
Perjalanan Askar pun dimulai bersama dengan Ke'su, Sina dan Asy menuju ke Utara, walau sebenarnya alasan membawa pangeran ku*nyuk hanya untuk menjaga keamanan Asy.
Monster-monster yang ada di wilayah alam semesta awal penciptaan sangatlah ganas, terlebih dengan kekuatan setara seperti lord alam Raja ke atas, tentu bukan hal mudah untuk Askar melawan mereka sendiri.
Karena hal itu akan lebih ringan untuk Askar memanfaatkan Ke'su sebagai perlindungan terhadap serangan para binatang yang mengincar mereka.
Nyatanya awal Askar melangkahkan kaki keluar dari wilayah tempat devendra tinggal, kerumunan monster setingkat alam Raja sudah berbaris menatap mereka penuh aura membunuh.
"Apa ini ?, apa mereka memiliki masalah denganku karena menghancurkan tempat tinggalnya, dan sekarang menghadang perjalananku." Kesal Askar melihat sekelompok binatang iblis yang siap menyerang.
"Jika memang itu masalahmu, harusnya kau tidak perlu dibawa-bawa kepadaku, selesaikan sendiri." Ke'su pun membalas perkataan Askar dengan nada tidak menyenangkan.
"Hei, kau disini sebagai pengawal ku, jadi jangan banyak menawar." Askar jelas mempermasalahkannya.
"Aku hanya melindungi Asy." Itu adalah tugas utama.
"Sudahlah, sudahlah, jika kalian meributkan hal ini, mereka semua akan memakan kita." Berkata Sina yang menujuk ke depan.
Seketika itu semua monster yang sudah menghadang mereka mulai bergerak dalam kecepatan tinggi, jika itu satu atau dua monster saja, tentu bukan masalah, bahkan Askar bisa menyelesaikannya hanya dengan satu ayunan pedang.
Tapi mereka ada empat puluh ekor monster berbagai spesies kadal dengan air liur yang membasahi mulut seperti kena rabies.
"Mereka adalah kadal berbisa yang menyerang dengan taring racun dan bisa membunuh seorang lord alam raja hanya dengan satu gigitan saja." Perjelas Ke'su yang memiliki pengetahuan tentang jenis binatang iblis ini.
"Apa penjelasan itu penting sekarang, karena yang aku tahu, tanpa perlu di gigit pun kita bisa terbunuh." Askar masih bisa membalas perkataan Ke'su, dimana banyak monster datang menyerang.
Askar cukup kesulitan, bagiamana pun keras kulit para kadal sangat keras, bahkan pedang lord yang tercipta, tidak mudah untuk menembus tubuh para monster.
"Setidaknya hargai aku yang memiliki pengetahuan tentang monster ini." Ke'su kesal sendiri atas tanggapan Askar.
"Jadi apa kau tahu cara membunuh mereka."
"Bakar."
__ADS_1
Tanpa ragu, Askar menggunakan kekuatan skill penciptaan elements api, dan di perkuat dengan api Phoenix merah dari darah asli yang dia dapatkan.
Kobaran api merah menyala di mata pedang, satu sayatan yang melekat di tubuh para kadal membakar habis hingga hangus.
Ditambah Ke'su pun tidak menahan diri, kekuatan Phoenix yang dia miliki jelas lebih kuat karena tingkatan sebagai lord alam saint suci, dan darah murni menjadikan dirinya sebagai petarung elements api paling di takuti.
Hanya saja untuk Asy dan Sina, mereka belumlah memiliki kekuatan yang cukup, karena sejak awal tingkatan masing-masing dari mereka sebatas lord yang nyata.
Dengan kekuatan itu, jangankan membakar kulit para kadal, api mereka sama seperti pemanas udara yang tidak ada rasanya.
Karena itu, Askar membawa Ke'su dalam perjalanan, setidaknya ini akan mengurangi bebannya ketika harus berhadapan seperti lawan yang sekarang.
Semua beres dengan cepat saat tahu kelemahan para kadal adalah element api yang membakar tubuh karena racun mereka seperti minyak dan mudah terbakar.
"Syukurlah, ini hanya kadal beracun."
"Memang kenapa ?." Balas Askar cukup ragu-ragu.
"Jika itu kadal merah, maka elements api tidaklah berguna." Berkata Ke'su dengan perasaan lega.
"Ya seperti itu, tapi jika besarnya dua puluh meter lebih, dia sudah menjadi lebih berbahaya karena berevolusi.... dari mana kau tahu ?." Ke'su merasa aneh atas tanggapan Askar.
"Karena kadal yang kau maksudkan sudah berdiri melihat ke arah kita." Tunjuk Askar ke arah lain.
Askar dan Ke'su bersiap untuk bertarung, hanya saja lawan kali ini jauh lebih berbahaya dari empat puluh ekor kadal.
Dimana tidak hanya tahan terhadap serangan element api, tapi kadal satu ini memiliki kekuatan api yang hampir menyamai binatang mistik.
Tapi ini akan jadi panen besar, dimana batu kristal dari semua binatang iblis adalah keuntungan yang sangat besar.
Memberi kemungkinan kepada Askar untuk naik tingkat, menuju ranah lord alam monarch.
*******
__ADS_1
Di tempat lain....
Davendra menikmati waktu dengan suasana mood yang bagus, karena saat ini banyak orang berkumpul di sekitarnya.
"Tuan bagaimana anda mengarahkan tuan Askar ke lokasi sarang Phoenix dengan berbelit-belit, sedangkan tempat yang mereka tuju, berada di belakang bukit ini." Ucap Omen yang berjalan mendekat ke kursi Davendra.
"Itu untuk kebaikan mereka, paling tidak pengalaman yang Askar dapat saat pertarungan melawan monster sangat berharga." Jawab Davendra dengan senyum puas.
"Aku mengerti sekarang." Balas Omen yang kini menyamar menjadi kucing hitam abu-abu.
Tapi kucing belang-belang Oren putih memperhatikan apa yang lelaki berjubah itu lakukan, dia memiliki insting tajam dan lebih terasah ketika jiwa Sphinx hadir didalam tubuhnya.
Walau dia menyadari akan kesamaan aura dengan tuan Askar, tapi ada hal lain yang tersembunyi, yaitu tentang tujuan Davendra membawa Rea.
"Omen apa yang sedang kau lakukan." Bertanya Rea kepada Omen.
"Tidak, bukan apa-apa." Balas Omen yang mencoba membuang isi pikirannya terhadap Davendra.
Omen memang sudah lama mengetahui tentang bencana yang akan datang, Zilogia adalah pembawa pesan kepada Askar, walau nyatanya ini jauh lebih rumit dari dugaan Omen.
"Nona Rea, jadi apa keputusanmu untuk ikut dengan Davendra sudah pasti ?." Bertanya Omen yang mengkhawatirkan kondisi Rea.
"Tentu saja Omen, jika ini menyangkut tentang keselamatan banyak orang aku tidak mungkin tutup mata." Rea menjawab tanpa ragu.
"Tapi apa yang sebenarnya ingin Davendra itu lakukan, kenapa dari semua orang, dia menginginkan anda nona."
Ini yang menjadi masalah untuk Omen, Rea bukan orang lain dan tentu ada rasa khawatir, jika sosok yang sudah dianggap sebagai keluarganya berada dalam posisi sulit.
"Entahlah... hanya saja, ini menjadi tanggung jawab besar, dan Davendra mempercayakan kepadaku, selama aku bisa melakukannya tidak akan aku menolak." Rea pun menyanggupi permintaan Davendra.
"Apa mungkin ini berhubungan dengan tuan Askar." Pikir Omen.
"Tidak perlu kau berpikiran rumit seperti itu Omen, masa depan adalah satu ketidak pastian, ada banyak hal bisa terjadi." Rea dengan tersenyum mengatakan hal yang menang seharusnya.
__ADS_1
Untuk saat ini Rea lebih fokus untuk menjaga kehamilannya, dan saat anaknya lahir, dia siap menerima permintaan Davendra.
Enam belas tahun adalah waktu yang ditetapkan oleh Davendra, dan selama itu Rea akan berada di alam semesta awal penciptaan.