
Kota kerajaan alam semesta beladiri.
Sebuah wilayah kekuasaan yang sangat besar dari seorang Varjo de hores, karena saat ini telah berkumpul ribuan bahtera angkasa dengan tujuan untuk mengikuti turnamen kerajaan beladiri.
Dimana seluruh padepokan di alam semesta kerajaan beladiri berkumpul demi mendapatkan kemenangan atas status sebagai perguruan terkuat.
Selain itu juga, hadiah yang di tawarkan oleh Varjo de hores tidaklah sedikit, sepuluh ribu koin kristal energi kualitas terbaik menjadi tujuan mereka, ditambah lagi dengan sepuluh senjata kelas lord tentu bukan sesuatu yang murah.
Tapi lebih dari itu semua adalah status yang mereka dapat ketika memenangkan turnamen sebagai alasan utama dari segala macam hadiah itu.
Karena saat nama mereka tercantum sebagai padepokan beladiri terbaik di alam semesta kerajaan beladiri tentu menjadi kehormatan untuk mereka banggakan di hadapan semua orang.
Itu sangat mengagumkan, bahkan dari sudut pandang seorang lelaki yang menggunakan topeng polos saat menikmati waktu santai di sebuah rumah makan.
"Tidak aku sangka, dalam kurun waktu setengah tahun berada di alam semesta kerajaan beladiri, ada banyak hal terjadi." Ucapnya lelaki itu sendirian.
"Tuan Suras, aku mendapatkan informasi, jika dalam beberapa hari nanti, Varjo de hores akan mengadakan sebuah turnamen." Ucap salah seorang yang berada di sebelah kursi sosok bernama Suras.
"Oh, pantas saja kota kerajaan ini jauh lebih ramai dari biasanya." Dia cukup mengangguk paham saat tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Suras man, kaki tangan dari lord iblis Radulu Dooma, yang sengaja dikirimkan oleh majikannya itu sebagai mata-mata demi mengawasi pergerakan Varjo de hores, atas seseorang pemilik kekuatan keajaiban hidup, Silviana.
Memanggil seorang pelayan, Suras man yang bertindak sebagai mata-mata dari alam semesta dunia gelap, tentu masih kekurangan informasi.
Dimana setiap pergerakan Varjo sangat tertutup untuk orang-orang sekitar, selain itu, informasi yang Suras dapat tidaklah mudah dan cukup mahal.
Karena setiap orang di alam semesta kerajaan beladiri sangatlah korup, mereka memperjual belikan segala informasi kepada para pendatang.
Selama mereka mampu membayar, tidak perduli seberapa penting rahasia dari alam semesta kerajaan beladiri, itu hanya akan menjadi ladang uang yang bisa mereka dapatkan.
"Pelayan boleh aku bertanya." Ucap Suras man yang menyodorkan satu koin kristal energi ke depan meja.
__ADS_1
Tanpa ragu, pelayan itu pun cepat mengambil... "Tentu saja tuan."
"Apa kau mengetahui tentang tujuan tuan varjo de hores mengadakan turnamen ini." Balas Suras yang mengajukan pertanyaan.
"Tuan Varjo mengadakan turnamen ini untuk mencari para murid terbaik dari perguruan di seluruh alam semesta kerajaan beladiri, selain itu juga dia ingin memperkenalkan seorang istri barunya yang berasal dari kerajaan suci." Jawab Pelayan itu dengan apa yang dia ketahui.
Tentu Suras man bisa menebak siapa sosok wanita yang akan menjadi istri terbaru Varjo, karena hanya satu orang dari alam semesta kerajaan suci dan memang dia menginginkan kekuatannya.
"Kalau begitu, apa turnamen ini hanya di adakan untuk orang-orang disini, bagiamana dengan penguasa alam semesta lain, apa mereka di undang." Sekali lagi Suras man mengajukan pertanyaan kepada pelayan.
"Tentu saja tuan, tuan Varjo jelas ingin menyombongkan diri karena mampu mendapatkan sosok putri Silviana yang kecantikannya mampu membuat iri jagat raya." Cukup mudah untuk pelayan ini menjawab.
"Siapa yang tuan Varjo undang."
"Penguasa dari alam semesta keabadian, dan para pengikutnya." Jelas dia katakan.
Suras man tahu siapa sosok penguasa alam semesta keabadian, Suzou, salah satu makhluk yang paling di hormati setelah penguasa pedang Loe Teu Yiu, dan penguasa naga long Wang.
Setelah membiarkan pelayan itu pergi, Suras cukup khawatir atas tindakan varjo dan Suzou, karena dia tahu, bahwa alam semesta dunia gelap, selalu bermusuhan dengan alam semesta keabadian.
"Tuan Suras, apa kita sebaiknya menyampaikan informasi ini, kepada lord Radulu Dooma." Bertanya bawahan yang memahami isi pikiran Suras.
"Tentu saja, karena ini adalah berita besar." Suras tahu apa yang harus dia lakukan.
Jika memang ada sangkut pautnya dengan dunia gelap, ini akan menjadi masalah besar bagi Suras, dimana dia harus memberitahu kepada Radulu Dooma.
Beranjak pergi dari rumah makan itu, Suras segera bertindak untuk menyampaikan semua hal yang dia ketahui baru-baru ini.
Tapi sekilas perhatian Suras tertuju kepada seseorang yang dia lihat cukup jauh dari tempatnya berdiri.
Seseorang dengan jubah hitam dari padepokan beladiri pedang semesta, dia adalah lelaki yang pernah berhadapan dan saling bertarung di sebuah dunia kecil.
__ADS_1
"Askar .... Apa dia selamat dari ledakan besar yang aku lepaskan." Ucap Suras sendiri.
Dia tidak merasa salah lihat, karena lelaki itu cukup membuat Suras kerepotan, tentu ingatan mengenai Askar masih jelas dalam pikirannya.
"Sayumo, kau segera kirimkan semua informasi kepada tuan Radulu Dooma, aku harus pergi." Ucap Suras menyerahkan tugas kepada bawahan.
"Tuan, tapi apa yang terjadi ?." Balas bawahan itu karena merasa aneh atas sikap Suras.
"Tidak perlu banyak bertanya, kau lakukan saja apa yang aku perintahkan dan kita bertemu di penginapan." Balas Suras yang tidak mau ambil pusing.
Secara cepat Suras mengejar kemana lelaki yang lihat itu pergi, tanpa takut jika penyamarannya di ketahui, makhluk dari ras iblis menggunakan item khusus untuk menyingkirkan aura iblis.
Topeng polos itulah yang membuat Suras percaya bahwa dirinya bisa bersembunyi dari segala deteksi orang lain.
Kehadiran Askar di alam semesta kerajaan beladiri ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi Suras, dia tidak mungkin salah orang, karena kepekaan aura terhadap Askar memang sangat berbeda dari kebanyakan manusia.
Secara khusus, aura Askar sangatlah unik, dimana hidung ras iblis bisa membedakan hal itu, karena banyaknya kekuatan dalam tubuh Askar menjadikan Suras percaya bahwa dia memang Askar yang sama, dengan Askar di dunia kecil.
Memasuki ke sebuah gang sempit, Suras kehilangan Askar yang tiba-tiba saja lenyap.
"Ternyata ada seekor tikus yang mencoba mengikutiku." Suara itu terdengar dari atas.
Nyatanya saat Suras melihat, Askar melayang di atas kepalanya, dan menatap dengan cara tidak menyenangkan.
"Bagaimana mungkin." Terkejut Suras saat tahu bahwa Askar yang dia lihat sekarang jauh berbeda dari dirinya dulu.
Tekanan kuat membuat Suras diam tanpa mampu bergerak, dia yang setara dengan lord alam monarch tahap menengah, tidak kuasa menahan aura milik Askar.
"Aura ini... Aku tahu sekarang, kau adalah ras iblis." Ucap Askar dengan jelas.
Menolak percaya, tapi Askar memang mengetahui kedoknya walau menggunakan item khusus pelenyap aura iblisnya itu.
__ADS_1