
Grand master Sui nyatanya tidaklah tewas saat serangan besar melawan ras iblis kala itu, meskipun kondisinya cukup parah, karena dia ikut jatuh kebawah kota tersembunyi.
Cukup mujur nasib Grand master Sui ketika dia di selamatkan oleh sekelompok ras iblis yang membawanya hidup-hidup, dan memberikan sebuah pengobatan sampai Sui sadarkan diri.
Hanya saja, dia tentu terkejut saat pemandangan pertama dihadapannya adalah tatapan mata merah tajam dari makhluk yang menjadi musuh bagi ras manusia.
Tapi sesaat setelah itu, apa yang Sui ketahui jika makhluk yang menyerupai wujud manusia namun memiliki banyak tambahan seperti tanduk, taring, telinga panjang dan hidung lebih dari kata mancung, tersenyum lebar menunjukan gigi tajam.
Ini menjadi awal pemahaman Sui jika tidak semua makhluk dari ras iblis itu jahat, beberapa dari mereka yang terbuang di kota Tersembunyi cukup ramah terhadap setiap ras lain.
Hanya karena para pemimpin ras iblis itulah, seperti Edurali V'kortes mereka mereka dipaksa untuk melawan para manusia dan menanamkan ideologi bahwa manusia pula musuh mereka.
Dan siapa sangka, setelah beberapa tahun Sui kembali pulih sepenuhnya, perubahan besar terjadi pada kedua dimensi, dimana kini dari empat wilayah kerajaan iblis mulai melakukan interaksi terhadap ras manusia.
Hingga Sui keluar dari kota tersembunyi dan kembali ke akademi laut selatan, memang sulit dipercaya dengan segala perubahan ini, entah yang terjadi di kedua dimensi, atau pun bersandingnya Akademi laut selatan di puncak rangking dunia.
Semua itu karena satu nama, Askar.
"Kau benar-benar melakukan tugasmu dengan baik Askar." Ucap Grand master Sui secara tiba-tiba.
Askar terkejut, dia tidak menyangka bahwa Grand master Sui memuji dirinya.... "Ini pertama kali aku mendengar anda mengatakan hal baik kepadaku."
"Apa seaneh itu jika aku sedikit mengakui keberhasilan mu." Grand master Sui pun merasa kesal sendiri atas tanggapan Askar .
"Tentu ini aneh, biasanya anda selalu menginginkan aku pergi, atau mati saja kalau bisa.... Memang apa yang terjadi selama anda hilang grand master Sui." Bertanya Askar penasaran.
Tapi dianggap oleh grand master Sui itu adalah sebuah penghinaan...."Tidak terjadi apa-apa."
Selagi Askar berjalan dengan para grand master ke dalam istana utama, sekilas pandangan matanya tertuju kepada seseorang yang berjalan lewat.
Tapi karena memang tidak ada urusan dengan para gadis lain untuk saat ini, Askar cukup santai berjalan secara biasa.
__ADS_1
"Kakak guru...." Suara itu terdengar tepat setelah para gadis berjalan melewatinya.
Tentu Askar merasa ingat suara dari panggilan yang tidak dia dengar selama dua tahun ini, hanya saja, hanya saja tidak seperti bayangan Askar, karena apa di dalam isi pikirannya adalah wanita tomboy dengan rambut pendek bernama Dannis.
Jelas berbeda dari isi pikiran Askar, dia yang berdiri menatapnya adalah seorang gadis dewasa dewasa dengan rambut panjang, tubuh berkelok-kelok aduhai, sangat proposional, tidak berlebih namun sangat mengagumkan.
"Siapa yah ?." Askar tentu bertanya demikian karena dia bukan Dannis seperti anggapannya.
"Ini aku, Dannis, kakak guru." Dia mengatakan kepada Askar dengan menyebut dirinya sebagai Dannis.
"Tidak, yang aku tahu kalau Dannis itu wanita, tapi tidak feminim sepertimu." Askar menolak percaya untuk wanita cantik ini.
"Tapi aku benar-benar Dannis." Dia benar-benar ngotot.
"Apa buktinya."
"Saat kita bertemu di padepokan beladiri aliran pernafasan, kau meraba-raba tubuhku, dan...." Perjelasnya dan mata semua orang tiba-tiba saja mengarah kepada Askar.
"Loli*con." Teriak grand master Sui dengan lantang atas tuduhannya.
"Jangan asal mengatakan aku loli*con." Balas Askar kesal karena dia tidak seperti itu.
"Lantas kau mau membantah apa, buktinya sudah ada." Grand master Sui dengan tegas mencoba menegakkan keadilan.
"Saat itu, aku mencoba memperbaiki struktur aliran energi Dannis jadi apa boleh buat aku harus merasakan sendiri dimana jalur sirkuitnya, lagian saat itu aku tidak tahu jika dia adalah wanita." Askar pun melakukan pembelaan.
Meski pun penjelasan dari askar itu bisa di pahami oleh setiap orang, tapi tetap saja pandangan mereka tidak berubah, karena yakin jika tidak ada kucing menolak ikan asin di depan mata.
"Apa ini terlihat aneh untuk kakak guru." Berkata Dannis tidak nyaman untuk bertanya tentang penampilan seperti keinginan Askar.
"Ya aku tidak memiliki kriteria khusus untuk mengatakan cantik kepada wanita, tapi terkadang mereka lebih cocok dengan apa adanya." Jawab Askar yang tidak paham kenapa Dannis mengubah penampilan.
__ADS_1
"Kalau begitu apa aku cantik." Bertanya Dannis dengan malu-malu.
"Cantik memang.... Tapi aku merasa kalau penampilanmu sekarang seperti bukan dirimu Dannis." Jawab Askar dengan sedikit berpikir.
Pertemuan dengan Dannis memang jelas membuktikan bahwa waktu bisa mengubah segalanya tanpa perduli apa pun itu, dia dulu adalah seorang gadis kecil tomboy seakan tidak membuat Askar berpikir bahwa saat sekarang Dannis tubuh menjadi bunga cantik dan aduhai.
Askar kini beranjak pergi ke sebuah tempat yang menjadi perkumpulan para murid dari bentukannya yaitu MODAR.
Dan memang nyatanya waktu sangatlah menyeramkan, dimana beberapa orang yang Askar kenal sebagai kawan-kawannya di akademi laut selatan sudah pergi.
Dargo dan putri Nadia, mereka berdua menikah, jika sejak awal hubungan dua orang itu tidak mendapatkan restu, karena Dargo bukan darah murni keturunan klan Majapahit, tapi dia benar-benar berusaha membuktikan diri, hingga di terima oleh klan Majapahit.
Ada pun putri Launa dia pun sudah kembali ke klan Singasari karena dinyatakan lulus lebih cepat, hanya kini tersisa luo Pau, dan Dannis yang masih bertahan di perkumpulan MODAR.
Melihat kedatangan Askar saat ini memasuki ruangan tempat para anggota MODAR, luo Pau jelas tersenyum lebar penuh kebahagiaan.
Kawan lama yang sudah Askar kenal, maaf salah... Terpaksa dikenal oleh Askar itu tidak bisa menahan air mata, karena tahu bahwa sosok yang dia sombongkan kepada orang lain sebagai temannya benar-benar datang.
"Luo Pau bagaimana kabarmu." Sapa Askar dengan kejutan kepada luo Pau.
"Tu... Tu... Tu... Tuan Askar, a... A... Aku sang... Sang...." Masih saja dia gagap ketika emosinya memuncak.
"Sang*e." Asal saja Askar melanjutkan.
"Bu... Bu... bukan, aku sa... sa...sangat ba... Ba...baik." ternyata itu yang ingin luo Pau katakan.
"Jadi bagiamana hubunganmu dengan Launa." Bertanya Askar.
Seketika itu, belum juga dijawab, raut wajah lemas, layu dan seperti orang mendapat cobaan tidak tertanggungkan sepanjang hidupnya.
Wajah bulat dan alis tipis, mata sayu dipenuhi air mata, dia menangis.... "Dia dijodohkan oleh orang tuanya."
__ADS_1
Jelas itu adalah penderitaan terberat yang harus luo Pau hadapi, Askar tidak bisa membayangkan kesakitan dari lelaki berwajah polos.... "Sabar yah."