PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
aroma busuk


__ADS_3

Askar, Su yiu, Karlina dan Fei sui sue beranjak pergi menuju pusat hutan bakau yang memang menjadi lokasi keberadaan dari pedang dalam seleksi.


Tidak banyak para peserta yang mau memasuki wilayah selatan dari lembah neraka hijau, karena mungkin mereka tahu seberapa menyulitkan bertarung di tanah berlumpur.


Menggunakan zona persepsi dengan luas penerawangan yang menjangkau seluruh wilayah lembah neraka hijau, memang sangat berguna untuk menghindari serangan dadakan dari para monster seperti belalang sembah.


Ditambah lagi wilayah selatan, memang dipenuhi para binatang iblis penyerang secara diam-diam, mereka mengintai dan bergerak dengan kecepatan tinggi.


Sudah lebih dari tiga puluh monster belalang sembah, sepuluh kecoa dan lima belas katak beracun yang mencoba menyerang Askar.


Hanya saja semua itu masih belum cukup untuk menghentikan Askar serta ketiga wanita yang memang memiliki kekuatan bertarung luar biasa.


Setengah hari telah berlalu untuk sekedar menjelajahi wilayah hutan bakau dengan naik ke atas dahan-dahan pohon.


Bergerak maju ke arah timur, beberapa kali Askar melihat peserta lain yang masih sibuk bertarung melawan para monster.


Itu tidak Askar perduli kan, karena disini adalah tempat pertarungan, antara mereka yang kalah atau Askar yang kerepotan saat ikut campur menyelesaikan masalah mereka.


Kecuali untuk para wanita. Ya... Askar selalu memiliki waktu untuk sekedar menyelamatkan mereka dari kejaran para monster.


"Kenapa aku merasa aneh, jika kau hanya tertarik untuk menyelamatkan para wanita." Ucap Karlina menatap aneh kepada Askar.


"Bukankah wajar karena mereka adalah wanita.... jika aku tertarik dengan lelaki, itu barulah terasa aneh." Jawab Askar yang memang sudah menjadi kebiasaannya.


"Lantas bagiamana dengan para lelaki." Balik Karlina bertanya.


"Itu bukan urusanku." Singkat saja jawaban Askar.


"Aku bertanya-tanya dimana rasa kemanusiaanmu." Karlina semakin pusing dengan isi pikiran Askar.


Semakin jauh melewati setiap pepohonan besar disekitar, semakin dekat Askar dengan tempat yang sengaja menjadi tujuan mereka.


Dimana Askar menemukan salah satu pedang yang menjadi tujuan seleksi kali ini, tapi lokasi keberadaanya sendiri tidaklah menyenangkan untuk Askar jelajahi.


Sebuah lubang bawah tanah yang lembab didalam wilayah hutan bakau, bagi Askar bukan masalah besar untuk memasuki tempat kotor seperti itu.

__ADS_1


Tapi tidak untuk ketiga wanita yang sejak awal sudah menujukan ekspresi wajah rumit karena semua lumpur, bau busuk dan kotoran dari sarang binatang iblis.


"Askar apa kita memang harus memasuki lubang ini." Ucap Su yiu dengan wajah rumit.


"Memangnya kenapa ?."


"Aku merasa lebih baik bertarung dengan sepuluh binatang iblis daripada berenang masuk ke dalam." Jelas su yiu menolak ikut.


"Hei.... Jika kau tahu bahaya turnamen kerajaan beladiri, harusnya kau juga siap menerima konsekuensi untuk hal ini." Askar tersenyum lemas melihat ekspresi semua wanita.


"Tapi aku yakin jika baunya tidak akan hilang selama tujuh hari." Fei sui sue ikut angkat bicara.


Melihat bagaimana ekspresi Karlina, Su yiu atau pun Fei sui sue yang ogah-ogahan, tentu Askar tidak bisa memaksa para wanita ini turun ke bawah.


Setinggi apa pun kekuatan mereka, tapi tetap saja mereka bertiga adalah perempuan dan masih memikirkan tentang penampilan.


Terlebih lagi Fei sui sue, dia sangat menjaga penampilan, wajah glowing seperti tersiram minyak solar, dan bibir merah bergincu ditujukan untuk setiap pria agar tertarik.


"Baiklah, kalian tetap disini biar aku sendiri yang masuk." Askar pun mengambil keputusan.


"Lantas apa kau ingin ikut." Bertanya Askar untuk menyindirnya.


"Tidak, maaf aku tidak ingin mandi dengan semua lumpur busuk itu." Tegas jawaban Karlina menolak.


"Ya... Anggap saja pedang kali ini adalah untukku, giliran kalian nanti saja." Askar berpikir sederhana.


"Kalau begitu berhati-hatilah Askar."


"Kalian juga, jangan sembarangan mencari lawan, jika tidak mampu, segera pergi." Askar pun memberi nasihat kepada karlina.


Askar memang sudah melihat apa yang ada di dalam lubang, seekor binatang iblis setingkat lord alam saint suci hidup disana.


Menarik nafas panjang dan menahannya dalam dada, aliran energi seni beladiri pernafasan dikendalikan secara penuh agar terhindar dari aroma busuk yang keluar dari dalam lubang.


Melompat masuk dan tidak lagi mempermasalahkan tentang aroma busuk yang menyengat di hidung, lumpur licin di dinding-dinding lubang memang sangat menggangu.

__ADS_1


Terlebih lagi, disini adalah habitat dari makhluk itu, akan berbahaya bagi siapa pun untuk bergerak bebas, jika pertarungan tidak bisa dihindarkan.


Cukup jauh Askar turun, hingga dirinya menemukan sebuah kubangan lumpur yang luas di dalam tanah, gas kehijauan itu adalah asal dari bau busuk dan semakin kuat di rasakan oleh hidungnya.


Menggunakan kemampuan seni beladiri pernafasan untuk menahan nafas, karena bau busuk itu bisa menjadi racun berbahaya bagi tubuh.


"Aku yakin jika para lord alam saint suci sekali pun akan semaput di dalam sini." Gumam Askar yang masih mampu bergerak untuk mencari di sekeliling.


Nyatanya, baru Askar bicara seperti itu, sebuah tubuh muncul dari bawah lumpur dan pakaian yang dikenakan pun masih terlihat baru.


Askar merasa jika mayat lelaki ini adalah peserta yang menjadi korban dari kubangan lumpur beraroma busuk.


Kerlipan cahaya kuning keemasan terlihat di ujung gua berisi kubangan lumpur separuh tubuh, gerakan Askar terbatas, cukup sulit untuk sekedar melangkah maju.


Barulah separuh jalan untuk mencapai tempat pedang emas tertancap, zona persepsi merasakan sebuah pergerakan dari penguasa wilayah berlumpur pun datang mendekat.


Seekor binatang iblis cacing dengan mulut bergerigi, sedangkan besarnya itu hampir menyerupai sebuah truk gandeng dan setara seorang lord alam saint suci tahap awal, tubuh panjangnya melingkar dan mengurung Askar.


Bersiap dengan pedang panjang biasa, karena senjata berat tidak efektif untuk lokasi pertarungan berlumpur yang berat dan sulit dalam gerakannya.


Serangan mulut gerigi cacing tanah cepat menuju Askar, pedang ditangan pun berayun menghadang serangan yang datang.


Kulit coklat mengkilap itu mampu menahan tajam pedang kelas lord yang Askar gunakan, jelas bahwa makhluk satu ini memiliki ketahanan dalam melawan senjata tajam.


Kondisi yang serba sulit, terlebih pijakan lumpur menahan gerakannya, Askar melompat, tapi diikuti oleh mulut tajam cacing itu.


Melepaskan sebuah tendangan keras, tubuh makhluk kecoklatan licin mampu terpental, walau tidak memberikan dampak besar hingga melukainya.


Tapi dari itu semua, memberi Askar kesempatan untuk mengalirkan seni beladiri pernafasan demi melakukan serangan.


Seni beladiri pernafasan gelombang pertama hembusan jiwa.


Pusaran udara besar keluar dari dalam tubuh Askar, berputar mendorong cacing itu keluar dari dalam lumpur, Askar segera melompat, melanjutkan serangan dengan tangan meruncing.


Aliran energi pernafasan membentuk tombak dengan melapisi tangan Askar, satu hujaman mengarah telak ke sisi bawah sang cacing.

__ADS_1


Tidak berbekas namun seluruh organ dalam makhluk satu ini hancur berantakan hingga semburan cairan kerlap-kerlip keluar dari mulutnya.


__ADS_2