkeping-keping.


"Keras, keras sekali." Gumam Askar dengan tangan gemetar merasakan sendiri kekuatan altar kebangkitan.


Ini hampir sama seperti Askar mengarahkan pedangnya ke tubuh Bo're, lelaki dari klan Phoenix yang pendek kekar, bahkan bisa dipastikan altar kebangkitan jauh lebih keras lagi.


"Jika pedang lord saja tidak cukup, maka pedang dewa pemangsa kematian bagaimana." Berkata Askar yang segera mengeluarkan pedang perak


"Peringatan : tuan sebaiknya jangan anda hancurkan, karena benda di dalam altar akan hancur."


"Begitu kah." Ini memang tidak terpikirkan oleh Askar.


Jika dia terlalu berlebihan maka satu harta yang ditinggalkan oleh para Phoenix awal penciptaan akan rusak, dan Askar tidak ingin membuang benda berharga itu.


Tanpa ragu Askar mencoba memposisikan diri dan mencari pelanggan yang pas untuk mengangkat altar dari tempatnya.


Pijakan kaki bergetar hebat, pijakan kaki terdorong masuk ke dalam tanah, sedangkan altar tidak bergerak satu centimeter pun.


Kekuatan Askar saat ini mampu mengangkat sebuah gunung dengan kedua tangan, tapi dirasakan mustahil saat dia menyadari bahwa tidak ada perubahan.


"Sudah keras, berat lagi, jika nyatanya benda ini tidak ada gunanya, sungguh keterlaluan." Askar merasa kesal sendiri.


Dengan satu tangan yang di letakan ke sisi depan altar, sebuah cara tanpa perlu merusak barang di dalam adalah membawa altar beserta isinya dengan memasukan semua ke dunia imajinasi.


Aliran energi mengalir menyelimuti seluruh altar, dan perlahan diserap masuk kedalam tubuh untuk dia tempatkan di dalam dunia imajinasi seperti yang Askar inginkan.


Setelah semua selesai, Askar cukup senang dengan hasil yang dia peroleh, lebih tepatnya peningkatan lima tahap secara langsung inilah alasan Askar merasa senang.


Sedangkan untuk temuan di dalam sarang Phoenix, hampir tidak ada yang berguna, semua berisi barang-barang bekas dan kini menjadi barang rongsokan.


"Baiklah bagaimana cara kita untuk kembali." Askar bicara sendiri.


"Jawab : tuan saat aku memindai ruangan ini, aku mendemokan sebuah jalan yang mengarah langsung menuju permukaan."

__ADS_1


"Apa ?." Entah Askar harus merasa senang atau kesal.


Karena dia yang berusaha keras untuk masuk kedalam sarang Phoenix, sedangkan ada jalan rahasia dan mengarah langsung tanpa perlu melewati semua bahaya.


__ADS_2