PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
item kelas lord


__ADS_3

Entah sudah berapa hari Askar diam di tempat, bukan karena tidak ingin bergerak, namun dia tidak mampu mengerjakan tubuhnya.


Askar tidak tahu tempat seperti apa yang dia temukan di tingkat ke empat, dimana semua adalah kekosongan, gelap dan sepi, panca indra dalam tubuh pun seakan tidak bisa di gunakan.


Kini Askar tahu kenapa Garuda emas memberi peringatan kepada dirinya untuk tidak masuk lebih jauh lagi, dimana tempat ini bisa dikatakan sebagai penjara ruang kekosongan.


Bagi siapa pun orang yang memasukinya jangankan mengerakkan tubuh, penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, sentuhan, bahkan detak jantung pun tidak bisa diketahui.


Hanya pikirannya saja masih dalam kesadaran, dimana Askar tahu kalau dirinya masih hidup, namun tidak ada yang bisa dirinya lakukan selain diam di tempat.


"Jadi apa yang bisa aku lakukan re."


"Jawab : tidak ada."


"Apa yang kau maksudkan tidak ada ?."


"Jawab : karena tidak ada yang bisa anda lakukan tuan."


"Apa itu artinya aku hanya akan terkurung di dalam sini."


"Jawab : persentase untuk selamat 0,1 persen."


"Apa tidak ada yang lebih buruk ?."


"Jawab : energi dalam tubuh semakin berkurang dalam jumlah banyak."


"Ok ini sudah sangat buruk, jangan bicara lagi."


"Jawab : Baik tuan."


Askar pun memasuki alam bawah sadar.


Jika di kesadaran yang nyata dirinya tidak mampu melakukan apa pun, di alam bawah sadarnya sendiri, Askar bisa bergerak, walau itu hanya sekedar ilusi.


Hingga tampak jelas tiga sosok makhluk yang mendiami ruang alam bawah sadar dengan wujud naga, Garuda dan singa, dimana mereka bertiga sudah berdiri di sekitar Askar.

__ADS_1


"Bukankah ini mustahil untuk aku lewati, penjara ruang kekosongan, terlebih lagi kekuatannya sangat besar." Askar merasa kesal sendiri karena dia tidak bisa berbuat banyak dalam kondisi seperti sekarang.


Askar tahu betul jika dirinya terkurung dalam sebuah ruang yang membuat panca inderanya tidak bisa dia gunakan secara normal.


Melihat Askar yang mengoceh sendiri dengan perasaan rumit, karena sedang berpikir keras mencari cara keluar dari kebuntuan.


"Kau terlalu percaya diri untuk melewati semua tingkatan yang pada akhirnya membuat mu kebingungan." Sindir naga hitam dengan langsung kepada Askar.


"Ya aku pikir semua cukup mudah, bahkan kau harusnya tahu, tadi yang aku pikir akan terjadi pertarungan melawan burung-burung itu, tapi semua berjalan cukup lancar." Balas Askar merasa malu sendiri.


Ini memang kebiasaan buruk bagi Askar, dimana dia suka bertindak tanpa berpikir akan resiko lebih lanjut, hanya percaya bahwa tokoh utama tidak akan mati di awal cerita.


"Baiklah, ini sedikit kesalahan yang harus kau pahami, sebelum melakukan tindakan di tempat tanpa diketahui, kau harus mencari informasi lebih lengkap." Kini Garuda emas pun memberikan petuah untuk Askar menyadari kesalahannya.


"Bagaimana aku mencari informasi, sedangkan tidak ada yang tahu tentang keberadaan penjara ruang kekosongan." Tapi alasan Askar cukup logis, bahkan saat dia bertanya kepada Davendra, dia tidak memberitahu apa pun.


Askar tidak bisa membantahnya, kesulitan yang saat ini dia hadapi, sama seperti dia tahu kenapa, tapi tidak dengan jawabannya.


"Jadi apa kau memiliki cara untuk keluar, blackie ?." Bertanya Askar kepada naga hitam.


"Hei bukan aku tidak memiliki solusi, tapi kau tidak mau memikirkan solusinya." Alasan saja blackie karena pada akhirnya dia tidak ingin berpikir.


"Kalau begitu, apa menurutmu aku tidak sedang berpikir ?." Askar merasa kesal sendiri menyaksikan naga hitam yang sombong, namun dia tidak ikut membantu.


Tapi sejak Askar berpikir, dia memiliki cara yang mungkin dia bisa mencobanya, sebuah kemampuan yang harusnya tidak terkena pengaruh di penjara ruang.


Teknik pengendalian boneka jiwa.


Sejak awal Askar tidak mengingat jika dirinya memiliki satu kemampuan ini, dimana boneka yang terbentuk dari energi untuk dia kendalikan mampir transfer informasi semua panca indera.


Sebelum itu ada yang ingin Askar tanyakan kepada ketiga makhluk dan masih membuatnya cukup bingung sampai sekarang.


"Apa wujud kalian bertiga sekarang masih berhubungan dengan sosok makhluk yang nyata."


"Tidak, karena saat kau masih sebagai Asyura, kami hanya dibentuk sebagai wujud replika dari jiwa makhluk yang kau mangsa."

__ADS_1


"Jadi apa ketika aku mengeluarkan wujud kalian dari dalam tubuh, apa memiliki pengaruh bagi makhluk yang sama."


"Harusnya ada, apa kau ingat ketika aku menampakan diri di hadapan Dwargoun, jiwa naga yang dia miliki bergetar ketakutan, karena memang aku sebagau perwujudan skill pemangsa masihlah menujukan status lord naga." Perjelas blackie.


Askar bertanya demikian karena sebelumnya dia menyaksikan sosok Garuda emas secara nyata, dan kekuatan itu benar-benar menujukan perbedaan dengan binatang mistik yang lain.


Bahkan kemuliaan sosok Phoenix hanya sebatas jari kelingking di hadapan Garuda emas yang notabene di sebut sebagai penguasa para burung.


Ini bisa Askar gunakan untuk mengatasi masalah yang mungkin dia hadapi dengan makhluk seperti mereka.


Kembalinya Askar dalam tubuh yang nyata.


Konsentrasi Askar difokuskan untuk membentuk boneka jiwa yang menyerupai wujud Askar secara utuh, dan memisahkan diri dari tubuh utama.


Pandangan Askar menjadi berbeda semua terlihat jelas di mata boneka jiwa, namun satu sosok yang baru dia lihat langsung membuat dirinya terkejut, dan itu adalah dirinya sendiri.


"Sial kenapa aku bisa kaget melihat wajahku ini." Gumam Askar sembari menggelengkan kepala.


Dan tubuhnya sendiri itu hanya berdiri kaku dengan ekspresi wajah kurang ganteng, sejak awal memang tidak berubah, ini menujukan jika Askar jarang bercermin.


Dimana kini Askar berdiri diatas sebuah tempat yang dipenuhi tumpukan kerangka macam-macam makhluk berserakan.


Askar tahu apa yang menyebabkan kematian pada makhluk-makhluk ini adalah mereka terkurung dalam ruang penjaga kekosongan, tanpa bisa melakukan apa pun hingga ajal menjemput.


"Aku tidak bisa bayangkan, jika aku tidak mempelajari teknik pemberian Silviana ini." Terasa lega dengan tersenyum atas masalahnya.


Ini bisa saja terjadi kepada Askar, jika dia tidak memiliki metode untuk melepaskan diri dari efek yang mengikat siapa pun di dalam penjara.


"Jadi dimana penyebab terjadinya penjara kekosongan." Gumam Askar sendiri.


Tentu terjadinya semua ini bukan tanpa sebab, karena alam tidak begitu saja melepaskan kekuatan sedemikian besar tanpa ada faktor eksternal.


Nyatanya ada satu buah benda bercahaya keunguan sedikit redup tepat diatas langit-langit yang menjadi pintu siapa pun untuk masuk.


Askar pun mulai mendekati lokasi benda yang menjadi sumber kekuatan penjara ruang kekosongan untuk melepaskan energi pengikat.

__ADS_1


Sebuah benda persegi lima dengan lima sudut, dimana cahaya yang terpancar menyelimuti seluruh ruangan dan itu karena item kelas lord.


__ADS_2